1,720,979 research outputs found
ANALISIS HASIL PRAKTIKUM IPA MAHASISWA PGMI SEBAGAIREFLEKSI PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai refleksi penerapan pembelajaranberbasis pengalaman (experiential learning). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 115 mahasiswa dari tiga kelas (A, B, dan C). Data diperoleh dari hasil penilaianlaporan praktikum mahasiswa yang dikategorikan ke dalam empat kategori: sangat baik, baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori “baik” (59,82%), disusul oleh kategori “cukup” (32,14%), “sangat baik” (8,03%), dan “kurang” (2,67%). Rata-ratanilai tertinggi diperoleh kelas A (74,51), diikuti kelas B (73,67) dan kelas C (72,35). Temuan ini merefleksikan bahwa kegiatan praktikum dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA dan keterampilan proses sains mahasiswa PGMI. Penerapan pendekatan experiential learning terbukti relevan dalam konteks pendidikan calon guru, karena mendorongketerlibatan aktif, refleksi, dan pemaknaan terhadap pengalaman belajar secara langsung. Penelitian ini merekomendasikan penguatan desain praktikum berbasis pengalaman untuk mendukung pengembangankompetensi profesional calon guru madrasah ibtidaiyah.Kata kunci: experiential learning; hasil praktikum; keterampilan proses sains; pembelajaran IPA
MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII DALAM PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF NUMBERED HEADS TOGETHER
Penelitian ini bertujuan untuk memotret hasil dan motivasi belajar IPA siswa dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif Numbered Head Together (NHT). Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment (eksperimen semu). Desain penelitian yang digunakan adalah Posttest-Only Control Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dan angket motivasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model NHT paling banyak berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 8 siswa atau sebesar 38,1% dan motivasi belajar siswa pada kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan model NHT termasuk dalam kategori tinggi yakni 11 orang siswa atau sebesar 52,4%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa dengan model NHT belum mampu mencapai ketuntasan klasikal sedangkan motivasi belajar tergolong tinggi yaitu 15 orang dari 21 (71,4%) memperoleh skor di atas 68
BUKU EVALUASI TERPADU SEBAGAI PENDUKUNG PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan buku evaluasi terpadu (BETA) dalam mendukung pendidikan karakter siswa sekolah dasar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dalam penelitian diperoleh melalui sumber data primer yang berasal dari narasumber langsung yaitu guru, siswa dan orang tua siswa kelas V SDN Sadeng 03, sedangkan untuk sumber data sekunder berasal dari foto-foto dan dokumen BETA. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan BETA mampu membuat perilaku siswa menjadi lebih terkontrol. BETA dapat membentuk karakter siswa antara lain: kedisiplinan, iman dan takwa, ibadah, akidah, hormat pada orang tua dan guru, menghormati dan menyayangi teman, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, dan, sopan santun
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
METODE PEMBELAJARAN MULTISENSORI VAKT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA LANCAR SISWA KELAS II
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca lancar melalui metode multisensori VAKT (Visual, Auditory, Kinesthetic, Tactile) pada siswa kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri atas empat komponen utama: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas II sebanyak 49 orang siswa. Pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil tes membaca lancar siswa pada siklus I sebesar 59.32 mengalami peningkatan sebesar 77.64 dari skor maksimal 100. Sebesar 81.63% siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada siklus kedua. Hal ini menunjukkan indikator yang ditetapkan yaitu sebesar 80% siswa mencapai KKM telah tercapai. Dengan demikian metode pembelajaran multisensori VAKT dapat meningkatkan kemampuan membaca lancar siswa kelas II.This study is a classroom action research that aims to improve the ability to read fluently through VAKT multisensory method (Visual, Auditory, Kinesthetic, Tactile) in grade II elementary school students. The research was conducted in two cycles consisting of four main components, namely: 1) Planning, 2) Implementation of action, 3) Observation, and 4) Reflection. The subjects of the study were the second grade students of 49 students. Data collection using test and observation, while