1,721,019 research outputs found
Analisa Penggunaan Sistem Microsoft Dynamic AX pada Toko Gramedia Expo Basuki Rahmad Surabaya untuk perbaikan kinerja perusahaan
Microsoft Dynamic AX Information System is a system used by Gramedia Expo Basuki Rahmad Surabaya. This system has an effect on the improvement of company performance. To find out how the implementation of Microsoft Dynamic
AX Information System on the performance of Gramedia Expo Basuki Rahmad Surabaya in doing research. Where this research model use Microsoft Dynamic AX Information System variable as independent variable, and performance
variable as dependent variable. Where the variable Use of Microsoft Dynamic AX Information System decomposed into subvariables based on the characteristics of information systems according to Delone and McLean (2003). Data collection methods used are through questionnaires at the Gramedia Expo Basuki Rahmad Surabaya by distributing questionnaires on employees who use Microsoft Dynamic AX Information System.
From the results of questionnaires spread can be concluded that the Microsoft Dynamic AX System has an influence on improving the performance of the company, as evidenced by the respondent's answers many choose to agree with the use of Microsoft Dynamic AX System and the pengarunya to service Gramedia Expo Basuki rahmad Surabaya
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU
Wujud dari pembangunan kesehatan di Indonesia tercermin dari penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di tingkat dasar yaitu melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang merupakan unit organisasi fungsional Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dan diberi tanggung jawab sebagai pengelola kesehatan bagi masyarakat tiap wilayah kecamatan dari kabupaten/ kota bersangkutan. Tentunya dalam hal ini pelayanan kesehatan dapat dilihat dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh penyelengara pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu merupakan salah satu pusat kesehatan masyarakat yang menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dimana kualitas pelayanan kesehatan terbaik yang diberikan akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey yang merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu fenomena tertentu. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara. Sebagai penunjang dimanfaatkan data sekunder yang diperoleh berupa informasi dan data dan laporan, referensi serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Populasi dalam penelitian adalah pasien/ keluarga pasien yang menggunakan jasa pelayanan kesehatan pada Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu, tenaga medis dan petugas administrasi Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu. Metode pengambilan sampel digunakan porpusive sampling dengan jumlah sampel yang berhasil diperoleh sebanyak 104 orang responden. Metode analisis data digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan tabel distribusi frekuensi, rata-rata dan persentase. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil bahwa: kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu sudah baik. Kondisi ini berarti bahwa pasien/ keluarga pasien telah merasa puas terhadap kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu yang meliputi keandalan (reliability) , bukti fisik (tangibles) , daya tanggap (responsiveness) , jaminan (assurance) , dan empati (empathy)
Karakter Visual di Koridor Jalan Basuki Rahmad Malang
Malang saat ini terkenal sebagai kota kedua terbesar di Jawa Timur. Selain itu Malang juga terkenal sebagai kota pendidikan dan kota perdagangan. Hal ini ditandai dengan banyaknya sarana pendidikan yang berdiri serta terdapat banyak kawasan perdagangan yang tersebar di dalam kota. Salah satu tempat yang menjadi kawasan perdagangan adalah jalan Basuki Rahmad. Kebutuhan akan tempat untuk berbisnis memicu banyaknya pembangunan di sepanjang jalan Basuki Rahmad mulai dari pembangunan bangunan baru, pemugaran, bahkan dengan perubahan fasade bangunan yang sudah ada dengan tujuan menghadirkan fungsi baru untuk komersial merupakan salah satu indikasinya. Saat ini pembangunannya masih banyak yang berjalan dan hasil akhir mereka mengakibatkan ketidak harmonisan fasade bangunan dengan sekitarnya serta pandangan pangguna jalan, sehingga sulit untuk mencari karakter secara visual baik bangunan dan lingkungannya di sepanjang koridor jalan Basuki Rahmad.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui lebih banyak bagaimana karakter secara visual di koridor jalan Basuki Rahmad. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Bidang pengamatannya berupa garis vertikal dan horizontal, penggunaan material bangunan dan tampilan warna.
