728 research outputs found

    Plano del distrito mineral de Cerro de Pasco.

    No full text
    1 mapa byn. Escala 1:20,000Plano económico elaborado por J. H. Baso y R. Escobar en 1901 que muestra los tajos, sondajes y puntos judiciales relacionados con la explotación minera en el distrito de Cerro de Pasco, perteneciente al departamento de Pasco

    STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS DI RUMAH MAKAN BATAGOR BASO CITAMIANG SPESIAL BANDUNG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang berpengaruh dalam penyusunan strategi pengembangan bisnis rumah makan Batagor Baso Citamiang Spesial. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan matriks IFAS, matriks EFAS, matriks IE, matriks SWOT dan QSPM. Berdasarkan analisis data menggunakan matriks diagram analisis SWOT, Batagor Baso Spesial Citamiang berada dalam kuadran empat. Posisi tersebut merupakan situasi dimana perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Dengan adanya hal tersebut, penulis merekomendasikan alternatif strategi yang memaksimalkan kekuatan Btagor Baso Citamiang Spesial dalam memanfaatkan peluang. Berdasarkan hasil olahan data terdapat 14 alternatif strategi untuk pengembangan usaha Batagor Baso Citamiang Spesial. Melalui pengolahan data menggunakan QSPM, dapat diketahui bahwa alternatif strategi utama dalam pengembangan usaha ini adalah meningkatkan kualitas rasa dan melakukan inovasi baru pada menu dengan mempertahankan kelezatan rasa, harga yang murah dan kualitas yang baik dengan nilai STAS 5,522.;---This study aims to determine the internal and external factors which is influential in the preparation of bussiness development strategies in Batagor Baso Citamiang Spesial. In this study, the authors used qualitative and descriptive quantitative methods. These factors were then used as a reference to establish alternative strategies in developing Batagor Baso Citamiang Spesial. The data obtained were then analyzed using IFAS matrix, EFAS matrix, IE matrix, SWOT matrix and QSPM. Based on the SWOT analysis diagram matrix, Batagor Baso Citamiang Spesial is in quadrant four. The position is a situation where the company has the opportunity and strength so that it can take advantage of its favorable condition. With that in mind, the author recommends an alternative strategy that maximizes the strength of Batagor Baso Citamiang Spesial in harnessing its opportunities. Based on the results of data processing there are 14 alternative strategies for the development of Batagor Baso Citamiang Spesial business. Through the processing of data using QSPM, it was inferred that the main alternative strategy in the development of this business is to improve the taste quality and innovate on the menu by maintaining its succulent taste, affordable price and good quality with the value of STAS at 5,522

    Pengaruh Promosi Kuliner Baso O’Boss Oleh Influencer Tiktok Sanakkuliner Terhadap Keputusan Pembelian

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh influencer TikTok Sanakkuliner pada promosi kuliner Baso O’Boss terhadap keputusan pembelian. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Karakteristik responden penelitian ini adalah audience yang mempunyai akun Tiktok dan menyukai video promosi kuliner Baso O’Boss oleh influencer TikTok Sanakkuliner yang ada di kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode survei yaitu kuisioner yang dikumpulkan, dianalisis dengan menggunakan regresi liner sederhana melalui program SPSS 16 serta studi pustaka, berupa buku – buku penunjang, jurnal dan penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori Stimulus Organism Respons (SOR), dimana Stimulus yang diberikan adalah pesan yang dibagikan oleh influencer TikTok Sanakkuliner berupa promosi kuliner Baso O’Boss sehingga menghasilkan respon berupa keputusan pembelian. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa ada pengaruh Influencer TikTok Sanakkuliner pada promosi kuliner Baso O’Boss terhadap keputusan pembelian dengan koefisien determinasi sebesar 0,355 (R square) yang artinya besaran pengaruh sebesar 35,5% dan 64,5% dipengaruhi oleh faktorlain di luar variabel yang diujikan. Faktorlain diluar promosi kuliner oleh influencer TikTok Sanakkuliner yaitu bisa berupa promosi influencer lain, atau tempat domisili audience yang jauh, dan faktor-faktor lainnya. Kata kunci : Promosi Kuliner , Aplikasi Tiktok, Influencer TikTo

    Analisis Struktur dan Tekstur Drama Kenduri Karya Rahman Arge Sebuah Tinjauan Struktur George R. Kernodle

