517 research outputs found
Atlas of wooden furniture industry in Jepara, Indonesia
In this document, we study the industrial district of Jepara, Indonesia. It is specialised in furniture production, for the Indonesian consumption, as well as for worldwide exports. We summarize the main features of the dynamics of the firms involved in the Jepara industrial complex with a quantitative analysis of flows among them, and between them and markets elsewhere. A specific method of spatial analysis has been designed, and merged with other existing methods for the analysis of forest production networks and social networks. This method allows to take in account and to accurately assess the number of very small workshops that can not be evaluated by classical methods. We demonstrate that the extent of wood industry and activities is considerably underestimated by both the official statistics and the existing literature about Jepara. We present the results through synthesis maps. A total of 15 271 units of production have been identified, employing approximately 170 000 workers in Jepara. The activity generates creates a considerable revenue: between 11 900 to 12 300 billions Rp/year of added value (about 1 billion Euros/year), that is to say between 70 to 78 million Rp/worker/year. The district of Jepara consumes between 1.5 to 2.2 millions m3/year or round wood, and in other words, we found that the use of around 9 m3 of round wood, sustain 1 fulltime employee per year. The organisation of the production is typical of an industrial district, with a high level of intertwined relationships and sub-contracting between the production unites, a high specialisation of them, and a prevalence of the small and very small units in various steps of the production, compared to the bigger integrated units.Indonesia, Java, furniture, timber, industrial district, production network, manufacturing cluster, flexible specialisation, SME, teak, trade
Atlas of wooden furniture industry in Jepara, Indonesia
In this document, we study the industrial district of Jepara, Indonesia. It is specialised in furniture production, for Indonesian consumption as well as for worldwide exports. We summarize the main features of the dynamics of the firms involved in the Jepara industrial complex with a quantitative analysis of flows among them, and between them and markets elsewhere. A specific method of spatial analysis was designed, and merged with existing methods for the analysis of forest production networks and social networks. This method allows to take into account and to accurately assess the number of very small workshops that cannot be evaluated by classical methods. We demonstrate that both the official statistics and the existing literature about Jepara considerably underestimate the extent of the wood industry and its activities. We present the results through synthesis maps. A total of 15 271 units of production have been identified, employing approximately 170 000 workers in Jepara. The activity generates considerable revenue: between 11 900 and 12 300 billion Rp/year of added value (about 1 billion euros/year), that is to say between 70 and 78 million Rp/worker/year. The district of Jepara consumes between 1.5 and 2.2 million m3/year of roundwood, and in other words, we found that the use of around 9 m3 of roundwood sustains one full-time employee for a year. The organisation of the production is typical of an industrial district, featuring a high level of intertwined relationships and subcontracting among highly specialised production units and a prevalence of small and very small units in various steps of the production rather than bigger, integrated units.Indonesia; Java, furniture; timber; industrial district; production network; manufacturing cluster; flexible specialisation; SME; teak; trade
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MALOKLUSI DENGAN MINAT PENGGUNAAN ALAT ORTHODONTI PADA REMAJA
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MALOKLUSI DENGAN MINAT PENGGUNAAN ALAT ORTHODONTI PADA REMAJA
Annisa Rahmawati Azizah*, Siti Sulastri, Almujadi
Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jl. Kyai Mojo No. 56 Pingit, Yogyakarta 55243, 0274-514306
Email : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Maret Tahun 2023 dengan wawancara kepada 10 orang remaja di Dusun Kricaan, Somokaton, didapatkan data 70% remaja mengalami maloklusi, 70% remaja tidak mengetahui bahwa gigi yang tidak rapi dapat memengaruhi kesehatan mulut, 40% remaja tertarik melakukan perawatan orthodonti agar fungsi gigi tidak terganggu. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh remaja sehingga dapat mempengaruhi minat dalam penggunaan alat orthodonti.
Tujuan : Diketahuinya hubungan pengetahuan tentang maloklusi dengan minat penggunaan alat orthodonti pada remaja
Metode : Penelitian ini adalah pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2023. Populasi penelitian ini adalah remaja di dusun Kricaan, Somokaton, Ngluwar sebanyak 60 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling di dapatkan sampel sebanyak 38 responden. Variabel pengaruh yaitu pengetahuan tentang maloklusi dan variabel terpengaruh yaitu minat penggunaan alat orthodonti. Pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan tentang maloklusi dan kuisioner minat penggunaan alat orthodonti. Analisis data menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau.
Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang maloklusi dengan kategori baik (76,3%) dan minat penggunaan orthodonti dengan kategori tinggi (65,8%). Tabulasi silang antara pengetahuan dengan minat penggunaan alat orthodonti menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang maloklusi dengan kategori baik memiliki minat penggunaan alat orthodonti dengan kategori tinggi (92,0%). Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau berdasarkan taraf signifikan α<0,05. Diketahui nilai signifikan 0,002<0,05 dengan koefisien korelasi = 0,512
Kesimpulan : Pengetahuan tentang maloklusi berhubungan secara signifikan dengan minat penggunaan alat orthodonti pada remaja.
Kata kunci : Pengetahuan, Maloklusi, Minat, Alat Orthodonti, Remaja
Strategi Dakwah Kyai dalam Menanamkan Sikap Tanggung Jawab Santri di Pondok Pesantren Al-Barokah Ponorogo
ABSTRAK
Azizah, Rahmawati Nur,Pada perkembangan dakwah Islam, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang mempunyai peran penting dalam mengembangkan aktivitas dakwah. Salah satunya adalah dalam menanamkan sikap tanggung jawab pada santri. K.H. Imam Suyono memperhatikan karakter dan sikap tanggung jawab santri-santrinya. Beliau memiliki kemampuan dalam mendialogkan prinsip-prinsip ajaran Islam dengan realitas kehidupan sehari-hari dan selalu memberikan solusi alternatif dalam menyelesaikan suatu persoalan. Beliau tidak pernah menggunakan kekerasan dan selalu menggunakan tutur kata yang bijak dan penuh kewibawaan dalam menumbuhkan sikap tanggung jawab pada santri-santrinya
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil data dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Melalui teknik pengumpulan data tersebut peneliti menganalisis data yang diperlukan. Tiga poin rumusan masalah yaitu: 1. Bagaimana metode dakwah yang digunakan kyai dalam menanamkan sikap tanggung jawab santri di Pondok Pesantren Al-Barokah Ponorogo? 2. Bagaimana materi dakwah yang digunakan kyai dalam menanamkan sikap tanggung jawab santri di Pondok Pesantren Al-Barokah Ponorogo? 3. Bagaimana media dakwah yang digunakan kyai dalam menanamkan sikap tanggung jawab santri di Pondok Pesantren Al-Barokah Ponorogo?.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Pertama, Metode dakwah K.H. Imam Suyono dalam menanamkan sikap tanggung jawab santri adalah dengan menggunakan metode Bi-al-ḥikmah, Mau’īẓah al-Ḥasanah, dan Mujādalah billatī hiya Aḥsan. Dengan meluncurkan santri ke dalam berbagai kegiatan baik di dalam pondok maupun di luar pondok. Santri diberi tanggung jawab untuk menyukseskan acara mulai dari tahap persiapan hingga selesai. Kedua, Materi dakwah K.H. Imam Suyono dalam menanamkan sikap tanggung jawab santri terfokus pada budi pekerti (akhlak) yang diambil dari kitab-kitab yang beliau kaji seperti Ta’limul Muta’allim juga dengan menceritakan kisah-kisah ulama terdahulu dan teladan-teladan. Ketiga, Media dakwah K.H. Imam Suyono lebih cenderung menggunakan lisan dan pencontohan secara langsung. Media contoh berupa perbuatan-perbuatan nyata yang langsung beliau contohkan atau praktekkan sehari-hari
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT PADA SISWA KELAS IV MI AL-ISLAM 1 NGESREP, BOYOLALI 2012/ 2013
Azizah Rahmawati. THE APPLICATION OF THE COOPERATIVE
LEARNING MODEL OF THE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) TYPE
TO IMPROVE THE UNDERSTANDING ON THE ECONOMIC
ACTIVITY OF COMMUNITY OF THE STUDENTS IN GRADE IV OF
ISLAMIC PRIMARY SCHOOL AL-ISLAM 1 OF NGRESEP, BOYOLALI
IN 2012/2013. Skripsi: The Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas
Maret University, Surakarta June 2013.
