1,720,985 research outputs found
Konstribusi Pondok Pesantren dalam Menanamkan Karakter Washatiyah di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu (YP2QH)
Islamic boarding schools basically have a distinctive soul and philosophy. This spirit and philosophy guarantees the existence of the pesantren, and even becomes the driving force in educating students and maintaining the continuity of the institution towards progress in the future. The pesantren has five souls or it can be called five souls, namely sincerity, simplicity, independence, ukhuwah / brotherhood, and freedom in determining the field of struggle. As an educational institution, Islamic boarding schools have a big role as a fortress to defend the nation's moral values. However, the decline in moral and ethical values will affect the integrity of the nation and state. Therefore, the government has determined character education as a content that must be present at every level of education, including in Islamic boarding schools
Islam and Hegemony of Local Culture
A global world is a paradoxical world, just like a "double-edged sword". On the one hand, globalization offers a variety of ease of life. On the other hand, it carries risks that threaten the existence of human life. It also imposes a universal culture which implies a general view that the presence of culture is always inseparable from humanity and the general acceptance of values, beliefs, orientations, and institutions by mankind around the world. However, the so-called universal culture is nothing but the West because the West, with all its superiority, is most likely to claim itself as the representation of universal civilization. When civilization is fully controlled by the West, there is a psychological burden for Islam. Islam as a force that had been a superpower of the world for approximately 12 centuries might feel uncomfortable to be the underdog. This situation has made Muslims aspire to get out of colonialism and Western hegemony. There are two responses that arise: a strong desire to re-excel in all aspects such as science, technology, politics, economy, military, etc. on the one hand, and deep hatred towards the West one the other hand. It is this latter which may have spawned terrorism that is being countered by international communities, mainly Western nations
Islam Nusantara as Strategy for Indonesian Nasionalism Inauguration
The discourse on Islam Nusantara has become quite popular discussion among Indonesian society in the last two to three years. Not only in the grassroots level, Islam Nusantara also becomes a study in several Islamic institutions in Indonesia. In fact, there are some Islamic universities that have opened Islam Nusantara study program. On the one hand, many groups welcomed the studies of Islam Nusantara after being proclaimed by Nahdliyyin in the 33th NU Congress in Jombang, 2015. But on the other hand, there are some groups who reject Islam Nusantara and considered it as heresy in Islam. Essentially, Islam Nusantara is not a new movement, not a new mazhab, not a new ideology, and certainly not a new religion. Islam Nusantara is Islam that exists in the nation and is not sourced from the nation. However, Islam Nusantara accepts and accommodates national cultures as long as it does not contradict the Islamic rules (sharia). It means, Islam Nusantara compromises the culture, appreciates the land where they live, but it does not eliminate tradition as long as it is still in harmony with Islamic sharia. This can become the foundation of our nationalism inauguration. In other words, Islam Nusantara does not only discuss about religious issues, but also about nationalism
HUBUNGAN SUBTES KEMAMPUAN VERBA, KUALITATIF, DAN PENALARAN TES POTENSI AKADEMIK CALON MAHASISWA NONREGULER
Dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberi kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas, di setiap tahunnya Universitas Negeri Yogyakarta menerima mahasiswa baru yang jumlahnya cukup banyak. Penerimaan mahasiswa baru tersebut melalui tiga macam cara, yaitu : penelusuran bibit unggul (PBU), seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) dengan ujian tertulis, dan seleksi yang dilakukakn oleh UNY sendiri. PBU dan SPMB dilaksanakan dengan tujuan untuk menerima mahasiswa program regular. Khusus untuk SPMB, pelaksanaannya dilaksanakan secara nasional bersama-sama dengan PTN lain dan dapat diikuti oleh calon mahasiswa secara lintas daerah/wilayah. Seleksi yang dilakukan oleh UNY sendiri meliputi tiga macam, yaitu : seleksi untuk masuk program D3 Reguler Fakultas Teknik dengan Ujian Tertulis, Penelusuran Bibit Daerah (PBD), dan seleksi dengan ujian tertulis untuk masuk program S1 dan D3 Non Reguler di lingkungan UNY. Berdasarkan informasi yang diperoleh sebelumnya, diperkiraakan bahwa jumlah animo calon yang masuk program Non Reguler UNY Program D3 dan S1 Sore ini jauh lebih banyak daripada daya tampungnya. Daya tampung