23 research outputs found
Muhammad SAW's example
Rasulullah Saw adalah manusia yang sangat istimewa dan luar biasa sehingga seorang ilmuan
barat yakni Michael hart pernah membuat sebuat buku denga judul “seratus orang berpengaruh
di dunia” dan menempatkan nabi Muhammad Saw sebagai orang nomor satu yang berpengaruh.
Beliau berpendapat bahwa jika berbicara peradaban maka nabi Muhammad Saw adalah seorang
tokoh yang melebihi tokoh-tokoh lainnya. Makanya semua perkataan, perbuatan serta perilaku
nabi Muhammad Saw dijadikan panutan dan contoh oleh para sahabat Saw. Ketika orang
bertanya siapa yang menjadi contoh kita dala kehidupan? Maka jawabannya adalah Muhammad
Saw. Semua kebaikan dan perangai baik terhimpun didalam diri Muhammad Saw
Keteladanan Muhammad SAW
Rasulullah SAW adalah manusia yang sangat istimewa dan luar biasa sehingga seorang
ilmuwan Barat yakni Michael hart pernah membuat sebuat buku denga judul “Seratus Orang
Berpengaruh di Dunia” dan menempatkan nabi Muhammad SAW sebagai orang nomor satu
yang berpengaruh. Beliau berpendapat bahwa jika berbicara peradaban, maka Nabi Muhammad
SAW adalah seorang tokoh yang melebihi tokoh-tokoh lainnya. Makanya semua perkataan,
perbuatan serta perilaku Nabi Muhammad SAW dijadikan panutan dan contoh oleh para sahabat
SAW. Ketika orang bertanya siapa yang menjadi contoh kita dalam kehidupan? Maka
jawabannya adalah Muhammad SAW. Semua kebaikan dan perangai yang baik terhimpun di
dalam diri Muhammad SAW. Jika kita ingin melihat karakter dari 99 Asmaul Husna, maka kita
akan menemukan itu semua pada diri nabi Muhammad SAW. Maka dari itu sebagai seorang
muslim kita diwajibkan mengikuti apa yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW berupa
Alquran dan Sunah. Sebagai seorang gura, maka beliaulah contoh terbaik. Sebagai seorang
dosen, maka beliau contoh terbaik. Sebagai seorang pedagang, beliau contoh terbaik
The wisdom behind Isra 'and the Mi'raj of the Prophet Muhammad SAW
Salah satu cara Allah menyeleksi orang yang betul-betul beriman atau tidak beriman
pada masa Nabi Muhammad adalah peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Ketika itu banyak kaum
muslimin yang ragu, merasa tidak percaya, dan mempertanyakan apa yang dilalui oleh Nabi
Muhammad SAW. Yang awalnya mereka beriman, awalnya mereka Islam, dan awalnya
mereka dekat dengan Nabi Muhammad SAW, maka dengan peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini
banyak di antara mereka yang akhirnya keluar dan murtad.
Bahkan mereka menuduh Nabi Muhammad SAW itu sebagai orang yang gila dan tidak
masuk akal apa yang dia katakan. Dan ketika itu muncullah sosok yang sangat luar biasa,
Abu Bakar Ash-Shiddiq. Nama belakang Ash-Shiddiq itu diperoleh Abu Bakar ketika dia
mengatakan “Lebih dari apa yang diucapkan oleh Muhammad itu aku percaya”. Dialah
orang yang meyakinkan dan dialah orang yang pertama sekali menyatakan percaya apapun
yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW, walaupun pada masa itu tidak masuk dalam
logika manusia biasa
Reward and Punishment dalam Mendidik Anak Shalat
