130,603 research outputs found

    FIGURE 4. Whole flowers, front views. A in A new species of mule-ear oncidium with straw-yellow flowers (Orchidaceae: Oncidiinae, Lophiaris) from central Panama

    No full text
    FIGURE 4. Whole flowers, front views. A. Lophiaris oerstedii (based on Balam et al. 98, CICY). B–C. Lophiaris crispiflora (Bogarin & Pupulin 2228, JBL; Pupulin 5913, JBL). D. Lophiaris carthagenensis (Noguera-Savelli et al. 712, VEN).Published as part of Carnevali, German, Cetzal-Ix, William & Balam, Ricardo, 2014, A new species of mule-ear oncidium with straw-yellow flowers (Orchidaceae: Oncidiinae, Lophiaris) from central Panama, pp. 165-173 in Phytotaxa 162 (3) on page 171, DOI: 10.11646/phytotaxa.162.3.5, http://zenodo.org/record/513207

    Analisis Load Factor Kapal Angkutan Penumpang di Pelabuhan Pangkal Balam

    No full text
    Pelabuhan Pangkal Balam merupakan salah satu pelabuhan yang melayani tujuh kapal angkutan penumpang. Jumlah penumpang kapal pada hari libur tiap tahunnya mengalami peningkatan yang siginifikan, makanya perlu dilakukan analisis load factor kapal angkutan penumpang d Pelabuhan Pangkal Balam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas tahun 2020-2023 dan load factor pada kondisi tahun 2024 serta memprediksi load factor sampai tahun 2038 pada kapal angkutan penumpang di Pelabuhan Pangkal Balam. Standar load factor yang digunakan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2010 pada Pasal 67 Tentang Angkutan di Perairan. Data sekunder yang digunakan yaitu data jumlah trip dan jumlah penumpang dari tahun 2020-2023, serta data kapasitas angkut penumpang didapatkan dari PT. Pelindo II cabang Pelabuhan Pangkal Balam. Data primer yang digunakan yaitu data jumlah penumpang dan jumlah trip pada tahun 2024 yang didapatkan dengan cara melakukan penelitian secara langsung. Hasil analisis kapasitas kapal angkutan penumpang didapatkan jumlah penumpang tiap tahunnya mengalami peningkatan, load factor pada kondisi tahun 2024 untuk keberangkatan dan kedatangan penumpang sebesar 36% dan 41%. Dari nilai load factor menunjukkan bahwa kapal angkutan penumpang masih mampu mengangkut jumlah penumpang lebih banyak dan nilai load factor kapal angkutan penumpang sampai tahun 2038 setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan, load factor tahun 2038 sebesar 160% dimana nilai itu memenuhi nilai standar load factor yang telah ditetapkan yaitu 65%

    Título: Commentariorum in IV. Institutionum Iustianearum libros tomus secundus

    No full text
    Marca tip. en portaSign. : ¯a, A-Z, 2A-2V, A-D, E ; S, A-S, TError de pag., de p. 252 pasa a 263Texto a dos colPort. a dos tintasCon port. y pag. propia : "Manuductionum Iuris Civilis ...

    Labor, Population Movement, and Food in Sixteenth-Century Ek Balam, Yucatán

    No full text
    Spanish colonization of the Yucatán Peninsula altered traditional patterns of subsistence after Spaniards imposed labor demands and controlled the movement of indigenous Maya. Spaniards established an encomienda and Franciscan visita at Ek Balam in the northern lowlands of the peninsula during the mid-sixteenth century. Complementary forces of doctrina and encomienda fostered the religious, political, and economic subjugation of the Maya. An analysis of zooarchaeological material from an Early Hispanic period feature at the archaeological site of Ek Balam indicates that Spanish restrictions of population movement and restructuring of indigenous labor altered pre-Hispanic patterns of faunal use. Under Spanish hegemony, Maya residents raised small-sized animals of Eurasian origin, especially pigs and chickens, while maintaining the indigenous dog as a primary food source. The animals used at Ek Balam could have been either raised or hunted locally; there is no indication that animals were obtained through either trade or exchange. The pattern of faunal use by indigenous people at Ek Balam differs from Early Hispanic sites in the southern Maya lowlands and elsewhere in the circum-Caribbean. This contrast demonstrates that tropical environmental variability, population density, and Spanish control tactics affected subsistence behavior and the incorporation of introduced fauna in the indigenous diet.</jats:p

    FIGURE 1. Lophiaris silverarum. A. Habit. B. Whole flower, front view. C–D in A new species of mule-ear oncidium with straw-yellow flowers (Orchidaceae: Oncidiinae, Lophiaris) from central Panama

    No full text
    FIGURE 1. Lophiaris silverarum. A. Habit. B. Whole flower, front view. C–D. Sepals and petals, front and back view. E–F. Labellum and column, front and back view. G. Column, front view. H. Anther cap and pollinia. (based on Silvera & Rodríguez s.n. CICY).Published as part of Carnevali, German, Cetzal-Ix, William & Balam, Ricardo, 2014, A new species of mule-ear oncidium with straw-yellow flowers (Orchidaceae: Oncidiinae, Lophiaris) from central Panama, pp. 165-173 in Phytotaxa 162 (3) on page 167, DOI: 10.11646/phytotaxa.162.3.5, http://zenodo.org/record/513207