    No full text
    ABSTRAK BASO AKBAR. 2014. “Analisis Struktur dan Tekstur Drama Kenduri Karya Rahman Arge Sebuah Tinjauan Struktur George R. Kernodle. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra. Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Juanda, Pembimbing I dan Hajrah, Pembimbing II. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk Mendeskripsikan struktur dan tekstur yang terdapat dalam naskah drama Kenduri karya Rahman Arge. Data penelitian ini adalah kalimat atau paragraf yang menjelaskan Struktur dan Tekstur. Sumber data penelitian ini adalah Naskah Drama Kenduri Karya Rahman Arge pada tahun 1985. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, dan pencatatan. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teori Struktur dan Struktur George R. Kernodle. Hasil penelitian struktur yang meliputi alur, karakter dan tema. pada alur drama Kenduri adalah alur lurus. Jalinan alur dalam naskah drama Kenduri mampu menjaga intensitas penikmat untuk menikmati peristiwa dan tikaian yang terjadi dari awal hingga akhir cerita. Kedua, karakter merupakan tokoh dalam adegan yang member pengaruh penting dalam perkembangan alur. Beberapa tokoh dalam naskah drama Kenduri yaitu, Baco, Bos Koko, Ronggo, Genita, Humas, Pelacur, Si Sinting, Tukang Becak, dan Tamu. Ketiga, drama Kenduri mempunyai gagasan penting yang berupa pemikiran atau tema yang ingin disampaikan pengarang pada penikmatnya. Tema dalam drama Kenduri yakni kehidupan sosial. Selanjutnya, tekstur drama Kenduri meliputi Dialog, Mood, dan Spectacle. Ada pun tekstur dialog drama Kenduri dapat di jumpai dalam haupttext atau teks utama. Melalui teks utama ditemukan bahwa naskah drama Kenduri hauptext (teks utama) ditulis setelah tokoh dipisahkan dengan tanda titik dua. Penulisan hauptext dalam drama ini menggunakan tanda petik ("…”) yang mengapit teks utama. Penulisan tokoh dicetak dengan huruf biasa yang diawali dengan huruf kapital. Tekstur mood dan Spektacle dapat di jumpai dalam bentuk nebentext (teks samping). Mood dalam drama Kenduri dapat di lihat melalui dialog dan intonasi para tokoh memerankan adegan sehingga membentuk suasana dan irama dalam cerita sedang Spectacle meliputi peralatan, sorot lampu, tata rias dan kostum. Dalam drama Kenduri dapat dilihat berbagai peralatan melalui adegan yang diperankan setiap tokoh. Visualisasi adegan sangat bergantung pada profesi setiap tokoh dalam drama. Sebagai suatu gejala yang memiliki sifat produktif imajinatif, sastra, termasuk naskah drama, akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan imajinasi pengarang. Oleh karena itu, studi atau penelitian terhadap sastra drama haruslah terus dilaksanakan dan dikembangkan, termasuk kajian tentang struktur sastra

    Rapid identification system of frontal dysfunction in subclinical hepatic encephalopathy

    No full text
    Introduction & Aim: Liver disease is associated with cognitive dysfunction also at early stages and minimal hepatic encephalopathy, affecting 20-70% of patients, is frequently under-recognised. The main purpose of this work is to demonstrate that a huge number of patients, enrolled due to acute confusional state, without any clinical diagnosis, presented hepatic encephalopathy. Material & Methods: 410 acute confusional state subjects, not diagnosed before, have been enrolled in this study, due to the further subsequent diagnosis of well compensated liver diseases; among them 237 (57.8%) have hepatic alterations, acute, subacute or chronic. Results: Even in acute minimal hepatic sufferance the psychometric tests applied demonstrated precocious signs of cerebral frontal alteration, which become more evident while they have their clinical pathway, transforming themselves, in minimal hepatic failure or chronic liver disease. Conclusions: In conclusion, these instruments are essential to detect even very precocious and totally subclinical frontal failure and can be a good instrument to follow these patients and to give a valid score for the chronic liver disease, in relation to frontal alterations

    ANALISIS FONOLOGI BAHASAMINANGKABAU DI KANAGARIAN SIMARASOK KECAMATAN BASO

    No full text
    Bahasa Minangkabau memiliki sistem fonologis yang berbeda-beda, salah satunya bahasa Minangkabau di Kanagarian Simarasok. Bahasa Minangkabau di Kanagarian Simarasok memiliki perbedaan dengan beberapa kanagarian di Kecamatan Baso, salah satunya diftong [uy] dalam bahasa Minangkabau di Kanagarian Simarasok tidak ditemukan. Oleh sebab itu, penelitian ini membahas sistem fonologi bahasa Minangkabau di Kangarian Simarasok. Tujuan penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Adapun tujuan umumnya adalah untuk memperluas pengetahuan penulis dan pembaca dalam bidang linguistik, terutama dalam bidang kajian fonologi. Tujuan khusus adalah untuk mendeskripsikan sistem fonologi bahasa Minangkabau di Kanagarian Simarasik Kecamatan Baso. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode yang dikemukakan oleh Sudaryanto yaitu metode kualitatif. Metode yang digunakan dalam penyediaan data adalah metode simak dengan teknik sadap dan teknik simak libat cakap, serta metode cakap dengan teknik pancing dan teknik cakap semuka. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan dengan teknik pilah unsur penentu, sedangkan metode penyediaan hasil analisis data digunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa sistem fonologi bahasa Minangkabau di Kanagarian Simarasok meliputi fonem vokal, fonem konsonan, diftong, deret vokal, deret konsonan, bunyi selebihnya, dan distribusi komplementer. Fonem vokal yang terdapat pada bahasa Minangkabau Kanagarian Simarasok, yaitu [a], [i], [u], [e], [o]. fonem konsonan yang ditemukan, yaitu [b], [c], [d], [g], [h], [j], [k], [l], [m], [n], [p], [r], [s], [t], [w], [y] ,[?], [ŋ], [ñ]. Diftong yang terdapat pada kanagarian ini, yaitu [ua], [aw], [ay], [ae], [ia], [ie], [ow]. Deret vokal yang ditemukan adalah /a.a/, /a.u/, /a.i/, /o.a/. Deret konsonan yang ditemukan dalam bahasa Minangkabau Kanagarian Simarasok adalah, yaitu /m.p/, /ŋ.g/, /ŋ.k/, /n.t/, /n.d/, n.c/, /n.j/, /m.b/. Selain dari bunyi di atas, juga ditemukan bunyi selebihnya yakni bunyi [y]. Untuk distribusi komplementer juga ditemukan pada kanagarian ini yakni fonem /k/ yang berdistribusi komplementer dengan [k] dan [?]

