622 research outputs found
PEMIKIRAN KEAGAMAAN MUHAMMAD BASUNI IMRAN
Basuni Muhammad Imran (1883-1976) was a Indonesian reformer who live in Sambas, West Kalimantan, it has brought this area to reach the peak of science and modernity. The main patterns of Muhammad Basuni Imran thought is traditionalism, inklusifism and flexible in medium but strong in thawabit. This study revealed substantial contributions of Muhammad Basuni Imran in Islamic legal thought especially in purposes in Islamic laws (maqasid shari’ah) and Islamic politic (siyasah shar’iyyah), through the implementation of the concept tadarruj, Maslahah mursalah, al-Tahaluf al-Siyasi, and local wisdom of jurisprudence in adopting the opinion of the validity prayers Friday at least 40 people.</jats:p
PEMIKIRAN KEAGAMAAN MUHAMMAD BASUNI IMRAN
Basuni Muhammad Imran (1883-1976) was a Indonesian reformer who live in Sambas, West Kalimantan, it has brought this area to reach the peak of science and modernity. The main patterns of Muhammad Basuni Imran thought is traditionalism, inklusifism and flexible in medium but strong in thawabit. This study revealed substantial contributions of Muhammad Basuni Imran in Islamic legal thought especially in purposes in Islamic laws (maqasid shari’ah) and Islamic politic (siyasah shar’iyyah), through the implementation of the concept tadarruj, Maslahah mursalah, al-Tahaluf al-Siyasi, and local wisdom of jurisprudence in adopting the opinion of the validity prayers Friday at least 40 people
PEMIKIRAN KEAGAMAAN MUHAMMAD BASUNI IMRAN
Basuni Muhammad Imran (1883-1976) was a Indonesian reformer who live in Sambas, West Kalimantan, it has brought this area to reach the peak of science and modernity. The main patterns of Muhammad Basuni Imran thought is traditionalism, inklusifism and flexible in medium but strong in thawabit. This study revealed substantial contributions of Muhammad Basuni Imran in Islamic legal thought especially in purposes in Islamic laws (maqasid shari’ah) and Islamic politic (siyasah shar’iyyah), through the implementation of the concept tadarruj, Maslahah mursalah, al-Tahaluf al-Siyasi, and local wisdom of jurisprudence in adopting the opinion of the validity prayers Friday at least 40 people
Metode ceramah Kyai Muhammad Basuni pengasuh Pondok Pesantren Sabilillah Lidah Wetan Surabaya
Metode Ceramah Kyai Muhammad Basuni Pengasuh Pondok Pesantren Sabilillah Lidah Wetan Surabaya. Skripsi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Kata Kunci: Metode Ceramah. Fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana teknik persiapan ceramah, bagaimana teknik penyampaian ceramah, dan bagaimana teknik penutupan ceramah. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai teknik persiapan ceramah, teknik penyampaian ceramah, dan teknik penutupan ceramah Kyai Muhammad Basuni, kemudian data itu dianalisis dengan data analisis deskriptif sehingga diperoleh makna yang mendalam mengenai teknik persiapan ceramah, teknik penyampaian ceramah, dan teknik penutupan ceramah Kyai Muhammad Basuni.Dari hasil penelitian, dapat diketahui yang pertama teknik persiapan ceramah Kyai Muhammad Basuni yaitu teknik persiapan mentalnya yang dilakukan ialah dengan merekam suaranya sendiri melalui ponsel sebelum ceramah dan mendengarkan kembali sebagai bahan evaluasi, melakukan meditasi dengan cara berdo’a memasrahkan semua kepada Allah dan meningkatkan keimanan serta membaca Al-qur’an setiap hari serta membaca bacaan basmallah sebanyak 21 kali sebelum melakukan ceramah. Persiapan Fisiknya yaitu dengan Menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan mengendalikan kegiatan, mengatur waktu untuk istirahat, mengatur pola makan dan menghindari makanan dan minuman yang dapat mengganggu tenggorokan (suara). Persiapan materinya dengan membaca sub bahasan dalam kitab Tafsir Jalalain dan kitab Riyadush Sholikhin secara berulang-ulang untuk mengembangkan bahasan serta menyampaikan secara spontan menggunakan metode secara langsung dan tanpa menggunakan teks. Yang kedua teknik penyampaian ceramah Kyai Muhammad Basuni yaitu tentang pengaturan suaranya yang dilakukan ialah Mengatur suara dan menyesuaikan nada tinggi dan rendah serta menyampaikan dengan artikulasi yang jelas, gerak tubuhnya yaitu menyampaikan ceramah dengan menggunakan tangan kanan dan menyampaikan ceramah sambil duduk. sedangkan teknik penutupan ceramah Kyai Muhammad Basuni yaitu dengan cara mengajak dan memberikan dorongan untuk bertindak.Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya dapat memperdalam hasil penelitian ini. Sehingga bisa melengkapi kekurangan dalam penelitian ini
A study of the Bank Islam credit card in Kota Kinabalu: concept and practicality / Basuni Ampung
