UTP Repository (Universitas Tunas Pembangunan)
Not a member yet
2010 research outputs found
Sort by
NUTRIENT SOLUTION ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PROFIL FITOKIMIA MICROGREEN KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata)
microgree
NALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERLANJUTAN USAHATANI MELON HIDROPONIK PADA PETANI MILENIAL DI KABUPATEN SRAGEN
Usahatani melon hidroponik merupakan salah satu bentuk pertanian modern yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan agar dapat terus berkembang, khususnya pada petani milenial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usahatani melon hidroponik pada petani milenial di Kabupaten Sragen, yang meliputi faktor ekonomi, faktor teknis, dan faktor pasar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 36 petani milenial pemilik usaha melon hidroponik di Kabupaten Sragen yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis WarpPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usahatani melon hidroponik. Faktor teknis tidak berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usahatani, sedangkan faktor pasar berpengaruh signifikan namun bersifat negatif terhadap keberlanjutan usahatani. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas permodalan dan kondisi pasar menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha, sementara aspek teknis telah menjadi kemampuan dasar yang relatif merata di kalangan petani.
Secara keseluruhan, keberlanjutan usahatani melon hidroponik pada petani milenial di Kabupaten Sragen lebih dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi dan dinamika pasar dibandingkan faktor teknis. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dalam bentuk penguatan akses permodalan dan pengembangan pasar yang lebih stabil guna meningkatkan keberlanjutan usahatani melon hidroponik
Pelaksanaan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Modeling Symbolic Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Bertanya Di Dalam Kelas Siswa Di SD Al-Islam 2 Jamsaren Surakarta
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelaksanaan bimbingan kelompok teknik modeling symbolic untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa bertanya didalam kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penelitian Pre-exsperimental design. Pre-exsperimental design ini didalamnya menggunakan one grup pretest – posttest design. Sample dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa. Analisis data dalam penelitian ini adalah Uji Paired Sample T-Test. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling symbolic dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa bertanya di dalam kelas, hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan uji paired sampel t-test didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 ( t table yang artinya ada pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling symbolic terhadap tingkat kepercayaan diri siswa
Pengantar Agronomi
Evolusi peradaban manusia dari jaman dahulu hingga saat ini
menunjukkan betapa bergantungnya kita pada lingkungan alam
tempat kita tinggal. Seiring dengan bertambahnya populasi dan
gaya hidup penduduk dunia, begitu pula dengan kebutuhan
pangan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, dan manusia
berusaha keras untuk memenuhi kebutuhannya.
Sejak zaman prasejarah hingga saat ini, manusia telah
menggunakan pengetahuan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan
potensi sumber daya alam untuk berusaha memenuhi
kebutuhannya. Namun, mereka terkadang mengabaikan bagian
dari keseimbangan ekosistem, atau ekologi.
Agronomi berasal dari kata agros dan nomos dalam bahasa
Yunani merupakan akar kata dari agronomi. Nomos berasal dari
kata “namein”, yang mengindikasikan pengelolaan atau
manajemen, sedangkan agros mengacu pada tanah atau
tanaman. Dengan memanipulasi interaksi faktor genetik
tanaman dengan lingkungan biofisiknya-yaitu semua komponen
iklim-dan lingkungan non-biofisik-yaitu fisiografi-agronomi
dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang
pengelolaan tanah dan tanaman untuk menghasilkan produksi
bahan organik yang optimal atau bentuk tanaman yang
diinginkan dari genotipe tanaman tertentu
TINJAUAN SALURAN DRAINASE DI JALAN PALEM RAYA, DESA LANGENHARJO, KABUPATEN SUKOHARJO