    MeSH term explosion and author rank improve expert recommendations

    No full text
    Information overload is an often-cited phenomenon that reduces the productivity, efficiency and efficacy of scientists. One challenge for scientists is to find appropriate collaborators in their research. The literature describes various solutions to the problem of expertise location, but most current approaches do not appear to be very suitable for expert recommendations in biomedical research. In this study, we present the development and initial evaluation of a vector space model-based algorithm to calculate researcher similarity using four inputs: 1) MeSH terms of publications; 2) MeSH terms and author rank; 3) exploded MeSH terms; and 4) exploded MeSH terms and author rank. We developed and evaluated the algorithm using a data set of 17,525 authors and their 22,542 papers. On average, our algorithms correctly predicted 2.5 of the top 5/10 coauthors of individual scientists. Exploded MeSH and author rank outperformed all other algorithms in accuracy, followed closely by MeSH and author rank. Our results show that the accuracy of MeSH term-based matching can be enhanced with other metadata such as author rank

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Efektivitas Pengawetan dengan Teknik Infus dan Bandage pada Pohon Balam terhadap Serangan Rayap Kayu Kering

    No full text
    Saat ini keberadaan kayu jenis meranti merah, kulim dan mersawa sebagai bahan baku pembuat jalur di Kabupaten Kuansing Provinsi Riau semakin langka, sedangkan kebutuhan kayu sebagai bahan pembuat jalur semakin tinggi. Oleh sebab itu diperlukan pemilihan jenis kayu alternatif yang memiliki persamaan sifat kuat dan awet dengan kayu jenis meranti merah, kulim, dan mersawa agar dapat memenuhi spesifikasi pembuatan jalur. Penelitian ini bertujuan mempelajari efektivitas pengawetan kayu balam dengan teknik infus dan bandage terhadap rayap kayu kering. Balam (Macaranga conifera Muell. Agr.) dipilih sebagai kayu alternatif untuk membuat jalur karena saat ini masih banyak ditemukan namun belum banyak dipakai untuk pembuatan jalur. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa jalur yang disimpan di darat mendapatkan serangan rayap kayu kering, sehingga diperlukan pengawetan jalur agar tidak terserang organisme Perusak kayu (OPK) khususnya rayap kayu kering. Pengawetan pohon berdiri dengan senyawa boron komplek dengan teknik infus dan bandage dipilih untuk meningkatkan kelas keawetan kayu balam. Pengujian ketahanan kayu terhadap serangan rayap kayu kering dilakukan sesuai metode SNI 7207-2014. Data diolah dengan menggunakan rancangan faktorial acak lengkap. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengawetan dengan teknik infus dan bandage berbeda nyata terhadap pengurangan berat dan mortalitas rayap. Pengamatan derajat serangan secara visual pada kontrol dan teknik infus yaitu 40 (tahan) yang nilainya lebih rendah dibandingkan teknik bandage 70 (sedang). Mortalitas pada teknik infus lebih tertinggi yaitu 90,67% dibandingkan kontrol 86,08% dan bandage 61,75%. Teknik pengawetan dengan teknik infus menunjukkan kandungan boron yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknik bandage

    Populasi dan Manajemen Pemeliharaan serta Pola Pemasaran Ternak Itik (Studi Kasus di Desa Pematang Balam Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi perkembangan populasi ternak itik dan mengetahui sistem manajemen serta pola pemasaran ternak itik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s/d Juni 2018 di Desa Pematang Balam Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Metoda yang dilakukan adalah metoda survey, dengan wawancara langsung kepada peternak. Peubah yang diamati adalah identitas responden, populasi itik, manajemen pemeliharaan, dan pola pemasaran ternak. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel, dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian populasi ternak itik dari 10 responden yang ada sebanyak 187 ekor itik, sistem manajemen pemeliharan ternak itik di Desa Pematang Balam masih belum efesien, dan selanjutnya untuk pola pemasaran ternak itik di Desa Pematang Balam dilakukan dengan cara dijual melalui pedagang pengumpul, dan penentuan harga langsung oleh peternak. Diharapkan dengan adanya infromasi identifikasi populasi dan manajamen pemeliharaan serta pola pemasaran yang ada pada saat ini, maka dalam pengembangannya usaha peternakan itik ini dapat berkembang dengan baik dan bisa memberikan dampak positif pada peningkatan sistem manajemennya

    "Closing the R&D Gap, Evaluating the Sources of R&D Spending"

    No full text
    Both spending and tax policies have been implemented in the United States with the goal of stimulating private sector research and development (R&D). Karier questions whether current R&D policy, especially the research and experimentation tax credit, can contribute to closing the gap between nondefense expenditures on R&D in the United States and such expenditures in other countries, such as Japan and Germany. He also explores possible changes to our current R&D policy to make it more effective.
    corecore