93 research outputs found
Dua kota tiga zaman Surabaya dan Malang: sejak kolonial sampai kemerdekaan
Buku ini menyajikan potret historis dua kota besar di Jawa Timur, yakni Surabaya dan Malang, yang melingkupi tiga kurun waktu penting dalam sejarah Indonesia mdoern: zaman Belanda, zaman Jepang, dan zaman Kemerdekaan.
Kekuatan buku purnawan ini terletak terutama pada pendekatannya
Fenomena Kesalahan Berpikir Dalam Wacana Sosial –Politik Nasional (Studi Atas Pernyataan•Pernyataan Tokoh Dan Pengemat Sosial•Politik Di Media Massa Pasca Orde Baru)
Kesalahan Berpikir Dalam Wacana Sosial Politik Nasional: Studi Atas Pemyataan-Pemyataan Tokoh Dan Pengamat Sosial-Politik Di Media Massa Pasca Orde Baru (Ustiyono Santoso, Sarkawi, Purnawan Basundoro. 2002, 65 Hataman) Penelitian Ini Merupakan Suatu Jenis Penelitian Deskriptif Kualitatifyang Berusaha Mengungkapkan Terjadinya Fenomena Kesalahan Berpikir Lfal/Aey) Dalam Wacana Sosial Politik Nasional Serta Berbagai Bentuk Pilihan Framing Oleh Media Massa Atas Suatu Pensti\Va Yang Sarna. Tujuan Penelitian Adalah Untuk Mengetahui Proses Terjadinya Kesalahan Berpikir Dari Pemyataan Para Tokoh Dan Pengamat Sosial Politik Yang Tennuat Di Media 'Massa. Serta Analisis Wacana Atas Makna Yang Terkandung Dalam Pemyataan Tesebut. Maksudnya Agar Masyarakat Pembaca (Publik) Dapat Secara Kritis Menangkap Makna Yang Bersembunyi Secara Implisit Dalam Setiap Pemyataan. Penelitian Ini Menggunakan Pendekatan Analisis Framing Untuk Mendeskripsikan Maksud Dan Tujuan Pili Han Pemuatan Benta Dan Media Massa Serta Analisis Wacana Untuk Memaknai Struktur Pesan Dalam Setiap Komunikasi. Analisis Wacana Dijadikan Alat Untuk Memberi Bobot Terhadap Nilai Dari. Pemyataan Yang Tidak Ditentukan Oleh Kebenaran Pemyataan Tersebut. Kesalahan Berpikir Merupakan Suatu Bentuk Kekeliruan Seseorang Dalam Memperlakukan Masalah Sosial Politik. Kesalahan Itu Disebabkan Ojeh Terjadinya Intelek1ual Cul-De-Sac Yang Menunjukkan Kebuntuan Pemikirandan Disebabkan Oleh Mitos, Yang Menganggap Sesuatu Yang Tidak Benar Tetapi Dipercayai Sebagai Kebenaran. Sebab Yang Pertama Biasanya Terjadi Karena Suatu Bentuk Pengambilan Kesimpulan Atas Sebuah Masalah Sosial Secara Tergesa-Gesa; Misalnya Dikarenakan Olehfallaey Of Drama Lie Imuanee Ataufal/Aey Ofreslrl)Spective Determinism. Dan Sebagainy
Merebut ruang kota : aksi rakyat miskin kota surabaya 1900-1960an/ Basundoro
xiv, 338 hal, 20 c
Merebut ruang kota : aksi rakyat miskin kota surabaya 1900-1960an/ Basundoro
xiv, 338 hal, 20 c
Dua kota tiga zaman Surabaya dan Malang sejak kolonial sampai kemerdekaan
Purnawan menyajikan potret historis dua kota besar di Jawa Timur, yakni Surabaya dan Malang, yang melingkupi tiga kurun waktu penting dalam sejarah Indonesia modern: zaman Belanda, zaman Jepang, dan zaman Kemerdekaan.xxi, 278 hlm.: ilus.; 23 cm
Pengantar Sejarah Kota
Perubahan yang terjadi di desa tentu saja bebeda karakteristiknya dengan perubahan yang terjadi di kota.v-26
Dampak Letusan Tambora pada Kesehatan Masyarakat Kota Surabaya Abad ke-19 Sampai Awal Abad ke-20
Selama ini riset tentang sejarah lingkungan yang dikaitkan
dengan persoalan kesehatan masyarakat sejauh ini belum mendapat
perhatian yang memadai. Selain itu, masalah kesehatan masyarakat kota pada abad XIX (sampai awal abad XX sebagai
dampak dari kondiri lingkungan yang buruk akibat dari perkembangan industri dan sebaliknya, menuntut solusi yang baik
dari masyarakat dan pemerintah (kolonial) agar masalah itu
tidak berdampak atau memunculkan persolan baru. Sebagai gambaran, industri air mineral Aqua lahir sebagai reaksi atas persoalan kesehatan masyarakat yang tidak menjamin (keamanan)
mengkonsumsi air sumur. Lingkungan yang tercemar dan kotor
telah mengubah persepsi masyarakat dan munculnya kesadaran
masyarakat terhadap kondisi kesehatan (akan hidup sehat)
Politik Rakyat Kampung di Kota Surabaya Awal Abad Ke-20
This article aims to explain the politics activities by the villagers in Surabaya at the early of 20th century. The villagers was always considered as the passive people who refused to be involved in a conflict, therefore didn’t do
the politic. The historic methodology is taken in this research by referring to the documents from the same century, the newspaper in Surabaya, and also referring to other tertiary resources. The approach chosen is the politic history, a history to describe the struggle of the people to achieve their will. The villagers had various strategy and tactic. As for the villagers who already
had the experience of education, even though it was only a basic education, they wrote so many protests in the newspaper related to the decisions of the colonial government which were not in their favour. There was a newspaper in Surabaya managed by the indigenous people at that time, middle scale, and eager to gather all the complaint from the low class society. They also protested directly to the government by using the politic organisation. The formal gathering held by the member of the gemeenteraad, known as “begandring”, was used by the villagers to speak up their aspiration
Pulau Sebatik Sebagai Pintu Kecil Hubungan Indonesia - Malaysia
Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara bertetangga yang memiliki batas darat dan laut. Salah satu batas darat antara kedua negera itu adalah di sebuah pulau kecil, yaitu Pulau Sebatik. Pulau Sebatik terbelah menjadi dua, satu bagian masuk ke wilayah Malaysia dan satu bagian yang lainnya masuk wilayah Indonesia. Sebagai pulau yang menjadi batas negara menjadikan posisi Pulau Sebatik menjadi sangat strategis bagi kedua negara. Persahabatan kedua negara menjadi sangat kentara di pulau ini karena di pulau kecil inilah dua warga negara dapat saling mengunjungi tanpa direpotkan dengan permasalahan administrasi lintas negara yang biasanya rumit. Namun tidak jarang pula ketegangan antarkedua negara dapat muncul di Pulau Sebatik karena di pulau kecil tersebut ditempatkan pasukan militer dari kedua negara untuk menjaga perbatasan negara masing-masing. Terlepas dari ketegangan-ketegangan yang sering muncul di kedua negara, Indonesia dan Malaysia, yang disebabkan dinamika politik, Pulau Sebatik telah memerankan diri sebagai pintu kecil yang menjadi jalan untuk membangun hubungan damai antara Malaysia dan Indonesia, yang diperlihatkan oleh hubungan keseharian antarwarga setempat
Dua kota tiga zaman surabaya dan malang sejak kolonial sampai kemerdekaan
xx ii, 298 hal. 23 cm
- …
