186 research outputs found

    BAYU ANGGARA 185100018

    No full text
    KESIMPULAN 1. Managemen Sains adalah penerapan ilmiah yang menggunakan pendekatan ilmiah untuk memecahkan masalah managemen dalam rangka membantu untuk mengambil keputusan yang baik. 2. Tujuan utama perusahaan adalah mencapai laba atau menerima keuntungan maksimum dan dengan biaya seminimum mungkin. 3. Terdapat 3 tahap dalam teknik program linier: Pertama masalah harus dapat diidentifikasi sebagai sesuatu yang dapat diselesaikan dengan program linier. Kedua masalah yang tidak terstruktur harus dapat diselesaikan dalam model matematika sehingga menjadi tersturktur. Ketiga model harus diselesaikan dengan teknik matematika yang telah dibuat. 4. Sains Management sangat bermanfaat dalam dunia usaha dengan menggunakan teknik program linier

    BAYU ANGGARA 185100018

    No full text
    Pengambilan keputusan bukan merupakan satuan kajian sepele yang dapat diabaikan begitu saja. Masa depan organisasi dipertaruhkan, bila pengambilan keputusan mengalami kegagalan. Oleh karena itu ketepatan dalam pengambilan keputusan menjadi suatu keharusan. Namun demikian untuk mencapai hal tersebut bukan hal yang mudah. Diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam merumuskan suatu masalah dalam proses pengambilan keputusan

    SISTEM PREDIKSI TINGKAT INFLASI PROVINSI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN METODE MULTILAYER PERCEPTRON

    Get PDF
    ABSTRAK Anggara, Bayu Tri. 2018. Sistem Prediksi Tingkat Inflasi Provinsi Jawa Timur Menggunakan Metode Multilayer Perceptron. Tugas Akhir, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit (UNIM). Pembimbing I : Yesy Diah Rosita, S.Kom., M.Kom. Pembimbing II : Dinarta Hanum, S.Si., M.Si. Inflasi merupakan salah satu indikator perekonomian yang menunjukkan tingkat kenaikan harga barang kebutuhan pokok yang terjadi dalam perekonomian suatu wilayah ataupun negara. Inflasi merupakan indikator perekonomian yang sangat penting karena inflasi menyangkut daya beli masyarakat. Jika tingkat inflasi tetap rendah dan stabil maka daya beli masyarakat akan tetap terjaga yang pada akhirnya dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi. Menjaga tingkat inflasi tetap rendah dan stabil dirasa cukup sulit terutama untuk provinsi dengan aktivitas perekonomian yang tinggi seperti Provinsi Jawa Timur. Untuk menangani masalah tersebut maka diperlukan sistem yang dapat memprediksi tingkat inflasi agar dapat melakukan antisipasi apabila terjadi lonjakan tingkat inflasi sewaktu-waktu. Metode perhitungan yang digunakan untuk mengembangkan sistem prediksi ini adalah metode Multilayer Perceptron. Alasan dipilihnya metode Multilayer Perceptron karena metode tersebut memiliki kemampuan untuk menganalisa pola data dengan baik. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data time series inflasi bulanan sebanyak 114 dataset, 90 data digunakan untuk proses training, sedangkan 24 data data digunakan untuk proses testing. Hasil pengujian sistem menghasilkan nilai Mean Square Error (MSE) terbaik sebesar 0.092758 dengan parameter yang digunakan yaitu Hidden Neuron 5, Learning Rate 0.2, Max Iteration 1000 dan Max Error 0.002. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem telah berhasil dikembangkan dan mampu bekerja dengan baik. Kata kunci : Inflasi, Prediksi, Multilayer Perceptron, Time Serie

    EFEKTIVITAS PELAYANAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN MELALUI SURABAYA SINGLE WINDOW DI UNIT PELAYANAN TERPADU SATU ATAP SURABAYA PUSAT KOTA SURABAYA

