1,721,467 research outputs found

    Analisis Kostum Tokoh Badrun Sebagai Penggerak Cerita Pada Film Badrun & Loundri (2023)

    Full text link
    Film Badrun & Loundri merupakan salah satu karya Garin Nugroho yang mengangkat isu sosial-politik dengan pendekatan kritik terhadap agama dan kekuasaan. Daya tarik film ini terletak pada penggunaan kostum tokoh utamanya, Badrun, yang tampil mencolok dan bervariasi. Kostum dalam film tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas karakter, tetapi juga memiliki peran sebagai penggerak cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kostum yang dikenakan oleh tokoh utama dan menganalisis bagaimana kostum tersebut memengaruhi pergerakan cerita dalam film. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan fokus pada adegan-adegan yang menampilkan tokoh Badrun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi langsung terhadap film. Data dianalisis menggunakan teori kostum serta plot dari David Bordwell dan Kristin Thompson, teori kostum sebagai penggerak cerita dari Himawan Pratista, teori tiga dimensi karakter dari Egri Lajos, kategori kostum dari RMA. Harymawan, teori warna dari Sadjiman Ebdi Sanyoto, serta teori atribusi dari Fritz Heider. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 variasi kostum yang dikenakan oleh tokoh Badrun sepanjang film. Variasi kostum tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga tipe utama, yaitu kostum orang biasa, kostum Tuan Guru, dan kostum Polisi. Melalui pembagian segmentasi plot ke dalam lima bagian utama, ditemukan bahwa kostum yang dikenakan Badrun memiliki peran aktif dalam mendorong perkembangan cerita film secara keseluruhan

    KRITIK SOSIAL DALAM FILM BADRUN & LOUNDRI DISUTRADARAI OLEH GARIN NUGROHO

    Full text link
    Film "Badrun & Loundri" karya Garin Nugroho merupakan karya sinema yang kaya akan kritik sosial, menyentuh berbagai isu yang relevan dengan masyarakat modern Indonesia. Dalam film ini, penonton diajak mengikuti perjalanan Badrun, seorang pria berusia 55 tahun yang hidup sederhana dan terjebak dalam situasi yang tidak terduga setelah menemukan tas laundry berisi pakaian. Melalui karakter dan dialog yang kuat, film ini menggambarkan ketimpangan sosial, manipulasi citra, dan relasi kekuasaan yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis sosiologi sastra untuk menafsirkan film sebagai representasi kehidupan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa dialog antar karakter tidak hanya menggambarkan situasi sehari-hari, tetapi juga mencerminkan realitas sosial yang kompleks, seperti kemiskinan, marginalisasi, dan tekanan sosial yang dialami oleh kelas bawah. Melalui penggambaran yang mendalam, film ini mengajak penonton untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial di sekitarnya dan mendorong mereka untuk mengembangkan sikap kritis. Dengan pendekatan ini, "Badrun & Loundri" berhasil menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya perubahan sosial yang adil dan berkelanjutan. Kata-kata kunci: Kritik Sosial, Film, Badrun & Loundr

    Sistem politik Indonesia : kritik dan solusi sistem politik efektif

    No full text
    Buku ini merupakan evaluasi, kritik, dan tawaran solusi untuk sistem politik yang berlaku saat ini agar kedepannya menjadi lebih baik. Kelebihan buku ini terletak pada kapasitas penulisnya yang menguasai perspektif politik dan konstitusi sebagai dasar penataan politik. Buku yang ditulis oleh Ubedilah Badrun ini kembali menegaskan pentingnya pemerintahan yang efektif sebagai salah satu cara untuk menjamin kelestarian demokrasi

    ANALISIS SISTEM PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA PT. SUKA FAJAR (STUDI KASUS PADA DEALER MOBIL MITSUBISHI RENGAT BARAT)

    Full text link
    BADRUN SHOLIH (2022) : ANALISIS SISTEM PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA PT. SUKA FAJAR (STUDI KASUS PADA DEALER MOBIL MITSUBISHI RENGAT BARAT) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem penggajian dan pengupahan perusahaan pada PT. Suka Fajar cabang Rengat Barat yang beralamat di jalan lintas timur kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam catatan pada sistem prosedur penggajian dan pengupahan pada PT. Suka Fajar belum cukup mendukung pengendalian intern karna masih ada beberapa catatan yang tidak digunakan. Jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian dan pengupahan belum seluruhnya efektif , karena absensi karyawan kurang diawasi oleh bagian penggajian dan pengupahan , sehingga memicu adanya absensi fiktif dan kecurangan lainnya. Struktur organisasi pada PT. Suka Fajar Cabang Rengat Barat belum cukup baik karena belum memisahkan fungsi pembuatan daftar gaji dan juru bayar gaji. Kata kunci : Sistem Penggajian dan Pengupahan, Sistem Pengendalian Inter

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore