106,258 research outputs found
Pengaruh Penempatan Tirai 3 Baris Lurus Dan 3 Baris Lengkung Terhadap Kedalaman Gerusan Lokal
Gerusan lokal merupakan proses alamiah yang terjadi pada sungai akibat pengaruh morfologi sungai atau dengan adanya bangunan air yang menghalangi aliran, misalnya pilar jembatan. Adanya bangunan air berupa pilar jembatan tersebut menyebabkan perubahan karakteristik aliran seperti kecepatan aliran dan turbulensi, sehingga menimbulkan perubahan transpor sedimen dan terjadinya gerusan disekitar pilar jembatan. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penempatan tirai 3 baris lurus dan 3 baris lengkung.Tugas akhir ini menggunakan metode eksperimen, dan dilakukan pemodelan pilar sebagai alat pengamatan pengujian dengan parameter kedalaman aliran dan debit air sama. Dengan ketinggian pasir 0.1 m, debit aliran 1.09 lt/det. Benda uji ini menggunakan pipa PVC dengan diameter 0.026 m, tinggi pilar 0.25 m sebagai model pilar untuk pengujian. Pengujian ini menggunakan standard tilting flume. Pengujian dilakukan dua kali dengan variasi bentuk tirai 3 baris lurus dan lengkung 3 baris. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa kedalaman gerusan di titik A pada pilar yang menggunakan variasi tirai 3 baris lurus dapat mengurangi gerusan sebesar 60% sedangkan pada tirai 3 baris lengkung mengurangi gerusan sebesar 63%, kedalaman gerusan di titik B dan D pada pilar yang menggunakan variasi tirai 3 baris lurus dapat mengurangi gerusan sebesar 66% sedangkan pada tirai 3 baris lengkung mengurangi gerusan sebesar 69%, dan kedalaman gerusan di titik C pada pilar yang menggunakan variasi tirai 3 baris lurus dapat mengurangi gerusan sebesar 92% sedangkan pada tirai 3 baris lengkung mengurangi gerusan sebesar 96%
Baris limbata
Baris limbata (H. Brisout de Barneville) Baridius limbata H. Brisout de Barneville, 1870 Records. CRI [Zaslavskij 1956: 362]. Distribution. SE Europe, Caucasus, Kazakhstan. Material examined. Crimea: 1 spec. (ZIN) Feodosiya, 10.vi.1898. Biology. Unknown.Published as part of Yunakov, Nikolai, Nazarenko, Vitalij, Filimonov, Rostislav & Volovnik, Semyon, 2018, A survey of the weevils of Ukraine (Coleoptera: Curculionoidea), pp. 1-494 in Zootaxa 4404 (1) on page 100, DOI: 10.11646/zootaxa.4404.1.1, http://zenodo.org/record/376675
PERTUMBUHAN DAN HASIL EMPAT KULTIVAR PADI SAWAH (Oryza sativa L) PADA TIGA JUMLAH BARIS CARA TANAM LEGOWO
Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah baris pada cara tanam legowo terhadap pertumbuhan dan hasil empat kultivar padi sawah, serta untuk mengetahui jumlah baris dan kultivar padi sawah yang paling baik pada cara tanam legowo.Percobaan dilaksanakan di Desa Ciwaru, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten. Pengujian dilaksankan mulai bulan Februari 2002 sampai dengan bulan Juni 2002.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 kombinasi perlakuan jumlah baris dan kultivar, terdiri dari A (2 baris legowo, kultivar IR-64), B (2 baris legowo, kultivar Maros), C (2 baris legowo, kultivar Membramo), D(2 baris legowo, kultivar Way seputih), E (4 baris legowo, kultivar IR-64), F (4 baris legowo, kultivar Maros), G (4 baris legowo, kultivar Membramo), H (4 baris legowo, kultivar Way Seputih), I (6 baris legowo, kultivar IR-64), J (6 baris legowo, kultivar Maros), K (6 baris legowo, kultivar Membramo), dan L (6 baris legowo, kultivar Way seputih). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga seluruhnya terdapat 36 satuan pengujian.Hasil penelitian menunjukkan (1) Kombinasi perlakuan jumlah baris dan kultivar berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif per rumpun, jumlah gabah total dan gabah isi per malai, hasil gabah kering panen dan gabah kering giling per petak, (2) Gabah kering panen dan kering giling per petak tertinggi terdapat pada kultivar Way Seputih dengan jumlah baris 4 dan 6., dan (3) untuk kultivar IR-64 hasil tertinggi pada perlakuan 6 baris legowo, kultivar Membramo pada 4 baris serta kultivar Maros dengan 2, 4 dan 6 baris legowo
Signal-to-noise ratio of Gaussian-state ghost imaging
The signal-to-noise ratios (SNRs) of three Gaussian-state ghost-imaging configurations—distinguished by the nature of their light sources—are derived. Two use classical-state light, specifically a joint signal-reference field state that has either the maximum phase-insensitive or the maximum phase-sensitive cross correlation consistent with having a proper P representation. The third uses nonclassical light, in particular an entangled signal-reference field state with the maximum phase-sensitive cross correlation permitted by quantum mechanics. Analytic SNR expressions are developed for the near-field and far-field regimes, within which simple asymptotic approximations are presented for low-brightness and high-brightness sources. A high-brightness thermal-state (classical phase-insensitive state) source will typically achieve a higher SNR than a biphoton-state (low-brightness, low-flux limit of the entangled-state) source, when all other system parameters are equal for the two systems. With high efficiency photon-number-resolving detectors, a low-brightness, high-flux entangled-state source may achieve a higher SNR than that obtained with a high-brightness thermal-state source.W. M. Keck Foundation Center for Extreme Quantum Information TheoryArmy Research Office MURI GrantDARPA Quantum Sensors Progra