Saluran drainase adalah saluran air atau jalur pembuangan air yang digunakan untuk mengurangi debit air yang berlebihan. Rencana saluran drainase didasarkan pada data curah hujan, tata guna lahan, dan dimensi saluran. Saat ini, saluran drainase di Desa Langenharjo, Kabupaten Sukoharjo telah melebihi kapasitas tampungan. Akibatnya, air meluap selama musim hujan, menyebabkan genangan di sekitarnya. Oleh karena itu, dimensi saluran drainase harus direncanakan ulang. Tujuan dari analisis data ini adalah untuk mengetahui seberapa besar saluran drainase saat ini dapat menampung debit air hujan dan mengevaluasi kembali saluran drainase dengan melakukan survei di lokasi banjir untuk mengumpulkan informasi seperti kontur, pengukuran saluran drainase, dan curah hujan. Berdasarkan observasi langsung terdapat endapan, sedimentasi, dan perubahan dimensi pada saluran drainase eksisting. Genangan yang terjadi harus dilakukan analisis hidrologi dengan menggunakan metode Rasional. Pada saluran Eksisting Jalan Palem Raya didapat debit rencana 10 tahun yaitu 0.34 m3/det. Pada saluran Eksisting Jalan Palem Raya didapat debit saluran adalah 0,9038 m3/det yang mana lebih kecil dari debit banjir rencana 10 tahun yaitu 0,34 m3/det, dimana dapat disimpulkan saluran drainase mampu menampung debit banjir rencana, kejadian genangan di sebabkan oleh sampah, sedimen, rumput liar, inlet drainase terlalu kecil. Sehingga perlu dilakukan perawatan drainase secara rutin
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN RINTANGAN DAN LATIHAN KETEPATAN SASARAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS PENDEK ATLET 9-11 TAHUN DI KLUB PB TANGKIS SUKOHARJO
Klub PB Tangkis Sukoharjo adalah salah satu klub yang aktif dalam membina atlet usia 9-11 tahun. Kemampuan servis para atlet di klub ini masih memerlukan peningkatan, terutama dalam hal akurasi dan konsistensi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui 1). Mengetahui pengaruh latihan rintangan sasaran terhadap kemampuan servis. 2). Mengetahui pengaruh latihan ketepatan sasaran terhadap kemampuan servis. 3). Mengetahui perbedaan pengaruh latihan ketepatan sasaran & latihan rintangan terhadap kemampuan servis.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Desain penelitian ini Two Groups Pretest – Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini merupakan Atlet 9-11 Tahun di Klub PB Tangkis Sukoharjo yang berjumlah 30 atlet. Dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling, sehingga dipastikan bahwa dalam penelitian ini terdapat 30 sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran, dengan instrument pengukuran dan tes service pendek. Teknik analisis data menggunakan SPSS 26.
Berdasarkan hasil teknik analisis data dengan SPSS 26, dapat disimpulkan bahwa : 1). Pengambilan keputusan hasil T-hitung dibandingkan dengan T-tabel menggunakan df 14 dan alpha nilai signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis t hitung sebesar 10.717 > 1.761 nilai signifikansi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa latihan rintangan terdapat perbedaan yang signifikan setelah diberikan perlakuan (treatment) latihan rintangan. 2). Pengambilan keputusan hasil T-hitung dibandingkan dengan T-tabel menggunakan df 14 dan alpha nilai signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis t hitung sebesar 5.717 > 1.761 nilai signifikansi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa latihan ketepatan sasaran terdapat perbedaan yang signifikan setelah diberikan perlakuan (treatment) latihan ketepatan sasaran. 3). hasil uji perbedaan persentase latihan rintangan dan latihan ketepatan sasaran dapat diketahui bahwa latrihan memiliki peningkatan 16.45% < 23,62% kelompok 2 memiliki persentase peningkatan dengan perlakuan latihan ketepatan sasaran. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok 1 memiliki perbedaan persentase dari kelompok 2
SURVEI KEBUGARAN JASMANI DAN MINAT SISWA PUTRA DALAM PEMBELAJARAN PENJAS SMA NEGERI 3 SUKOHARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kebugaran Jasmani Siswa kelas X SMA Negeri 3 Sukoharjo, (2) Minat siswa putra dalam pemebelajaran Penjas di SMA Negeri 3 Sukoharjo
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode Tes Kebugaran Pelajar Nusanatara dan survei dengan teknik tes dan pengukuran . Kebugaran jasmani mengggunakan TKPN untuk umur 9-17 Tahun. Sedangakan minat siswa dalam mengikuti pelajaran penjas menggunakan metode survey, Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SMA Negeri 3 Sukoharjo yang berjumlah 32 anak. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan persentase.
