292 research outputs found
IMPLIKATUR DALAM PODCAST DEDDY CORBUZIER BERSAMA RETNO MARSUDI MEDIA SOSIAL YOUTUBE: KAJIAN PRAGMATIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis implikatur yang digunakan pada podcastDeddy Corbuzier bersama Retno Marsudi, (2) implikasi maksud lain yang digunakan pada podcastDeddy Corbuzier bersama Retno Marsudi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat serta dianalisis menggunakan metode analisis isi. Podcast Deddy Corbuzier bersama Retno Marsudi menjadi sumber data penelitian karena podcast tersebut banyak mengandung implikatur untuk membahas permasalahan yang sedang hangat dibicarakan masyarakat saat ini yakni Covid-19. Hasil penelitian ini meliputi (1) jenis implikatur yang ditemukan berupa 13 implikatur konvensional dan 9 implikatur percakapan, (2) implikasi maksud lain yang ditemukan berupa 5 implikasi mengkritisi, 3 implikasi menegaskan, 4 implikasi menolak, 2 implikasi meyakinkan, 2 implikasi memberitahu, 1 implikasi menyindir, 2 implikasi mengharapkan, 1 implikasi mengingatkan, 1 implikasi menyatakan kekecewaan, dan 1 implikasi menyatakan ketidaksenangan. Interpretasi podcastDeddy Corbuzier bersama Retno Marsudi banyak mengandung implikatur konvensional serta implikasi mengkritisi. Namun, dalam podcast ini tidak ditemukan implikasi mengimbau, implikasi menyarankan, dan implikasi meminta. Hal ini menunjukkan bahwa podcast Deddy Corbuzier bersama Retno Marsudi banyak mengandung implikasi dengan memaknai dari kata itu sendiri tanpa memerlukan kondisi khusus untuk menarik kesimpulan. Tidak hanya itu saja, podcast tersebut juga mengkritisi topik pembicaraan yang sedang diangkat yakni Covid-19. Kata Kunci : Implikatur, Podcast, dan Deddy Corbuzier
PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN MURABAHAH DALAM MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT PADA BAITUL MAAL WA TAMWIL ISTIQOMAH TULUNGAGUNG DAN BAITUL MAAL WA TAMWIL NUSANTARA UMAT MANDIRI KALIDAWIR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pemasaran Produk Pembiayaan Murabahahah dalam Meningkatkan Minat Masyarakat pada Baitul Maal wa Tamwil Istiqomah Tulungagung dan Baitul Maal wa Tamwil NUsantara Umat Mandiri Kalidawir” ditulis oleh Retno Lailatul Azizah, NIM 12401183079, jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I.
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh jumlah anggota pembiayaan murabahah di BMT Istiqomah Tulungagung dan BMT NUsantara Umat Mandiri Kalidawir yang mempunyai selisih yang cukup banyak. Selain itu, terjadi penurunan jumlah anggota pembiayaan murabahah yang terjadi beberapa tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa atensi masyarakat terhadap produk pembiayaan murabahah di BMT Istiqomah Tulungagung dan BMT NUsantara Umat Mandiri menurun. Rumusan masalah meliputi: (1) Bagaimana pemasaran produk pembiayaan murabahah yang digunakan oleh BMT Istiqomah Tulungagung dan BMT NUsantara Umat Mandiri Kalidawir dalam meningkatkan minat masyarakat?. (2) Bagaimana dampak dari penerapan pemasaran produk pembiayaan murabahah bagi BMT Istiqomah Tulungagung dan BMT NUsantara Umat Mandiri Kalidawir?. (3) Apa kendala dan solusi yang diambil oleh BMT Istiqomah Tulungagung dan BMT NUsantara Umat Mandiri Kalidawir terhadap penerapan pemasaran produk pembiayaan murabahah dalam meningkatkan minat masyarakat?.
Penelitian ini termasuk penelitian studi lapangan dengan menggunakan metode penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menitikberatkan kajiannya pada strategi pemasaran produk pembiayaan murabahah dalam meningkatkan minat masyarakat. Metode pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara dengan karyawan dan anggota pembiayaan murabahah di BMT Istiqomah Tulungagung dan BMT NUsantara Umat Mandiri Kalidawir.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pemasaran yang digunakan oleh BMT Istiqomah Tulungagung adalah word of mouth, sedangkan BMT NUsantara Umat Mandiri Kalidawir yaitu word of mouth, face to face, door to door serta menggunakan media cetak dan media sosial (2) Dampak positif, yaitu dikenal masyarakat, jangkauan pemasaran meluas, dan terjadi peningkatan jumlah anggota, pendapatan dan bagi hasil. Dampak negatif, yaitu sensitif kepada anggota bermasalah, dan timbul pembiayaan bermasalah. (3) Kendala, yaitu kurang maksimal, tingkat pendidikan rendah, dan persaingan bisnis. Solusi BMT Istiqomah Tulungagung, yaitu mempertahankan strategi yang sudah digunakan, memperbaiki dan meningkatkan pelayanan, dan tetap menjalin hubungan baik dengan anggota. sedangkan BMT NUsantara Umat Mandiri Kalidawir, yaitu sosialisasi, memberikan pelayanan terbaik, dan pendekatan langsung.