Bank Islam (M) Bhd (BIMB) offered an alternative in credit card product to Muslim users and it is also attracts non-Muslim to be involved in Islamic products. BIMB continues to lead the way and to assume the role of trendsetter for Islamic banking in Malaysia as a whole and as the leader in the Islamic Financial Industries, the expansion in the Islamic products become an envy to other conventional players who already in the market since then. Bank Islam Credit Card (BICC) is one of the Islamic products that managed to 'wow' the market with its attractive features and as the leader in Islamic credit card in Malaysia especially; it is more demanding for the users to evaluate its feature in in-depth analysis. There are some differences between BICC and conventional credit cards that need to be known by customers. The differences will be a competitive advantage to other to attract their own market segment. This study will be focusing on BICC and its practicality. This study will try to evaluate whether BICC concept is in parallel with their customers' perception, customer's satisfaction and customers' loyalty or retention. Thus, these variables will be further discussed more in this research. The overall finding suggests that, by understanding the BICC concept, it leads to customer loyalty
Aspek-Aspek Pendidikan Dalam Kepemimpinan KH Hasan Basuni Pada Pondok Pesantren Darul Istiqamah Barabai
Kepemimpinan/kyai dalam pondok pesantren merupakan pemegang kemudi pondok pesantren dalam menjalankan eksistensinya. Berkembang atau merosotnya pondok pesantren sebagian besar tergantung kepada pemimpin seorang kyai oleh karena itu pada aspek-aspek pendidikan dalam kepemimpinan seorang kyai yang sesuai akan memberikan dampak positif bagi pondok pesantren baik proses maupun hasil.
Adapun tujuan penelitian ini Pertama, untuk mengetahui aspek-aspek pendidikan dalam kepemimpinan K.H.Hasan Basuni pada Pondok Pesantren Modern Darul Istiqamah Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang meliputi: Filosofi, nilai-nilai pendidikan dalam kepemimpinan K.H.Hasan Basuni pada pondok pesantren modern Darul Istiqamah, pendekatan kepemimpinan, prilaku dan interaksi kepemimpinan K.H.Hasan Basuni pada pondok pesantren modern Darul Istiqamah Barabai.
Penelitian ini menggunankan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun subjek penelitian adalah pengasuh, ustadz, dan staf pondok pesantren. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis kemudian dicek keabsahan data dengan cara trianggulasi sumber dan teknik. Dalam penelitian ini peneliti membatasi lingkup aspek-aspek pendidikan dalam kepemimpinan yang diteliti, yaitu diambil dari: (1) Filosofi pendidikan dalam kepemimpinan, (2) Nilai-nilai pendidikan dalam kepemimpinan, (3) Pendekatan pendidikan dalam kepemimpinan, (4) Prilaku pendidikan dalam kepemimpinan, (5) Interaksi pendidikan dalam kepemimpinan. Adapun hasil yang ditemukan dari penelitian ini yaitu: (1) Filosofi pendidikan dalam kepemimpinan yang diterapkan pengasuh pondok pesantren modern Darul Istiqamah Barabai adalah memberikan sumbangan pada masyarakat tentang ajaran agama Islam, memberikan manfaat bagi orang banyak, mempunyai niat dan tekat yang istiqomah, agar para alumni-alumninya tidak berharap dari pemberian orang lain. (2) Nilai-nilai pendidikan dalam kepemimpinan yang diterapkan pengasuh pondok pesantren modern Darul Istiqamah Barabai adalah Mengajarkan tentang berwirausaha sebagai bekal di masyarakat, menanamkan kepada seluruh bawahan agar menjadi orang yang berwirausaha yang amanah dan jujur, harus mempunyai jiwa yang ikhlas, jiwa kedisiplinandan istiqomah, berpikiran global/pandangan yang luas dan masa depan yang cermelang. (3) Pendekatan pendidikan dalam kepemimpinan yang diterapkan pengasuh pondok pesantren modern Darul Istiqamah Barabai adalahmemperdayakan bawahan, memberikan penghargaan dan evaluasi kepada bawahan, menumbuhkan rasa kepercayaan kepada diri bawahan atas kepemimpinan beliau, pemimpinyang berkerja keras, tidak kenal lelah dan intuisi yang tajam. (4) Prilaku pendidikan dalam kepemimpinan yang diterapkan pengasuh pondok pesantren modern Darul Istiqamah Barabai adalah sebagai uswah/teladan bagi bawahan, pengusaha yang gigih, ulet , pekerja keras dan tidak pantang menyerah, kehidupan yangb mandiri dan memberi motivasi. (5) Interaksi pendidikan dalam kepemimpinan yang diterapkan pengasuh pondok pesantren modern Darul Istiqamah Barabai adalah pengambilan keputusan, pendelegasi wewenang, pengawas kegiatan bawahan dan membangun komunikasi
Addition of low-dose ketamine to midazolam and low-dose bupivacaine improves hemodynamics and postoperative analgesia during spinal anesthesia for cesarean section
Background and Aims: Spinal anesthesia for cesarean section (CS) is associated with an incidence of hypotension of 60-94%. This study hypothesizes that intrathecal combination of low-dose ketamine, midazolam, and low-dose bupivacaine improves hemodynamics and postoperative analgesia compared with fentanyl and low-dose bupivacaine during CS.