    Interval cancers in the NHS breast cancer screening programme in England, Wales and Northern Ireland.

    No full text
    Background: The United Kingdom NHS Breast Screening Programme was established in 1988, and women aged between 50 and 70 are routinely invited at three yearly intervals. Expected United Kingdom interval cancer rates have been calculated previously, but this is the first publication from an exercise to collate individual-based interval cancer data at a national level. Methods: Interval cancer case ascertainment is achieved by the regular exchange of data between Regional Breast Screening Quality Assurance Reference Centres and Cancer Registries. The present analysis includes interval cancers identified in women screened between 1st April 1997 and 31st March 2003, who were aged between 50 and 64 at the time of their last routine screen. Results: In the periods >0–<12 months, 12–<24 months and 24–<36 months after a negative screen, we found overall interval cancer rates and regional ranges of 0.55 (0.43–0.76), 1.13 (0.92–1.47) and 1.22 (0.93–1.57) per 1000 women screened, respectively. Rates in the period 33–<36 months showed a decline, possibly associated with early re-screening or delayed presentation. Conclusions: Interval cancer rates were higher than the expected rates in the 24-month period after a negative screen, but were similar to published results from other countries. Increases in background incidence may mean that the expected rates are underestimated. It is also possible that, as a result of incomplete case ascertainment, interval cancers rates were underestimated in some regions in which rates were less than the expected

    Pengembangan Media Websej (Website Sejarah) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kausalitas Siswa di SMAN 1 Baso

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran berbasis digital yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir kausalitas siswa dalam mata pelajaran Sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Website Sejarah (WebSej) sebagai alat bantu pembelajaran yang interaktif dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kausalitas siswa di SMAN 1 Baso. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian dilakukan pada 16 Juli 2025 dengan melibatkan 28 siswa kelas XI.6 SMAN 1 Baso. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket tertutup berskala Likert 1–5 yang disebarkan kepada ahli materi, ahli media, dan peserta didik. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Website Sejarah yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dengan skor validasi ahli materi sebesar 86,92% dan ahli media sebesar 86,59%. Sementara itu, tingkat kepraktisan berdasarkan respon peserta didik mencapai 85,07% dan guru sebesar 92%, keduanya termasuk kategori sangat praktis. Kesimpulannya, media Website Sejarah layak digunakan dalam pembelajaran sejarah di tingkat sekolah menengah atas karena telah memenuhi kriteria valid, praktis, serta berdampak positif terhadap motivasi dan pengalaman belajar siswa

    Use of 24kHz ultrasound to improve sulfate precipitation from wastewater

    No full text
    Elevated sulfate concentrations in industrial effluent can lead to a number of significant problems, the most serious of which is the corrosion of concrete sewers as a result of hydrogen sulfide induced biogenic sulfuric acid attack; hydrogen sulfide can also create odor nuisance problems. The most common treatment process for sulfate removal from wastewaters is to precipitate it as gypsum using lime addition. Nevertheless, meeting discharge consent limits for sulfate can often present practical challenges due to the solubility of gypsum and so there is a need to investigate technological solutions that might provide for more consistent sulfate removal. This paper reports on the application of ultrasound during the sulfate precipitation process. We show that with as little as 10 s sonication at 24 kHz, significant increases in the rate of sulfate precipitation are observed. Particle size analysis, pH profiles and SEM micrographs, suggest that the likely mode of action is disaggregation of the calcium hydroxide particles, giving a greater solid–liquid interface, thus resulting in a faster dissolution rate and more readily available calcium ions. A range of experimental variables are studied, including the duration and power of sonication, as well as initial sulfate concentration and the effect of changing the time at which sonication is applied. For both sonicated and non-sonicated samples, precipitation commences almost immediately that the lime is added and so induction time is not an issue in this system
    corecore