1,720,989 research outputs found
Pengaruh model pembelajaran dan Gaya Kognitif Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri di Kota Palu (dibimbing oleh Baso Intang Sappaile dan Muhammad Darwis).
ABSTRAK
WAHYUNIH.MAILILI. Pengaruh model pembelajaran dan Gaya Kognitif Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri di Kota Palu (dibimbing oleh Baso Intang Sappaile dan Muhammad Darwis).Penggunaan model pembelajaran yang tepat akan menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran dalam rangka meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Disamping model pembelajaran yang digunakan guru perhatian akan perbedaan karakteristik siswa juga sangat menentukan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa adalah dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran matematika dengan memperhatikan perbedaan gaya kognitif siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran dan gaya kognitif mempengaruhi hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri di Kota Palu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Negeri di Kota Palu pada tahun ajaran 2013/2014 yang berasal dari 4 (empat) SMA dengan peringkat akreditasi “A”. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang terpilih adalah dua SMA Negeri di Kota Palu, yakni SMA Negeri 1 Palu pada kelas Xa dan SMA Negeri 3 Palu pada kelas X1 dengan jumlah masing-masing siswa adalah 30 orang. Ada dua macam variabel dalam penelitian ini, yaitu: (1) variabel bebas yang terdiri atas model pembelajaran dan gaya kognitif siswa, dan (2) variabel terikat adalah hasil belajar matematika siswa. Model pembelajaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah model pembelajaran perseorangan dan kelompok kecil dan model konvensional. Sedangkan gaya kognitif yang dimaksud adalah gaya kognitif field independent (FI) dan gaya kognitif field dependent (FD). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes gaya kognitif GEFT, dan tes hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan menggunakan analisis varian dua jalur (Two-Way ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri kota Palu dipengaruhi oleh model Pembelajaran dan gaya kognitif siswa. Kesimpulannya adalah bahwa penggunaan model pembelajaran yang sesuai dengan gaya kognitif siswa dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dan Tipe Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa di SMK Negeri Bungoro Kabupaten Pangkep (dibimbing oleh Baso Intang Sappaile dan Nurdin Arsyad).
FIRDHA RAZAK. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dan Tipe Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa di SMK Negeri Bungoro Kabupaten Pangkep (dibimbing oleh Baso Intang Sappaile dan Nurdin Arsyad).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif dan motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri Bungoro Kab. Pangkep. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK Negeri di Kecamatan Bungoro Kab. Pangkep tahun ajaran 2013/2014 (studi pada siswa kelas X). Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode random cluster sampling. Sampel yang terpilih adalah dua sekolah negeri yang ada di Kecamatan Bungoro, yakni SMK Negeri 1 Bungoro dan SMK Negeri 2 Bungoro dengan jumlah masing-masing siswa kelas X adalah 30 dan 32 orang. Variabel dalam penelitian ini, yaitu: (1) variabel bebas yang terdiri atas model pembelajaran kooperatif dan motivasi belajar siswa, dan (2) variabel terikat adalah hasil belajar matematika siswa. Model pembelajaran kooperatif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. Sedangkan motivasi belajar yang dimaksud adalah motivasi tinggi dan motivasi rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi belajar, dan tes hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan menggunakan analisis varian satu jalur (One-Way ANOVA). Terdapat perbedaan antara model pembelajaran koooperatif pada setiap motivasi belajar siswa
KONSEP INSTRUMEN PENELITIAN PENDIDIKAN
Instrumen merupakan suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Suatu instrumen dikatakan baik bila valid dan reliabel, baik validitas isi, konstruk, validitas empirik, reliabilitas konsistensi tanggapan, maupun reliabilitas konsistensi gabungan butir. Validitas internal skor butir dikotomi dan skor butir butir politomi berturut-turut digunakan KR-20 dan koefisien Alpha. Interpretasi terhadap koefisien reliabilitas merupakan interpretasi relati dalam artian bahwa tidak ada batasan mutlak yang menunjukkan berapa angka koefisien minimal yang harus dicapai agar suatu pengukuran dapat disebut reliabel. Namun dapat memberikan informasi tentang hubungan varians skor teramati dengan varians skor sejati kelomok individu. Tujuan mengestimasi reliabilitas tidak lain adalah untuk menentukan seberapa besar variabilitas yang terjadi akibat adanya kesalahan pengukuran dan seberapa besar variabilitas skor tes sebenarnya
EVALUASI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI UPT SPF SD NEGERI GARUDA KOTA MAKASSAR
