1,720,992 research outputs found

    Interferensi Sintaksis Bahasa Indonesia pada Karangan Bahasa Inggris Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STAIN Samarinda

    Full text link
    English is the second language that has to be learned in formal education institution and also becomes compulsory subject for students of English department. Each language has different elements that make the students are difficult to master foreign language (English). Moreover, language mastery must have four language skills where composition is one of skills in language. This article explains the result of the research concerns with the Indonesian language syntactical interference on English essay. Based on the result of the research, the ability of writing sentences on English essay is still influenced by Indonesian language, even thought many students are able to write English essay with the appropriate grammar especially for the students of English Department of the fourth semester at State Institute of Islamic Studies Samarinda.</em

    Penanaman Nilai-Nilai Karakter Santri pada Pesantren Nurul Hidayah

    Full text link
    Bahrani: Penanaman Nilai-Nilai Karakter Santri pada Pesantren Nurul Hidayah, Skripsi, Jurusan Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari Banjarmasin, 2015. Pembimbing: Dra. Hj. Muliani, M. Fil.I Dalam diskursus dunia Islam sekarang ini, banyak ummat Islam yang kehilangan karakter keislamannya. Akan tetapi, pesantren terutama pesantren salaf masih dapat mempertahankan karakter keislaman pada diri santri-santri dan alumninya. Ini tentu saja merupakan bentuk nyata dari penanaman nilai yang sangat kuat pada pesantren salaf tersebut. Salah satu pesantren yang dapat menanamkan nilai-nilai karakter pada santrinya adalah Pesantren Nurul Hidayah Lokbaintan. Penelitian ini beranjak pada pertanyaan; 1) Nilai-nilai karakkter apa saja yang ditanamkan kepada santri?; 2) bagaimana mentode penanaman nilai-nilai karakter tersebut? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada santri Nurul Hidayah serta metode penanamannya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (feild research) dengan menggunakan sumber-sumber langsung dari lokasi penelitian, yang kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendapatkan hasil penelitian secara konseptual. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi Islam dan sufistik. Penelitian ini berusaha mengungkap nilai-nilai karakter santri pada Pesantren Nurul Hidayah Langkah operasional penelitian ini meliputi, (a) observasi lapangan penelitian; (b) wawancara narasumber terkait nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada diri santri (c) menganalisis nilai-nilai karakter santri secara praktis dan metode penanamannya; (d) menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman nilai-nilai karakter santri; (e) menyimpulkan hasil penelitian. Setelah melalui langkah-langkah penelitian tersebut, maka diperoleh hasil penelitian yang meliputi: Pesantren Nurul Hidayah merupakan pesantren salaf yang sangat menjunjung tinggi tradisi keislaman klasik, seperti tasawwuf dan amalan kaum sufi. Diantara nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada santri pada pesantren ini adalah nilai-nilai sufistik tersebut, seperti sipat sabar, tawakkal, zuhd, tawadhu, istiqamah dan lain sebagainya. Nilai-nilai sufistik ini kemudian mengimplementasi pada setiap sikap dan tindak tanduk santri, seperti kebiasaan bersikap jujur, mandiri, dsiplin dan bertanggung jawab. Penanaman nilai-nilai karakter sufistik tersebut dilakukan dengan 4 metode, yaitu: pertama, memberi nasehat; kedua, memberi teladan; ketiga, berdiskusi; keempat memberi motivasi dan sanksi, motivasi bagi yang berprestasi dan sanksi bagi yang membangkang. vii Faktor pendukung keberhasilan penanaman nilai-nilai karakter tersebut terbagi dua, yaitu faktor internal santri yang aktif dalam mengikuti bimbingan serta faktor eksternal dari guru yang aktif memberikan teladan kepada santri-santrinya. Faktor penghambat keberhasilan penanaman nilai-nilai karakter tersebut juga terbagi dua, yaitu faktor internal santri yang tidak aktif dalam menerima bimbingan, serta faktor eksternal dari guru yang tidak aktif memberikan teladan kepada santri-santrinya atau terpengaruh lingkungan yang buruk

