198,007 research outputs found

    Penjelasan kekeliruan warna jingga bata dalam berpakaian

    No full text
    Kuala Lumpur: Tidak salah jika mengenakan pakaian berwarna jingga bata atau orange brick dengan syarat pemakainya menutup aurat, tidak menyamai imej orang kafir dan lelaki tidak cuba menyerupai wanita

    PERBANDINGAN ESTIMASI BIAYA PEKERJAAN DINDING BATA MERAH DENGAN BATA RINGAN

    No full text
    Dalam merencanakan atau membuat suatu bangunan gedung, baik itu bangunan tingkat tinggi atau bangunan sederhana, tidak lepas dari adanya dinding. Material dinding merupakan bagian penting dalam suatu proyek konstruksi. Dinding merupakan suatu elemen vertikal bangunan yang berfungsi membentuk ruang maupun memisahkan ruang. Pada umumnya matrial pemasangan dinding disusun menggunakan matrial bata merah konversional dengan campuran pasir dan semen. Munculnya inovasi bata ringan sebagai matrial dinding menjadi salah satu alternatif pengganti bata merah, pemasangan bata ringan ini menggunakan matrial pendukung mortar siap pakai sehingga mempercepat proses pemasangan. Pada penyusunan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui biaya yang lebih murah per m² antara bata merah dengan bata ringan dalam pekerjaan dinding dan perbandingan estimasi biaya pekerjaan dinding menggunakan bata merah dengan bata ringan. Hasil perhitungan didapatkan biaya per m², pekerjaan dinding bata merah total biaya senilai Rp. 249.380,32 per m². Sedangkan pekerjaan dinding bata ringan total biaya senilai Rp. 221.152,02 per m² . Untuk estimasi biaya yang di butuhkan pada pekerjaan dinding didapatkan total biaya keseluruhan dari pekerjaan pemasangan dinding bata merah, plasteran dan acian senilai Rp. 115.016.890,19. Dengan bata ringan didapatkan estimasi biaya pekerjaan pemasangan dinding total biaya keseluruhan pemasangan dinding bata ringan, plasteran dan acian senilai Rp. 83.450.044,96

    “EVALUASI PERBANDINGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN DINDING DENGAN MENGUNAKAN BATA MERAH DAN BATA RINGAN

    No full text
    Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding sudah jamak kita lihat di berbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih punya tempat dihati masyarakat kendati sudah banyak gempuran teknologi sipil dengan berbagai rekayasa konstruksi seperti bata ringan. Cukup bisa di maklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan, karena selain sudah teruji kekuatannya, juga mendapatkannya pun tidak susah. Hampir disetiap daerah menggunakan bata merah ini sebagai salah satu bahan konstruksi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perbandingan harga material bata merah dengan bata ringan untuk pekerjaan pasangan dinding, mulai dari material untuk pekerjaan pemasangan, plesteran hingga acian. Untuk bata merah, acuan yang digunakan adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan Dengan Pendekatan Harga Satuan Pekerjaan Proyek dan SNI 6897-2008, Sementara untuk bata ringan acuan yang digunakan adalah harga dan spesifikasi yang tertera pada salah satu website produsen bata ringan dan mortar di Indonesia. Hasil perhitungan menyatakan material bata ringan merupakan bahan yang paling mahal biayanya dalam pekerjaan pasangan dinding per m² dibandingkan material bata merah. Biaya pelaksanaan pekerjaan pasangan bata ringan sebesar Rp. 284,208.00,-/m², sedangkan biaya pekerjaan pasangan bata merah adalah Rp. 251,085.54 ,-/m². Dari segi kecepatan pemasangan dinding per m², material bata ringan lebih cepat dibandingkan material bata merah

    Analisis Perbandingan Metode Pelaksanaan, Mutu Dan Biaya Konstruksi Gedung Menggunakan, Bata Press Dan Bata Konvensional Di Atmi Surakarta