Nabi Muhammad Saw sampai beberapa kali membawa cucu beliau untuk berjamaah bersama para sahabat di masjid. Dalam Musnad Ahmad disebutkan: “...Sesungguhnya Nabi pernah shalat dan Umamah binti Zainab binti Nabi dari pernikahannya dengan Abi Ash bin al-Rabi’ bin Abdul Uzza bergelayut di leher beliau. Apabila ruku, beliau menurunkannya dan bila sudah bangun dari sujud, anak itu dikembalikan bergelayut dileher beliau.” (HR. Ahmad
Buletin Taqwa Universitas Medan Area Periode Januari 2019
1. Mati Dalam Keadaan Muslim oleh Abdul Rahman, M.Pd
2. Kepribadian Muhsini Syarat Utama Menjadi Pemimpin oleh Dr. Azhari Akmal Tarigan MA
3. Mengembangkan Kepribadian yang Arif dan Santun Berkomunikasi oleh Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA
5. Membiasakan Berbagi Kepada Sesama oleh Fauji Wikanda, S.Pdi, M.Pd.i
6. Hikmah di Balik Isra' dan Mi'rajnya Nabi Muhammad SAW oleh M. Irsan Barus, MA
4. Suri Teladan Kepemimpinan Baginda Rasulullah SAW oleh Dr. Azhari Akmal Tarigan, MA
8. Rasulullah SAW Pemimpin yang Cerdas Berdakwah Bil Hikmah oleh Prof. H.A Ya'qub Matondang, MA
7. Ad-Diin an-Nasiihah oleh Prof. Dr. H.A Ya'qub Matondang, MA
9. Meneladani Sifat Fathonah dan Amanah Rasulullah SAW oleh Amar Tarmizi M.Pd
10. Akhlak dan Kewajiban Kita Kepada Nabi Muhammad SAW oleh OK Mirza Syah, SE, M.Si
11. Memilih Pemimpin Dalam Islam oleh Prof. Dr. Lahmuddin Lubis, MA
12. Masyarakat Madani Memerlukan Pemimpin yang Adil dan Tegas oleh Prof. Hasyimsyah
13. Membangun Kesejahteraan Umat Berlandaskan Belas Kasih oleh Ismet Junus, LMP, SDE
14. Keteladanan Muhammad SAW oleh Irsan Barus, MA
15. Membangun Pribadi yang Mencintai Kebenaran oleh Prof. Dr. Hasimsyah, MA
16. Akhlak Rasulullah SAW Dalam Kehidupan Berkeluarga oleh Prof. Dr. Yakub Matondang, MA
17. Membiasakan Berbagi Kepada Sesama oleh Fauji Wikanda, M.Pd.i
18. Model Komunikasi Yang Santun dan Penuh Hikmah oleh Dr. Zainun MA
19. Kepemimpinan Rasulullah SAW oleh Dr. Hasrat Efendi Samosir
20. Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW oleh Dr. Zainun MA
21. Kreatifitas Komunikasi Nabi Ibrahim AS oleh Dr. Hasrat Efendi Samosir
22. Pendidikan Karakter oleh Abdurrahman, M.Pd.
Kontribusi Minat Belajar, Lingkungan Sekolah dan Profesionalisme Guru Terhadap Hasil Belajar PAI SMP
Tujuan utama penelitian ini untuk mengungkapkan kontribusi: (1) minat belajar terhadap hasil belajar PAI: (2) lingkungan sekolah terhadap hasil belajar PAI: (3) profesionalisme guru terhadap hasil belajar PAI: (4) minat belajar, lingkungan sekolah, dan profesionalisme guru secara bersama-sama terhadap hasil belajar PAI.
Penelitian ini terdiri atas tiga variabel bebas, yaitu minat belajar, lingkungan sekolah, dan profesionalisme guru. Variabel terikatnya adalah hasil belajar PAI. Populasi penelitian 170 orang. Sampel dipilih dengan teknik proportional random sampling sebanyak 135 orang. Data minat belajar, lingkungan sekolah, dan profesionalisme guru diperoleh dengan mengedarkan angket kepada 135 peserta didik, sedangkan data tentang hasil belajar diperoleh melalui dokumen hasil ujian semester. Data dianalisis menggunakan uji regresi berganda.
