2,336,553 research outputs found

    Nabi sahabat tidak puasa dalam perang Badar?

    No full text
    Perbincangan mengenai status puasa nabi dan para sahabat dalam perang Badar dan pembukaan kota Meka

    Karakteristik tafsir al-Badar

    No full text
    Kajian kritis terhadap karakteristik penafsiran Alquran menduduki peran yang penting dalam khazanah kajian tafsir Alquran. Hal ini disebabkan karena kemunculan suatu karya tafsir tidak akan lepas dari aspek karakteristik yang digunakan. Seperti adanya tafsir al-Badar karangan KH Badruddin Subky. Penelitian tentang tafsir al-Badar dirasa penting bagi penulis, karena beberapa alasan yang sangat logis. Pertama bahwa setiap tafsir yang muncul akan dilakukan penelitian terhadap Karakteristik meliputi sumber, metode, corak, dan sistematika pada tafsir tersebut. Kedua, Hal ini merupakan permasalahan yang miris karena seharusnya masyarakat bogor lebih tahu terhadap sosok Badruddin Subky, tetapi pada kenyataan belum banyak yang mengenali sosok Badruddin Subky karena mungkin masih minimnya penilitan-penilitian atau artikel-artikel yang berbicara tentang sepak terjang beliau. Penelitian ini berusaha menjawab rumusan masalah yang telah diangkat meliputi: 1) Apakah latar belakang dari penulisan tafsir al-Badar, 2) Bagaimanakah karakteristik tafsir al-Badar. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui latar belakang kemunculan tafsir al-Badar beserta karakteristik yang melekat didalmnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Jenis data yang digunakan ialah data kualitatif beruapa study kepustakaan (library research) dan wawancara. Dalam penelitian ini, kitab tafsir al-Badar menjadi sumber primer, sedangkan data pendukung lain ialah berbagai buku, jurnal serta software yang berkaitan dengan masalah yang penulis teliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kitab tafsir al-Badar terlahir karena penulisnya ingin menyebarkan gagasan dan ide dalam memahami tafsir Alquran. Ditinjau dari aspek kajian sumber tafsir tergolong kepada tafsir bi al-ma’tsur. Metode tafsir al-Badar ialah metode maudhui (tematik). Dalam aspek kajian corak tafsir, penulis berkesimpulan kitab tafsir al-Badar cenderung bercorak al-adabi al-ijtima’i (sosio-kemasyarakatan). Sedangkan dalam sistematika penulisannya, tafsir al-Badar masuk kedalam Tartib Maudhui. Adapun kelebihan dari tafsir al-Badar ialah pertama, menggunakan bahasa yang familiar sehingga mudah untuk dipahami, kedua tafsir ini disusun berdasarkan tema-tema sehingga memudahkan pembaca untuk mencari bahasan yang ingin dipelajari, ketiga dalam pembahasannya tafsir ini menyajikan tafsiran secara terperinci. Kekurangan dari tafsir ini yaitu pada beberapa penafsiran, mufassir tidak menyebutkan sumber pengambilan riwayat hadis maupun kitab tafsir lainnya, dan tidak adanya komentar tentang derajat suatu hadis yang dikuti

    HARMONY AND FRICTION: THE POPULARITY OF SHALAWAT BADAR AMONG SANTRI

    No full text
    Shalawat Badar is verses composition in Arabic that is dedicated to the Prophet Muhammad. The verses in this verse contain elements of Islamic political ideology. It was composed during a period of significant political upheaval, specifically the era of Guided Democracy (Demokrasi Terpimpin). During this period, Muslims in Indonesia experienced profound political unrest, largely attributable to the growing hegemony of the Indonesian Communist Party (PKI). The present study seeks to contribute to the existing scholarship on Shalawat Badar by offering an analysis of its contemporary spread and popularity. Despite the theological critiques levelled by modern Santri regarding its theological content, which is often seen as bid'ah, Shalawat Badar has witnessed a notable proliferation, defying the obstacles often associated with the dissemination of such works. The findings of this study suggest that Shalawat Badar has gained a widespread presence among Santri from diverse sub-cultures, performed by individuals across various contexts. This paper utilizes a qualitative method, employing a descriptive-analytical approach augmented by literature studies and in-depth interviews with multiple sources, to address the various aspects of Shalawat Badar that are frequently criticized yet still held in various parts of Indonesian

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    PERANG BADAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT ARAB TAHUN 624

