1,724,033 research outputs found

    Etika Politik perspektif Bahtiar Effendy

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemikiran Bahtiar Effendy mengenai Etika Politik. Adapun rumusan masalah yang akan digali ialah: ?Pada Teori Umum Tentang Etika, Ke manakah Kecondongan Konsep Pemikiran Etika Politik Menurut Bahtiar Effendy?? Metodologi yang digunakan adalah deskriptif analisis dan teknik pengumpulan data menggunakan kajian pustaka (library research). Dalam penulisannya, peneliti menggunakan beberapa buku karya Bahtiar Effendy sendiri sebagai sumber primer dan peneliti juga mengumpulkan sumber sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, artikel, dan web berita-berita sebagai data penunjang untuk memahami dan menyelami objek pemikiran yang diteliti. Dalam penelitian ini, Bahtiar menyorot dinamika, di antaranya; bagaimana menautkan etika dan moralitas pada politik. Selain itu, Bahtiar juga menyoroti kekeliruan pada banyaknya partai di sistem demokrasi yang tergolong suatu anomali, moralitas peserta pemilu, dan fatsun politik: menyikapi menang-kalah pemilu. Pada penelitian ini peneliti mendeskripsikan pemikiran Bahtiar yang tertuang dalam buku-buku karyanya kemudian menganalisis setiap poin pemikirannya dan menyandingkan pokok-pokok pemikiran itu ke dalam fenomena-fenomena politik yang masih relevan

    PHILOSOPHICAL VIEW AND RARAMBANGAH SYSTEM: A LOCAL GENIUS OF THE BAJAU PEOPLE LIVING AT BUNGIN PERMAI VILLAGE, SOUTHEAST SULAWESI

    Full text link
    According to the philosophical view of the Bajau people, the values inherited from their ancestors which are maintained in their socio-cultural belief still constitute their supernatural strength, which is still referred to when they conceptualize and express their lives, the essence of their lives, objectives, orientation, knowledge and their interpretation of the cosmos. It is their local genius which has enabled them to survive and grow in the sea which is full of challenges. As their creative reply to numerous problems faced to make both ends meet, they have developed a social network termed as rarambangah, in which a number of people, who have the same objective to alleviate their living burden by helping, trusting and accepting each other, develop a social network

    STUDI PEMIKIRAN BAHTIAR EFFENDY TENTANG DEMOKRASI

    Full text link
    Hubungan antara Islam dan Demokrasi merupakan wacana pemikiran yang berkembang dan selalu aktual mengisi kehidupan bemegara. Fenomena ini menarik respon positif-aktif para sarjana-sarjana Islam di seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia. Hal ini terbukti dengan proses tarik ulur yang berkepanjangan di antara mereka dalam menentukan komposisi yang sesuai, tentang hubungan antara Islam dengan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bemegara. Salah satu diantara mereka adalah Bahtiar Effendy, beliau merupakan salah satu tokoh Intelektual Muslim dan pembaharu dalam perkembangan pemikiran Islam khususnya di Indonesia. Dalam penelitian tentang demokrasi (Studi Pemikiran Bahtiar Effendy tentang Demokrasi), haruslah diperlukan penjelasan substansi permasalahan dengan mendeskripsikan pemikiran Bahtiar Effendy, dengan demikian mendeskripsikan pemikiran Bahtiar Effendy haruslah diperlukan penelaahan terhadap karya-karyanya dan buku-buku yang mendukung penelitian ini. Dalam hal ini penyusun menggunakan pendekatan sosio-historis untuk mengetahui pengaruh-pengaruh terhadap pemikiran Bahtiar Effendy. Hal ini digunakan karena untuk mencari obyektifitas penelitian. Sedangkan untuk menguji relevansi pemikiran Bahtiar Effendy penyusun menggunakan teori-teori Fiqh Siyasah. Setelah dilakukan penelitian secara mendalam, penulis berkesimpulan bahwa corak pemi kiran Bahtiar Effendy bermula dari pemikiran yang rasionalistik dan realistis. Ia secara tegas, menerima demokrasi sebagai referensi final bagi sebuah sistem pemerintahan atau negara, hal ini didasarkan pada suatu asumsi, bahwa demokrasi merupakan suatu sistem yang paling rasional dan realistis yang memungkinkan terbentuknya suatu tatanan sosial dan politik yang adil, egaliter, manusiawi, toleransi dan terbuka sebagaimana Islam mencita-citakannya. Mengenai hubungan Islam dan demokrasi Bahtiar Effendy memandang kompatibilitas Islam dan demokrasi sendiri terlihat dengan adanya prinsip-prinsip dasar Islam yang mengatur tentang prinsip kesamaan, musyawarah dan keadilan. Prinsip ini merupakan hal yang inheren. dalam konsekuensi logis dari penafsiran doktrin agan1a yang transformatif. Sedangkan relevansinya terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia terdapat suatu relevansi pemikiran Bahtiar Effendy secara tampak dan nyata serta rasional dengan sistem ketatanegaraan Indonesia. Dengan bermusyawarah yang dilakukan dengan saling dialog dalam membuat kesepakatan atas pemecahan-pemecahan masalah. Saling dialog atau musyawarah oleh Bahtiar Effendy berarti secara akal sehat (rasional) berarti terjamin adanya kebebasan berpendapat dan kritik dengan saling tolereansi dan mempertahankan hak individu dalam kerangka saling percaya mempercayai

