1,720,981 research outputs found
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DENGAN GURU DI SMK NEGERI 3 KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Kiki Lestari. 2022. Analisis Kesantunan Berbahasa Siswa dengan Guru di SMK
Negeri 3 Kota Bengkulu. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia,
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Bengkulu. Pembimbing I Drs. Supadi, M.Hum. dan
Pembimbing II Drs. Bambang Djunaidi, M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran
kesantuan berbahasa siswa dengan guru pada saat kegiatan pembelajaran bahasa
Indonesia kelas X Jurusan Kecantikan di SMK Negeri 3 Kota Bengkulu. Metode
yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Objek penelitian ini
adalah siswa dengan guru di kelas X Jurusan Kecantikan SMK Negeri 3 Kota
Bengkulu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi
dan teknik rekaman. Langkah-langkah analisis data dilakukan dengan tahapan: (1)
Mentranskripsi hasil rekaman, (2) Mengidentifikasi data, (3) Mengklasifikasi data,
(4) Menginterpretasi data, dan (5) Menyimpulkan data. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran kelas X Jurusan Kecantikan di
SMK Negeri 3 Kota Bengkulu ditemukan data tuturan kesantunan berbahasa yang
terdiri atas 16 pematuhan kesantunan berbahasa siswa dengan guru yang meliputi:
Pematuhan maksim-maksim (1) kebijaksanaan dengan indikator yaitu memberikan
banyak pilihan kepada mitra tutur (2) kedermawanan dengan indikator yaitu
mengurangi keuntungan diri sendiri dan menambah keuntungan mitra tutur (3)
pujian dengan indikator yaitu memberikan penghargaan berupa ucapan yang
menyenangkan (4) kerendahan hati dengan indikator yaitu penutur dapat
mengurangi pujian terhadap diri sendiri (5) kemufakatan dengan indikator yaitu
menghindari pembicaraan yang berbeda dari topik pembicaraan. Data tuturan
pelanggaran kesantunan berbahasa terdiri dari 11 pelanggaran kesantunan
berbahasa yang meliputi: Pelanggaran maksim-maksim (1) kebijaksanaan dengan
indikator yaitu tidak memberikan banyak pilihan kepada mitra tutur (2) kesimpatian
dengan indikator yaitu tidak mengungkapkan perasaan peduli dan (3) kemufakatan
dengan indikator yaitu tidak menghargai mitra tutur. Kesantunan berbahasa siswa
dengan guru di SMK Negeri 3 Kota Bengkulu tidak ditemukan tuturan yang
mengandung pelanggaran maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati dan
maksim pujian atau penghargaan.
Kata kunci: Kesantunan berbahasa siswa dengan guru
KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS X MAN 1 MODEL KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Anggraini, Novia. 2018. Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Pembelajaran
di kelas X MAN 1 Model Kota Bengkulu. Skripsi. Program Sarjana (S-1)
Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Bengkulu. Pembimbing 1 : Dra. Ngudining Rahayu, M.Hum. 2.
Drs. Bambang Djunaidi, M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran
kesantunan berbahasa Indonesia antara guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas
X MAN 1 Model Kota Bengkulu berdasarkan prinsip kesantunan Geoffrey Leech.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini adalah guru dan siswa di kelas X MAN
1 Model Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses
pembelajaran di kelas X MAN 1 Model Kota Bengkulu terdapat (173) pematuhan
tuturan prinsip kesantunan Geoffrey Leech dengan 6 maksim, dan (12) pelanggaran
tuturan prinsip kesantunan Geoffrey Leech dengan 4 maksim. Berdasarkan hasil
penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kesantunan berbahasa Indonesia di kelas
X MAN 1 Model Kota Bengkulu banyak terdapat pematuhan prinsip kesantunan
Geoffrey Leech, karena dari (185) data tuturan, terdapat (173) datatuturan
pematuhan kesantunan berbahasa Indonesia, atau dengan kata lain memiliki tingkat
pematuhan kesantunan yang tinggi yaitu 93,5%, dan terdapat (12) data tuturan
pelanggaran kesantunan berbahasa Indonesia atau dengan kata lain memiliki tingkat
pelanggaran kesantunan yang rendah yaitu 6,5%.