data analysis used is with descriptive quantitative data analysis. The results showed the average of the results of students' reading tests on the first cycle of 59.32 has increased by 77.64 from a maximum score of 100. A total of 81.63% of students have achieved minimal mastery criteria (KKM) in the second cycle. This indicates that the indicator set by 80% of students reaching KKM has been achieved. Thus VAKT multisensory learning method can improve the ability to read fluently grade II students. This study is a classroom action research that aims to improve the ability to read fluently through VAKT multisensory method (Visual, Auditory, Kinesthetic, Tactile) in grade II elementary school students. The research was conducted in two cycles consisting of four main components, namely: 1) Planning, 2) Implementation of action, 3) Observation, and 4) Reflection. The subjects of the study were the second grade students of 49 students. Data collection using test and observation, while data analysis used is with descriptive quantitative data analysis. The results showed the average of the results of students' reading tests on the first cycle of 59.32 has increased by 77.64 from a maximum score of 100. A total of 81.63% of students have achieved minimal mastery criteria (KKM) in the second cycle. This indicates that the indicator set by 80% of students reaching KKM has been achieved. Thus VAKT multisensory learning method can improve the ability to read fluently grade II students
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PENCAPAIAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing yang berkualitas di Sekolah Dasar; (2) mengetahui hasil belajar peserta didik setelah digunakan perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan. Penelitian dan pengembangan ini meliputi 4 tahap yaitu: (1) tahap pendefinisian; (2) tahap perancangan; (3) tahap pengembangan; dan (4) tahap penyebaran. Instrumen penelitian ini meliputi: 1) penilaian ahli dan guru terhadap perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan; 2) soal tes, kemudian dianalisis dengan analisis data uji validasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian adalah; (1) Perangkat pembelajaran IPA berorientasi inkuiri terbimbing yang meliputi: a) Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP), b) Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes hasil belajar, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran ini memenuhi kriteria sangat valid, praktis, dan efektif digunakan; (2) Pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi inkuiri terbimbing efektif digunakan dalam pembelajaran IPA. Indikator efektif dalam penelitian ini dilihat dari peningkatan hasil belajar pretest-posttest dan selisih hasil pretest-posttest
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA TEMA ORGAN GERAK HEWAN DAN MANUSIA DI KELAS V MI DARUL HIKMAH MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pengembangan perangkat pembelajarantematik berbasis scientific aproach pada tema organ gerak hewan dan manusia dengansubtema organ gerak hewan di kelas V MI Darul Hikmah Makassar yang valid, praktis,dan efektif. Jenis penelitian ini pengembangan atau Research and Development (R&D)pada model ADDIE yaitu: analysis, design, devepment, impelementation, and evaluation.Produk yang dikembangkan berupa RPP dan LKPD berbasis scientific approach padatema organ gerak hewan dan manusia dengan subtema organ gerak hewan. Subjek ujicoba adalah peserta didik pada kelas V. Instrumen yang digunakan dalam penelitian iniadalah lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran,angket respon guru, dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan,diperoleh bahwa (1) Hasil validasi perangkat pembelajaran yaitu RPP dan LKPDadalah 3, 33 dan 3, 22 berada dalam kategori valid, (2) Praktis berdasakan observasiketerlaksanaan perangkat pembelajaran dengan nilai rata-rata 2, 97 yang berarti baikdan angket respon guru terhadap perangkat pembelajaran tematik berbasis scientificapproach dengan nilai rata-rata 3, 95 yang berarti sangat baik, (3) Efektif berdasarkan teshasil belajar memperoleh data 90% peserta didik yang mencapai ketuntasan yang sangattinggi dan yang mendapatkan 10% mencapai ketuntasan tinggi, sehingga prentaseketuntasan mencapai 96, 83%. Dapat disimpulkan bahwa pada tahap uji coba yangdilaksanakan, perangkat pembelajaran tematik berbasis scientific approach pada temaorgan gerak hewan dan manusia dengan subtema organ gerak hewan di kelas V MItelah memenuhi kriteria valid, prakis, dan efektif
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
