5 research outputs found
PENGARUH MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KAMPAR
ABSTRAK
Muhammad Rizaldi Aznan, (2022) : Pengaruh Manajemen Sarana dan Prasarana Terhadap Kualitas Layanan Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kampar
Manajemen sarana dan prasarana adalah kegiatan yang mengatur untuk mempersiapkan segala peralatan/material bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar. Penelitian ini dapat melihat seberapa besar pengaruhnya manajemen sarana dan prasarana terhadap kualitas layanan pembelajaran dan juga melihat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kedua variabel tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik penelitian analisis regresi linier sederhana yang mengkaji tentang pengaruh manajemen sarana dan prasarana (X) terhadap kualitas layanan pembelajaran (Y) di SMA Negeri 1 Kampar.Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara manajemen sarana dan prasarana terhadap kualitas layanan pembelajaran di SMA Negeri 1 Kampar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 954 orang yaitu peserta didik, dikarenakan siswa kelas X belum mampu memenuhi penelitian ini, jadi populasi dari subjek penelitian ini yaitu 612 orang dengan sampel 86 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu Simple Random Sampling dengan menggunakan bantuan analisis dari aplikasi SPSS ver. 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat manajemen sarana dan prasarana berada pada skor 79% pada kategori “Baik”, (2) Tingkat kualitas layanan pembelajaran berada pada skor 85,3% pada kategori “Sangat Baik”, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan manajemen sarana dan prasara terhadapa kualitas layanan pembelajaran di SMA Negeri 1 Kampar dengan taraf signifikan 5% yaitu 0,2287 (0,891 > 0,2287). Dan hasil perhitungan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,794. Hasil perhitungan koefisien determinasi (R Square) sebesar 79,4%. Sedangkan sisanya 20,6% (100%-79,4%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Manajemen, Sarana, Prasarana, Kualitas, Layanan Pembelajaran
PENGARUH MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN DI SMAN 1 KAMPAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen sarana dan prasarana terhadap kualitas layanan pembelajaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian korelasi untuk mengetahui pengaruh manajemen sarana dan prasarana (X) dan kualitas layanan pembelajaran (Y) di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kampar. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kampar yang berjumlah 86 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan kuantitatif persentase dan uji korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 16 for windows. Setelah data dianalisa terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen sarana dan prasarana dengan kualitas layanan pembelajaran Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kampar, dengan nilai korelasi sebesar 0,891. Hal ini dibuktikan dengan uji korelasi dengan nilai rhitung 0,891 lebih besar dari rtabel pada taraf signifikan 5% yaitu 0,287 (0,891 > 0,287). Hasil perhitungan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,794. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh manajemen saranadan prasarana dengan kualitas layanan pembelajaran adalah sebesar 79,4%. Sedangkan sisanya 20,6% (100%-79,4%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Jadi semakin baik manajemen sarana dan prasarana maka semakin baik pula kualitas layanan pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kampar
Analisis Historiografi Kitab Hadis al-Arba’in; Studi atas Karya Muhammad Mahfuz al-Tarmasi dan Hasyim Asy’ari
This paper intends to examine the comparative analysis of the historiography of the hadith book al-Arba'in; al-Minhah al-Khairiyyah by Muhammad Mahfuz al-Tarmasi and the book al-Arba'ina Hadisan Ta'allaqu bi Mubadi Jami'iyah Nahdiyatul Ulama by Hasyim Asy'ari. Departing from the assumption that, these two figures were born from the same sociocultural and scientific style so that there is a possibility of similarities and differences that are interesting to study, especially in terms of scientific transmission both have a teacher-student relationship. Therefore, there are two questions raised in this article. (1) What is the historiography of the writing of Mahfuz al-Tarmasi's al-Arba'in and Hasyim Asy'ari's al-Arba'in. (2)How is the comparison between Mahfuz al-Tarmasi's al-Arba'in and Hasyim Asy'ari's al-Arba'in. In answering that question, the author uses a historical approach; starting from heuristics (collecting sources), verification, interpretation and then historiography. This study concludes that, first, these two books were not written in an empty space, they were formed from sociocultural constructs (patterns of religion, culture, tradition, politics, thought) of the late 19th century and early 20th century. Secondly, the teacher-student relationship between Mahfuz Tarmasi and Hasyim Asy'ari became the starting point for the similarities and differences (to say not identical) which are clearly visible from two aspects, namely