1,721,039 research outputs found

    Model Kepemimpinan Transformasional Abdullah Azwar Anas dalam Memimpin Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai model kepemimpinan transformasional Abdullah Azwar Anas dalam memimpin Kabupaten Banyuwangi. Kepemimpinan merupakan faktor penting dari seorang pemimpin yang mempengaruhi kemajuan dan perkembangan pengikutnya dalam organisasi yang dipimpin untuk menciptakan sebuah perubahan disuatu daerah tertentu. kepemimpinan transformasional adalah suatu keadaan dimana para pengikut dari seorang pemimpin transformasional merasa adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan, dan hormat terhadap pemimpin tersebut, dan mereka termotivasi untuk melakukan lebih dari pada yang awalnya diharapkan mereka. Dalam kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, berbagai inovasi berhasil diciptakan dan membawa perubahan dan kemajuan bagi Kabupaten Banyuwangi. Fenomena inilah yang menjadi perhatian bagi peneliti untuk mengetahui gambaran mengenai, bagaimana model kepemimpinan Abdullah Azwar Anas dalam memimpin Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kepemimpinan transformasional Abdullah Azwar Anas dalam memimpin Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan teori Model Kepemimpinan Transformasional yang dikemukakan oleh Bernard M. Bass (Nourthouse, 2013) dengan empat indikator yang digunakan untuk menganalisis temuan, yaitu: Pengaruh Ideal, Motivasi Yang Menginspirasi, Rangsangan Intelektual, Pertimbangan Yang Diadopsi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara, kuisioner terbuka dan dokumentasi yang bertujuan untuk menggambarkan berbagai kondisi yang menjadi fokus penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kepemimpinannya di Kabupaten Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas merupakan sosok pemimpin yang mempunyai model kepemimpinan transformasional dengan melakukan pendekatan terhadap ASN di Banyuwangi. Beliau memberikan motivasi kepada para ASN untuk dapat menciptakan sebuah inovasi guna meningkatkan kualitas kinerja para ASN di Banyuwangi sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Banyuwangi dan membawa Kabupaten Banyuwangi ke arah perubahan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Kata Kunci: Abdullah Azwar Anas, Banyuwangi, Kepemimpinan Transformasiona

    Pemodelan Keputusan Petani Kelapa Sawit untuk Pemupukan dan Peremajaan dengan Menggunakan Regresi Logistik (Studi Kasus: Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan )

    No full text
    The decision is a way of selecting a course of action among several alternatives. Decisions or choices made based on the principle of benefits and risks for decision-makers. A choice has to do if an option is the most favorable in comparison to all other alternative options, or it could be due to the selection of the smallest risk compared with other alternatives. This study aims to develop a discrete choice model to predict the decision of oil palm farmers selected for fertilization and replanting. The number of respondents who obtained it as many as 192 farmers gathered using the instrument in the form of a questionnaire binary choice models, Variable fertilizing palm oil, namely: the price of fertilizer, the price of fruit bunches of fresh palm oil, availability of fertilizers, availability of fertilizer supplier, the impact of the application of fertilizers, the age of oil palm plants, fertilizer forgery cases. Variable replanting palm oil, namely: productivity, the price of palm oil, palm oil replanting costs, availability of seeds, seed varieties, seed prices, the availability of government assistance, skill replanting.The analysis was done by: 1. Probit Regression Model. 2.Logit Regression Model, 3. Calculation of Probability (ODDS Ratio) decision by the farmers in fertilization and replanting.The results of this study indicate that: 1. All variables probit no significant effect on the decision by the farmers to fertilization. 2. Variable probit status and ownership status variables significantly influence the decision of oil palm farmers in the replanting. 3.Logit variable the price of fruit bunches of fresh palm oil, the price of fertilizer and fertilizer forgery cases significantly influence the decision of the palm farmer fertilizing. 4. Variable logit availability of government assistance, the variable types of seeds and seed availability significantly influence the decision of oil palm farmers to replanting. 5.The probability farmer fertilizing the experiment-2 with a value of 0.639 with the experimental conditions, namely: Non-Subsidized Fertilizer Prices, Price TBS Palm Rp. 1,350 / kg, fertilizer availability at all times, no fertilizer Availability of suppliers, the impact of fertilizer increased 25%, plant age 9-13 years (teens) and forgery case no fertilizer (0 cases). If the total number of farmers in North Sumatra amounting to 174 753, it can be predicted that the number of farmers who will do the fertilization of 111 668 people. 6. The probability of oil palm farmers to replanting the experiment to 31 with a value of 0.738 with the experimental conditions, namely: Productivity 0 kg / ha, palm oil price Rp. 600 / kg, the cost of replanting with mechanization (Rp.50.000.000 / ha), availability of seeds is easy, the kind of certified quality seeds, price Rp.60.000 seeds / seedlings and the availability of government assistance in the form of seeds, fertilizers and funds replanting. If the total number of farmers in North Sumatra amounting to 174 753, it can be predicted that the number of farmers who will do the replanting of 128 968.Keputusan adalah cara pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Keputusan atau pilihan dilakukan berdasarkan atas asas manfaat dan resiko bagi pembuat keputusan. Suatu pilihan dilakukan jika pilihan itu paling menguntungkan dibandingkan dengan semua alternatif pilihan yang lain, atau bisa juga karena pilihan itu paling kecil resikonya dibanding dengan alternatif yang lain. Penelitian ini bertujuan membangun model pilihan diskrit untuk memprediksi keputusan petani kelapa sawit yang dipilih untuk pemupukan dan peremajaan. Jumlah responden yang didapat itu sebanyak 192 petani yang dikumpulkan menggunakan instrument berupa kuesioner binary choice model. Variabel pemupukan kelapa sawit, yaitu: harga pupuk, harga TBS kelapa sawit, ketersediaan pupuk, ketersediaan supplier pupuk, dampak dari pemberian pupuk, umur tumbuhan kelapa sawit, pemalsuan pupuk. Variabel peremajan kelapa sawit yaitu: produktivitas, harga kelapa sawit, biaya peremajaan kelapa sawit, ketersediaan bibit, jenis bibit, harga bibit, ketersediaan bantuan pemerintah, skill peremajaan. Analisis yang dilakukan berupa: 1. Probit Model Regression. 2. Logit Model Regression. 3. Perhitungan Probabilitas (ODDS Ratio) keputusan petani kelapa sawit dalam melakukan pemupukan dan peremajaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Semua variable probit tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani kelapa sawit terhadap pemupukan. 2. Variabel probit status dan variabel status kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani kelapa sawit dalam peremajaan. 3. Variabel logit harga TBS kelapa sawit, harga pupuk dan kasus pemalsuan pupuk berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani kelapa sawit melakukan pemupukan. 4. Variabel logit ketersedian bantuan pemerintah, variabel jenis bibit dan ketersedian bibit berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani kelapa sawit melakukan peremajaan. 5. Probabilitas terbesar petani melakukan pemupukan pada eksperimen ke-2 dengan nilai 0,639 dengan kondisi eksperimen, yaitu:Harga Pupuk Non-Subsidi, Harga TBS Kelapa Sawit Rp. 1.350/ kg, Ketersediaan pupuk sepanjang waktu, Ketersedian supplier pupuk tidak ada, dampak pemberian pupuk terjadi peningkatan 25%, umur tumbuhan 9-13 tahun (remaja) dan kasus pemalsuan pupuk tidak ada (0 kasus). Jika jumlah keseluruhan petani di Sumatra Utara sebesar 174.753, maka dapat diprediksi bahwa jumlah petani yang akan melakukan pemupukan sebesar 111.668 orang. 6. Probabilitas terbesar petani melakukan peremajaan kelapa sawit pada eksperimen ke-31 dengan nilai 0,738 dengan kondisi eksperimen yaitu: Produktivitas 0 kg/ha, Harga kelapa sawit Rp. 600/kg, biaya peremajaan dengan mekanisasi (Rp.50.000.000/ha), ketersediaan bibit mudah, jenis bibit unggul bersertifikasi, harga bibit Rp.60.000/ bibit dan ketersedian bantuan pemerintah berupa bibit, pupuk dan dana peremajaan. Jika jumlah keseluruhan petani di Sumatra Utara sebesar 174.753, maka dapat diprediksi bahwa jumlah petani yang akan melakukan peremajaan sebesar 128.968.131 HalamanSkripsi Sarjan