This research is an evaluative research which aims to evaluate the implementation of differentiated learning in the Independent Learning Curriculum at UPT SPF SD Negeri Garuda Makassar. The research method used is the mixed methods Stake model (Antecedents, Process, Outcomes). Data collection in this research was carried out through questionnaires and interviews addressed to school principals, teachers and students in class IV A, IV B, V A, V B and Class VI. The data analysis used is quantitative and qualitative descriptive analysis. The success criteria for this research are based on evaluating aspects in the Stake evaluation component, namely Antecedents, Process, Outcomes. The research results show that 1) The implementation of Differentiated Learning in the Independent Learning Curriculum based on the Context (Antecedents) component in classes 4 A, 4 B, 5 A, 5 B and Class 6 has gone very well; 2) The implementation of Differentiated Learning in the Independent Learning Curriculum based on the Process (Transactions) component in classes 4 A, 4 B, 5 A, 5 B and Class 6 has gone very well; 3) Differentiated Learning in the Independent Learning Curriculum based on the Output component (Outcomes) in classes 4 A, 4 B, 5 A, 5 B and Class 6 has been going wel
EVALUASI PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA DI KOMPLEKS UPT SPF SDN BAWAKARAENG KOTA MAKASSAR
This research aims to evaluate Context implementation of the Adiwiyata Program, Input for program implementation, implementation process and supporting and inhibiting factors, and product from program implementation. This research is evaluative with a qualitative approach using the CIPP evaluation model. Data collection was carried out through interviews, observation and document study. Data analysis techniques include collection, reduction, data presentation, and verification, with validation using triangulation and cross-check. The research results show that in aspects Context, There is a need for schools to create a clean, green and comfortable environment, which encourages school participation in the Adiwiyata Program. In aspect Input, the availability of human resources, budget, infrastructure, and program design supports program implementation in schools. In aspect Process, the program has been running according to Adiwiyata guidelines, although there are still challenges in increasing the involvement of all school members. Meanwhile, on aspects Product, The Adiwiyata program has contributed to the formation of an environmentally caring character in schools, although there are still aspects that need to be improved to achieve program sustainability. Factors supporting the success of the program include policy support, involvement of competent human resources, school commitment, budget, and availability of facilities and infrastructure. Meanwhile, inhibiting factors include the lack of individual awareness in protecting the environment and limited active participation from all school members. This research recommends that schools continue to increase the participation of all school members through intensive mentoring and encourage the role of the Makassar City Environmental Service (DLH) to be more active in supporting the sustainability of the Adiwiyata Program at the SDN Bawakaraeng UPT Complex.
Keywords: Program Evaluation, Adiwiyata School, CIP
Pengaruh Penggunaan Media Animasi dan bentuk Tes Formatif dalam Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri Kabupaten Soppeng (dibimbing oleh Baso Intang Sappaile dan Alimuddin).
ABSTRAK
MURNIATI. Pengaruh Penggunaan Media Animasi dan bentuk Tes Formatif dalam Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri Kabupaten Soppeng (dibimbing oleh Baso Intang Sappaile dan Alimuddin).Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran dalam rangka meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar matematika siswa. Salah satu upaya guru untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa adalah dengan pemilihan media animasi yang tepat dalam pembelajaran matematika dengan memperhatikan bentuk tes formatif. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui apakah media pembelajaran dan bentuk tes formatif mempengaruhi motivasi belajar dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri Kabupaten Soppeng. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Lilirialu yang terdiri dari 10 kelas VIII dan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lilirialu yang terdiri dari 7 kelas VIII di Kabupaten Soppeng tahun ajaran 2013/2014 . Masing-masing sekolah dengan peringkat akreditasi “A”. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang terpilih adalah dua Kelas VIII SMP Negeri 1 Lilirialu dan dua kelas VIII SMP Negeri 2 Lilirialu dengan jumlah masing-masing siswa tiap kelas adalah 30 orang. Ada dua macam variabel dalam penelitian ini, yaitu: (1) variabel bebas yang terdiri atas media pembelajaran dan bentuk tes formatif siswa, dan (2) variabel terikat adalah motivasi belajar dan hasil belajar matematika siswa. Media pembelajaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah media animasi dan media konvensional. Sedangkan bentuk tes formatif yang dimaksud adalah bentuk tes uraian dan bentuk tes pilihan ganda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi belajar dan tes hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan menggunakan analisis multivariate (ANAVAM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII Negeri Kabupaten Soppeng dipengaruhi oleh media pembelajaran dan bentuk tes formatif. Kesimpulannya adalah bahwa penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan bentuk tes formatif siswa dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar matematika siswa.