Penelitian ini menemukan bahwa karakter visual pada bangunan didominasi oleh elemen garis horizontal dan yang paling dominan gambaran visualnya adalah shadding, papan nama dan dinding bagian atas. Sedangkan bentuk dari bangunan banyak dijumpai bentuk vertikal kemudian horizontal dan persegi. Warna yang dominan secara visual adalah warna yang bersifat terang yaitu putih, abu-abu dan coklat. Penggunaan warnanya secara keseluruhan menunjukkan keberagaman warna untuk menunjukkan eksistensi dari masing-masing bangunan berdasarkan visi dan tujuan usaha serta arti dari karakteristik dari warna yang digunakan. Sedangkan material yang menjadi karakter secara visual di koridor jalan adalah tembok yang berada di bagian atas dan kaca yang berada di bagian bawah. Karakter visual pada lingkungan didominasi oleh mobil parkir, tanaman, dinding bagian atas dan papan nama maupun papan iklan. Pada titik tertentu pada jalur pergerakan muncul sepuluh gambaran visual yang cukup kuat yang menjadi karakter visual. Sedangkan titik pandang pada jalur pergerakan yang memberikan karakter visual tersebut adalah di bagian belokan jalan, akhir pertemuan atau persimpangan jalan dan pada jalur lurus dari koridor jalan Basuki Rahma
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KECAMATAN SELEBAR KOTA BENGKULU
Penelitian ini berjudul Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan Pada Puskesmas Basuki Rahmad Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Pembangunan di bidang kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional. Oleh karena itu dapat pula dikatakan bahwa pembangunan dibidang kesehatan pada hakekatnya dilaksanakan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi semua masyarakat. Tujuan pembangunannasional di bidang kesehatan adalah tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kualitas pelayanan kesehatan pada puskesmas Basuki Rahmad Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang kualitas pelayanan kesehatan pada puskesmas Basuki Rahmad Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriftif kualitatif, teknik ini digunakan untuk menganalisa data-data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data-data yang sudah dikumpulkan, metode penetapan informan dalam penelitian ini terdiri dari informan pangkal sebanyak 10 orang pegawai Puskesmas dan informan kunci sebanyak 5 orang merupakan pasien Puskesmas Basuki Rahmad Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Hasil penelitian yang sudah dilakukan diketahui bahwa kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Basuki Rahmad Kecamatan Selebar Kota Bengkulu masih rendah, hal ini dapat dilihat dari prosedur pelayanan yang panjang dan kesopanan dalam pelayanan yang masih kurang serta keadilan dalam pelayanan masih rendah
The Relationship Of Knowledge With Sexual Behavior Pregnant Woman Trimester III In The Work Area Of Puskesmas Basuki Rahmad Bengkulu City: Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Seksual Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu
Sexual intercourse will be better done in the third trimester because the physical and mental conditions of pregnant women support, of course with the right sexual position. This study aims to study the relationship of knowledge with sexual behavior of pregnant women in third trimester in the working area of Puskesmas Basuki Rahmad Bengkulu City.This study uses a cross sectional design. The population in this study were all pregnant women in the third trimester in the working area of the health center, basuki rahmad, bengkulu city. Sample appearance technique in this study uses purposive sampling. A sample of 35 third trimester pregnant women was obtained. data collection in this study uses a questionnaire.The results were obtained: 15 (42.9%) respondents had good knowledge, 24 (68.6%) respondents had sexual intercourse during the third trimester of pregnancy. There was a significant relationship between the knowledge of third trimester pregnant women with third trimester pregnant women sexual behavior. in the Puskesmas Basuki Rahmad Working Area, the City of Bengkulu with the category of moderate relations. To various parties, especially pregnant women in the third trimester to increase their knowledge about sexual relations during the third trimester of pregnancy and for health workers to improve the information provided to pregnant women both in terms of counseling and at the time of pregnancy examination.