    Pemodelan Keputusan Petani Kelapa Sawit untuk Pemupukan dan Peremajaan dengan Menggunakan Regresi Logistik (Studi Kasus: Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan )

    No full text
    The decision is a way of selecting a course of action among several alternatives. Decisions or choices made based on the principle of benefits and risks for decision-makers. A choice has to do if an option is the most favorable in comparison to all other alternative options, or it could be due to the selection of the smallest risk compared with other alternatives. This study aims to develop a discrete choice model to predict the decision of oil palm farmers selected for fertilization and replanting. The number of respondents who obtained it as many as 192 farmers gathered using the instrument in the form of a questionnaire binary choice models, Variable fertilizing palm oil, namely: the price of fertilizer, the price of fruit bunches of fresh palm oil, availability of fertilizers, availability of fertilizer supplier, the impact of the application of fertilizers, the age of oil palm plants, fertilizer forgery cases. Variable replanting palm oil, namely: productivity, the price of palm oil, palm oil replanting costs, availability of seeds, seed varieties, seed prices, the availability of government assistance, skill replanting.The analysis was done by: 1. Probit Regression Model. 2.Logit Regression Model, 3. Calculation of Probability (ODDS Ratio) decision by the farmers in fertilization and replanting.The results of this study indicate that: 1. All variables probit no significant effect on the decision by the farmers to fertilization. 2. Variable probit status and ownership status variables significantly influence the decision of oil palm farmers in the replanting. 3.Logit variable the price of fruit bunches of fresh palm oil, the price of fertilizer and fertilizer forgery cases significantly influence the decision of the palm farmer fertilizing. 4. Variable logit availability of government assistance, the variable types of seeds and seed availability significantly influence the decision of oil palm farmers to replanting. 5.The probability farmer fertilizing the experiment-2 with a value of 0.639 with the experimental conditions, namely: Non-Subsidized Fertilizer Prices, Price TBS Palm Rp. 1,350 / kg, fertilizer availability at all times, no fertilizer Availability of suppliers, the impact of fertilizer increased 25%, plant age 9-13 years (teens) and forgery case no fertilizer (0 cases). If the total number of farmers in North Sumatra amounting to 174 753, it can be predicted that the number of farmers who will do the fertilization of 111 668 people. 6. The probability of oil palm farmers to replanting the experiment to 31 with a value of 0.738 with the experimental conditions, namely: Productivity 0 kg / ha, palm oil price Rp. 600 / kg, the cost of replanting with mechanization (Rp.50.000.000 / ha), availability of seeds is easy, the kind of certified quality seeds, price Rp.60.000 seeds / seedlings and the availability of government assistance in the form of seeds, fertilizers and funds replanting. If the total number of farmers in North Sumatra amounting to 174 753, it can be predicted that the number of farmers who will do the replanting of 128 968.Keputusan adalah cara pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Keputusan atau pilihan dilakukan berdasarkan atas asas manfaat dan resiko bagi pembuat keputusan. Suatu pilihan dilakukan jika pilihan itu paling menguntungkan dibandingkan dengan semua alternatif pilihan yang lain, atau bisa juga karena pilihan itu paling kecil resikonya dibanding dengan alternatif yang lain. Penelitian ini bertujuan membangun model pilihan diskrit untuk memprediksi keputusan petani kelapa sawit yang dipilih untuk pemupukan dan peremajaan. Jumlah responden yang didapat itu sebanyak 192 petani yang dikumpulkan menggunakan instrument berupa kuesioner binary choice model. Variabel pemupukan kelapa sawit, yaitu: harga pupuk, harga TBS kelapa sawit, ketersediaan pupuk, ketersediaan supplier pupuk, dampak dari pemberian pupuk, umur tumbuhan kelapa sawit, pemalsuan pupuk. Variabel peremajan kelapa sawit yaitu: produktivitas, harga kelapa sawit, biaya peremajaan kelapa sawit, ketersediaan bibit, jenis bibit, harga bibit, ketersediaan bantuan pemerintah, skill peremajaan. Analisis yang dilakukan berupa: 1. Probit Model Regression. 2. Logit Model Regression. 3. Perhitungan Probabilitas (ODDS Ratio) keputusan petani kelapa sawit dalam melakukan pemupukan dan peremajaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Semua variable probit tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani kelapa sawit terhadap pemupukan. 2. Variabel probit status dan variabel status kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani kelapa sawit dalam peremajaan. 3. Variabel logit harga TBS kelapa sawit, harga pupuk dan kasus pemalsuan pupuk berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani kelapa sawit melakukan pemupukan. 4. Variabel logit ketersedian bantuan pemerintah, variabel jenis bibit dan ketersedian bibit berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani kelapa sawit melakukan peremajaan. 5. Probabilitas terbesar petani melakukan pemupukan pada eksperimen ke-2 dengan nilai 0,639 dengan kondisi eksperimen, yaitu:Harga Pupuk Non-Subsidi, Harga TBS Kelapa Sawit Rp. 1.350/ kg, Ketersediaan pupuk sepanjang waktu, Ketersedian supplier pupuk tidak ada, dampak pemberian pupuk terjadi peningkatan 25%, umur tumbuhan 9-13 tahun (remaja) dan kasus pemalsuan pupuk tidak ada (0 kasus). Jika jumlah keseluruhan petani di Sumatra Utara sebesar 174.753, maka dapat diprediksi bahwa jumlah petani yang akan melakukan pemupukan sebesar 111.668 orang. 6. Probabilitas terbesar petani melakukan peremajaan kelapa sawit pada eksperimen ke-31 dengan nilai 0,738 dengan kondisi eksperimen yaitu: Produktivitas 0 kg/ha, Harga kelapa sawit Rp. 600/kg, biaya peremajaan dengan mekanisasi (Rp.50.000.000/ha), ketersediaan bibit mudah, jenis bibit unggul bersertifikasi, harga bibit Rp.60.000/ bibit dan ketersedian bantuan pemerintah berupa bibit, pupuk dan dana peremajaan. Jika jumlah keseluruhan petani di Sumatra Utara sebesar 174.753, maka dapat diprediksi bahwa jumlah petani yang akan melakukan peremajaan sebesar 128.968.131 HalamanSkripsi Sarjan