    Effendy Bahtiar, Islam and the State in Indonesia

    Full text link
    Bahtiar Effendy est, depuis ces dernières années, un spécialiste demandé de l'islam indonésien, invité des universités américaines où son discours a été le plus souvent rassurant après les attentats du 11 septembre 2001, puis ceux de Bali un an plus tard. Élève du professeur William Liddle à Ohio State University, Bahtiar fait partie de la deuxième génération d'étudiants des universités islamiques (IAIN) qui a fait le passage vers la science politique grâce à des bourses américaines. Son livr..

    Masyarakat agama dan pluralisme keagamaan : perbincangan mengenai Islam, masyarakat madani, dan etos kewirausahaan

    No full text
    Bahtiar sang penulis menunjukkan kepada kita, bahwa agama sesungguhnya mempunyai peran-peran strategis di era global tersebut. Lewat analisis yang kritis, Bahtiar dengan lincah dan fasih menunjukkan kepada kita bagaimana agama Islam berbicara tentang demokrasi, pluralisme, masyarakat madani, dan etika bisnis

    Effendy Bahtiar, Islam and the State in Indonesia

    Full text link
    Bahtiar Effendy est, depuis ces dernières années, un spécialiste demandé de l'islam indonésien, invité des universités américaines où son discours a été le plus souvent rassurant après les attentats du 11 septembre 2001, puis ceux de Bali un an plus tard. Élève du professeur William Liddle à Ohio State University, Bahtiar fait partie de la deuxième génération d'étudiants des universités islamiques (IAIN) qui a fait le passage vers la science politique grâce à des bourses américaines. Son livr..

    Data set for article: Developing a Model for Curve-Fitting a Tree Stem’s Cross-Sectional Shape and Sapwood–Heartwood Transition in a Polar Diagram System Using Nonlinear Regression

    No full text
    This data set contains the raw observed measurement of the circumference of a tree stem’s cross-section and its heartwood–sapwood transition, the transformation of rectangular coordinates (x, y) of the observed data points’ positions into polar coordinates (r, theta), and the nonlinear regression to curve-fit it. The curve-fit models are circle, ellipse, rotated ellipse, and superellipse

    flexural buckling of timber

    No full text
    Data set of an experimental buckling reduction factor of timbe

    Data set for article: Developing a Model for Curve-Fitting a Tree Stem’s Cross-Sectional Shape and Sapwood–Heartwood Transition in a Polar Diagram System Using Nonlinear Regression

    No full text
    This data set contains the raw observed measurement of the circumference of a tree stem’s cross-section and its heartwood–sapwood transition, the transformation of rectangular coordinates (x, y) of the observed data points’ positions into polar coordinates (r, theta), and the nonlinear regression to curve-fit it. The curve-fit models are circle, ellipse, rotated ellipse, and superellipse

    flexural buckling of timber

    No full text
    Data set of an experimental buckling reduction factor of timbe
    corecore