Berdasarkan analisis data 1) Tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Negeri 3 Sukoharjo dikategorikan “cukup” dengan hasil 88% sejumlah 88 siswa. Dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani siswa kurang. 2) Untuk minat siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani dikategorikan “sangat tinggi” atau 44% berjumlah 14 siswa. Sehingga dapat disimpulkan antusias siswa sangat tinggi
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN MIKORIZA DAN EKSTRAK TOMAT PADA MEDIA AKLIMATISASITERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET PISANG (Musa.sp)
ABSTRAK
Aklimatisasi merupakan tahap kritis dalam perbanyakan tanaman secara in vitro karena planlet harus
beradaptasi dari kondisi steril ke lingkungan eksternal yang lebih bervariasi, sehingga rentan terhadap
stres lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penambahan mikoriza dan
ekstrak tomat pada media aklimatisasi terhadap pertumbuhan planlet pisang (Musa sp.) hasil kultur
jaringan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu
dosis mikoriza (0 g/tanaman, 5 g/tanaman, 10 g/tanaman) dan konsentrasi ekstrak tomat (0%, 5%, 10%)
dengan sembilan kombinasi perlakuan. Parameter pengamatan meliputi persentase bibit hidup, tinggi
tanaman, diameter pangkal batang, dan jumlah daun aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kombinasi mikoriza dan ekstrak tomat berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan.
Perlakuan tertinggi (M2E2) menghasilkan persentase hidup 99.2%, tinggi tanaman 27.2 cm, diameter
pangkal batang 0.95 cm dan jumlah daun aktif 7 helai. Peningkatan ini menunjukkan bahwa mikoriza
berperan dalam memperluas serapan hara dan memperkuat sistem perakaran, sedangkan ekstrak
tomat menyediakan hormon pertumbuhan dan antioksidan yang mendukung proses adaptasi. Temuan
ini menegaskan bahwa kombinasi mikoriza 10 g/tanaman dan ekstrak tomat 10% merupakan perlakuan
terbaik untuk meningkatkan keberhasilan aklimatisasi planlet pisang secara efektif, efisien, dan ramah
lingkungan, serta berpotensi diterapkan pada produksi bibit hortikultura lainnya.
Kata Kunci : Mikoriza, ekstrak tomat, aklimatisasi, kultur jaringan, planlet pisang.
ABSTRACT
Acclimatization is a critical stage in in vitro plant propagation because plantlets must adapt from sterile
conditions to a more varied external environment, making them vulnerable to environmental stress. This
study aimed to evaluate the effectiveness of adding mycorrhizae and tomato extract to the
acclimatization medium on the growth of banana plantlets (Musa sp.) from tissue culture. The study was
conducted using a two-factor Randomized Block Design (RBD), namely the dose of mycorrhizae (0
g/plant, 5 g/plant, 10 g/plant) and the concentration of tomato extract (0%, 5%, 10%) with nine treatment
combinations. Observation parameters included the percentage of live seedlings, plant height, stem
base diameter, and number of active leaves. The results showed that the combination of mycorrhizae
and tomato extract significantly affected all growth parameters. The highest treatment (M2E2) resulted
in a survival percentage of 99.2%, plant height of 27.2 cm, stem base diameter of 0.95 cm, and the
number of active leaves of 7. This increase indicates that mycorrhizae play a role in expanding nutrient
uptake and strengthening the root system, while tomato extract provides growth hormones and
antioxidants that support the adaptation process. These findings confirm that the combination of 10
g/plant of mycorrhizae and 10% tomato extract is the best treatment for increasing the success of
banana plantlet acclimatization effectively, efficiently, and environmentally friendly, and has the potential
to be applied to the production of other horticultural seedlings.
Keywords: Mycorrhizae, tomato extract, acclimatization, tissue culture, banana plantlet
Analisis Pengaruh Teknik Role Play dalam Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Peningkatan Self Esteem Siswa: Studi Eksperimen Dengan Pendekatan Kuatitatif
Self-esteem adalah aspek penting dalam perkembangan psikologis siswa yang berpengaruh
terhadap keberhasilan masa depan. Namun, banyak siswa mengalami self-esteem rendah yang
menghambat perkembangan pribadi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik role play dalam meningkatkan self-esteem siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test
post-test. Sampel terdiri dari 10 siswa kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Surakarta yang dipilih melalui
purposive sampling berdasarkan hasil angket awal. Intervensi dilakukan dalam empat sesi selama
60 menit. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dan observasi, serta dianalisis
menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada selfesteem
siswa (thitung > ttabel yaitu 15.195 > 1.8331; Sig. 0,000 < 0,05), dengan rata-rata skor
meningkat dari 96,8 menjadi 146. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok
teknik role play efektif meningkatkan self-esteem siswa. Teknik ini dapat diadopsi oleh guru
bimbingan konseling sebagai strategi untuk mendukung perkembangan psikologis siswa.
Kata kunci : bimbingan kelompok, role play, self estee