PERTUMBUHAN DAN HASIL EMPAT KULTIVAR PADI SAWAH (Oryza sativa L) PADA TIGA JUMLAH BARIS CARA TANAM LEGOWO
Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah baris pada cara tanam legowo terhadap pertumbuhan dan hasil empat kultivar padi sawah, serta untuk mengetahui jumlah baris dan kultivar padi sawah yang paling baik pada cara tanam legowo.Percobaan dilaksanakan di Desa Ciwaru, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten. Pengujian dilaksankan mulai bulan Februari 2002 sampai dengan bulan Juni 2002.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 kombinasi perlakuan jumlah baris dan kultivar, terdiri dari A (2 baris legowo, kultivar IR-64), B (2 baris legowo, kultivar Maros), C (2 baris legowo, kultivar Membramo), D(2 baris legowo, kultivar Way seputih),   E  (4 baris legowo, kultivar IR-64), F (4 baris legowo, kultivar Maros), G (4 baris legowo, kultivar Membramo), H (4 baris legowo, kultivar Way Seputih), I (6 baris legowo, kultivar IR-64), J (6 baris legowo, kultivar Maros), K (6 baris legowo, kultivar Membramo), dan L (6 baris legowo, kultivar Way seputih). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga seluruhnya terdapat 36 satuan pengujian.Hasil penelitian menunjukkan (1) Kombinasi perlakuan jumlah baris dan kultivar berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif per rumpun, jumlah gabah total dan gabah isi per malai, hasil gabah kering panen dan gabah kering giling per petak, (2) Gabah kering panen dan kering giling per petak tertinggi terdapat pada kultivar Way Seputih dengan jumlah baris 4 dan 6., dan (3) untuk kultivar IR-64 hasil tertinggi pada perlakuan  6 baris legowo, kultivar Membramo pada 4 baris serta kultivar Maros dengan 2, 4 dan 6 baris legowo
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Development aid, Openness to Trade and Economic Growth in Least Developed Countries: Bootstrap Panel Granger Causality Analysis
AbstractThis study examines causal relations among development aid, openness to trade and economic growth in the Least Developed Countries (LDC), for the period between 1970 and 2010. The variables under scrutiny are real per capita GDP, openness to trad e ratio and total net Official Development Assistance as share of national income. By making use of a new Granger causality testing approach properly taking into account cross-sectional dependence and heterogeneity issues, this paper finds no significant causality relation among foreign aid, openness to trade, and economic growth in a panel of African LDCs
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENINGKATAN KETERAMPILAN BARIS-BERBARIS MELALUI PENGEMBANGAN KONSEP GAMBARAN TUBUH PADA SISWA TUNANETRA KELAS VIII DI SLB – A YAPTI MAKASSAR
Istawal 2014, Peningkatan Keterampilan Baris-berbaris melalui Pengembangan Konsep Gambaran Tubuh pada Siswa Tunanetra kelas VIII di SLB – A YAPTI Makassar skiripsi ini dibimbing oleh bapak Prof. Dr. H. Abdul Hadis, M. Pd dan Dr. Purwaka Hadi, M. Si. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Rumusan masalah peneltian ini adalah bagaimanakah keterampilan baris-berbaris siswa tunanetra kelas VIII di SLB – A YAPTI Makassar sebelum dan setelah latihan pengembangan konsep gambaran tubuh?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan baris-berbaris pada siswa tunanetra kelas VIII di SLB – A YAPTI Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena bermaksud mengetahui peningkatan keterampilan baris-berbaris pada siswa tunanetra kelas VIII di SLB – A YAPTI Makassar. Data yang di kumpulkan dengan teknik tes unjuk kerja. Subjek penelitian sebanyak 3 orang, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriftif. Hasil peneltian ini menunjukan bahwa (1) siswa tunanetra kelas VIII di SLB – A YAPTI Makassar kurang mampu melakukan keterampilan baris-berbaris sebelum menggunakan latihan pengembangan konsep gambaran tubuh dalam kategori gagal sampai dengan cukup (2) siswa tunanetra kelas VIII di SLB – A YAPTI Makassar mampu melakukan keterampilan baris-berbaris setelah menggunakan latihan pengembangan konsep gambaran tubuh dalam kategori cukup sampai dengan baik (3) terdapat peningkatan keterampilan baris-berbaris pada siswa tunanetra kelas VIII di SLB – A YAPTI Makassar setelah menggunakan latihan pengembangan konsep gambaran tubuh
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