The objective of this research is to improve the understanding on the
economic activity of community through the application of the Cooperative
Learning Model of the Inside Outside Circle (IOC) type and to discribe the
applying of the Cooperative Learning Model of the Inside Outside Circle (IOC)
type of the students in Grade IV of Islamic Primary School Al-Islam 1 of
Ngesrep, Boyolali 2012/2013.
This research used the classroom action research with two cycles, which
include planing, diong the research, observing and reflecing. The subjects of the
research were the students in Grade IV of Islamic Primary School Al-Islam 1 of
Ngesrep, Boyolali in Academic Year 2012/2013 as many as 25 students,
consisting of 13 males and 12 females. The resources of the data of the research
were pieces of information from the Social Science teacher teaching in Grade IV,
the results of observation on the learning process which used the Cooperative
Learning Model of the Inside Outside Circle (IOC) type, and official documents.
The validation test of this research are source of the data triangulation, and
method triangulation. The data were gathered through test, documentation, in-
depth interview, and observation. They were then analyzed by using the
interactive technique of analysis comprising three components, namely: data
reduction, data display, and conclusion drawing or verification.
The result of the research shows that the application of the Cooperative
Learning Model of the Inside Outside Circle (IOC) type can improve the
understanding on the economic activity of community of the students in Grade IV
of Islamic Primary School Al-Islam 1 of Ngesrep, Boyolali in Academic Year
2012/2013, as indicated by the score achievement in the understanding on the
economic activity of community. Prior to the treatment, the class average score of
the understanding on the economic activity of community is 54.60 with the
classical learning completeness of 32% of the required minimal completeness
criteria. Following the treatment, it becomes 71.56 with classical completeness of
52% of the required minimal completeness criteria in Cycle 1 and 86.42 with the
classical completeness of 84% of the required minimal completeness criteria.
Thus, a conclusion is drawn that the application of the Cooperative Learning
Model of the Inside Outside Circle (IOC) type can improve the understanding on
the economic activity of community of the students in Grade IV of Islamic
Primary School Al-Islam 1 of Ngesrep, Boyolali in Academic Year 2012/2013.
Based on the result of the research, a recommendation is proposed that the
understanding on the economic activity of community of the students can be
improved through the application of the Cooperative Learning Model of the Inside
Outside Circle (IOC) type.
Azizah Rahmawati. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) UNTUK MENINGKATKAN
PEMAHAMAN KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT PADA SISWA
KELAS IV MI AL-ISLAM 1 NGERSEP, BOYOLALI 2012 / 2013. Skripsi:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta,
Mei 2013.
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kegiatan
ekonomi masyarakat dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Inside Outside
Circle (IOC) dan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Kooperatif
tipe Inside Outside Circle (IOC) pada siswa kelas IV MI Al-Islam 1 Ngesrep,
Boyolali 2012/ 2013.
Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dilaksanakan
dalam dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi
dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Al-Islam 1
Ngesrep, Boyolali, jumlah siswa ada 25 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki
dan 12 siswa perempuan. Sumber data berupa informasi dari guru IPS kelas IV,
hasil pengamatan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Inside
Outside Circle (IOC) dan dukomen resmi. Uji validitas menggunakan triangulasi
sumber dan triangulasi metode. Teknik pengumpulan data adalah tes,
dokumentasi, wawancara langsung, dan observasi. Teknik analisis data
menggunakan model analisis interaktif meliputi reduksi data, sajian data,
penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran
Kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) dapat meningkatkan pemahaman
siswa tentang kegiatan ekonomi masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan
meningkatnya pemahaman rata-rata kelas sebelum tindakan yaitu 54.60 dengan
ketuntasan klasikal 32% dari pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM),
siklus I meningkat rata-rata siswa 71.56 dengan ketuntasan klasikal 52% dari
pencapaian KKM, siklus II meningkat rata-rata siswa 86.42 dengan ketuntasan
klasikal 84% dari pencapaian KKM. Dengan demikian, dapat diajukan sebagai
rekomendasi bahwa pemahaman kegiatan ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan
dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) pada
siswa kelas IV MI Al-Islam 1 Ngesrep, Boyolali Tahun 2012/2013.