    TRACING THE TREND ON DIGITAL COMPETENCE OF ENGLISH TEACHER; THE CHARACTERISTIC AND STRATEGIC IMPROVEMENT

    Full text link
    The current development has turned students into digital natives, also known as the digital generation, which demands that educators upgrade their competencies to align with the present conditions. This research aims to understand the characteristics and strategies for developing digital competencies among educators. The study adopts a qualitative approach with a case study design. Data collection is conducted through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The collected data is analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana data analysis techniques. The research findings reveal that the digital competency characteristics educators possess consist of digital literacy skills, the ability to interact and communicate through digital media, the ability to address the impact of digital content, and the ability to solve problems based on digital media. The strategies employed to enhance digital competencies include professional training and development, collaboration and knowledge exchange, monitoring and feedback, access to resources and instructional materials, technology-based projects and assignments, and support from school administrators

    Implementasi Kegiatan Apersepsi pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Kelas X Madrasah Aliyah Al-Hidayah Martapura Barat

    Full text link
    Apersepsi adalah tindakan seorang guru untuk membuat lingkungan mental sedia dan memfokuskan konsentrasi khusus peserta didik pada topik yang akan diajarkan. Selain itu, apersepsi bertujuan untuk menginspirasi dan menumbuhkan minat peserta didik dalam proses pembelajaran. Pengetahuan tentang sejarah sungguh akan terdengar menarik dan sangat menyenangkan ketika seorang guru menyadari dan memberikan apersepsi diawal pembelajaran agar peserta didik dalam pembelajaran sejarah ini terwujudnya tujuan pendidikan serta tidak selalu jemu dalam mata pelajarannya. Sejarah merupakan suatu kejadian masa lampau untuk digunakan sebagai pelajaran untuk generasi sekarang dan generasi berikutnya. Tujuan yang ingin diteliti adalah implementasi kegiatan apersepsi pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X Madrasah Aliyah Al-Hidayah Martapura Barat dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi kegiatan apersepsi pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X Madrasah Aliyah Al-Hidayah Martapura Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) serta pendekatan kualitatif dalam meneliti. Dalam pelaksanaannya, peneliti mengobservasi, mewawancarai, dan mendokumentasikan proses penelitian di lapangan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa implementasi kegiatan apersepsi yang dilakukan oleh guru yang mengajar Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X di MA Al-Hidayah tersebut menggunakan prinsip berupa kejelasan, asosiasi dan sistem, serta menggunakan sumber-sumber apersepsi berupa ice breaking dan warmer atau pemanasan. Pada faktor yang pendukung dan penghambat faktor pendukung guru dengan latar belakang S1 pendidikan Islam dan pengalaman belajar, faktor pendukung dan penghambat yaitu peserta didik dengan minat dan kesiapan belajar serta peserta didik kehilangan focus dan mengantuk. Faktor pendukung terakhir yaitu waktu pembelajaran guru dapat dengan baik mengalokasikan waktu yang tersedia untuk implementasi kegiatan apersepsi di awal pelajaran dan selama interaksi belajar mengajar untuk mencegah peserta didik bosan

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DI SMK MUHAMMADIYAH 3 BANJARMASIN

    Full text link
    Pelaksanaan manajemen kelas merupakan suatu proses untuk menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar tetap kondusif dalam kegiatan belajar mengajar, dalam pelaksanaannya tentu di butuhkan berbagai opsi yang tepat dalam kegiatan pembelajaran agar setiap guru mampu membuat keadaan kelas maupun secara daring (online) berjalan dengan kondusif, hal ini akan berdampak terhadap meningkatnya motivasi belajar siswa agar tetap semangat dalam mengik uti kegiatan pembelajaran. Motivasi merupakan dorongan dari setiap diri individu maupun individu lainnya agar mampu melakukan sesuatu dengan beraaungguh�sungguh, oleh karena itu motivasi sangat di perlukan dalam kegiatan pembelajaran agar seseorang dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan motivasi belajar serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya di smk muhammadiyah 3 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan Wakil Kepada sekolah Bidang Kurikulum dan Kesiswaan, guru, siswa serta orang tua siswa. Sedangkan onjek penelitian ini adalah Implementasi Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Motivasi Belajar di SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin melalui prodes, hasil dan solusi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancar, observasi dan dokumentasi, sedangkan analis data dilakukan dengan reduksi data, trigulasi, penyajian data dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Implementasi manajemen kelas dilakukan dengan beberapa tahapan, pada tahap perencanaan di lakukan penetapan tujuan yang ini dilakukan, menetapkan kebijakan dan para penanggung jawab, serta fasilitas dalam meningkatkan motivasi belajar, serta pada tahap pengorganisasian dilakukan dengan penetapan struktur organisasi dan tanggung jawab, sedangkan pada tahap pelaksanaannya dilakukan masing-masing penanggung jawab sesuai dengan perencanaan. Pada tahap pengawasan dilakuka