    No full text
    Semakin pesatnya pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang konstruksi yang mendorong kita lebih memperhatikan standar mutu untuk dapat meningkatkan pembangunan yang lebih berkualitas. Salah satu alasan masyarakat masih mempercayai batu bata adalah dari segi estetikanya terlihat lebih berseni dibanding batako. Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan metode pelaksanaan, perbandingan mutu dan perbandingan biaya pelaksanaan pembangunan gedung bata press dan bata konvensional. Batu bata konvensional tekstur kasar, tidak rapi dan kadar kekerasannya tergantung pada kualitas bahan serta teknik pembakarannya, sedangkan bata press teksturnya lebih halus, ukurannya sama dan kekuatannya lebih baik. Berdasarkan analisis perhitungan di dapat metode pelaksanaan batu bata press untuk pemotongan batu bata press menggunakan gerenda/cutter, waktu pemasangannya lebih cepat dan hasilnya lebih rapi, membutuhkan lebih banyak pekerjaan, untuk metode pelaksanaan batu bata konvensional pemotongan batu bata konvensional menggunakan cetok, waktu pemasangan kurang cepat, hasilnya kurang rapi karena tekstur batanya yang tidak sama, membutuhkan lebih sedikit pekerja. Dilihat dari kuat tekan bata konvensional merk Gendhit sebesar 1,645 N/mm², sedangkan kuat tekan bata press merk Gendhit sebesar 6,934 N/mm². Biaya pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding menggunakan material bata press per m² adalah sebesar Rp 78.952,13 sedangkan biaya pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding menggunakan material bata konvensional adalah sebesar Rp 71.202,13, adapun selisihnya adalah Rp 7.750,00 per m², lebih mahal menggunakan batu bata press

    ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DINDING BATA MERAH DAN BATA RINGAN

    No full text
    Dinding merupakan salah satu elemen dalam bangunan yang memiliki fungsi untuk memisahkan antar ruang dalam suatu bangunan. Material dinding yang digunakan pada umumnya adalah dinding bata konvensional atau yang biasa disebut dengan dinding bata merah. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan pengetahuan, bata merah ini mulai tergantikan dengan bata ringan yang merupakan salah satu inovasi dari bata merah. Adanya inovasi ini diharapkan dapat mempercepat waktu pelaksanaan proyek dan dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan serta melakukan studi literatur. Pengamatan di lapangan dilakukan untuk mendapatkan data ukuran dinding, waktu pengerjaan, material yang digunakan, serta rating untuk para pekerja. Sehingga dengan metode Time and Motion Study serta mempertimbangkan faktor kelonggaran dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel dapat diolah dan didapatkan data untuk menghitung biaya dan waktu. Dari hasil pengamatan dan pengolahan data yang telah dilakukan mendapatkan hasil untuk waktu pengerjaan pemasangan dinding bata merah 2,615 m²/jam, pekerjaan plesteran 3,4695 m²/jam, dan pekerjaan acian 6,5154 m²/jam dengan biaya total Rp 107.182,- per m². Sedangkan untuk pengerjaan pemasangan dinding bata ringan 3,512 m²/jam, pekerjaan plesteran 4,7426 m²/jam, dan pekerjaan acian 9,3429 m²/jam dengan biaya total Rp 125.850,- per m²

    PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA RINGAN DAN DINDING BATA MERAH DENGAN METODE TIME STUDY

    No full text
    Perkembangan material bahan bangunan semakin maju seiring dengan tuntutan kebutuhan dalam mencapai biaya, waktu, mutu yang paling efektif dan efisien. Munculnya teknologi bata ringan sebagai material dinding, cukup memberikan dampak positif bagi masyarakat pada umumnya dan dunia konstruksi khususnya. Penentuan keputusan pada sebuah proyek mengenai bahan mana yang akan dipakai, akan memiliki dampak yang cukup besar pada perencanaan jadwal dan biaya proyek. Time study adalah teknik pengukuran dengan cara pengumpulan data berdasarkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Proses pengerjaan dari metode ini sangat sederhana. Seorang peneliti hanya perlu mengukur lamanya waktu kerja dari seorang pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan kemudian mencatatnya, begitu juga untuk pekerjaan selanjutnya hingga didapat data yang dijadikan sebagai waktu standard. Material bata ringan merupakan bahan yang paling murah biayanya dalam pekerjaan pasangan dinding per m² dibandingkan material bata merah. biaya pelaksanaan pekerjaan pasangan bata ringan sebesar Rp. 69.122,53,-/m², sedangkan biaya pekerjaan pasangan bata merah adalah 83.125,03,-/m². Dari segi kecepatan pemasangan dinding per m², material bata ringan lebih cepat dibandingkan material bata merah. Waktu pelaksanaan pekerjaan pasangan bata menggunakan material bata ringan adalah 25.966 menit, sedangkan Waktu pekerjaan pasangan bata menggunakan material bata merah adalah 42.247 menit

