54 research outputs found
PERAN TRADISI TAHLIL AKBAR DALAM MEMPERERAT KOHESI SOSIAL DI DESA JATILENGGER
Skripsi ini dengan judul “ Peran Tradisi Tahlil Akbar dalam Mempererat Kohesi Sosial di Desa Jatilengger” ini ditulis oleh Tia Rohmatul Azizah, NIM. 126309212069, pembimbing Dr. Refki Rusyadi , M.Pd.I.
Penelitian ini berfokus pada Tradisi Tahlil Akbar di Desa Jatilengger, sebagai salah satu bentuk tradisi keagamaan yang bertahan di tengah perubahan sosial. Di tengah modernisasi dan pergeseran nilai masyarakat, tradisi ini tetap dijalankan secara rutin dan melibatkan berbagai lapisan dalam masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Tradisi Tahlil Akbar mempertahankan perannya sebagai penguat kohesi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif. Analisis data dilakukan secara tematik, dengan menggunakan teori kohesi sosial Emile Durkheim
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tahlil Akbar menjadi ruang sosial yang inklusif, tempat terjadinya interaksi lintas usia, kelas, dan latar belakang ekonomi. Tradisi ini memperkuat solidaritas warga melalui nilai-nilai seperti gotong royong, kesetaraan, religiusitas, dan kesadaran kolektif. Meskipun menghadapi tantangan seperti stratifikasi sosial, minimnya keterlibatan generasi muda, dan perbedaan pemaknaan keagamaan, tradisi ini tetap bertahan berkat partisipasi warga, dan ikatan nilai budaya yang kuat.
Dengan demikian, Tradisi Tahlil Akbar di Desa Jatilengger terbukti efektif dalam memperkuat integrasi sosial dan menjadi ruang bersama yang menjaga keberlanjutan nilai-nilai komunitas di tengah dinamika masyarakat modern.
Kata Kunci: Tradisi, Tahlil Akbar, Kohesi Sosial, Emile Durkhei
STRATEGI PEMASARAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus di Pasar Tradisional Wates Kabupaten Kediri)
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Pemasaran Pedagang Pasar Tradisional
Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Pasar Tradisional Wates
Kabupaten Kediri) ini ditulis oleh Firda Rohmatul Azizah, NIM. 12402173259,
pembimbing Suminto, M.Pd.I.
Penelitian dilatar belakangi oleh semakin ketatnya persaingan bisnis, baik
antar pedagang pasar tradisional maupun dengan pasar pasar modern. Menanggapi
hal tersebut, para pedagang harus lebih pandai dalam memilih dan menerapkan
strategi pemasaran agar produk yang dijual oleh pedagang pasar tradisional tetap
diminati oleh pembeli sehingga pasar tradisional tetap eksis di masyarakat dan
tidak kalah saing dengan pasar modern. Terlepas dari itu, dalam menjalankan
bisnis hendaknya dilakukan dengan benar sesuai dengan syariat islam. Sehingga
ditengah maraknya toko yang berbasis modern, para pedagang dapat bertahan dan
mendapatkan keberkahan.
Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendiskripsikan strategi
produk yang dilakukan oleh pedagang di pasar tradisional Wates Kabupaten
Kediri, (2) Untuk mendiskripsikan strategi harga yang dilakukan oleh pedagang di
pasar tradisional Wates Kabupaten Kediri, (3) Untuk mendiskripsikan strategi
promosi pedagang pasar tradisional Wates Kabupaten Kediri, (4) Untuk
mendiskripsikan implementasi strategi pemasaran pedagang pasar tradisional
Wates Kabupaten Kediri menurut ekonomi islam. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang
digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan tiga jalur analisis data kualitatif yaitu data reduction (reduksi data),
data display (penyajian data) dan pengambilan kesimpulan.
Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Strategi produk yang dilakukan oleh
para pedagang pasar tradisional Wates Kabupaten Kediri yaitu berdasarkan
beberapa indikator yang terdiri dari kualitas, keragaman, desain, kemasan, ukuran,
pelayanan, jaminan dan pengembalian. (2) Strategi harga yang dilakukan oleh
para pedagang pasar tradisional Wates Kabupaten Kediri dilihat berdasarkan
keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, daya saing harga
dan kesesuaian harga dengan manfaat. (3) Strategi promosi yang dilakukan oleh
para pedagang pasar tradisional Wates Kabupaten Kediri dilakukan secara
personal selling. Selain itu para pedagang pasar Wates juga memberikan potongan
harga atau diskon terhadap pelanggannya serta pembeli yang membeli produk
dengan jumlah banyak. (4) Implementasi strategi pemasaran yang dilakukan oleh
pedagang pasar Wates Kabupaten Kediri yaitu berdasarkan sifat berdagang yang
diajarkan Rasulullah. Diantaranya adalah shiddiq (jujur / benar), amanah (dapat
dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fathanah (cerdas).
Kata kunci : Strategi Pemasaran, Pedagang Pasar Tradisional, Ekonomi Isla
PENGEMBANGAN KARAKTER ISLAMI PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM KEAGAMAAN DI MTsN 7 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul Pengembangan Karakter Islami Peserta Didik Melalui Program
Keagamaan di MTsN 7 Tulungagung ini ditulis oleh Ilma Rohmatul Azizah, NIM
12201193104, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang
dibimbing oleh Dr. Khusnul Mufidati, S.Sy., M.Pd.I.
Kata Kunci: Pengembangan, Karakter Islami, dan Program Keagamaan
Penelitian ini dilatarbelakangai kondisi remaja pada saat ini yang perilakunya jauh dari
nilai-nilai islami. Peserta didik pada saat ini sangat rentan mengalami krisis dalam aspek
karakter dan budi pekerti disebabkan kuatnya pengaruh internet dan pergaulan. Masih banyak
remaja atau peserta didik yang berperilaku tidak terpuji baik dalam lingkungan rumah maupun
sekolah. Banyak terdengar kasus penyimpangan-penyimpangan dalam pergaulan remaja. Tidak
hanya berperilaku kurang baik saat bergaul dengan teman sebayanya, bahkan masih banyak
remaja yang berperilaku tidak sopan kepada orang tua, dan guru. Melihat dari permasalahan
tersebut, penanaman karakter islami sangat relevan diterapkan dalam dunia pendidikan.
Pembentukan karakter membutuhkan waktu yang tidak singkat sehingga harus dibiasakan sejak
dini, selain itu masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Maka dari itu, penguatan karakter
sangat relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan.
Fokus masalah dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimana upaya pengembangan karakter
islami peserta didik melalui program keagamaan di MTsN 7 Tulungagung? (2) Apa saja faktor
penghambat dalam pengembangan karakter islami peserta didik melalui program keagamaan di
MTsN 7 Tulungagung? (3) Apa saja faktor pendukung dalam pengembangan karakter ıslami
peserta didik melalui program keagamaan di MTsN 7 Tulungagung? Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan upaya, faktor penghambat, dan faktor pendukung
dalam pengembangan karakter ıslami peserta didik melalui program keagamaan di MTsN 7
Tulungagung.
Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan
peneliatan kualitatif deskriptif deskriptif. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan
data ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Paparan dan analisi data dilakukan dengan
reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan dilakukan
dengan triangulasi. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk memahami fenomena-
fenomena tentang objek penelitian.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Upaya dalam pengembangan karakter islami peserta
didik melalui program keagamaan di MTsN 7 Tulungagung dilakukan dengan metode
pembiasaan dan keteladanan yang dituangkan dalam beberapa program keagamaan. program-
program keagamaan tersebut antara lain penguatan keagamaan (madin), pembiasaan membaca
Surah Yasin setiap pagi, Pembiasaan shalat dhuha dan shalat dhuhur berjamaah. Dalam hal ini,
seluruh pendidik berperan dalam memberi suri tauladan. Sebelum mendidik peserta didik, guru
harus mempunyai akhlak yang baik terlebih dahulu dan mencontohkannya kepada peserta didik.
Dalam kebijakan untuk menertibkan peserta didik, pihak sekolah melakukan komunikasi secara
empat mata dengan anak yang bermasalah serta mendatangkan pihal luar untuk melakukan
penyuluhan terkait ketertiban dalam masyarakat, contohnya dari pihak Polsek, BNN dan Dinas Lingkungan Hidup. Pelaksanaan program keagamaan tersebut menghasilkan perubahan perilaku
ke arah positif dalam hal karakter islami (2) Faktor penghambat pengembangan karakter islami
peserta didik melalui program keagamaan di MTsN 7 Tulungagung antara lain adalah sarana
dan prasarana kurang memadai, latar belakang siswa yang beragam, dan kesulitan siswa untuk
berangkat pada jam ke-0. (3) Faktor pendukung pengembangan karakter islami peserta didik
melalui program keagamaan di MTsN 7 Tulungagung antara lain adalah ketersediaan fasilitas,
kerjasama dengan pondok pesantren Abdul Alim, dan dukungan moral dari lembaga sekolah,
guru dan wali murid
Manajemen Perpustakaan sebagai Sumber Belajar Siswa di SDN Rampal Celaket 1 Kota Malang
RINGKASANAzizah, Rohmatul. 2018. Manajemen Perpustakaan sebagai Sumber Belajar Siswa di SD Rampal Celaket 1 Kota Malang.Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. A. Badawi, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. Imam Nawawi, M.SiKata Kunci: manajemen, perpustakaan, sumber belajar, hambatan Perpustakaan diperlukan sebagai salah satu sarana pendidikan yang menunjang kegiatan belajar mengajar .Mengingat pentingnya perpustakaan, pemerintah mengeluarkan UU RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. UU tersebut dibuat sebagai upayauntuk menumbuhkan budayamembaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber belajar .Salah satunya melalui manajemen perpustakaan. Penelitian ini dilakukan untuk (1)mendeskripsikan manajemen perpustakaan sebagai sumber belajar siswa di SDN Rampal Celaket 1 kota Malang , dan(2) mendeskripsikan hambatan dalam manajemen perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan meliputi manajemen perpustakaan dan hambatan dalam manajemen perpustakaan.Data tersebut bersumber dari kepala sekolah, petugas perpustakaan, dan guru. Data yang diperoleh kemudian diklasifikasi dengan cara triangulasi. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa perpustakaan memiliki struktur organisasi. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa luas perpustakaan sekitar 56m 2.Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa perpustakaan tidak memiliki peralatan seperti amplop, tinta stempel, lem, dan lain- lain. Berdasarkan hasil dokumentasi perpustakaan tidak memiliki kursi dan meja baca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perpustakaan Di SDN Rampal Celaket 1 belum optimal. Hal ini tampak dari gedung perpustakaan yang belum strategis untuk dijangkau oleh semua kelas, luas perpustakaan belum memadai dengan jumlah siswa yang ada, area membaca belum dilengkapi dengan kursi dan meja baca.Hambatan dalam manajemen yaitu peralatan habis pakai dan peralatan tahan lama yang belum lengkap. Hambatan dalam perkembangan teknologi informasi seperti siswa lebih sering menggunakan google dalam mencari sumber belajar.Disarankan bagi sekolah untuk melakukan pengadaan terhadap peralatan habis pakai dan peralatan tahan lama. Bagi kepala sekolah untuk melakukan kegiatan pembinaan bagi petugas perpustakaan.Bagi petugas perpustakaan untuk melakukan penataan kembali ruang perpustakaan dan menyediakan meja baca
Analisis sadd al-dhari’ah terhadap wakalah pada jasa pijat anak dan dewasa Umi Sa’diyah di Desa Terik Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo
Skripsi yang berjudul “Analisis Sadd Al-Dhari’ah Terhadap Praktik Akad Wakalah Pada Jasa Pijat Anak dan Dewasa Umi Sa’diyah di Desa Terik Kecamatan Krian Sidoarjo” adalah hasil penelitian lapangan. Skripsi ini digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana akad wakalah pada jasa pijat anak dan dewasa Umi Sa’diyah di Desa Terik Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo dan bagaimana Analisis sadd al-dhari’ah terhadap wakalah pada jasa pijat anak dan dewasa Umi Sa’diyah. Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) di tempat jasa pijat Umi Sa’diyah dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Selanjutnya data yang berhasil di kumpulkan dianalisis oleh penulis dengan teknik deskriptif analisis dengan menggunakan teori-teori yang berkaitan dengan sadd al-dhari’ah untuk selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktik akad wakalah pada jasa pijat anak dan dewasa Umi Sa’diyah di Desa Terik Krian Sidoarjo, yang dilakukan oleh Umi Kepada Azizah (wakil) menurut hukum Islam telah sah menurut syarat dan rukun dalam akad waka>lah. Sedangkan menurut analisis sadd al-dhari’ah praktik akad waka>lah yang dilakukan oleh Umi kepada putrinya itu menimbulkan suatu kemafsadatan (kerugian) yang ditimbulkan oleh kurang mahirnya si wakil dalam menerima perwalian jasa pijat yang diberikan kepada pengunjung (pasien) sehingga banyak para pengunjung yang komplain dan kecewa karena setelah mereka berobat ke tempat jasa pijat tersebut kondisinya tidak semakin membaik malah semakin parah sedangkan Umi tidak memberikan toleran kepada para pasien untuk memilih apakah pasien dipijat oleh Umi atau anaknya. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka pihak yang berkaitan dengan pasien maupun pemilik disarankan untuk : pertama, Bagi pemilik jasa pijat Umi Sa’diyah seharusnya memberikan penawaran terlebih dahulu kepada para pengunjung ketika akan melimpahkan jasa pijat kepada Azizah apakah pengunjung tersebut itu bersedia atau tidak. Kedua, Sebaiknya Azizah kalau memang dirasa sudah cukup mampu untuk membuka jasa pijat, supaya ia membuka jasa pijat sendiri dirumahnya, agar masyarakat yang cocok kepada Azizah datang kerumahnya dan jika cocok ke pemilik datang ke rumah rumah Umi Sa’diyah
n Analysis of Listening Materials Based on the 2006 English Curriculum Students of Junior High Schools Published by Penerbit Erlangga
Learning materials are important in determining the success of teaching
learning process. One of the learning resources is a textbook, it provides learning
materials for both teachers and students. However, it is not a perfect learning resource
because it may have incomplete and irrelevant materials. Therefore, it is
recommended that it has to be analyzed comprehensively before it is selected and
used in the classroom teaching and learning. This research focused on analyzing the
relevance of listening materials in an English Textbook to the 2006 English
Curriculum, KTSP because it is important to know whether the listening materials in
the English Textbook are relevant or not with the curriculum applied, and therefore it
can be informed that the textbook analyzed is suitable or not to be used in the
classroom.
This research was conducted to analyze the relevance of listening materials in
an English Textbook “English on Sky 2” for the eighth year students of junior high
school published by Penerbit Erlangga in 2007 to the 2006 English Curriculum,
KTSP for the eighth year students of junior high school. The design of this research is
content analysis research. The data of this research were the listening materials of the
English Textbook “English on Sky 2” for the eighth year students of junior high
school published by Penerbit Erlangga in 2007. The 2006 English Curriculum, KTSP
for the eighth year students of junior high school was the parameter to measure the
relevance of the listening materials of the English Textbook “English on Sky 2” for
the eighth year students of junior high schools published by Penerbit Erlangga in
2007.