    The effectiveness of teaching English writing recount text by using guide question

    Full text link
    This research is aimed to study using guide question in English teaching writing recount text of English students. The research was carried out by experimental method. The research population was the third grade semester of English students (two classes of treatment and group control which every class has 35 students). It is taken by using purposive sampling as the research sample. To know the effectiveness of teaching English writing recount by using guide question, the data collection technique used pre-test, treatment, and post-test. Next step, the pre and post-tests data were analyzed by t-test. The data analysis showed there is significantly correlation using Guide Question toward teaching writing recount text. It meant that English teaching writing recount text by using guide question is effective

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Teaching Strategy of Intensive English Course at Language Center of IAIN Samarinda

    Full text link
    In the learning process, a teacher must have a strategy in any subject including English lesson. Why the lecturer must have strategy in teaching, because strategy can support the learning process and achieve the learning goals. The strategy used by lecturer in teaching English will make the students more enjoy of the learning process because in the class the students have different abilities in understanding English lesson. The aim of this research is to analyzed lecturer’s strategies in teaching English at class of Intensive English Course of Language Center IAIN Samarinda 2019/2020. The researcher used qualitative research design. The subject of this research was one English lecturer of English Course at Language Center IAIN Samarinda. The data were gotten from interview. Then the data would be analyzed by reduction, display and conclusion. The result of this research showed that the lecturer’s strategies in teaching English as follows: (1) The lecturer prepared the Lesson Plan (RPS) before teaching English. Lesson Plan has an important role to improving the quality of education. (2) In giving materials the lecturer was not only use text book but also used article and internet. (3) The methods used by teacher in teaching English were Grammar Translation Method. (4) The media used by lecturer in teaching English were Visual. (5) In classroom the lecturer build the good interaction with the students and helped the students who have difficult in the lesson. (6) The lecturer used oral and written test and also his own assessment to student every two weeks. (7) The lecturers gave reinforcement to the students in the last of lesson by giving motivation to always improve study in English and ask the students that still not understand about the lesson to consult with the lecturer and asked the students to review again the material that has been learned at home

    Teaching Strategy of Intensive English Course at Language Center of IAIN Samarinda

    Full text link
    In the learning process, a teacher must have a strategy in any subject including English lesson. Why the lecturer must have strategy in teaching, because strategy can support the learning process and achieve the learning goals. The strategy used by lecturer in teaching English will make the students more enjoy of the learning process because in the class the students have different abilities in understanding English lesson. The aim of this research is to analyzed lecturer’s strategies in teaching English at class of Intensive English Course of Language Center IAIN Samarinda 2019/2020. The researcher used qualitative research design. The subject of this research was one English lecturer of English Course at Language Center IAIN Samarinda. The data were gotten from interview. Then the data would be analyzed by reduction, display and conclusion. The result of this research showed that the lecturer’s strategies in teaching English as follows: (1) The lecturer prepared the Lesson Plan (RPS) before teaching English. Lesson Plan has an important role to improving the quality of education. (2) In giving materials the lecturer was not only use text book but also used article and internet. (3) The methods used by teacher in teaching English were Grammar Translation Method. (4) The media used by lecturer in teaching English were Visual. (5) In classroom the lecturer build the good interaction with the students and helped the students who have difficult in the lesson. (6) The lecturer used oral and written test and also his own assessment to student every two weeks. (7) The lecturers gave reinforcement to the students in the last of lesson by giving motivation to always improve study in English and ask the students that still not understand about the lesson to consult with the lecturer and asked the students to review again the material that has been learned at home
    corecore