yang ada hanya sekitar 600 dari sekitar 6500 calon mahasiswa. Oleh karena daya tampung jauh lebih kecil daripada animo masuk, maka alat seleksi masuk Program D3 dan S1 Sore ini perlu disiapkan dengan sebaik-baiknya. hal ini dilakukan agar dalam penyelenggaraan seleksi tersebut tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Alat seleksi tersebut berupa suatu tes tertulis yang harus diikuti oleh setiap calon mahasiswa baru. Secara garis besar, jenis tes dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu : (1) Binet dan Tes Intelegensi, (2) Testing Kelompok, (3) Tes Potensi Intelektual atau Tes Potensi Akademik, (4) Tes Hasil Belajar, dan (5) Tes Projektif. Untuk seleksi masuk UNY Program D3 dan S1 Non Reguler UNY ini adalah Tes Potensi Akademik (TPA). Dalam hal ini, instrumen terdiri dari empat subtes, yaitu: subtes Kemampuan Verbal, Kemampuan Kuantitatif, Kemampuan Penalaran, dan subtes Kemampuan Bahasa Inggris. Subtes Kemampuan verbal terdiri dari 30 butir soal, Kemampuan Kuantitatif terdiri dari 30 butir soal, Penalaran terdiri dari 35 butir soal, dan subtes Bahasa Inggris terdiri dari 15 butir soal. Sebagaimana telah disampaikan di atas, agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dalam penerimaan mahasiswa baru, perlu digunakan instrumen atau alat seleksi yang berupa soal tes tertulis yang baik. Dengan demikian perlu diketahui bagaimana kualitas dari soal tes yang digunakan dalam seleksi masuk program S1 dan D3 Non Reguler UNY. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan agar dapat diperoleh informasi yang tepat tentang karakteristik butir soal ujian masuk program S1 dan D3 Non Reguler tahun 2005
THE FOUNDATION OF DEVELOPING CHARACTER BUILDING IN HAMZANWADI NAHDHADUL WATHAN DINIYAH ISLAMIYAH (NWDI) ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN EAST LOMBOK
The issues of character-building quality and morality in Indonesia still become everyday tasks. A high rate of crime and violence occurs in ordinary people\u27s life. Many younger generations, particularly school-age kids, were engaged in promiscuity, brawls, fight, et cetera. Thus, for solving the youth generation problem from an early age, improving character building is necessary. Islamic boarding school has a very strategic role in building character. The study is qualitative research with a study case in Hamzanwadi Nahdhadul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Islamic boarding school through an interview, thorough discussion, and direct observation in the research site. The study shows that the foundations for developing character building are religious, philosophical, and empirical. These three foundations make Hamzanwadi Diniyah Islamiyah (NWDI) Pancor Islamic boarding school still exists and become exemplary for other Islamic boarding schools in developing character building. The character built corresponds to the expectation of the Islamic boarding school founde
Optimalisasi Kolaborasi Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Pendidikan di MTs Alkhairaat LumbumumaraA Kabupaten Donggala
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian lapangan ini adalah pendekatan fenomenologis, sosiologis, pedagogis dan manajemen. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan metode yang penulis gunakan dalam teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan diperdalam dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, pertama, peran Komite Madrasah yaitu sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency), pendukung (supporting agency), pengontrol (controlling agency) dan mediator telah Komite Madrasah jalankan dengan baik Kedua adanya kontribusi nyata dalam peningkatan pengembangan pendidikan tentang adanya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kemampuan profesionalisme dan peningkatan kesejahteraan guru di MTs Alkhairaat Lumbumamara, Ketiga Upaya optimalisasi kobalorasi Kepala Madrasah dan komite madrasah dalam usaha mengembangkan pendidikan adalah 1). membangun kepercayaan kepada stakeholders, 2). membangun rasa kekeluargaan antar keluarga besar MTs, dan 3). memberikan wewenang kepada orang yang mempunyai komitmen dan expert.implikasi dari penelitian ini adalah kolaborasi kepala madrasah dan Komite Madrasah serta seluruh pihak yang terkait perlu diintensifkan dan dipertahankan bahkan dikembangkan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan pendidikan di MTs. Alkhairaat Lumbumamara
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER PONDOK PESANTREN HAMZANWADI NAHDATUL WATHAN (NW) PANCOR