It was found that the listening materials in the English textbook “English on
Sky 2” for the eighth year students of junior high schools are transactional and
interpersonal text
Also, the textbook contains 79% of listening materials which are stated and
relevant to the KTSP, 0% of listening materials which are stated but irrelevant to the
KTSP, and 21% of listening materials which are unstated and irrelevant to the KTSP.
It also contains 56% of listening tasks which are stated and relevant to the KTSP,
27% of listening tasks which are stated but irrelevant to the KTSP, and 17% of
listening tasks which are unstated and irrelevant to the KTSP. It happens because the
textbook does not include some listening materials and listening tasks stated in the
KTSP. It also has some listening materials and listening tasks which are not stated in
KTSP, and its listening materials are not put in order as suggested in the KTSP.
While for its listening tasks, there are some of them which do not measure the
students’ listening skills, it measures their reading skills instead. Nevertheless, this
textbook still can be used as learning resource because it st ill has 79% of relevant
listening materials and 56% of relevant listening tasks and it comply with some
criteria of a good textbook, they are: the materials in this textbook refer to the targets
should be achieved by the learners
outlined in the written form that can be communicated to the readers, it pay attention
to linguistic components such as pronunciation, and it is presented in the form of an
attractive and colorful appearance completed by pictures. The textbook also provides
recorded listening materials in the form of cassette. There are 2 cassettes. The first
cassette is cassette part 1, consists of unit 1 to 4 on side A and unit 4 to 5 on side B.
The second cassette is cassette part 2, consists of unit 6 to 7 on side A and unit 7 to 8
on side B. There are no native speakers involved in the recording, but the
pronunciation and accent used are quite close to the native speakers’.
Based on the research result, the researcher suggests the English teachers who
use the English Textbook “English on Sky 2” to have another supplementary
textbook as the supporting source of this textbook. In other words, the English
teachers are suggested to use more than one textbook. It is also suggested that the
future researchers take a further research that focuses on the relevance of the other
English textbooks published by the other publishers with curriculum as the parameter
Tinjauan hukum Islam terhadap aplikasi reksadana Exchange Traded Fund (ETF) di Bursa Efek Indonesia
Skripsi dengan judul Tinjauan Hukum Islam terhadap Aplikasi Reksadana Exchange Traded Fund (ETF) di Bursa Efek Indonesia ini adalah hasil penelitian lapangan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana mekanisme perdagangan ETF (exchange traded fund) dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap aplikasi ETF di Bursa Efek Indonesia? Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ETF (exchange traded fund) adalah reksadana yang unit penyertaannya atau sahamnyan diperjual belikan di Bursa Efek Indonesia. Adapun mekanisme penerbitan ETF di BEI diawali dengan penerbitan ETF. Unit Penyertaan atau saham ETF diterbitkan melalui proses yang disebut Creaton Unit, proses tersebut dilakukan pada saat investor kelembagaan (institutional investor) dalam hal ini bertindak sebagai sponsor, mendeposit sekumpulan efek (basket of securities) ke dalam reksadana dan sebagai gantinya investor tersebut akan menerima Unit Penyertaan atau saham ETF. Selanjutnya perdagangan ETF, investor ETF tidak dapat melakukan jual-beli lewat manajer invetasi tetapi melalui bursa efek yaitu diawali dengan pemodal menghubungi perusahaan efek dimana ia terdaftar sebagai nasabah, kemudian menyampaikan instruksi kepada broker. Instruksi