Material and Methods: Fifty parturients undergoing elective CS were randomized equally to receive ketamine (10 mg), midazolam (2 mg) and 0.5% hyperbaric bupivacaine (8 mg) in group ketamine-midazolam-bupivacaine (KMB) or fentanyl (25 μg) and 0.5% hyperbaric bupivacaine (8 mg) in group fentanyl-bupivacaine (FB). Heart rate (HR), mean arterial blood pressure (MAP), oxygen saturation, sensorimotor block characteristics, pain-free period, side-effects including: hypotension, bradycardia, nausea, vomiting, sedation, pruritus, respiratory depression and dissociative manifestations, Apgar score at 1 and 5 min, and patients′ satisfaction visual analog scores (VAS) were recorded. Patients in group KMB were followed for 6 months in order to assess any neurological disorder.
Results: Group KMB showed higher sensory level (P = 0.006), rapid sensory (P = 0.001) and motor (P = 0.005) onsets, prolonged sensory (P = 0.008) and motor (P = 0.002) blocks, and prolonged pain free period (P = 0.002). Ketamine-midazolam stabilized HR and MAP, and significantly reduced incidence of hypotension (P = 0.002), bradycardia (P = 0.013) and vomiting (P = 0.019). Apgar scores at 1 and 5 min were comparable in both groups (P = 0.699 and 0.646 respectively). Patients′ satisfaction VAS scores were significantly higher in group KMB (P = 0.001). No patients in KMB group showed dissociative or neurotoxic manifestations.
Conclusion: Intrathecal low-dose ketamine combined with midazolam and low-dose bupivacaine stabilizes hemodynamics and prolongs postoperative analgesia without significant side-effects in parturients undergoing CS
Intracuff alkalized lidocaine reduces sedative/analgesic requirements for mechanically ventilated patients
Background: The objective of this study is to investigate the effect of intracuff alkalized lidocaine on sedative/analgesic requirements for mechanically ventilated patients and its consequence on patient-ventilator interaction. Materials and Methods: A total of 64 patients who expected to require ventilatory support for a period of more than 48 h were randomly assigned to groups S and L. In group S, the endotracheal tube (ETT) cuffs were inflated with normal saline. In group L, the ETT cuffs were inflated with lidocaine 2% and sodium bicarbonate 8.4%. The investigator and the surgical intensive care unit staff were blinded to the nature of cuff-filled solutions. Sedation was maintained with propofol and fentanyl infusions. The total requirements for propofol and fentanyl, frequency and severity of cough and number of ineffective triggering during the first 24 h of mechanical ventilation were recorded. Results: There was a significant reduction (about 30%) in the requirements for propofol and fentanyl in patients who received intracuff alkalinized lidocaine; P < 0.001. The frequency and severity of cough were significantly lower in group L compared with group S and the frequency of ineffective triggering was significantly lower in group L; P < 0.001 for both comparisons. Conclusion: Intracuff alkalized lidocaine increases ETT tolerance and hence, decreases sedatives/analgesics requirements for mechanically ventilated patients. This results in improved patient-ventilator synchronization
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Lancar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Siswa Kelas I MI An-Nuriyah I Banjarmasin
Basuni, 2009. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Lancar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Siswa Kelas I MI An-Nuriyah I Banjarmasin. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Juairiyah, M.Pd., (II) Nurlaila Kadariyah, S.Ag.