    PERAN POLITIK NU DALAM PEMENANGAN BUPATI BANYUWANGI ABDULLAH AZWAR ANAS – YUSUF WIDYATMOKO DALAM PILKADA BANYUWANGI PERIODE 2015-2020

    No full text
    Dalam dua periode terakhir telah terpilih kader NU, Abdullah Azwar Anas sebagai bupati Banyuwangi selama dua tahun berturut-turut. Pada pemilihan Bupati Banyuwangi 14 Juli 2010. Diikuti oleh 3 Pasangan Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko (PKB, PDIP, Partai Golkar, PKS, dan PKNU) mengalahkan kedua kontestan yang lain yaitu pasangan Jalal-Yusuf Nur Iskandar (Partai Demokrat). Sedangkan pasangan Emilia Contesa - Zaenuri Ghazali (Gerindra, Republikan, PAN). Tidak jauh berbeda pada Pilkada 2010, pada Pilkada 2015 pasangan Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko (PKB, PDIP, Partai Gerindra, Nasdem, PKS, PAN, Demokrat, dan PPP) kembali maju berkompetisi dalam pemilihan bupati Banyuwangi 2015-2020 dengan kompetitor yang berbeda yaitu Sumantri Soedomo- Sigit Wahyu Widodo (Golkar dan Hanura), Abdullah Azwar Anaz merupakan satusatunya kader NU yang berhasil menduduki kursi bupati selama dua periode berturutturut.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan NU Banyuwangi dalam PILKADA Banyuwangi 2015 dan untuk mengetahui kepentingan yang diperjuangkan NU Banyuwangi pada pasca Pilkada 2015. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana metode analisis yang digunakan berdasarkan survey secara langsung dilapangan, wawancara dan analisis berdasarkan dokumen yang ditemukan dilapangan. Adanya kontrak Jami’yah yang merupakan perjanjian antara Abdullah Azwar Anas dan NU dalam mensejahterakan masyarakat

    Kepemimpinan Inovatif Kepala Daerah untuk Sektor Publik di Kabupaten Banyuwangi (Studi Kasus Bupati Abdullah Azwar Anas)