the history of the writing of the book and the systematic preparation of the book.Tulisan ini bermaksud untuk mengkaji tentang analisis perbandingan historiografi kitab hadis al-Arba’in; al-Minhah al-Khairiyyah karya Muhammad Mahfuz al-Tarmasi dan kitab al-Arba’ina Hadisan Ta’allaqu bi Mubadi Jami’iyah Nahdiyatul Ulama karya Hasyim Asy’ari. Berangkat dari asumsi bahwa, kedua tokoh ini lahir dari sosiokultural dan corak keilmuan yang sama sehingga terdapat kemungkinan adanya persamaan dan perbedaan yang menarik untuk diteliti, terlebih secara transmisi keilmuan keduanya memiliki hubungan guru-murid. Olehnya, terdapat dua pertanyaan yang diajukan dalam artikel ini. (1)Bagaimana historiografi penulisan kitab al-Arba’in karya Mahfuz al-Tarmasi dan kitab al-Arba’in karya Hasyim Asy’ari. (2)Bagaimana komparasi antara kitab al-Arba’in Mahfuz al-Tarmasi dan kitab al-Arba’in Hasyim Asy’ari. Dalam menjawab pertanyaan itu, penulis menggunakan pendekatan historis; mulai dari heuristik (pengumpulan sumber), verivikasi, interpretasi dan kemudian historiografi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, pertama kedua kitab ini tidaklah ditulis dalam ruang yang kosong, ia terbentuk dari konstruk sosiokultural (pola keberagamaan, budaya, tradisi, politik, pemikiran) paru akhir abad 19 M dan awal abad 20 M. Kedua, hubungan guru-murid antara Mahfuz Tarmasi dan Hasyim Asy’ari menjadi titik berangkat adanya persamaan dan perbedaan (untuk mengatakan tidak identik) yang terlihat dengan jelas dari dua aspek yakni historitas penulisan kitab dan sistematika penyusunan kitab. 
ANALISIS IKLAN MINUMAN DI KORAN BINTANG BORNEO PADA TAHUN 1930
The need for food and drink cannot be separated from our daily lives. Therefore, the community uses this to be used as a business by advertising these services in the mass media. Therefore, advertisements offering food and beverage products in the mass media are claimed to be good. In print media itself, in general, they advertise their products in the form of classified ads or often called mini ads that have relatively cheap rates.the number of advertisements in the newspaper every day and even every month is different in some newspapers which of course are quite a lot of advertisements by offering various kinds of food and drinks that exist.
The author uses the case study method by means of a qualitative approach, this aims to find out the regulation or timeline of the advertisement and the practice of beverage products advertised through the Bintang Berneo newspaper in 1930 from March to July. The conclusion of this study is that regulations or timelines in advertising in mass media are not comprehensive. With the advertisement of drinks in the Bintang Borneo newspaper, it can provide useful information for the local community
Central Governance Policy and Local Governance Participation: Risk Mitigation of Indonesia Smes Covid-19 Affected
Abstract: The Covid-19 pandemic has a significant impact on the economy, one of the most affected business scales is micro and small businesses. Regarding this potential problem, the central government issued a policy package in the form of financial incentives for various sectors of tourism, aviation and property services, as well as additional subsidies and tax cuts. The author uses a quantitative approach, where data sources are obtained by spreading questionnaires in the Central Java region. Then the results are processed using the SPSS program. Based on this, this study aims to explore how much effectiveness in terms of policy implementation and how the level of local government participation in the policy. The results showed that of the five policies for MSMEs, the provision of working capital incentives has the highest percentage index, this shows that in the short term, the provision of working capital incentives in the form of cash assistance will have a direct impact on MSME.Keywords: Governance Policy, Governance Participation, SMEs Sustainability, Â Â Pandemic Covid-19Â Abstrak: Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap perekonomian, salah satu skala usaha yang paling terdampak adalah usaha mikro dan kecil. Terkait potensi permasalahan tersebut, pemerintah pusat mengeluarkan paket kebijakan berupa insentif keuangan untuk berbagai sektor pariwisata, penerbangan dan jasa properti, serta tambahan subsidi dan pemotongan pajak. Penulis menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana diperoleh sumber data dengan menyebarkan kuesioner di wilayah Jawa Tengah. Kemudian hasilnya diolah menggunakan program SPSS. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali seberapa besar efektivitas dalam hal implementasi kebijakan dan bagaimana tingkat partisipasi pemerintah daerah dalam kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima kebijakan untuk UMKM tersebut, pemberian insentif modal kerja memiliki indeks persentase tertinggi, hal ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, pemberian insentif modal kerja berupa bantuan tunai akan berdampak langsung terhadap UMKM.Kata Kunci: Kebijakan Tata Kelola, Partisipasi Tata Kelola, Keberlanjutan UKM, Pandemi Covid-1