Kata Kunci: Media Animasi, Tes Formatif, Motivasi, Hasil Belaja
Identification of Representation Ability in the Topic of Space Analytical Geometry for Student in Higher Education
This study aims to identify the representation ability of prospective mathematics teacher students by exploring the material of Space Analytical Geometry. The type of research is design research involving 38 students of the Mathematics Department, FMIPA UNM. The research instruments used are Lesson Plan and e-Task. The e-Task is the instrument combining the LMS Syam-OK and Gdrive for collecting the outputs of these activities. From the results provide an important note that 1) the methods and materials of student representation depend on the knowledge they have, the wider the knowledge they have the various presentation information provided. 2) The method and material of representation shown by students will be more developed if the questions given are challenging. 3) From some of the problems given, the analytical method will be used if the problem requires pictures to be shown in its solution.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi mahasiswa calon guru matematika dengan mendalami materi Geometri Analitik Ruang. Jenis penelitian yang digunakan adalah design research yang melibatkan 38 mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNM. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Lesson Plan dan e-Task. E-Task adalah instrumen yang menggabungkan LMS Syam-OK dan Gdrive untuk mengumpulkan output dari kegiatan ini. Dari hasil memberikan catatan penting bahwa 1) metode dan materi representasi siswa bergantung pada pengetahuan yang dimilikinya, semakin luas pengetahuan yang dimilikinya maka berbagai informasi presentasi yang diberikan. 2) Metode dan materi representasi yang ditunjukkan siswa akan lebih berkembang jika soal yang diberikan menantang. 3) Dari beberapa masalah yang diberikan, metode analitik akan digunakan jika masalah tersebut membutuhkan gambar untuk ditampilkan dalam penyelesaiannya
HUBUNGAN KEMAMPUAN PENALARAN DALAM MATEMATIKA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan penalaran dalam matematika dan mativasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan penalaran dalam matematika dan motivasi berprestasi mempunyai hubungan dengan prestasi belajar matematika? Populasi penelitian adalah semua peserta didik kelas I SMU Swasta Kata Makassar. Metade pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified cluster random sampling. Sekolah terpilih sebagai sampel adalah SMU Frater Makassar dan SMU Amana Gappa Makassar. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika, tes kemampuan penalaran dalam matematika dan angket motivasi berprestasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan memakai analisis deskriptif dan analisis korelasi. Kesimpulan yang diperoleh adalah (1) kemampuan penalaran dalam matematika mempunyaihubungan positif dengan prestasi belajar matematika, (2) motivasi berprestasi mempunyai hubungan positif dengan prestasi belajar matematika, dan (3) kemampuan penalaran dalam matematika dan motivasi berprestasi secara bersama-sama mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar matematika, dengan koefisien determinasi sebesar 41%. </jats:p
Pengembangan Instrumen Pemantauan Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan oleh Pengawas Sekolah melalui Persepsi Peserta Didik SMK di Kabupaten Polewali Mandar
ABSTRAK
WAHYUNI DARWIS. Pengembangan Instrumen Pemantauan Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan oleh Pengawas Sekolah melalui Persepsi Peserta Didik SMK di Kabupaten Polewali Mandar. (Dibimbing oleh Baso Intang Sappaile dan Kaharuddin Arafah)
Penelitian ini bertujuan untuk: (i) mengembangkan instrumen yang dapat digunakan pengawas untuk memantau pelaksanaan standar penilaian pendidikan melalui persepsi peserta didik SMK di Kabupaten Polewali Mandar dan (ii) mengetahui kualitas instrumen yang dihasilkan tersebut.
Instrumen berbentuk kuesioner dengan 5 pilihan jawaban ini dikembangkan mengacu pada Permendikbud RI Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan yang diurai dalam 12 indikator. Instrumen tersebut terdiri atas 40 butir pernyataan yang diujicobakan pada 296 peserta didik di 5 SMK Kabupaten Polewali Mandar. Pengembangan instrumen melalui tiga proses uji validitas yaitu validitas isi, validitas konstruk dan validitas kriteria internal serta uji reliabilitas.
Kuesioner yang dihasilkan terdiri atas 35 butir pernyataan yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel.
ABSTRACT
WAHYUNI DARWIS. 2016. Instrument Development of Monitoring the Implementation of Education Assessment Standard by School Supervisor through Students’ Perception at SMK in Polewali Mandar District (supervised by Baso Intang Sappaile and Kaharuddin Arafah).
The study aims at (i) developing instrument that can be used by supervisors to monitor the implementation of education assessment standard through students’ perception at SMK in Polewali Mandar district and (ii) examining the equality of the instrument produced. The instrument, which is in a form a questionnaire with 5 answer choice, is developed by referring to Permendikbud RI No. 66 in 2013 on Standard of Education Assessment explained in 12 indicators. The instrument consist of 40 statement items tested to 296 students in five vocational school in Polewali Mandar district. The instrument development is conducted in three processes of validity test, namely content validity, construct validity, and internal criteria validity as well as reliability test. The questionnaire produced consist of 35 statement items which has met the criteria of valid and reliable
EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG
This evaluative study aims to assess the implementation of the Independent Curriculum in mathematics learning at public junior high schools in Duampanua Subdistrict, Pinrang Regency. The research uses the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). Data collection was conducted through questionnaires and interviews with school principals, mathematics teachers, and students. The collected data were analyzed using both quantitative and qualitative descriptive methods. The study's findings indicate that: (1) the Operational Curriculum of Educational Units (KOSP) has been implemented as expected; (2) the capacity of educational units still requires improvements to fully support the optimal implementation of the Independent Curriculum; (3) the mathematics learning process meets the established criteria; (4) students' mathematics learning outcomes have shown excellent results, in line with the Criteria for the Achievement of Learning Objectives (KKTP).
- …