Indonesia masih mengalami krisis moralitas yang ditandai dengan maraknya pembunuhan, perampokan, korupsi, kolusi, nepotisme. Begitupula masalah di dunia pendidikan masih banyak terjadi tawuran anak sekolah, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba dll. Kerusakan sosial atau moral yang terjadi menunjukan perlunya pembenahan dari sisi pendidikan karakter sejak dini melalui pendidikan. Peran Pondok Pesantren khususnya Pondok Pesantren Hamzanwadi NW Pancor sangat diperlukan dalam pembenahan moralitas Bangsa melalui Pendidikan Karakter dengan kekuatan religiusitas yang tinggi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus di Pondok Pesantren Hamzanwadi NW Pancor melalui wawancara, diskusi mendalam, dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sumber nilai, jenis-jenis nilai dan indikator pendidikan karakter di Pondok Pesantren akan terwujud dengan adanya sinergisitas. Sinergisitas yang harus dilakuakn adalah adanya peran Tuan Guru, ustad, orang tua dan masyarakat dalam membangun dan mengembangkan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Hamzanwadi NW Pancor. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai rujukan, acuan, atau perbandingan dalam Pendidikan karakater dan bisa berkontribusi dalam pengembangan literasi Pendidikan karakter di Indonesia
Keefektifan Metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD Ditinjau dari Prestasi dan Motivasi Belajar Siswa pada Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran di Kelas VIII SMP
Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan: (1) apakah pembelajaran kooperatif model STAD dalam pembelajaran standar kompetensi geometri dan pengukuran efektif ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa, (2) apakah pembelajaran konvensional dalam pembelajaran standar kompetensi geometri dan pengukuran efektif ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa, dan (3) apakah pembelajaran kooperatif model STAD dalam pembelajaran standar kompetensi geometri dan pengukuran lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional ditinjau dari peningkatan prestasi dan motivasi belajar siswa.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Gamping, Sleman, Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah 215 siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini adalah 36 siswa kelas VIII E sebagai kelompok eksperimen dan 35 siswa kelas VIII C sebagai kelompok kontrol, yang ditentukan dengan cara pengundian kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan kuisioner. Untuk meneliti keefektifan metode pembelajaran ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa data dianalisis dengan uji manova, one sample t-test, dan independent sample t-test. Sebelum data dianalisis, dilakukan uji asumsi, yaitu uji normalitas dan homogenitas dengan program SPSS Versi 20. Uji validitas dan reliabilitas instrumen tes menggunakan program AnatesV4-New.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran kooperatif model STAD dalam pembelajaran standar kompetensi geometri dan pengukuran efektif ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa, (2) pembelajaran konvensional dalam pembelajaran standar kompetensi geometri dan pengukuran tidak efektif ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa, dan (3) pembelajaran kooperatif model STAD dalam pembelajaran standar kompetensi geometri dan pengukuran lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional ditinjau dari peningkatan prestasi belajar siswa dan tidak lebih efektif ditinjau dari peningkatan motivasi belajar siswa SMP Negeri 4 Gamping, Sleman
Optimalisasi Kolaborasi Kepala Madrasah dan Komite Madrasah dalam Mengembangkan Pendidikan di MTs. Alkhairaat Lumbumamara Kabupaten Donggala
Tesis ini mengkaji tentang optimalisasi kolaborasi kepala madrasah dan komite madrasah dalam mengembangkan pendidikan di MTs Alkhairaat Lumbumamara Kabupaten Donggala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran, kontribusi komite madrasah, dan optimalisasi kolaborasi kepala madrasah dan komite dalam mengembangkan pendidikan di MTs Alkhairaat Lumbumamara Kabupaten Donggala. Adapun masalah yang diteliti adalah: pertama, bagaimana peran yang dijalankan oleh Komite Madrasah dalam mengembangkan pendidikan di
MTs. Alkhairaat Lumbumamara. Kedua, Kontribusi Komite Madrasah terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kemampuan profesional
dan peningkatan kesejahteraan guru. Ketiga, Bagaimana upaya optimalisasi kobalorasi Kepala Madrasah dan komite madrasah dalam mengembangkan pendidikan di MTs. Alkhairaat Lumbumamara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian lapangan ini adalah pendekatan fenomenologis, sosiologis, pedagogis dan manajemen. Jenis penelitian yang
dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan metode yang penulis gunakan dalam teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan diperdalam dengan menggunakan analisis
deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, pertama, peran Komite Madrasah yaitu sebagai pemberi
pertimbangan (advisory agency), pendukung (supporting agency), pengontrol (controlling agency) dan mediator telah Komite Madrasah jalankan dengan baik Kedua adanya kontribusi nyata dalam peningkatan pengembangan pendidikan
tentang adanya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kemampuan profesionalisme dan peningkatan kesejahteraan guru di MTs Alkhairaat