tersebut kemudian disampaikan kepada pialang di lantai bursa untuk dilaksanakan hingga transaksi terjadi matched dalam artian pesanan jual atau beli telah bertemu dengan harga yang cocok, selanjutnya proses penyelesaian transaksi. Menurut hemat penulis transaksi saham ETF sama halnya dengan melakukan transaksi order pesana barang yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak dengan waktu dan syarat yang telah disepakati bersama. Dalam al-Qur’an dan Hadits memang tidak ditemukan ayat-ayat yang menjelaskan tentang bursa efek dan saham ETF, tetapi hal ini diperbolehkan karena telah memenuhi syarat dan rukun dalam jual beli dan tentunya tidak bertentangan dengan syariat Islam
Pengembangan modul fisika materi listrik statis, listrik dinamis, dan kemagnetan kelas IX SMP/MTS berbasis integrasi sains dan Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul fisika pada materi listrik statis, listrik dinamis, dan kemagnetan untuk siswa kelas IX SMP/MTs berbasis integrasi sains dan Islam, serta untuk mengetahui kualitas modul fisika tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research & Development (R&D) dengan prosedur penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall yang batasi sampai dengan tahap validasi ahli. Instrumen yang digunakan berupa skala penilaian untuk mengetahui kualitas bahan ajar fisika yaitu menggunakan skala Likert dengan 5 kategori yang disusun dalam bentuk checklist. Analisis data yang dihasilkan berupa data kualitatif dan data kuantitatif dari ahli materi, ahli media, serta ahli integrasi sains dan Islam. Data kualitatif merupakan data berupa kritik dan saran dari tim ahli, sedangkan data kuantitatif merupakan data berupa skor (persentase). Hasil penilaian menunjukkan bahwa modul fisika ini layak digunakan dengan kategori sangat baik (SB). Hal ini didasarkan pada jumlah rata-rata skor dan persentase kelayakan modul oleh ahli materi dengan skor 4,4 dan persentase kelayakan 89%, penilaian oleh ahli media dengan skor 4,4 dan persentase kelayakan 89%, dan penilaian oleh ahli integrasi sains dan Islam dengan skor 4,3 dan persentase kelayakan 85%
Larangan tato dalam perspektif Hadis Nabi SAW
Kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa kebijakan dan rahmat bagi umat manusia dalam segala waktu dan tempat. Nabi Muhammad SAW adalah penjelas bagi al-Qur’an dan penjelas bagi Islam, baik dari perkataan , perbuatan dan semua sisi sirahnya. Dalam memahami hadis-hadis Nabi dengan langkah ma’anil hadis merupakan langkah awal dalam menyikapi wacana-wacana Islam yang merujuk kepada hadits hadits nabi yang tersebar diberbagai literatur Islam yang selalu dikutip tanpa mempertimbangkan makna yang terkandung dibalik makna matan hadits.Dan juga disebabkan tato-tato itu berupa gambar yang mengandung unsur menyekutukan Allah.Seperti yang dilakukan oleh orang orang nasrani yang menggambar salib ditangan atau anggota tubuh lainnya.namun bukan berarti tato yang tidak mengandung unsur menyekutukan Allah bisa ditoleransi. Disisi lain perlu dicatat bahwa tato yang menghalangi tersentuhnya air wudhu atau air mandi junub. Tato telah dikenal sejak zaman Rasulullah.Banyak sekali hadits yang melarang hal tersebut, bahkan larangannya sangat keras, sampai-sampai mengutuk pelakunya.Ancaman tersebut menjadi bahan diskusi bagi para ulama’. Menyangkut kutukan dan larangan mengubah ciptaan Allah seperti memakai tato ini, merupakan larangan yang keras.
Adapun pembahasan yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah Tato dalam perspektif hadis Nabi SAW. Dalam redaksi pelarangan terhadap tato ada tiga bentuk pelarangan yaitu menggunakan term la’na, term naha, term la yang terdapat pada kutub al-sittah. Kemudian mentahrij salah satu hadis tersebut untuk mengetahui kualitas hadis yang diteliti. Dan redaksi hadis-hadis yang lainnya sebagai penguat dari redaksi hadis yang diteliti.