    Analisis Penggunaan Bata Merah, Bata Ringan, Dan Batako Sebagai Material Dinding Untuk Konstruksi Rumah Tinggal

    No full text
    Perkembangan pada sektor pembangunan gedung saat ini sedang berkembang dimana banyaknya pekerjaan pembangunan disemua bidang pembangunan. Banyaknya pembangunan ini mengakibatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap jenis material penyusun dinding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kemudahan pemasangan material dinding, menghitung perbedaan dari nilai ekonomis setiap jenis material dinding per 1 m² dan mengetahui faktor apa yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih material dinding. Acuan yang digunakan untuk harga adalah harga satuan upah Kota Pangkalpinang tahun 2022 yang di keluarkan oleh Dinas PUPR, untuk Analisa harga satuan menggunakan peraturan SNI-6897-2008 dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih material dinding menggunakan metode penyebaran kuesioner. Harga satuan pekerjaan dinding per 1 m² untuk bata merah adalah Rp. 397.573, batako Rp. 178.496, Bata Ringan (10x20x60)cm Rp. 227.049, Bata Ringan (7,5x20x60)cm Rp. 210.164. Faktor yang paling dominan mempengaruhi masyarakat dalam memilih material dinding adalah pengetahuan masyarakat terhadap material dinding dimana tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bata ringan hanya (60%) sedangkan untuk batako dan bata merah mencapai (100%). Tingkat frekuesnsi masyarakat dalam menjumpai material dinding dimana masyarakat lebih sering menjumpai batako (48%) dan bata merah (51%) dibandingkan dengan bata ringan (1%) menjadikan persentase masyarakat yang memilih menggunakan bata merah (45%) dan batako (47%) sedangkan untuk bata ringan hanya (8%)

    APLIKASI TUNGKU TAK PERMANEN UNTUK PENGERINGAN BLOK BATA MENTAH

    No full text
    Penelitian tungku model tak permanen dilakukan untuk menganalisa peningkatan fungsi sebagai media pembakaran dan pengeringan. Perancangan model tungku tak permanen dilakukan di laboratorium dan pengujian model tungku dilakukan di industri bata merah kecamatan Jogonalan kabupaten Klaten Jawa Tengah. Tahapan penelitian terdiri dari persiapan blok bata, pengeringan awal bata, pembuatan bata yang akan dibakar, pembuatan tungku, pembakaran dan pembongkaran tungku. Dan berdasarkan hasil uji pembakaran bata merah menunjukkan bahwa dinding tungku tak permanen akan maksimal dengan pola 2/2 di mana pola tersebut menghasilkan lebih dari 9000 blok bata kering untuk ukuran tungku 8 m x 6 m dan ketinggian 20x (kali) tinggi blok bata.Key word: bata merah, tak permanen, pola, tungku, pembakaran, pengeringa

    UJI EFISIENSI TUNGKU ROKET BERBAHAN BATA RINGAN

    No full text
    Tungku konvensional berbahan bakar kayu memiliki efisiensi yang sangat rendah sebesar 5-10%. Selain rendah efisiensinya, penggunaan tungku konvensional juga menyebabkan paparan asap yang berbahaya bagi penggunanya. Tungku roket dengan bahan bata ringan menjadi alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan menghindarkan paparan asap. Penelitian ini bertujuan menguji efisiensi tungku roket berbahan bata ringan dengan tinggi tungku 0,4; 0,5; dan 0,6 m. Efisiensi tertinggi rata-rata diperoleh dari penggunaan tungku tinggi 0,6 m sebesar 24%, lebih tinggi dibanding tungku beton maupun tungku sekam. Tungku bata ringan menghindarkan paparan asap bagi penggunanya dan relatif selamat bagi penggunanya dari panas dinding tungku karena temperatur maksimum yang dicapai hanya 60°C. Dari sisi harga, tungku bata ringan jauh lebih murah dibanding tungku beton.Kata kunci: tungku roket, bata ringan, efisiens
    corecore