1,721,599 research outputs found
PENDIDIKAN KARAKTER BERWAWASAN GENDER (PESPEKTIF K.H. AHMAD BASYIR JEKULO KUDUS)
Latar belakang penelitian ini adalah pengambilan historis yang menceritakan
K.H Ahmad Basyir dalam menjembatani kesenjangan hak antara laki-laki dan
perempuan dalam pendidikan di Jekulo Kudus. Adapun fokus penelitian ini
adalah: (1) Bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter berwawasan gender
perspektif K.H Ahmad Basyir, (2 Bagaimana praktik pendidikan karakter
perspektif K.H Ahmad Basyir), (3) Bagaimana relevansi pendidikan karakter
berwawasan gender K.H Ahmad Basyir dengan pendidikan agama Islam. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan karakter berwawasan gender
perspektif K.H Ahmad Basyir Jekulo Kudus.
Pada proses penggalian data peneliti menggunakan metode observasi,
dokumentasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan, kemudian
data tersebut dianalisis secara kualitatif, sehingga dapat diketahui dengan jelas
bagaimana pendidikan karakter berwawasan gender perspektif K.H Ahmad Basyir
Jekulo Kudus. Pengambilan data primer dari peneliti yaitu dengan wawancara
pada sumber obyek sebagai sumber informasi yang dicari yaitu dari putri dan putri
K.H Ahmad Basyir, santri, dan juga masyarakat. Sedangkan pengambilan data
sekunder yaitu dengan observasi terhadap lingkungan sekitar, yang didukung
dengan dokumentasi buku yang terkait.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan
analisis deskriptif dengan dipadukan analisis gender yaitu untuk mengidentifikasi
sejarah peran laki-laki dan perempuan dalam konteks pendidikan. Dari hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berwawasan gender
perspektif K.H Ahmad Basyir Jekulo Kudus yaitu : (1) nilai-nilai pendidikan
karakter berwawasan gender perspektif K.H Ahmad Basyir (2) praktik pendidikan
karakter perspektif K.H Ahmad Basyir) (3). relevansi pendidikan karakter
berwawasan gender K.H Ahmad Basyir dengan Pendidikan Agama Islam
Adapun hasil dari konsep K.H Ahmad Basyir adalah 1. Nilai-nilai
pendidikan karakter berwawasan gender dari beliau yaitu menitikberatkan konsep
pendidikan “Tringa” yaitu ngerti (mengetahui), ngroso (memahami), dan
ngelakoni (melakukan). 2. Praktik pendidikan karaketr berwawsan gender
perspektif K.H Ahmad Basyir yaitu sikap beliau yang tidak membedakan tugas
antara laki-laki dan perempuan dalam menempatkan hak dan kewajiban baik pada
lingkup vertikal (duniawi) maupun horisontal (ketuhanan). 3. Relevansi
pendidikan karakter berwawasan gender perspektif K.H Ahmad Basyir dengan
pendidikan agama Islam yaitu keduanya sama-sama menjunjung visi dalam agama
Islam yaitu pendidikan yang berujung untuk menyempurnakan akhlak
Kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam
ABSTRAK
Muralisman, 2021. Kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam
Pelaksanaan Tarekat Naqsabandiyah di Pondok Pesantren
Ubudiyatussalam Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten
Kampar, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam,
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim(Uinsuska) Riau. Pembimbing (I): Dr. Muslim Afandi,
M.Pd, Pembimbing (II): Dr.Ellya Roza, M.Hum.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Syekh Muda H. Muhammad Basyir,
Pelaksanaan, Tarekat Naqsabandiyah, Pondok Pesantren
Ubudiyatussalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam pelaksanaan Tarekat Naqsabandiyah di Pondok Pesantren Ubudiyatussalam Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri
Kabupaten Kampar. Hal ini disebabkan masyarakat sedang dihadapkan kepada berbagai krisis, terutama krisis kepemimpinan. Banyak diantara kepemimpinan