    No full text
    Kepemimpinan menjadi kunci sukses dalam perkembangan organisasi, baik sektor privat maupun publik (Sudaryono, 2014). Dalam sektor publik, pemimpin, khususnya kepala daerah dituntut untuk mampu berinovasi, sehingga membuat perubahan daerah yang dipimpinnya. Inovasi kepala daerah ini seperti ditunjukkan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Sejak tahun 2010, Kabupaten Banyuwangi berkembang cukup pesat. Pesatnya pembangunan daerah di ujung Timur Pulau Jawa ini disebabkan banyaknya inovasi di bawah kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas. Pembangunan, baik fisik maupun non fisik, dirasakan sangat baik oleh masyarakat. Salah satu pembangunan non fisik yang paling menonjol adalah inovasi dalam mempopulerkan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi di kancah nasional dan sektor pelayanan publik. Dalam sektor administrasi publik, inovasi pelayanan publik yang mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat. Salah satunya, penggunaan teknologi digital dalam pengurusan administrasi publik. Dari keberhasilan membuat berbagai inovasi sektor publik ini, tahun 2018, Kabupaten Banyuwangi mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Terinovatif dalam Kompetisi Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri)

    PERBEDAAN KOMUNIKASI POLITIK ANTARA BUPATI IPUK FIESTIANDANI DENGAN BUPATI ABDULLAH AZWAR ANAS PERIODE 2016-2021 ( Studi di Kelurahan Bakungan dan Banjarsari )

    No full text
    People who are involved in the world of politics, have different styles or forms of communication according to their respective characteristics to convey messages to the audience, so this study aims to analyze whether there is a difference in political communication styles between Ipuk Fiestiandani as the current Regent of Banyuwangi and the previous Regent, Azwar Anas, where these two leaders have a family relationship. The paradigm used in this study is positivism, a type of quantitative research with a total of 100 respondents. there is a difference in political communication carried out by the Regent of Ipuk Fistiandani and the former Regent Abdullah Azwar Anas. This study also found that the Regent of Ipuk Fistiandani tended to use the controlling style, the structuring style, the dynamic style and the withdrawal style, while the former Regent Abdullah Azwar Anas tended to use the equalitarian style and the relinguishing style. Although the Regent of Ipuk Fistiandani and the former Regent Abdullah Azwar Anas are a married couple, they have different tendencies in political communication styles

    PEMBENTUKAN PERSONAL BRANDING BUPATI BANYUWANGI ABDULLAH AZWAR ANAS DALAM MEMPERKUAT LEGITIMASI KEPEMIMPINAN POLITIK

    No full text
    Studi ini berusaha mengeksplorasi proses pembentukan personal branding dalam menguatkan legitimasi kepemimpinan. Brand memiliki posisi yang begitu penting dalam menguatkan legitimasi. Anas dan Banyuwangi memiliki karakter yang berbeda, baik dari kultur maupun gaya hidup masyarakat sehingga itu akan berpengaruh pada karakter brand yang dipilih serta cara yang dilakukan untuk membentuk brand tersebut. Dengan brand yang dia bentuk, Anas mampu meyakinkan rakyat Banyuwangi. Fenomena itulah yang kemudian menjadi perhatian peneliti untuk mengetahui gambaran mengenai, bagaimana proses pembentukan personal branding Abdullah Azwar Anas dalam menguatkan legitimasi kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif bertujuan untuk menggambarkan berbagai kondisi yang ada fokus penelitian, dan berupaya menarik realitas itu ke permukan sebagai suatu ciri, karakter, sifat, model, tanda, atau gambaran tentang kondisi, situasi, ataupun fenomena tertentu. Menurut hukum pembentukan personal branding, diantaranya: spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, visibilitas, kesatuan, keteguhan dan nama baik. Sedangkan dalam teori legitimasi Ramlan Surbakti menyebutkan salah satu tipe legitimasi adalah legitimasi Kharismatik. Legitimasi kharismatik atau kualitas pribadi akan lebih terlihat apabila seorang pemimpin mampu mengemas kualitas yang dimilikinya dengan personal branding yang kuat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Abdullah Azwar Anas melihat dengan jeli megenai kondisi masyarakat Banyuwangi, baik secara kultur maupun geografis. Berdasarkan hukum pembentukan personal branding Montoya sebagai pemimpin dia memiliki spesialisasi khusus yaitu di bidang Inovasi. Dari sisi kepribadian Anas menolak hukum personal branding Montoya bahwa seorang pemimpin harus memiliki kepribadianyang baik namun tidak harus sempurna. Dalam mempromosikan Brand, dia menjalin hubungan kerjasama dengan media, mengkondisikan bentuk dan isi berita yang dimunculkan, serta menjalin hubungan personal dengan para jurnalis. Anas juga secara konsisten menetapkan branding dirinya, Berdasarkan tahapan proses tersebut akhirnya Anas di asosiasikan oleh publik Banyuwangi sebagai seorang pemimpin yang religus, inovatif dan mencintai budaya