Metode dalam penelitian ini bersifat kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan. Sedangkan dalam pengolahan data, metode yang digunakan penulis adalah pendekatan tematik atau maudu’i. adapun hadis hadis tersebut didapatkan melalui CD ROM Mausu’ah al-Hadits al-Syarif al-Kutub al-Tis’ah kemudian penulis cocokkan dengan kitab aslinya untuk keakuratan data. Setelah hadis-hadis terkumpul kemudian penulis analisis dengan pendekatan analisis sanad dan analisis matan.
Dari penelitian yangdilakukan penulis, maka ditemukan beberapa kesimpulan, yaitu berdasrkan hadis-hadis tentang tato dalam perspektif hadis Nabi SAW bahwa hadis yang penulis teliti merupakan hadis sahih jika dilihat dari hasil analisis sanad yang menunjukkan syarat hadis sahih. Tato itu dilarang bahkan Allah melaknat pengguna dan orang yang mentato. Karena itu merupakan merubah ciptaan Allah, selain itu, tato juga dapat menghalangi air wudhu. Tato yang dimaksud dalam hadis nabi tersebut adalah tato yang bersifat permanen
Pandangan Hakim terhadap Korelasi antara Dispensasi perkawinan dengan perceraian: Studi kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Malang
ABSTRAK
Pengadilan Agama Kabupaten Malang menangani perkara permohonan dispensasi perkawinan karena belum mencapai batas minimal usia perkawinan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Pasal 7 ayat (1). Dari beberapa permohonan dispensasi perkawinan tersebut ternyata banyak yang kembali ke Pengadilan Agama Kabupaten Malang untuk mengajukan perceraian. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor yang melatar belakangi terjadinya perceraian pada pasangan dispensasi perkawinan di Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan korelasi antara dispensasi perkawinan dengan perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Malang.
Penelitian ini tergolong penelitian lapangan (Field Research) dan jenis penelitiannya yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif. Sumber data utama yang digunakan melalui wawancara kepada tiga Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan satu para pihak yang bercerai dari pasangan dispensasi kawin. Selanjutnya dengan dokumen penetapan dispensasi perkawin dan putusan perceraian.
Hasil penelitian yang dilakukan di Pengadilan Agama Kabupaten Malang ialah faktor yang melatarbelakangi terjadinya perceraian dari pasangan dispensasi perkawinan yaitu kurang layaknya nafkah dan terjadinya pertengkaran dan perselisihan secara terus menerus. Sedangkan korelasi antara dispensasi perkawinan dengan perceraian yakni terjadinya pernikahan dari pasangan dispensasi perkawinan karena keterpaksaan menyebabkan tidak adanya kesiapan mental dan finansial yang tidak mencukupi sehingga menimbulkan pertengkaran serta perselisihan, dan pada akhirnya mengajukan perceraian. Jumlah orang yang mengajukan perkara dispensasi perkawinan pertahunnya lebih dari 300, sedangkan yang kembali lagi ke Pengadilan Agama untuk mengajukan perceraian berjumlah sekitar 30 perkara. Dari jumlah tersebut sudah terlihat adanya mudhorot dari akibat pernikahan dini. Pernikahan dini ditinjau dari fiqh dianggap sah karena batasan umur menikah dalam fiqh yakni sudah baligh, sedangkan ditinjau dari Undang-Undang Perkawinan pernikahan dini dianggap menimbulkan banyak mudhorot. Jika ditinjau dari kesehatan biologis pernikahan dini dianggap belum mencapai umur ideal yakni 20-25 tahun, sedangkan ditinjau dari psikologis pernikahan dianggap baik dan positif apabila pernikahannya dilakukan karena sudah siap mental.