 
PENGARUH PERUBAHAN GEOMETRIK JALAN DUA LAJUR (2/2 UD) MENJADI EMPAT LAJUR (4/2 D) PADA RUAS JALAN BASUKI RAHMAD SORONG
Jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong merupakan salah satu ruas jalan yang menghubungkan kota dengan kabupaten Sorong. Ruas jalan ini pada kondisi awal bertipe jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) dan dilakukan pelebaran menjadi tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) dengan median jalan sebagai pemisah arah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan geometrik jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) menjadi empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) terhadap kinerja ruas jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan peraturan yang ada pada manual kapasitas jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Hasil penelitian ini bahwa volume terbesar pada jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong terjadi pada hari senin. Berdasarkan hasil perhitungan dari volume dan kapasitas pada kondisi awal dengan tipe jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) maka didapat derajat kejenuhan sebesar 0,82. Untuk kondisi akhir dengan tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) didapat derajat kejenuhan untuk arah kota – kabupaten sebesar 0,29. Sedangkan untuk arah kabupaten- kota didapat derajat kejenuhan sebesar 0,28. Menurut MKJI (1997) apabila derajat kejenuhan lebih besar dari 0,75 jalan sudah tidak stabil. Maka berdasarkan hasil evaluasi dimana derajat kejenuhan pada kondisi akhir lebih baik dibandingkan dengan kondisi awal, maka hal ini menunjukkan bahwa perubahan geometrik jalan berpengaruh sangat baik terhadap kinerja ruas jalan Basuki Rahmad km.12
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU
Pada hakekatnya penularan DBD tidak terlepas dari pengetahuan, pendidikan dan perilaku serta kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue di wilayah kerja puskesmas basuki rahmad kota bengkulu tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling diperoleh sampel sebesar 48 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara menggunakan kuesioner yang dibagikan dan di isi langsung oleh responden. Teknik analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini didapat nilai significancy (sig) sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan: dari 48 orang tingkat pengetahuan masyarakat tentang DBD sebelum diberikan perlakuan yaitu sebanyak 17 orang (35.4%) dengan pengetahuan kurang, sebanyak 25 orang (52.1%) dengan pengetahuan cukup, dan sebanyak 6 orang (12.5%) dengan pengetahuan baik; dari 48 orang tingkat pengetahuan masyarakat tentang DBD setelah diberikan perlakuan yaitu sebanyak 14 orang (29.2%) dengan pengetahuan cukup, dan sebanyak 34 orang (70.8%) dengan pengetahuan baik; ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue diwilayah kerja puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk melakukan upaya dalam penyebaran infomasi melalui penyuluhan yang berkaitan dengan pencegahan penyakit endemik guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan khususnya tentang demam berdarah dengu
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGATURAN KEBIJAKAN RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN BASUKI RAHMAD DAN JALAN AHMAD YANI TIMUR KABUPATEN TULUNGAGUNG TINJAUAN PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2012 DAN FIQIH SIYASAH
Kata Kunci : Peran Pemerintah Daerah, Relokasi Pedagang Kaki Lima, Fiqih Siyasah
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kebijakan relokasi pedagang kaki lima di Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani Timur Kabupaten Tulungagung yang belum memberikan solusi yang efektif bagi para pedagang kaki lima. Kebijakan relokasi pedagang kaki lima yang belum maksimal ini menjadi isu yang menarik untuk dikaji dengan tinjauan fiqh siyasah.
Fokus penelitian yang peneliti lakukan adalah 1) Bagaimana Relokasi Pedagang Kaki Lima di Jalan Basuki Rahmad dan di Jalan Ahmad Yani Timur ?. 2) Bagaimana Peran Pemerintah Daerah dalam pengaturan kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima menurut pasal 9 Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung nomor 7 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum ?. 3) Bagaimana tinjauan fiqih siyasah terhadap pelaksanaan relokasi Pedagang Kaki Lima di jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani Timur ?. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk menganalisis secara mendalam bagaimana relokai pedagang kaki lima di jalan Basuki Rahmad dan jalan ahmad yani timur. 2) Untuk menganalisis peran pemerintah daerah dalam pengaturan Relokasi Pedagang Kaki Lima menurut pasal 9 Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung nomor 7 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum. 3) Untuk mengidentifikasi tinjauan fiqih siyasah terhadap pelaksanaan kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima di jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani Timur.