Kata kunci: pemahaman kegiatan ekonomi, Inside Outside Circle (IOC
AgandCuloadedonTiO2/graphite as a catalyst for �Escherichia coli- contaminated water disinfection
TiO2 film was synthesized by means of the chemical bath deposition (CBD) method from TiCl4
as a precursor and surfactant cetyl trimethyl ammonium bromide (CTAB) as a linking and assem-
bling agent of the titanium hydroxide network on a graphite substrate. Ag and Cu were loaded
on the TiO2 film by means of electrodeposition at various applied currents. Photoelectrochemical
testing on the composite of Ag–TiO2/G and Cu–TiO2/G was used to define the composite for
Escherichia coli-contaminated water disinfection. Disinfection efficiency and the rate of disinfection
of E. coli-contaminated water with Ag–TiO2/G as a catalyst was higher than that observed for
Cu–TiO2/G in all disinfection methods including photocatalysis (PC), electrocatalysis (EC), and
photoelectrocatalysis (PEC). The highest rate constant was achieved by the PEC method using
Ag–TiO2/G, k was 6.49 × 10−2
CFU mL−1
min−1
. Effective disinfection times of 24 h (EDT24)
and 48 h (EDT48) were achieved in all methods except the EC method using Cu–TiO2/G.
Keywords: Ag–TiO2/G, Cu–TiO2/G, Escherichia coli, disinfectio
Implementasi Senam Pagi dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa Tunagrahita Mampu Didik di SMPLB Putra Jaya Malang
ABSTRAK Rahmawati, Azizah. 2017. Implementasi Senam Pagi dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa Tunagrahita Mampu Didik di SMPLB Putra Jaya Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Drs. Abdul Huda, M. pd, (2)Drs. Ahmad Samawi, M. Hum. Kata Kunci: Senam Pagi, Motivasi Belajar, Tunagrahita MampuDidik. Dalam upaya membangun motivasi belajar siswa tunagrahita mampu didik dirasa lebih besar kendalanya dibandingkan dengan anak reguler, karena sesuai dengan karakteristiknya, siswa tunagrahita mengalami hambatan pada aspek kecerdasan intlektualnya yang berpengaruh pada kemampuaninterpersonalnya, khususnya untuk anak tunagrahita mampu didik cendrung lebih sulit untuk diduga permasalahannya karena nampak seperti anak regular, sehingga sering terabaikan. Pada motivasi belajar tim guru dan kepala sekolah menjalin koordinasi untuk merencanakan pemilihan kegiatan rutin dalam mengawali kegiatan belajar mengajar bagi siswa tunagrahita mampu didik di SMPLB Putra Jaya Malang yang terdiri dari 4 siswa tunagrahita mampu didik.Siswa tersebut di bagi kedalam bentuk komposisi kelas yang berbeda, sehinggapula memiliki orientasi belajar yang berbeda, namun dengan pemilihan kegiatan senam setiap pagi ini diharapkan upaya pembangunan motivasi dapat memberikan kesiapan belajar yang sama bagi semua anak tunagrahita mampu didik di SMPLB Putra Jaya Malang. Tujuan penelitian (1) Mendeskripsikan pelaksanaan senam pagi dalam membangun motivasi belajar siswa. (2) Mendeskripsikan hambatan implementasi senam pagi dalam membangun motivasi belajar siswa, (3) Mendeskripsikan solusi mengatasi hambatan implementasi senam pagi guna membangun motivasi belajar siswa. (4)Mendeskripsikan dampak senam pagi terhadap motivasi belajar siswa. Penelitianini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari hasil teknik pengumpulan data, analisis data dan pengecekan keabsahan temuan yang dilakukan peneliti, menunjukan bahwasannya dalam implementasi kegiatan senam pagi di SMPLB Putra Jaya Malang didapati (1) Program senam pagi terdiri dari:penyampiaan tujuan, penentuan sasaran, penanggung jawaban kegiatan, pemilihan bentuk kegiatan senam, pelaksanan dan pengadaan evaluasi. (2) Pelaksanaan senam pagi terdiri dari: persiapan kegiatan senam, pelaksanaan kegiatan senam, hasil senam pagi dalam pembelajaran dan evaluasi. (3) Hambatan implementasi senam pagi terdapat: kondisi siswa dan sarpras. (4) Solusi mengatasi hambatan berupa: pendekatan afeksi dan cara alternatif.(5) Dampak implementasi senam pagi berupa: ketertarikan, kebugaran, kemampuan motorik dan prestasi. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada: (1) Kepala sekolah, agar mampu memfasilitasi kegiatan senam berupa kebijakan program, (2) Guru, dapat melakukan pelayanan perencanaan dan bimbingan di dalam pelaksanaan kegiatan senam, (3) peneliti lain agar dapat melakukan penelitian serupa dengan konteks yang lebih luas dan terencana.