ABSTRACT
The Religious Court of Malang Regency handles matters of marriage dispensation because they have not reached the minimum age of marriage as regulated in Law Number 1 of 1974 Article 7 paragraph (1). From several applications of marriage dispensation it turns out that many returned to the Religious Court of Malang Regency to propose divorce. The subject matter in this research is the factor of the background of divorce on the couple of marriage dispensation in Religious Court of Malang Regency and correlation between marriage dispensation with high number of divorce in Religious Court of Malang Regency.
This research using field research (Field Research) and the type of research empirical juridical by using descriptive-qualitative research approach. The main data source used through interviews to three Religious Court Judges of Malang Regency and one divorced party from the married dispensation pair. Furthermore, with the documents of the provision of marriage dispensation and divorce decisions.
The results of research conducted in the Religious Court of Malang Regency is the factors behind the divorce from the couple of marriage dispensation, namely the lack of proper living and the occurrence of disputes and disputes continuously. Whereas the correlation between marital dispensation and divorce, namely the occurrence of marriage from a couple of marital dispensation due to compulsion led to the absence of insufficient mental and financial readiness that caused disputes and disputes, and eventually filed for divorce. The number of people who filed cases of annual marriage dispensation was more than 300, while those who returned to the Religious Courts to file divorce were about 30 cases. Of this amount, it has been seen that there is a harms from the effects of early marriage. Early marriage in terms of fiqh is considered legitimate because the age limit is married in fiqh that is adult, whereas in terms of the Marriage Law early marriage is considered to cause many harms. If viewed from the biological health of early marriage is considered not yet reached the ideal age of 20-25 years, whereas in terms of psychological marriage is considered good and positive if the marriage is done because it is mentally ready.
مستخلص البحث
عالجت المحكمة الدينية مالانج مطلبة رخصة الزواج النقصان عمر العروسين كما رتبها الدستور رقم الأول سنة ١٩٧٤ أية (١). ومن مطالب رخصة الزواج، كثير من المستدعيين الذين يعودون إلى المحكمة لتقديم الطلاق. المشكلة الأساسية في هذا البحث هي العوامل الدافعة لوقوع الطلاق في البعل من رخصة الزواج في المحكمة الدينية مالانج والعلاقة بين رخصة الزواج مع ارتفاع قضية الطلاق في المحكمة الدينية مالانج.
يشمل هذا البحث على البحث الحقلي ونوعه هو البحث الحقوقي الواقعي بالمدخل الوصفي والكيفي. مصادر البيانات الرئيسية هي المقابلة مع ثلاثة قضاة في المحكمة الدينية مالانج، وفرد من مطلقة في رخصة الزواج. وبالتالي، مع البيانات عن تقرير رخصة الزواج وحكم الطلاق.
أما نتائج البحث هي أن العوامل الدافعة لوقوع الطلاق هي عدم لياقة النفقة وكثرة النزاعات المستمرة. أما العلاقة بين رخصة الزواج مع الطلاق هي فيوجد أن وقوع الطلاق من الفاعل بالزواج المبكر بسبب الإجبار الذي يؤدي إلى عدم الاستعداد من ناحية الروحية ونقصان النفقة يؤدي إلى النزاعات والصراعات. عدد المستدعيين لقضية رخصة الزواج لكل سنة يجاوز عن ٣٠٠ شخصا، وهم يعودون إلى المحكمة ليقدمون مطلبة الطلاق قدر ٣٠ قضية. فمن هذا العدد، يعرف بأن هناك أثار سلبية من الزواج المبكر. أما الزواج المبكر إذ كشف من خلال الفقه جائز لأن حد العمر للزواج هو البلوغ، أما في الدستور يعتبر أن الزواج المبكر يسبب إلى آثار سلبية. ومن ناحية الصحية، الزواج المبكر لم يبلغ حد العمر اللائق وهو ٢٠-٢٥ عاما. أما من ناحية السيكولوجية يعتبر أن الزواج صالح وإيجابي إن كان العروسان مستعدين
- …