    IMPLEMENTASI PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN (PATEN) DI KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN BREBES

    No full text
    Nama : AZWAR ANAS SUTA LAKSANA. NIM : 2120600054. Judul : Implementasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Tujuan penelitian ini yaitu untuk Untuk mengetahui Implementasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Jenis penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif yaitu mendiskripsikan Implementasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Implementasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kantor Kecamatan Larangan masih kurang baik dalam melayani masyarakat. Dari indikator pelayanan seperti transparansi, Akuntabilitas, Kondisional, Partisipatif dan Kesamaan Hak belum sepenuhnya baik. Masih terdapat kendala yang dihadapi dalam implementasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kantor Kecamatan Larangan dibagi menjadi kendala internal dan eksternal. Kendala internal yaitu Camat sering tugas luar atau sering tidak ditempat seperti rapat atau peninjauan proyek kecamatan serta menghadiri undangan dari dinas atau Pemerintah Kota dan Kurangnya Personil dalam melakukan pelayanan membuat proses pelayanan menjadi agak terganggu karena ada beberapa pegawai yang sudah purna tugas dan belum ada penggantinya. Kendala eksternal yaitu kurangnya Koordinasi kepada pihak Kelurahan yang membuat masyarakat sering bingung dalam menyiapkan persyaratan, karena pihak kelurahan tidak memberikan pengertian mengenai kekurangan persyaratan apa saja yang masih harus disiapkan sehingga masyarakat sering bolak-balik kecamatan tanpa hasil pelayanan karena kurangnya persyaratan, adaya gangguan jaringan atau server yang membuat proses komunikasi atau pengiriman data kepada Dinas yang bersangkutan menjadi terganggu dan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat sehingga masyarakat merasa bingung dengan cara pelayanan. Kata Kunci : Implementasi, Pelayanan Administras

    Pertumbuhan Dan Kadar Kalsium Tanaman Selada (Lactuca Sativa) Dengan Pemberian Pupuk Organik Cair (Poc) Berbahan Limbah Ampas Teh Dan Limbah Tulang Ikan Lele

    No full text
    Singgih Azwar Anas. A4020130083. Biology Education Studies Program, Faculty of Teacher Training and Education, Muhammadiyah University of Surakarta, August 2017 Growth is the process of increasing the volume and number of cells so that the size of the living organism is growing larger. Growth is irreversible and can be measured. To increase plant growth fertilization needs to be done. Good fertilization should use organic waste materials. Easy to find organic waste material is waste pulp tea and waste bone catfish. As liquid organic fertilizer (POC) waste pulp tea contains crude protein, crude fat, coarse fiber, dry matter, water and ash. Waste bone catfish contains calcium 17,47%, protein, carbohydrate, fat, and water. The purpose of this study is to determine the effect of liquid organic fertilizer made from waste pulp tea and waste bone catfish to the growth of lettuce plants. This study used an experimental method with Completely Randomized Design (RAL) with two factors. The first factor was the concentration of liquid organic fertilizer (D1 = 7 ml, D2 = 10 ml, D3 = 13 ml), second factor of fertilization interval (W1 = 3 days, W2 = 5 days) with two replications. The data was analyzed using two-way ANOVA. The best lettuce plant height is D2W1 treatment with average height 9,25 cm, best wet weight at D3W1 treatment with average wet weight 2,80 g. Conclusion of this research is there is influence of the interaction and interval fertilization of the plant growth lettuce
    corecore