Temuan hasil penelitian menunjukkan (1) minat belajar berkontribusi sebesar 17,8% terhadap hasil belajar PAI; (2) lingkungan sekolah berkontribusi sebesar 17,9% terhadap hasil belajar PAI; (3) profesionalisme guru berkontribusi sebesar 19,5% terhadap hasil belajar PAI; (4) minat belajar, lingkungan sekolah dan profesionalisme guru berkontribusi secara signifikan sebesar 28,1% terhadap hasil belajar PAI dan 71,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
EDUCATION CHARACTER CURRICULUM AT UNIVERSITIES (Study Case of the University of Medan Area)
The research is based on the condition of the lack of implementation of character education in higher education. While mentioned in Law No. 20 of 2003 that the aim of national education is to form students with character traits. Universitas Medan Area as having its own characteristics in implementing a character education curriculum. The form of character education curriculum needs to be studied to become one of the models for the preparation of character education in higher education. The main objective of the study was to reveal the purpose, content/material, teaching and learning process and evaluation of character education curriculum at the Medan Area University. This research uses field research. The core activity of this research is understanding actions and events in the social setting of the object under study. The findings of the research show that: (1) the purpose of character education is to strengthen the priest, think rationally according to Islamic values, and practice akhlakul karimah; (2) character material, namely: istiqamah, honesty, responsibility, integrity, fairness, positive attitude, love, patience, self-control, hard work, social instincts, gratitude, generous humility, ambition, wisdom; (3) teaching and learning process using student centered models; (4) evaluations assessed by students are attendance, structured assignments and the ability to answer questions at the end of the semester
Peran Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri
The purpose of this study was to find out the role of the Darusaa'dah Islamic Boarding School in the Pangkalan Susu District of Langkat in the Form of Santri Character The approach used is case study. The object of this research is religious Islamic education institutions. Data sources are people who are directly and indirectly involved with pesantren. To collect these data, the author uses several techniques in data collection, namely documentation, observation and interviews. Data analysis in research uses interpretive patterns that aim to achieve a correct understanding of facts, data and symptoms. In this study researchers focused on two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. used in the Darusa'dah Islamic Boarding School which is related to character formation. The Darusaa'dah Islamic Boarding School curriculum accommodates students who focus on learning two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. The pesantren curriculum material taught is sourced from the yellow book which includes; religious laws, monotheism, morals and Arabic. The education curriculum of the Darusaa'dah Islamic Boarding School is focused on the teaching of the Koran, hadith and the books written by the previous ulama. Educational material is presented based on class. The pesantren curriculum and general education curriculum are taught in the Darusaa'dah Islamic Boarding School, as well as forming the character of the santri
Penerapan Pola Asuh Anak Pada Panti Asuhan Siti Aisyah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pola asuh pada Panti Asuhan Siti Aisyah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pola asuh yang diterapkan oleh pengasuh Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal adalah pola asuh demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh situasional; 2) Pendukung penerapan pola asuh pada Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal adalah adanya kepribadian pengasuh yang baik, sabar, penuh perhatian, selalu memberikan arahan dan bimbingan, adanya dukungan materi dari Pemerintah daerah dan donatur serta dukungan dari sekolah yang dikemas dalam pembiasaan dan peraturan sekolah; 3) Upaya yang dilakukan dalam proses penerapan pola asuh pada Panti Asuhan Siti Aisyah, yaitu metode nasihat, keteladanan, pembiasaaan, pemberian pujian, hadiah, dan penerapan musyawarah bersama anak panti. Penelitian ini berkontribusi terhadap isu-isu pengasuhan di panti asuhan dan bagaimana pola penerapan pengasuhan yang baik, sehingga nantinya panti asuhan tidak hanya menjadi tempat anak-anak yatim/piatu/terlantar akan tetapi juga mereka mendapatkan pengasuhan yang hangat dan secara rohani akan terbimbing maksimal
Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak (Studi Kasus pada Pedagang Kaki Lima Pasar Lama Panyabungan): (Studi Kasus pada Pedagang Kaki Lima Pasar Lama Panyabungan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua pedagang kaki limadi Pasar Lama Panyabungan dalam mendidik anak. Rumusan masalah fokus padapemberian keteladanan, pemberian motivasi, pembiayaan dan evaluasi. Penelitianini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kasus. Wawancara,observasi dan dokumentasi dalam pengambilan data menggunakan teknik snowballsampling. Informan sebanyak 104 orang yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran orang tua dalam memberiketeladanan kepada anak, yaitu berupa pemberian nasihat ketika anak melakukankesalahan, dan penggunaan bahasa isyarat sebagai pemberian keteladanan. Jikaanak melakukan hal-hal terpuji orang tua memberikan feed back dengan caramemberikan pujian, senyuman atau menambahkan uang jajan anaknya. 2) Peranorang tua dalam memberi motivasi belajar adalah dengan menyempatkan waktuluang mereka untuk menemani anak belajar, mengingatkan anak untukmengerjakan tugas-tugas sekolah, dan membantu anak jika mengalami kesulitandalam memahami materi pelajaran. 3) Peran orang tua dalam membiayaipendidikan anak adalah dengan rutin membayar SPP, membiayai les privat,memenuhi kebutuhan sekolah anak dan membiayai pendidikan nonformalkeagamaan yang diikutkan untuk anak. 4) Peran orang tua dalam mengevaluasipembelajaran anak kurang berperan aktif. Seperti kurang menanyakan bagaimanapelajaran anak di sekolah, apa saja materi yang mereka dapatkan atau mengulangkembali pelajaran anak di rumah. Hal ini disebabkan oleh kesibukan pekerjaanorang tua yang sangat menyita waktu dan tenaga