Lumbumamara, Ketiga Upaya optimalisasi kobalorasi Kepala Madrasah dan komite madrasah dalam usaha mengembangkan pendidikan adalah 1). membangun kepercayaan kepada stakeholders, 2). membangun rasa kekeluargaan antar keluarga
besar MTs, dan 3). memberikan wewenang kepada orang yang mempunyai komitmen dan expert. Implikasi dari penelitian ini adalah kolaborasi kepala madrasah dan Komite Madrasah serta seluruh pihak yang terkait perlu diintensifkan dan dipertahankan bahkan dikembangkan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan pendidikan di MTs. Alkhairaat Lumbumamara
Strategi kepemimpinan Tuan Guru dalam pengembangan Pendidikan karakter: Studi Multisitus Pada Pondok Pesantren Hamzanwadi NW Pancor Lombok Timur dan Pondok Pesantren Qamarul Huda NU Bagu Lombok Tengah
ABSTRAK
Disertasi ini memfokuskan analisisnya pada strategi kepemimpinan Tuan Guru dalam pengembangan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (NW) Pancor dan Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda (YP2QH) Nahdlatul Ulama (NU) Bagu, Nusa Tenggara Barat. Disertasi bertujuan untuk memahami dan menganalisis konsep, sumber dan jenis nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter; dasar-dasar alasan yang dijadikan pertimbangan Tuan Guru dalam mengembangkan pendidikan karakter; dan strategi kepemimpinan Guru dalam pengembangan karakter di pesantren yang mereka pimpin.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan rancangan studi multisitus, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, konsep dan nilai-nilai karakter yang dikembangkan bersumber dari al-Qur’an, hadits Nabi yang terdapat dalam kitab-kitab hadits, seperti Shahih Bukhari dan Muslim, dan kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama yang terkenal, seperti al-Ghazali dan al-Zarnuji. Nilai-nilai karakter tersebut memiliki dimensi-dimensi religius-vertikal, spiritual dan sosial. Kedua, dasar-dasar pemikiran yang menjadi alasanTuan Guru mengembangkan pendidikan karakter bersifat religius, filosofis dan empiris. Dasar-dasar dan pandangan tersebut menggambarkan pemikiran Tuan Guru di kedua pesantren yang holistik. Ketiga, strategi yang digunakan oleh Tuan Guru dalam mengembangkan pendidikan karakter meliputi strategi umum dan strategi khusus. Strategi umum berupa integrasi pendidikan akhlak dan karakter dalam kurikulum di setiap satuan pendidikan. Strategi khusus meliputi pembinaan khusus melalui kegiatan rutin pesantren, kegiatan ekstra-kurikuler, dan amalan- amalan khusus yang diberikan oleh Tuan Guru.
Berdasarkan analisis terhadap kerangka konseptual, teori dan temuan- temuan di situs penelitian, disertasi ini menghasilkan temuan substantif, yaitu model kepemimpinan Tuan Guru yang bercorak “religius, rasional, adaptif.” Temuan model ini memperkaya teori-teori tentang model atau corak kepemimpinan yang telah dikemukakan oleh para peneliti dan penulis terdahulu
ABSTRACT
This dissertation focuses on the analysis of Tuan Guru leadership strategy in developing character education at Pondok Pesantren Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (NW) Pancor and Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda (YP2QH) Nahdlatul Ulama (NU) Bagu, West Nusa Tenggara. This dissertation aims to understand and analyze the concepts, sources and types of values developed in character education; the reasons of Tuan Guru in developing character education, and leadership strategies of Tuan Guru in developing character education at pesantrens they lead.
Using a qualitative approach and multisite-study design, this dissertation resulted in several findings. First, the concept and values that are developed in character education are derived from the Qur’an, the hadith of the Prophet contained in the books of hadith, such as Bukhari and Muslim, and the books written by well-known muslim scholars (ulama), such as al-Ghazali and al- Zarnuji. The values of these characters have religious-vertical, spiritual and social dimensions. Second, the reasons that underline the thought of Tuan Guru in developing character education are religious, philosophical and empirical. Therefore, the views of Tuan Guru are holistic. Third, strategies used by Tuan Guru in developing character education include general strategies and specific strategies. General strategies include the integration of moral and character education in the curriculum in any educational unit and level. While specific strategies include specific guidance through routine activites of pesantrens, extra- curricular activities, and special rituals given by Tuan Guru.
Based on the analysis of the conceptual framework, theories and research findings, this dissertation resulted in the finding of a leadership model of Tuan Guru, that is “religious, rational, adaptive leadership.” The finding of this research enriches existing theories on the models or types of leadership that have been proposed by previous researchers and writers
- …