Metode penelitian yang peneliti lakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus pada pedagang kaki lima di jalan ahmad yani timur dan jalan basuki rahmad kabupaten tulungagung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Relokasi pedagang kaki lima di Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani Timur Tulungagung yang didasari adanya aduan masyarakat terkait kemacetan. Proses relokasi diawali dengan pemberian surat edaran serta sosialisasi dan pemberian batas waktu kepada pedagang. Ketidakpastian mengenai lokasi relokasi yang baru dan jangka waktu yang panjang dalam proses relokasi ini menimbulkan kekhawatiran dan kesulitan bagi para pedagang untuk usaha mereka. 2) Relokasi pedagang kaki lima di Jalan Ahmad Yani Timur dan Jalan Basuki Rahmad Tulungagung, yang didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan aman. Namun terdapat tantangan lain karena tidak adanya peraturan daerah tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima sehingga kebijakan relokasi seringkali tidak jelas, tidak konsisten, dan tidak memberikan kepastian bagi pedagang, meskipun pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengatur ketertiban umum namun tidak adanya perda terkait penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima memberikan dampak ketidakpastian kepada para pedagang kaki lima. 3) Penerapan prinsip maslahah dalam Fiqih Siyasah pada relokasi pedagang kaki lima, yang seharusnya memberikan solusi adil dan menguntungkan bagi semua pihak yang berlandaskan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012. Namun pada praktiknya di Jalan Ahmad Yani Timur dan Basuki Rahmad Tulungagung menghadapi kendala signifikan karena tidak adanya peraturan daerah spesifik tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima, sehingga menimbulkan ketidakpastian, ketidakadilan, dan menghambat pertumbuhan ekonomi lokal
PENGARUH KEPADATAN HUNIAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU TAHUN 2019
Latar Belakang: TB Paru telah membunuh 1,5 juta orang. 58% kasus TB dunia diantaranya terdapat di Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Indonesia menempati posisi terbesar kedua kasus TB setelah India (23%) yaitu sebesar 10%. Di Indonesia, diperkirakan prevalensi TB untuk semua tipe TB adalah 505.614 kasus per tahun, 244 per 10.000 penduduk dan 1447 per hari. Insidensi kasus baru 236.029 per tahun, 102 kasus per 10.000 penduduk, dan 647 per hari. Insidensi kasus TB yang mengakibatkan kematian 91.369 per tahun, 30 kasus per 1000 penduduk, dan 250 per hari dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis determinan kejadian TB Paru. Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain case control study. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada 40 responden TB Paru (BTA +) dan 40 responden TB Paru (BTA -) di Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel simple random sampling.Hasil Penelitian : Sebagian besar responden pada kelompok kasus memiliki kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat (>2 orang per 8 m2). Hasil analisis bivariat ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian TB Paru p (0,007).Saran : Disarankan kepada pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu untuk melakukan deteksi dini TB Paru dan promosi kesehatan mengenai TB Paru secara kontinu dan berkelanjutan agar pengetahuan masyarakat mengenai TB Paru (penularan, pencegahan, dan pengobatan) dapat meningkat dan mengurangi resiko penyakit TB Paru
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Vaksin MR terhadap Penerimaan Vaksin MR di Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmad Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Latar Belakang: Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Penyakit ini sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah. Ketika seseorang terkena campak, 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak. Himbauan imunisasi MR sudah sering digaungkan melalui sosialisasi, media non elektronik, media elektronik, dan sebagainya tetapi masih banyak ditemukan berbagai penolakan dari orang tua terhadap pemberian imunisasi MR. Salah satu daerah dengan kasus penolakan yang tinggi adalah Kota Bengkulu jika dibandingkan dengan kabupaten/daerah lain di Provinsi Bengkulu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang vaksin MR terhadap penerimaan vaksin MR di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Metode: Metode penelitian adalah deskriptif-analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian adalah 59 orang ibu yang memiliki anak berusia 6 bulan s.d 14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad Bengkulu. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data analisis dilakukan dengan uji Chi-square dan rasio prevalensi.
Hasil: Prevalensi ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang vaksin MR sebanyak 32 orang ibu (53,3%). Prevalensi ibu yang memiliki pengetahuan yang kurang tentang vaksin MR sebanyak 28 orang ibu (46,7%). Terdapat hubungan signifikan pengetahuan tentang vaksin MR dengan penerimaan vaksin MR, dengan nilai uji p=0,000 dan RP= 0,221.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang vaksin MR dengan penerimaan vaksin MR di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. -ibu yang pengetahuannya kurang berpeluang sikapnya negatif antara 3,618 hingga 174,748 kali lipat jika dibandingkan dengan ibu-ibu yang pengetahuannya baik. Pengetahuan ibu kurang merupakan faktor penyebab Sikap negatif menerima vaksin MR. Ibu yang pengetahuannya baik merupakan proteksi terjadinya sikap ibu-ibu negatif menerima vaksin MR
- …