    Get PDF
    ABSTRAKSI SANDIKA BAYU ANGGARA PUTRA, EFEKTIVITAS PELAYANAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN MELALUI SURABAYA SINGLE WINDOWS DI UNIT PELAYANAN TERPADU SATU ATAP KOTA SURABAYA Penelitian ini didasarkan pada fenomena tentang surat izin usaha perdagangan yang dalam pelaksanaannya melalui prosedur yang masih manual dan membuat pemohon mengantri lama sehingga Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Surabaya memberikan inovasi pelayanan yaitu pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan melalui Surabaya Single Windows kepada masyarakat Kota Surabaya yang tujuannya agar masyarakat lebih menghemat waktu, tenaga, dan biaya karena dalam program ini memberikan pelayanan 2 (dua) kepengurusan menjadi 1 (satu) sekaligus, guna menghasilkan pelayanan yang efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Unit Pelayanan Terpadu Satu Kota Surabaya. Fokus penelitian ini berdasarkan pada Ukuran Efektivitas Pelayanan menurut Sondang (1986:151) dalam hal ini ada 3 sasaran kajian, yaitu: 1. Faktor Waktu, 2. Faktor Kecermatan, 3. Faktor Gaya Pemberian Layanan .Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, 1) Faktor Waktu, mampu menyederhanakan waktu membuat pekerjaan yang semakin luas dan berkembang, 2) Faktor Kecermatan, pemohon memperoleh ketanggapan oleh petugas sehingga pemohon tidak menunggu lama, 3) Faktor Gaya Pemberian Layanan, sikap petugas dan layanan petugas sudah memenuhi standar petugas untuk salam ,senyum, sapa. Kata Kunci :Efektivitas, Pelayanan, Surat Izin Usaha Perdaganga

    Pengembangan Media Pembelajaran Matakuliah Sistem Operasi Berbasis Multimedia Interaktif bagi Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Anggara, Bayu Dian. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Matakuliah Sistem Operasi Berbasis Multimedia Interaktif bagi Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. (2) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. Kata Kunci : Media Pembelajaran,Multimedia Interaktif, Sistem Operasi Sistem Operasi adalah matakuliah wajib yang dipelajari mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika di Universitas Negeri Malang. Matakuliah Sistem Operasi memiliki bobot tiga sks. Berdasarkan observasi dan wawancara terhadap mahasiswa program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang, sumber belajar yang digunakan pada matakuliah Sistem Operasi adalah buku teks serta materi dalam bentuk file PDF dan PPT. Mahasiswa kurang memahami materi yang hanya disajikan melalui file PDF dan PPT, karena konten materi dalam media tersebut hanya berisi teks dan gambar saja. Pada matakuliah Sistem Operasi, terdapat beberapa materi yang tidak cukup hanya dijelaskan dengan lisan saja. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah media yang mampu menjelaskan dan menggambarkan materi secara detil tidak hanya melalui gambar dan teks saja, namun juga dalam bentuk animasi atau simulasi.Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran untuk matakuliah Sistem Operasi berbasis multimedia interaktif bagi mahasiswa dan dosen, dan mengetahui kelayakan produk aplikasi media pembelajaran tersebut.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah model Sadiman. Tahapan dalam model pengembangan Sadiman yakni: (1) Identifikasi Kebutuhan; (2) Perumusan Tujuan; (3) Perumusan Butir Materi; (4) Perumusan Alat Pengukur Keberhasilan; (5) Penulisan Naskah Media; (6) Test/Uji Coba; (7) Revisi; dan (8) Naskah Siap Produksi. Dari hasil validasi ahli media diperoleh persentase kelayakan 95,93% dan hasil validasi ahli materi adalah 96%. Dari hasil uji coba satu lawan satu diperoleh persentase sebesar 84,60%, uji coba kelompok kecil sebesar 81,38%, dan uji coba lapangan sebesar 81,61%. Rata-rata persentase kelayakan secara keseluruhan adalah 87,89%, berdasarkan kriteria kelayakan menurut Akbar dan Sriwiyana (2011), secara keseluruhan produk media pembelajaran interaktif ini dinyatakan sangat layak dan tanpa revisi

    REPRESENTASI DUA MUSIM TANAM DI KECAMATAN GONDANGWETAN, KABUPATEN PASURUAN SEBAGAI IDE GARAP KARYA MUSIK “DWI MANGSA”