yang minim sekali menjalankan kepemimpinannya berlandaskan prinsip-prinsip ketuhanan yang merupakan sumber kebenaran hakiki untuk kemaslahatan bagi umat manusia. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam Pelaksanaan Tarekat Naqsabandiyah menerapkan beberapa aspek pada fungsi dan tipe kepemimpinan. Dalam aspek Fungsi meliputi instruktif, fasilitator, pendelegasian, motivator, mobilisator dan problem solving. Sementara pada aspek tipe kepemimpinan mencakup tipe karismatik, phaternalistik, otokratik demokratik dan konsultatif. Kemudian Syekh Muda H Muhammad Basyir memiliki Karakteristik kepribadian diantaranya keteladanan, pemberani, sederhana, jujur, bermujahadah dan kepedulian sosia
Basyir dan nadzir dalam al Quran
Mengkaji terminologi basyir dan nadzir yang memang cukup banyak tersaji dalam berbagai ayat-ayat Al-Qurian, baik melalui kosa kata basyir dan nadzir itu sendiri dengan segala derivasinya, maupun melalui ayat-ayat yang secara substantif memiliki muatan dari makna basyir dan nadzir , untuk kemudian menyimpulkan konsep Al-Qur’an tentang kedua terminologi tersebut dengan menggunakan metode tafsir tematik atau yang lebih dikenal dalam kajian ilmu tafsir sebagai al-tafslr al-maudlu’iy. Skripsi ini adalah hasil dari penelitian kajian kepustakaan (library research) tentang “basyir dan nadzir dalam Al-Qur'an” penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui bagaimana basyir dan nadzir dalam Al- Qur'an? Dan apa kandungan makna basyir dan nadzir dalam Al-Qur’an? Data penelitian ini diperoleh dari dokumen perpustakaan yang menjadi objek penelitian. tehnik yang digunakan adalah dengan membaca, melihat serta menelaah kitab-kitab dan buku-buku yang ditulis oleh mufassir dan para ilmuwan. Melalui pendekatan metodelogi maudhu’I (tematik) dan model kajian kualitatif serta adanya analisis dari data yang ditemukan sehingga memperoleh suatu kesimpulan yang sesuai dengan rumusan masalah yang sudah ditentukan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tugas seorang Rasul dalam mengajak untuk beriman dan taat bagi umatnya adalah dengan memberikan kabar kegembiraan dan berupa peringatan dan hanya sekedar menyampaikan tanpa harus mempertanggung jawabkan dari efek yang akan teijadi kemudiannya. Kedua ungkapan ini juga selalu serasi dan seimbang di dalam Al-Qur’an sehingga setiap adanya ayat tabsyir maka akan diringi oleh ayat indzar hanya yang berbeda adalah dari segi dominan atau tidak pada saat berhadapan dengan objek mad’u (orang yang diajak). Sejalan dengan kesimpulan diatas, maka disarankan: pertama, bagi siapa saja yang bergerak dalam bidang melanjutkan misi Rasulullah hendaknya memahami kembali makna dari kedua kosa kata ini secara sempuma agar upaya mengajak dan mengajarkan umat tidak terjadi pemahaman yang salah dengan aktivitas yang mulia ini dan menimbulkan penafsiran yang salah terhadap agama yang dan segala bentuk ajaran-ajarannya
Kepemimpinan Azhar Basyir dalam Muhammadiyah pada Tahun 1990-1994
Skripsi yang berjudul kepemimpinan Azhar Basyir dalam Muhammadiyah pada tahun 1990-1994 mempunyai tiga fok:us bahasan yaitu bagaimana pemikiran Azhar Basyir, bagaimana Muharnmadiyah sebelum Azhar Basyir dan bagaimana pola kepemimpinan Azhar Basyir dalam Muhammadiyah. Azhar Basyir adalah ketua pimpinan pusat Muhammadiyah pada tahun 1990-1994. Pemikiran Azhar Basyir tentang masalah-masalah kontemporer adalah mencakup tentang transplantasi organ tubuh, operasi penegasan kelamin, aborsi dan asuransi jiwa. Dahulu sebelum Muhammadiyah dipimpin oleh Azhar Basyir, Muhammadiyah dipimpin oleh kalangan ulama yang kebanyakan lulusan dari pondok pesantren. Sedangkan pola kepemimpinannya adalah pola kepemimpinan demokratis. Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan genetis atau hereditary, pendekatan sosial dan pendekatan ekologis (situasi). Untuk kerangka teori yang digunakan adalah teori kepemimpinan dari Max Weber yang mengemukakan tiga bentuk tipe kepemimpinan yaitu kepemimpinan Kharismatik, kepemimpinan Tradisional dan kepemimpinan Rasional. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode Nugroho Noto Susanto, bahwa penelitian sejarah mempunyai 4 tahapan yaitu Heuristik, Kritik Sejarah, lnterpretasi dan Historiografi. Dari penelitian tersebut terdapat kesimpulan bahwa tipe kepemimpinan Azhar Basyir adalah termasuk tipe kepemimpinan yang demokratis, ini terbukti dari kedekatan beliau dengan rakyat tetapi juga tidak mempunyai jarak dengan pemerintah. Selain itu dalam menanggapi kritikanpun beliau dapat menanggapinya dengan baik, seperti kritikan dari Azyumardi Azra