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perang dalam perkembangan agama Islam pada sekitar tahun 624, untuk mengetahui proses terjadinya perang Badar dan dapat mengambil sisi positif dari peristiwa tersebut, dan untuk mengetahui beberapa pengaruh yang ditimbulkan dari peristiwa perang Badar tersebut. Penulisan skripsi ini mengunakan metode penelitian sejarah yang mencakup 5 tahapan, yaitu pemilihan topik, metode pengumpulan sumber (heuristik), klarifikasi, interpretasi, dan penulisa sejarah (historiografi). Pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan multi dimensional dan ditulis secara deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan Islam pada tahun 624 sangatlah signifikan. 1) Latar belakang perang Badar tahun 622 Nabi Muhammad Saw dan para sahabat Hijrahke Medinah karena sering dizalimi dan dianiaya oleh kaum kafir Quraisy. Hal ini menandakan dimulainya kedudukan Nabi Muhammad Saw sebagai pemimpin suatu kelompok dan agama. 2) Proses terjadinya perang Badar pertempuran diawali dengan majunya pemimpin kedua pasukan untuk perang tanding antara Hamzah, Ali dan Ubaidah melawan Syaiba, walid dan utba dari pihak Quraisy. 3) Pengaruh perang Badar terhadap masyarakat Arab kemenangan muslim terhadap Quraisy tersebut memberi angin segar pada agama Islam dan posisi politik Nabi Muhammad SAW di Medinah. Masyarakat Arab setelah kemenangan kaum muslim tersebut mulai memandang secara serius. Yahudi dan kaum musyrik di Medinah sampai ketakutan karena setelah kemenangan tersebut Bani Qainuqa salah satu kabilah Yahud i di Medinah diusir oleh Muhammad SAW karena melanggar perjanjian dengan membunh salah satu umat muslim dari pihak Anshar. Ketakutan tersebut tidak hanya dialami oleh masyarakat di sekitar Medinah, akan tetapi Quraisy Mekkah dibuat cemas oleh pihak muslim Medinah dengan ditutupnya jalan perdagangan mereka menuju Syam atau Syiria. Kedudukan Muhammad Saw di Medinah sesudah perang Badar menjadi lebih diperhitungkan. Pimpinan kabilah Khazraj Abdullah bin Ubay yang selalu menentang Muhammad SAW, setelah perang Badar menjadi lebih lemah penentangannya

    Pengaruh perang Badar terhadap eksistensi kaum Muslim di Madinah (2 H/624 M)

    No full text
    Skripsi berjudul “Pengaruh Perang Badar terhadap Eksistensi Kaum Muslim di Madinah (II H / 624 M)” ini fokus mengkaji permasalahan (1) Kronologi terjadinya Perang Badar (2) Faktor - Faktor Penyebab Kemenangan Kaum Muslim di Perang Badar (3) Pengaruh Perang Badar terhadap Eksistensi Kaum Muslim di Madinah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu proses menguji dan menganalisis peristiwa sejarah untuk menemukan data yang otentik dan dapat di percaya untuk merekonstruksi kejadian masa lampau. Data – data penelitian di dapat dari penelusuran sumber terkait, baik yang di tulis oleh sejarawan sezaman atau yang ditulis oleh sejarawan modern. Data tersebut di pilih sesuai tema bahasan yang di ambil dan di analisis untuk di peroleh data yang sesuai kemudian baru di tulis. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Historis dan pendekatan Sosiologis, dengan pendekatan historis penulis bertujuan mendeskripsikan peristiwa yang terjadi di masa lampau. Sedangkan pendekatan sosiologis akan membahas segi-segi sosial dari peristiwa yang dikaji. Dalam hal ini peneliti menggunakan teori Peranan menurut Soerjono Soekanto. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Perang Badar merupakan Perang besar pertama dalam Islam. Perang tersebut melibatkan pasukan kecil Kaum Muslim melawan seribu lebih tentara Kaum Musyrik. Setelah bertarung dengan sengit akhirnya Kaum Muslimin yang keluar sebagai pemenangnya dan berhasil membunuh pemuka – pemuka Kaum Musyrik Makkah (2) ada dua Faktor kemenangan Kaum Muslim, yaitu atas pertolongan dari Allah berupa turunnya hujan dan keikutsertaan malaikat dalam memerangi pasukan Musyrik Makkah. Dan juga atas kecerdasan strategi dari pemimpin tunggal Kaum Muslim yaitu Nabi Muhammad serta semangat jihad Kaum Muslim yang membara (3) Pengaruh kemenangan Perang Badar terhadap Eksistensi Kaum Muslim ialah Kaum Muslimin semakin di takuti oleh musuh, penyebaran Islam semakin meluas, kondisi perekonomian menjadi stabil dan lain sebagainya

    A critical analysis of Christian responses to Islamic claims about the work of the Prophet Muhammad, ‘the Messenger of God’.

    No full text
    The aims of this study are to analyse critically the different Christian responses to the Islamic understanding of the work of Muhammad. Chapter one consists a short introduction leading to an appraisal of Muhammad which incorporates historical, hagiographal and Quranic source material, and in the light of relevant Christian and Muslim scholarship. The second chapter presents a summary critical analysis of Muhammad in Christian theological perspective, from 661 A.D. to modern times. Chapter three presents a critique of Christian responses to the Muslim allegations that the text of the Bible has been infected with corruption; and that Muhammad's advent and status are foretold in the unadulterated' scriptures, and in the Gospel of Barnabas. Chapter four examines the theological significance of the work of Muhammad for Christians. Thus, Jesus and Muhammad are critically assessed and contrasted in order to ascertain the importance, for Christians, of the Muslim claims in respect of Muhammad as ’the messenger of God’. Chapter five provides a critical evaluation of the various Christian responses to Muhammad. It is argued that many of the said responses have been entangled in myths and misperceptions which have severely distorted the true account of Muhammad's work. Consequently, many Christians have failed to appreciate the divine legitimacy of Muhammad's call to prophethood. Further, it is argued that Christians should accept that Muhammad is a genuine prophet, and the messenger of God. However, Muhammad's use of the power-structure in order to maintain Islam is in sharp contrast to Jesus’ decision to face the consequences of his ministry passively through faith in God. Accordingly, orthodox Christian belief in the passion, death and resurrection of Jesus provides another dimension to prophethood, where the messenger and the message become one, an identification which finds no parallel in Islam, and which, in the nature of the case, cannot find a parallel

    INTERNALISASI NILAI-NILAI DARMA PRAMUKA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SDI AL-BADAR KEDUNGWARU TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul Internalisasi Nilai-nilai Darma Pramuka dalam Pendidikan Karakter SDI Al-Badar Kedungwaru Tulungagung ini ditulis oleh Muhammad Mustofa Habib NIM. 17205153268, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Prof. Dr. H Akhyak, M.Ag, Kata Kunci: Internalisasi Nilai Darma Pramuka, Pendidikan Karakter Penelitian ini dilatar belakangi oleh terjadinya degradasi moral yang menyebabkan karakter anak-anak menjadi kurang bermartabat. Dalam hal ini Pendidikan Pramuka melalui niali-nilai darma pramukanya dianggap menjadi solusi yang tepat untuk memperbaiki degradasi moral tersebut. Pemerintah juga sudah menetapkan bahwa Pramuka adalah ekstrakuler wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa. Dalam Pendidikan Kepramukaan ada berbagai kegiatan yang dapat menambah wawasan dan menginternalisasikan nilai – nilai darma pramuka. Sehingga, dengan hal ini, karakter anak didik akan berubah menjadi lebih baik. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimanakah internalisasi nilai nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung? (2) Bagaimanakah internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung? (3) Bagaimanakah internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter disiplin SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung? Adapun tujuan dalam skripsi ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. (2) Untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. (3) Untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter disiplin SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kehadiran peneliti di lapangan sebagai instrumen kunci dalam pengumpulkan data. Tempat penelitian adalah SDI A-Badar kedungwaru Tulungagung. Sumber data penelitian dibagi menjadi 3 yaitu people (orang), place (tempat), dan paper (kertas). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, pengecekan keabsahan data pada penelitian ini meliputi observasi terus menerus dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial dilakukan dengan metode sistem beregu dan cara tutor temaan sejawat serta pemberian motivasi (2) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab dilakukan dengan metode kegiatann yang diprogramkan, tutor teman sejawat dan motivasi serta metode pemberian tugas (3) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab dilakukan dengan metode pembiasaandengan cara penertiban baris saat apel pembukaan kegiatan pramuka, keteladanan, tarhib wa targhib, penyadaran/nasihat
    corecore