    No full text
    RINGKASAN.   Bayu Anggara, Mohammad. 2018. Dwi Mangsa. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Robby Hidajat, M.Sn (II) Rully Aprilia Zandra, S.Pd, M.Pd, M.Sn. Kata Kunci: Penciptaan, Dua Musim, Fantasia, Programma, Chamber Music. Dwi Mangsa adalah karya musik berbentuk Fantasia, bergenre klasik dan dimainkan dengan format kuartet gesek ganda. Karya ini berjenis musik instrumental dan programma, menceritakan tentang kerinduan pencipta akan suasana kegiatan masyarakat pada dua musim tanam (kemarau dan penghujan) di kampung halamannya, di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Karya ini menceritakan dua musim tanam dalam 4 bagian yang berbeda. Program yang disajikan pencipta sesuai 4 bagian tersebut masing-masing adalah: (1) kegiatan masyarakat ketika musim kemarau tiba (2) cuaca panas yang mempengaruhi semangat masyarakat dalam bekerja dan berkegiatan (3) musim hujan tiba, hujan badai bisa datang kapan saja (4) kondisi masyarakat setelah dilanda hujan badai. Penciptaan karya ini bertujuan agar masyarakat dapat menikmati karya musik instrumental tentang alam dan manusia. Harapannya agar nantinya keberadaan dua musim dapat dinikmati lebih spiritual dan personal melalui sebuah rangkaian karya musik. Pengolahan material pada karya ini meliputi pemenuhan unsur-unsur Klasik Modern dalam karyanya yakni adanya tema, bridge, serta yang terpenting tetap mengedepankan ansambel sehingga terwujud keterkaitan antar partitur tiap instrumen dalam karya ini, setiap bagian dalam karya Dwi Mangsa ini memiliki karakter musik yang berbeda-beda mengikuti program yang ada di dalamnya. Karya ini akan ditampilkan dengan format chamber music. Karya musik yang tercipta telah berkontribusi menambah perbendaharaan dan referensi karya bagi musisi klasik dan mahasiswa jurusan seni musik di lembaga universitas. Saran bagi komposer musik yang lain, khususnya mahasiswa jurusan seni musik untuk mengkaji dan mengembangkan musik klasik dalam ranah musik pendidikan

    Analisis Pemanfaatan Panel Surya Dalam Penghematan Daya Listrik Di Gedung Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

    No full text
    Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mendasar pada jaman sekarang ini.Termasuk Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada gedung D lantai 3 yang berada dikampus utama UMSUyang setiap harinya menggunakan energy listrik untuk menunjang proses pembelajaran. Hasil perhitungan yang kami lakukan dengan mendataperalatan listrik yang ada, Fakultas Teknik membutuhkan energi listrik sebesar 45,565kW. Kebutuhan ini belum termasuk infokus, pengecasan laptop dosen dan mahasiswa, kipas angin, TV dan peralatan lainnya yang tidak rutin digunakan.Jika dikalkulasikan dalam rupiah dengan biaya listrik per KWhdengan pemakaian 8 jam sebesar Rp. 499.392, sedangkan dalam sebulan UMSU mengeluarkan biaya sebesar Rp. 14.981.760. Makapadapenelitian ini akan melakukan analisis dan upaya penghematan daya listrik di gedung D Fakultas Teknik dengan menerapkan sumber energy alternatif yaitu memanfaatkan teknologi panel surya,jika UMSU menggunakan panel surya sebagai pembangkit listrik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya di Kota Medan, serta untuk menghitung berapa jumlah panel surya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di gedung D Fakultas Teknik. Tidakhanya itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menghitung biaya yang dibutuhkan oleh UMSU jika membangun pembangkit listrik tenaga surya serta mencari sudut kemiringan yang efektif dalam penerapan panel surya.Hasilnya, potensi listrik dengan menggunakan panel surya 50 Watt diperoleh daya maksimal sebesar 73,07Watt dengan kemiringan sudut panel surya 40 derajat. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di gedung D setidaknya dibutukan panel surya sebanyak 912buahyang hitungberdasarkan spesifikasidari panel surya,panel surya sebanyak 624 buah di hitung berdasarkan daya maksimal dari hasil pengujian, sedangkan 938 panel surya di hitung berdasarkan daya rata-rata dari hasil pengujian. Maka untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya membutuhkan biaya sebesar Rp. 1.976.000.000,-belum termasuk biaya peralatan lainnya dan biaya penunjang serta perawatan