Epistemologi Kitab al Tafsir karya K.H. Ahmad Basyir AS
Salah satu problem yang sangat penting untuk dikaji pertama kali dari sebuah ilmu adalah epistemologi, tidak terkecuali dalam ilmu keislaman khususnya ilmu tafsir. Geliat perkembangan tafsir di Indonesia pada era kontemporer ini semakin berkembang sehingga memunculkan beberapa karya tafsir baru di Indonesia, salah satunya adalah Kitāb al-Tafsīr karya Ahmad Basyir AS. Dalam karya tafsirnya ini, Ahmad Basyir AS menafsirkan beberapa ayat yang berkaitan dengan tema hukum, khususnya hukum waris, jināyah, pernikahan, dan makanan-minuman. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi Kitāb al-Tafsīr karya Ahmad Basyir AS dengan menggunakan pendekatan epistemologi dengan maksud mendeskripsikan biograpi penulis, latar belakang penulisan tafsir ini, dan mengetahui sumber rujukan, metode dan validitas penafsirannya. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data tentang seluk beluk penafsiran Ahmad Basyir AS dan disajikan secara deskriptif-analitis. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer berupa karya yang ditulis Ahmad Basyir AS, Kitāb al-Tafsīr, dan sumber data sekunder untuk melengkapi dan menyempurnakan penelitian ini. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis konten dengan metode desktiptif-analitis untuk mengetahui langkah-langkah metodis Ahmad Basyir AS. Pendekatan historis-filosofis digunakan untuk mengetahui latar belakang dan kondisi sosial masyarakat Ahmad Basyir AS hidup. Epistemologi sendiri digunakan untuk menggali sumber, metode, dan validitas penafsiran Ahmad Basyir AS dengan menggunakan teori koherensi. Sumber-sumber yang menjadi rujukan Ahmad Basyir AS beragam, dari al-Qur’an, hadis, pendapat sahabat dan tabiin, kaidah kebahasaan, dan pendapat ulama. Ditinjau dari cara penjelasan, tafsir ini masuk dalam kategori izdiwāj, karena memadukan antara riwayat dan ijtihad. Ditinjau dari keluasan penjelasan, tafsir ini menggunakan metode iṭnābīy, karena penjelasannya yang luas dan menyeluruh. Ditinjau dari sasaran dan tertib ayat, tafsir ini menggunakan metode mawḍū‘īy, karena menafsirkan ayat-ayat yang memiliki tema yang sama. Ditinjau dari corak atau alirannya, tafsir ini memiliki corak fiqhīy dan i‘tiqādīy
Filsafat manusia Ahmad Azhar Basyir
Ahmad Azhar Basyir adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan pelaksanaan ajaran-ajaran Islam khususnya dibidang syari’ah. Beliau berpendapat bahwa manusia adalah makhluk berpribadi yakni keberadaannya mempunyai fungsi terhadap pribadinya sebagai anggota masyarakat dan mempunyai fungsi terhadap masyarakat, sebagai yang hidup ditengah-tengah alam yang diciptakan dan yang mengasuhnya. Rumusan masalah penelitian ini adalah; 1. Konsepsi manusia menurut agama dan filsafat. 2. Pemikiran Ahmad Azhar Basyir tentang filsafat manusia. Metode pembahasan penelitian ini menggunakan metode induksi, metode deduksi dan metode deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; 1. Menurut pandangan para filosof manusia merupakan kesatuan antara jiwa dan badan, dan makhluk yang mmempunyai kemampuan untuk menyelidiki hal-hal secara mendalam dan keistimewaan sampai batas-batas tertentu. Sedang dalam pandangan agama manusia adalah makhluk yang istimewa disamping dari segi wujud yang membedai dengan makhluk lain, ia juga diberi Tuhan potensi akal pikiran sehingga ia dapat mengetahui, memahami dan memanfaatkan sesuatu untuk kesejahteraannya. 2. Ahmad Azhar Basyir adalah salah seorang tokoh intelektual muslim yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap persoalan-persoalan keislaman khususnya dalam bidang syari’ah