Impact of Information Technology towards Culinary Business: A Case Study on Azizah Catering Pekalongan
Catering Business Management by Utilizing a Web-Based Information System. This study aims to facilitate the management of the catering business. The form and strategy of this research uses qualitative research methods with a descriptive approach through observation and interviews. Based on the research that has been done, the researcher concludes that this web-based information system can help and facilitate the management of the Azizah catering business in running its business which was originally managed manually, can become automatic with the help of this system
Peran Ibu Dalam Mengasuh Anak
Deaf and mute are terms used for
children who cannot hear and speak. Unability
to hear may be low ability to hear or complete
unability to hear. Hearing disorders
experienced by children with hearing and
speech impairment causes delays in the
children development. The success of a mother
in Kranjingan Village, District of Sumbersari,
Jember Regency in taking care of her deafmute
child until the child is able to be
independent in his daily life and also to ease
the burden of his parents in terms of economy
is an interesting phenomenon for the author to
examine the role of a mother in caring for a
child with hearing and speech impairment (A
Case Study of Mrs. SW in Kranjingan Village,
District of Sumbersari, Jember Regency).
The research used qualitative approach
with case study research type. Informants were
determined by purposive sampling. The
analysis method used was based on
triangulation of source. The results showed that
the role of the mother in parenting her child, in
this case, is related to the role of the mother in
parenting children in formal education, that is,
the mother's roles as child’s primary carer, in
worship and religious activities, as a teacher
who teaches anything new, trains, guides,
directs and assesses whether in the form of
educational "reward" and "punishment", the
role of the mother in parenting in employment
at home, namely the role of the mother as a
teacher, the role of the mother in parenting in
the application of norms or rules at home is the
mother's role as regulating domestic life, and
the role of the mother in parenting in
community activities is the mother's role as a
teacher. Results of analysis obtained that care
for children with hearing and speech impaired
better and ideal if the mother uses parenting
authoritative, parenting authoritative provide
warmth to children accompanied by firmness,
Mother giving reward and punishment to the
child so that the child can be independent and
disciplined, and the child does not repeat
mistake again
Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus pada Ny. Mi Dan Ny. Ma dengan Masalah Keperawatan Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh di UPT PSTW
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan yang ditandai dengan hiperglikemia, disebabkan karena ketidakseimbangan antara supplai dan kebutuhan insulin. Pada diabetes tipe 2 yang tidak bisa hamil kehilangan kalori sekitar 500 gram setiap 24 jam atau setara dengan 2000 kalori yang dikeluarkan setiap hari, masalah ini akan menyebabkan diabetes tipe 2 menjadi kurus dan terjadi ketidakseimbangan nutrisi tubuh. Dalam kasus ini tidak hanya diberikan terapi farmakologi seperti obat-obatan DM, namun juga ada terapi non farmakologi yaitu manajemen nutrisi (HE) yang bertujuan untuk mengontrol gula darah, meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan BB.
Penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan laporan kasus yang menggunakan pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi pada kedua klien DM dengan masalah keperawatan ketidaksembangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Hasil laporan tugas akhir asuhan keperawatan pada klien DM dengan masalah keperawatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh di UPT PSTW Jember di wisma sakura dan wisma dahlia dari 8 rencana keperawatan termasuk manajemen nutrisi ini berhasil dilakukan dan dapat teratasi sebagian dihari ke tiga.
Nutrisi merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam makanan dan diperlukan oleh tubuh untuk berbagai keperluan seperti menghasilkan energy, mengganti jaringan serta memproduksi substansi tertentu misalnya enzim, hormone dan antibody. Saran bagi penulis selanjutnya diharapkan lebih mengutamakan pengaturan pola makan dengan menggunakan terapi non farmakologi yaitu dengan manajemen nutrisi dengan memperhatikan pola 3J (Jenis, jadwal dan jumlah), ini dapat diberikan kepada klien DM dengan masalah keperawatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
- …