Penelitian tindakan kelas tentang kemampuan membaca lancar siswa kelas 1 MI An-Nuriyah 1 ini merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar-mengajar, khususnya perbaikan cara mengajar guru dan peningkatan kemampuan siswa dalam belajar. Hal ini dilakukan karena sebagian siswa masih ada yang kurang lancar dalam membaca sebab siswa baru yang masuk di MI An-Nuriyah 1 setiap tahunnya selalu ada yang sebelumnya tidak bersekolah di Taman Kanak-Kanak. Hal ini menyebabkan proses belajar-mengajar membaca di kelas 1 harus terlebih dahulu dimulai lagi dengan mengenal dan mengeja huruf demi huruf. Cara seperti ini penulis anggap kurang efektif diterapkan agar anak dapat dengan cepat membaca lancar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan membaca lancar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Divisions (STAD) siswa kelas 1 MI An-Nuriyah 1 Banjarmasin dan bagaimana sikap siswa kelas 1 MI An-Nuriyah 1 Banjarmasin terhadap pembelajaran kooperatif tipe Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan kemampuan membaca lancar mereka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas I MI An-Nuriyah 1 Banjarmasin pada tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini ini dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan bulan Juni 2009. Rancangan penelitian ini terbagi atas 3 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil refleksi tersebut digunakan untuk mengambil keputusan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari hasil tes, observasi, wawancara, kuesioner, dan diskusi antara guru dan teman sejawat. Untuk menganalisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca lancar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas 1 MI An-Nuriyah 1 dapat meningkat. Ini disebabkan karena aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar mulai dari siklus I sampai ke siklus III terus mengalami peningkatan dengan rata-rata keseluruhannya 71,42%. Hal ini didukung oleh meningkatnya aktivitas guru dalam KBM dengan rata-rata keseluruhan 79,17%. Nilai rata-rata tes formatif hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan mulai dari siklus I sampai ke siklus III dengan rata-rata keseluruhan yaitu 67,33.
Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya mereka sangat setuju terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu sebanyak 73,33%. Hal ini didapat berdasarkan hasil observasi tentang sikap siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan kemampuan membaca lancar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Melalui tipe ini aktivitas siswa dalam proses belajar-mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia juga lebih aktif dan membuat pelajaran lebih menyenangkan. Siswa yang sudah lancar membaca dapat dijadikan sebagai guru sebaya bagi teman-temannya yang belum lancar membaca
PRIESTERRIJWIEL DALAM PENYEBARAN AGAMA KRISTEN DI KOTA SEMARANG TAHUN 1934-1942
Rachmad Basuni. C0510034. 2016. Priesterrijwiel dalam Penyebaran Agama Kristen di Semarang Tahun 1934-1942. Skripsi: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui sejarah sepeda dan sejarah masuknya agama Kristen dalam upaya penyebaran agama Kristen di Semarang. 2) Mengetahui kondisi sosial masyarakat Semarang dengan adanya proses Kristenisasi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dimulai dengan tahap heuristik, yaitu pengumpulan data. Tahap selanjutnya kritik sumber, yakni untuk mendapatkan data yang sesuai, sumber perlu dibandingkan dan dikritik (ekstern dan intern). Selanjutnya, interpretasi yakni tahap menganalisis data yang diperoleh sehingga memperoleh fakta-fakta yang terjadi dalam suatu peristiwa, dan yang terakhir menuliskan laporan penelitian atau yang disebut dengan historiografi. Sumber primer yang digunakan antara lain arsip dan wawancara. Adapun sumber sekunder antara lain buku, artikel dan penelitian lainnya yang setema. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sepeda memiliki peranan penting sebagai alat bantu penyebaran agama Kristen di Semarang. Sepeda digunakan oleh zendeling untuk membantu akses zendeling sampai ke wilayah terpencil sehingga zending dapat berkembang luas di seluruh wilayah di Semarang. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Politik Etis yang membuka kesempatan pendidikan kepada semua penduduk Hindia Belanda telah memberikan dampak yang baik bagi pekerja zending Hindia Belanda. Perkerja zending membutuhkan banyak tenaga untuk melakukan perkabaran injil sampai ke daerah-daerah terpencil. Lembaga-lembaga zending yang diberikan fasilitas sepeda sebagai alat bantu Perkabaran Injil memulai Perkabaran Injil dari pagi hingga malam hari menuju ke wilayah-wilayah terpencil. sepeda yang berperan dalam sistem transportasi sebagai alat bantu penyebaran agama Kristen telah memberikan dampak berkembangnya kehidupan beragama khususnya agama Kristen di seluruh wilayah Semarang. Kata Kunci : sepeda, zending, Kristen, Semaran
- …