Pengaruh kompetensi personal guru terhadap akhlak santri di MTS S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana keadaan kompetensi personal guru di MTs S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru? Bagaimana keadaan akhlak santri di MTs S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru? Apakah ada pengaruh kompetensi personal guru terhadap akhlak santri di MTs S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi personal guru di MTs S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru, untuk mengetahui akhlak santri di MTs S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru, dan untuk mengetahui pengaruh kompetensi personal guru terhadap akhlak santri di MTs S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dilaksanakan riset lapangan (Field research) dengan menggunakan instrument pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara dan angket. Sampelnya adalah guru dan santri sebanyak 28 orang yang diambil dari 20% jumlah populasi (142 guru dan santri), yaitu 20% X 142 = 28 digenapkan menjadi 28 sehingga sampel pada penelitian ini sebanyak 28 orang. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kompetensi personal guru terhadap akhlak santri di MTs S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru, maka data yang diperoleh dan dianalisa dengan metode kuantitatif dengan rumus regresi sederhana. Hasil penelitian ini yang berbunyi terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi personal guru terhadap akhlak santri di MTs S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru diterima karena F hitung adalah 11,69 yang lebih besar dari F tabel pada tingkat kepercayaan 5% sebesar 4,75 dan tingkat kepercayaan 1% sebesar 9,33. Kompetensi personal guru yang dapat mempengaruhi akhlak santri di MTs S Syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru sesuai dengan hasil penelitian variabel X sebesar 71,43 di mana perolehan skor tesebut berada pada 61%-80%, yang berarti baik. Akhlak santri di MTs S syekh Ahmad Basyir Kecamatan Batangtoru sesuai dengan skor perolehan perhitungan statistik sebesar 75,86, di mana skor perolehan tersebut berada pada 61%-80% yang berarti baik
Kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam Pelaksanaan Tarekat Naqsabandiyah di Pondok Pesantren Ubudiyatussalam
Artikel ini untuk mengetahui bentuk kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam pelaksanaan
Tarekat Naqsabandiyah di Pondok Pesantren Ubudiyatussalam Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten
Kampar. Hal ini disebabkan masyarakat sedang dihadapkan kepada berbagai krisis, terutama krisis kepemimpinan.
Banyak diantara kepemimpinan yang minim sekali menjalankan kepemimpinannya berlandaskan prinsip-prinsip
ketuhanan yang merupakan sumber kebenaran hakiki untuk kemaslahatan bagi umat manusia. Adapun jenis
penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam Pelaksanaan Tarekat
Naqsabandiyah menerapkan beberapa aspek pada fungsi dan tipe kepemimpinan. Dalam aspek Fungsi meliputi
instruktif, fasilitator, pendelegasian, motivator, mobilisator dan problem solving. Sementara pada aspek tipe
kepemimpinan mencakup tipe karismatik, phaternalistik, otokratik demokratik dan konsultatif. Kemudian Syekh
Muda H Muhammad Basyir memiliki Karakteristik kepribadian diantaranya keteladanan, pemberani, sederhana,
jujur, bermujahadah dan kepedulian sosial
Kata Kunci: Kepemimpinan, Syekh Muda H. Muhammad Basyir, Pelaksanaan, Tarekat Naqsabandiyah, Pondok
Pesantren Ubudiyatussala
- …