Kata kunci: Kesantunan berbahasa, Prinsip Kesantunan Geoffrey Leech,
Kelas X MAN 1 Model Kota Bengkulu
TINDAK TUTUR PUJIAN DALAM BAHASA PEKAL PADA MASYARAKAT PEKAL DI KECAMATAN PUTRI HIJAU KABUPATEN BENGKULU UTARA
Lestari, Sri Titis. 2013. Tindak Tutur Pujian dalam Bahasa Pekal pada Masyarakat Pekal di Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara.Dosen pembimbing utama Dra. Ngudining Rahayu, M. Hum dan pembimbing pendamping Drs. Bambang Djunaidi, M. Hum. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana penggunaan tindak tutur ekspresif memuji bahasa Pekal dan kaitannya dengan dimensi sosial, dalam
percakapan masyarakat Pekal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengunaan tindak tutur ekspresif memuji dan kaitannya dengan dimensi sosial yang menyertainya. Metode penelitian yang digunakan yaitu
metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, rekaman, wawancara, dan pencatatan. Sedangkan langkah analisis data dilakukan dengan dengan cara (1) pentranskripsian data, (2) penyeleksian data, (3)
pengklasifikasian data, (4) penginterprestasian data, dan (5) penyimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang tindak tutur ekspresif memuji bahasa Pekal dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ilokusi ekspresif
memuji pada masyarakat Pekal terbiasa memuji dalam 3 hal yaitu, (1) memuji hasil kerja, tampak pada dimensi sosial yaitu ; jenis kelamin wanita, tingkat pendidikan dasar (SD, SMP), tingkat ekonomi menenggah, hubungan kekerabatan
antara kakek dengan cucu, dan tingkat usia anak-anak. Pada memuji hasil kerja ada persamaan lain yaitu memuji hasil kerja dengan membandingkan sesuatu yang sudah ada atau yang sudah dikerjakan orang lain, dan kesamaan yang lain yaitu
terdapat pada ungkapan yang digunakan oleh penutur ketika memuji mitra tutur yaitu menggunakan kata pujian lemok “enak” dan mantap ”mantap”. (2) memuji yang dimiliki, tampak pada dimensi sosial; jenis kelamin pria, hubungan
kekerabatan antara orang tua dengan anak, hubungan kekerabatan antara adik dengan kakak atau sebaliknya, dan hubungan kekerabatan antara bibi dengan keponakan. Kesamaan yang lain terdapat pada ungkapan yang digunakan oleh
penutur ketika memuji mitra tutur yaitu menggunakan kata pujian bahas dan ebat “bagus” dalam mengungkapkan pujiannya untuk mengekspresikan kekagumannya kepada mitra tuturnya. Dari data yang diperoleh dalam memuji yang dimiliki ada
dua hal yaitu, memuji barang yang dimiliki mitra tutur dan memuji kecantikan atau ketampanan mitra tutur. (3) memuji hasil prestasi, tampak pada dimensi sosial; hubungan kekerabatan antara bibi / paman dengan keponakan, tingkat usia anak-anak, hubungan kekerabatan antara kakak dengan adik, dan hubungan kekerabatan antara orang tua dengan anak. Kesamaan yang lain terdapat pada ungkapan yang digunakan oleh penutur ketika memuji mitra tutur yaitu
menggunakan kata pujian ebat “hebat”, pintar ”pintar”, dan baik “baik/bagus”, pada data yang diperoleh memuji prestasi lebih tampak pada prestasi belajar
KOHESI DAN KOHERENSI DALAM RUBRIK OLAHRAGA HARIAN RAKYAT BENGKULU
ABSTRAK
Reci Apreno, 2018. Kohesi dan Koherensi Dalam Rubrik Olahraga Harian Rakyat
Bengkulu. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia. Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas
Bengkulu. Pembimbing 1 Dr. Suryadi, M.Hum., Pembimbing 2 Drs. Bambang
Djunaidi, M.Hum.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan
penggunaan peranti kohesi dan koherensi pada rubrik ALL SPORT Harian Rakyat
Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks wacana berita yang bersumber dari
rubrik ALL SPORT Harian Rakyat Bengkulu edisi Maret 2018. Data dikumpulkan
menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis wacana.
Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian ini ditemukan
penggunaan peranti kohesi dan koherensi pada teks wacana berita rubrik ALL SPORT
Harian Rakyat Bengkulu edisi 2018 yaitu, kohesi gramatikal meliputi pronomina,
substitusi, konjungsi, dan kohesi leksikal berupa repetisi atau pengulangan.
Kekoherensian pada wacana berita rubrik ALL SPORT Harian Rakyat Bengkulu edisi
Maret 2018 ditunjukkan dengan penggunaan peranti kohesi gramatikal seperti
pronomina, substitusi, konjungsi, dan leksikal berupa kohesi repetisi. Selain itu
kekoherensian wacana juga ditunjukkan dari topik atau informasi yang terkandung di
setiap bagian wacana dengan cara melihat apakah di setiap bagian wacana
menjelaskan satu topik dan menyampaikan informasi yang sesuai dengan judul
wacana. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kohesi gramatikal dan
kohesi leksikal sudah digunakan dengan tepat, sehingga wacana berita rubrik ALL
SPORT Harian Rakyat Bengkulu menjadi koheren.
Kata kunci : kohesi, koherensi, rubrik Olahraga Harian Rakyat Bengkul
ANALISIS ASPEK MAKNA TUJUAN PADA SLOGAN LALU LINTAS DI BENGKULU : SUATU TINJAUAN PRAGMATIK
ABSTRAK
Pestaria Juniati, Wulan. 2018. Analisis Aspek Makna Tujuan Pada Slogan Lalu Lintas
Di Bengkulu: Suatu Tinjauan Pragmati. Skripsi. Program Sarjana (S-1)
Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Bengkulu. Pembimbing 1: Dr. Suryadi, M.Hum. 2. Drs. Bambang
Djunaidi, M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan jenis slogan lalu lintas di Bengkulu, (2)
fungsi aspek makna tujuan pada slogan lalu lintas di Bengkulu. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Objek
penelitian ini berupa kalimat slogan lalu lintas di Bengkulu. Teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik catat.
Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini: (1) mengidentifikasi data, (2)
mengklasifikasi data, (3) menganalisis data, (4) menyimpulkan hasil. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa slogan lalu lintas di Bengkulu terdapat 2 jenis tindak tutur yaitu
representatif dan direktif. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 28 slogan lalu lintas di
Bengkulu yang terdapat 2 jenis tindak tutur yaitu representatif dan direktif. Slogan yang
mengandung aspek makna tujuan representatif ada 5 data dengan kategori menyatakan dan
slogan yang mengandung aspek makna tujuan direktif ada 23 data dengan 7 slogan
kategori melarang, 5 slogan kategori memerintah, 10 slogan kategori nasehat, 1 slogan
kategori anjuran. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas slogan lalu lintas di Bengkulu
berkategori tindak tutur direktif dengan persentase 82,14 persen dan tindak tutur
representatif dengan persentase 17,86 persen dari jumlah keseluruhan.
Kata Kunci: Aspek Makna Tujuan, Slogan Lalu Lintas Di Bengkulu, Pragmati
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
TINDAK TUTUR DOSEN DAN MAHASISWA PADA KEGIATAN AKADEMIK DARING DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
ABSTRAK
Tiara Amalia Diandra. 2022. Tindak Tutur Dosen dan Mahasiswa pada Kegiatan
Akademik Daring di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Skripsi Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Seni, Fakultas
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu. Pembimbing I Dr. Dian Eka
Chandra Wardhana, M. Pd. dan Pembimbing II Drs. Bambang Djunaidi, M. Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud tindak tutur ilokusi asertif dan
wujud tindak tutur ilokusi direktif yang digunakan dosen dan mahasiswa pada kegiatan
akademik Daring di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan
dalam rekaman video kegiatan akademik daring yang sudah dilakukan oleh dosen dan
mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia tahun akademik 2020 sampai 2022.
Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung wujud tindak tutur ilokusi asertif
dan tindak tutur ilokusi direktif dalam kegiatan interaksi antara dosen dan mahasiswa pada saat
kegiatan akademik daring di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam
penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mentranskripsi data, (2)
mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasikan data, (4) menginterpretasikan data, (5)
menyimpulkan data. Hasil penelitian ini ditemukan data tindak tutur ilokusi asertif yang terdiri
(1) tindak tutur asertif menyatakan menggunakan penanda lingual “Baik, materi pertama yaitu
relasi leksikal” yang digunakan penutur diawal konteks tuturan untuk menyatakan informasi
kepada mitra tutur, (2) tindak tutur asertif menegaskan menggunakan penanda lingual dengar
“Hesti? Bisa dengar?” berupa pengulangan kata atau kalimat dan penanda lain berupa
penekanan intonasi pada kata atau kalimat yang ditekankan dan ditegaskan, (3) tindak tutur
asertif menyimpulkan menggunakan penanda lingual berupa kata “jadi” dan intinya yang
dituturkan diakhir konteks tuturan untuk menyimpulkan suatu pokok bahasan, (4) tindak tutur
asertif mengusulkan menggunakan penanda lingual “kalo boleh saya mengusulkan nih ya”
dugunakan untuk mengusulkan saran, ide, dan (5) tindak tutur asertif melaporkan
menggunakan penanda lingual kata “melaporkan” dalam tuturan yang diucapkan, Dalam
penelitian ini tidak ditemukan wujud tindak tutur asertif membual, tindak tutur asertif
mengeluh dan tindak tutur asertif mengemukakan pendapat. Data tindak tutur ilokusi direktif
terdiri (1) tindak tutur direktif memerintah/menyuruh menggunakan penanda lingual kata
“silahkan/dipersilahkan”, boleh, siapkan, coba dan ayo” yang digunakan untuk menyuruh
seseorang agar melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan, (2) direktif meminta
menggunakan penanda lingual kata tolong, izin, boleh, bagaimana ya, coba, gimana dan
“minta pamit ya”, (3) tindak tutur direktif memberi nasihat menggunakan “banyak-banyak
belajar nak ya” digunakan dalam konteks untuk menasehati mitra tutur, dan (4) direktif
menyarankan menggunakan penanda lingual berupa “lebih baik” dan “saran saya”. Dalam
penelitian ini tidak ditemukan wujud tindak tutur direktif memesan, tindak tutur direktif
memohon dan tindak tutur direktif menuntut. Tuturan asertif dosen cenderung menegaskan,
menyimpulkan, mengusulkan. Tuturan asertif mahasiswa cenderung menyatakan dan
melaporkan. Tuturan direktif dosen cenderung perintah, meminta, memberi nasihat,
menyarankan. Tuturan direktif mahasiswa cenderung perintah dan meminta.
Kata kunci: Tindak tutur, Dosen dan Mahasiswa, Kegiatan akademik daring
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