    MANAJEMEN PONDOK PESANTREN DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN SIKAP KEMANDIRIAN SANTRI ASRAMA SUNAN AMPEL DENANYAR JOMBANG

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Manajemen Pondok Pesantren Dalam Upaya Mengembangkan sikap Kemandirian Santri Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang”, ini ditulis oleh Bayu Anggara Putra, NIM 12207183024, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Dr. H. Masduki, M. Ag. Kata Kunci: Manajemen, Pondok Pesantren, Sikap Kemandirian Penelitian ini menunjukkan bagaimana Manajemen Pondok Pesantren Dalam Upaya Mengembangkan sikap Kemandirian Santri di Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang, Pondok Pesantren akan difokuskan kepada sikap kemandirian santri. Penelitian ini dilakukan karena pertimbangan dalam keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti, subjek penelitian yaitu Pengasuh dan jajaran pembina dan pengurus asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini tidak memiliki hipotesis, karena penelitian ini tidak ditunjukkan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan untuk ditolak atau diterima, namun ditekankan pada pengumpulan data untuk mendeskripsikan keadaan yang sebenarnya di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menemukan beberapa temuan Manajemen Pondok Pesantren Dalam Upaya Mengembangkan Sikap Kemandirian Santri Asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang yang pertama meliputi Perencanaan Manajemen di asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang merumuskan tujuan pendidikan sesuai dengan visi, misi yang ada di asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang, membuat kebijakan pendidikan, Menentukan program kegiatan, dan menetapkan jadwal program kegiatan. Yang kedua Pelaksanaan Manajemen Pondok Pesantren yang mencakup mengenai sikap kemandirian santri di asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang meliputi memberikan pengarahan terutama dalam hidup mandiri di pondok pesantren, memberikan motivasi kepada santri berkaitan dengan kehidupan di pondok pesantren, memimpin atas jalannya program kegiatan pendidikan, Menentukan mengenai kebutuhan santri mulai materi dan hal-hal lain yang dibutuhkan santri dipondok, dan Mengambil keputusan atas tindakan pelanggaran yang dilakukan santri. dan yang terakhir Pengawasan Manajemen yang mencakup mengenai sikap kemandirian santri di asrama Sunan Ampel Denanyar Jombang, meliputi 2 cara, yaitu, pengawasan secara langsung terdiri dari pihak pengurus, keliling dan pembacaan absensi, dan pengawasan secara tidak langsung terdiri dari (mata-mata) yang ditujukan kepada santri yang bermasalah dan evaluasi yang berkelanjutan

    PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

    No full text
    ABSTRAK   Anggara, Bayu. 2012. Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Kejuruan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Drs. Widada M.Si.   Kata Kunci: Pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling, Sekolah Menengah Kejuruan, Sekolah bertaraf Internasional.   Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dalam program pendidikan. Program Bimbingan dan Konseling dalam rangka membantu siswa memecahkan masalahnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan daerah masing-masing. Pelaksanaan layanan yang diberikan memiliki kekhasan yaitu disesuaikan dengan tugas konselor sesuai jenjang pendidikan dalam jalur pendidikan formal (TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, PT). SMK Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) merupakan contoh sekolah kejuruan yang mengembangkan sekolah tersebut menuju sekolah bertaraf internasional (SBI). Dengan demikian pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI juga akan memiliki karakteristik yang khas yaitu konselor yang memberikan alokasi waktu pelayanan lebih besar terhadap pelayanan perencanaan individual dan keluarga, juga pengajaran di kelas yang menggunakan dua bahasa (bilingual).   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI, (2) pemaknaan personil sekolah terhadap pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling, (3) pemaknaan siswa terhadap program Bimbingan dan Konseling, (4) faktor yang mempengaruhi pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis fenomenologi; dilakukan di SMK Negeri 1 Kota Blitar dengan subjek konselor, personil sekolah dan siswa. Teknik pengumpulan data: (1) wawancara mendalam, (2) observasi, (3) studi dokumentasi. Data yang diperoleh dideskripsikan, dimaknai, dikategorisasikan dan dibuat koneksitas antar data yang telah ditemukan. Keabsahan data diuji dengan, (1) kecukupan referensial, dan (2) triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI menggunakan program dan materi pengembangan diri siswa sesuai kurikulum KTSP, menggunakan semboyan konselor sahabat siswa dan menggunakan manajemen yang telah tersertifikasi international standard organization (ISO) 9001. Personil sekolah dalam memaknai Bimbingan dan Konseling adalah membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri di sekolah dan membantu untuk merencanakan karier mereka. Siswa memaknai Bimbingan dan Konseling berbeda-beda sesuai dengan tingkatan kelas. Kelas sepuluh memaknai Bimbingan dan Konseling masih negatif misalnya menghukum, menertibkan. Kelas sebelas memaknai Bimbingan dan Konseling masih kurang akrab dengan siswa. Kelas dua belas memaknai Bimbingan dan Konseling dengan positif membantu menyelesaikan masalah siswa. Faktor yang mendukung pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling meliputi konselor yang selalu meng-update ilmunya, konselor memiliki etos kerja yang tinggi, konselor mendahulukan pekerjaan serta dukungan dari personil sekolah yang positif. Faktor yang menghambat pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling meliputi belum adanya fasilitas online untuk Bimbingan dan Konseling, ruang bimbingan yang kurang strategis serta dukungan orang tua yang kurang maksimal. Saran: (1) Kepala sekolah hendaknya meningkatkan sarana dan fasilitas sekolah; (2) Konselor hendaknya berkonsultasi kepada pihak-pihak yang lebih ahli dalam melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling; (3) Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap beberapa sekolah RSBI dan jenjang pendidikan yang berbeda untuk menemukan kekhasan lainnya.

    E-Modul Gerak Melingkar Beraturan Berbasis Contextual Teaching And Learning Untuk Siswa Inklusif Slow Learner Berbantuan Flip PDF Professional

    No full text
    Pembelajaran yang semakin fleksibel memudahkan setiap peserta didik memperoleh informasi, salah satunya melalui e-modul. Peserta didik khususnya pada anak-anak dengan kebutuhan khusus (ABK) diantaranya yaitu anak dengan diagnosa slow learner, mereka masih memiliki hasil belajar yang rendah dan dibawah rata-rata dalam aspek membaca, menulis dan aritmatika. Penyesuaian dengan model pembelajaran kontekstual dibantu menggunakan e-modul menjadi salah satu alternatif permasalah pada peserta didik slow learner dalam kesulitan belajarnya memahami hal-hal abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas media e-modul berbasis contextual teaching and learning menggunakan Flip PDF Professional pada pokok bahasan gerak melingkar beraturan sebagai pembelajaran fisika pada siswa inklusi slow learner. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Memulai tahapan dengan menganalisis kebutuhan pengembangan produk serta merumuskan masalah, dilanjutkan dengan mendesain e-modul, dilanjutkan ke tahapan pengembangan melalui uji validasi oleh ahli, serta di implementasikan terhadap siswa slow learner di lapangan dan tahapan akhir melalui evaluasi dari penggunaan e-modul tersebut. Instrumen validasi media menggunakan kuesioner penilaian dengan skala likert. Persentase yang diperoleh dari uji validasi materi sebesar 94,27%, uji validasi media 75,11%, uji validasi pembelajaran 81,33%. Hasil yang diperoleh berdasarkan uji validasi para ahli memperoleh rata-rata 83,57%, menyatakan bahwa e-modul ini sangat valid untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada siswa inklusif slow learner. Diharapkan dari penelitian ini adalah e-modul dapat menjadi media alternatif peserta didik berkebutuhan khusus slow learner dalam meningkatkan motivasi belajar serta mengatasi masalah kesulitan belajarnya.Kata kunci: contextual teaching learning, e-modul, gerak melingkar, inklusi, lamban belaja
    corecore