Kata Kunci: Murabahah, Nasabah, Pemasara
Keefektifan Teknik Permainan Kelompok Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa SD Kelas III
ABSTRAK Azizah, Retno Ragil Kurniawati. 2013. Keefektifan Teknik Permainan Kelompok Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa SD Kelas III. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd, (II) Drs. Widada, M.Si. Kata Kunci: efektifitas, permainan kelompok, keterampilan sosial, siswa SD kelas III Keterampilan sosial adalah keterampilan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Keterampilan sosial adalah kemampuan berinteraksi dengan orang lain yang berguna untuk mengembangkan hubungan sosial berkaitan dengan penerimaan masyarakat, yang meliputi aspek emosi dan aspek sosial. Individu yang memiliki keterampilan sosial akan secara mudah menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungannya. Selain itu individu yang memiliki keterampilan sosial cenderung memiliki teman yang banyak dan popular di dalam kelompok sosialnya. Individu yang tidak memiliki keterampilan sosial akan sering merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu keterampilan sosial sangat penting untuk dikembangkan. Dalam hal ini teknik permainan kelompok merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik permainan kelompok untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa SD kelas III. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment design). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIIA dan IIIB SD Islam Babadan Kabupaten Blitar sebanyak 10 orang siswa sebagai kelompok eksperimen yang dipilih berdasarkan hasil observasi yang mendapatkan nilai terendah dari skala penilaian pedoman observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik inferensial non-parametrik, yaitu uji beda two related tests Wilcoxon. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat keterampilan sosial siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment dengan teknik permainan kelompok pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik permainan kelompok efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas III SD Islam Babadan Kabupaten Blitar. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor keterampilan sosial kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan atau treatment dengan menghasilkan nilai Wilcoxon sebesar (z = -2.814a) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.005, sehingga diperoleh nilai probability error (p = 0.005 < 0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah teknik permainan kelompok efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa SD kelas III. Dari hasil penelitian ini, maka dapat disarankan agar, 1) Guru dapat membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan sosialnya dengan menggunakan teknik permainan kelompok, 2) Orang tua dapat membimbing anak, bahwa keterampilan sosial sangat penting dimiliki anak untuk perkembangan kehidupan masa depannya, 3) Sekolah dapat mengembangkan program pembelajarannya melalui permainan kelompok untuk meningkatkan keterampilan sosial, dan 4) Peneliti selanjutnya dapat meneliti efektivitas teknik permainan kelompok untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa SD kelas III dengan menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding, sehingga hasil yang diperoleh akan lebih sempurna dan bisa memperkuat hasil penelitian.
Analisis Nilai-nilai Agama Islam Dalam Novel Hijab For Sisters Jadi Anak Pesantren Karya Triani Retno A
This research is motivated by the desire to make people aware of the importance of Islamic religious values ??in humans so they don't fall into negative things. Therefore, research is needed that discusses Islamic religious values. This research is motivated by Islamic religious values ??which are divided into 3 problem formulations, namely: 1) what are the Islamic religious values ??in the novel Hijab For Sisters by Triani Retno in terms of aqidah?, 2) what are the Islamic religious values ??in the novel Hijab For Sisters by Triani Retno in the aspect of shari'ah?, 3) how are the Islamic religious values ??in the novel Hijab For Sisters by Triani Retno in the aspect of morality?. The purpose of this research is to analyze and describe data on Islamic religious values ??in the novel Hijab For Sisters. The theory used in this study is the theory of Islamic Religious Education Based on Character Education by (Wiyani, 2013). The research method uses descriptive method. The approach used is a qualitative approach. The data collection technique used by the author is the hermeneutic technique, namely reading, recording, and concluding. The results of this study contained 3 concepts of Islamic religious values ??in the novel Hijab For Sisters by Triani Retno. Includes: (1) Aqidah, can be seen from the character's belief that Allah SWT knows what is good and bad and believes in the most effective prayer to ask Allah SWT. (2) Shari'ah, can be seen from the traditional belief in the teachings contained in Islam. (3) Morals, can be seen from the behavior of the characters who always respect those who are older than them and give advice to people who make mistakes. Morals are mostly conveyed by the author in the novel because this novel tells about the life of Islamic boarding school children who have a positive influence on the Islamic boarding school environment, not only within the Islamic boarding school environment but also carried into the community environment
ANALISIS NILAI ETIKA TOKOH-TOKOH DALAM NOVEL PHOSPHORUS, LELAKI YANG MENCARI TEMPAT TERINDAH KARYA RETNO MAWARNI
The fact that in a literary work, including novels contains a lot of values, especially ethical values which are reflected through the attitudes, behavior, and actions of these characters, it is this that attracts the writer's interest in conducting an analysis of literary works in the form of novels, namely the novel Phosphorus, The Man Who Finding the Most Beautiful Place by Retno Mawarni. The problem of this research is how are the ethical values of the characters in the novel Phosphorus, The Man Who Sees the Most Beautiful Place by Retno Mawarni. The purpose of this study is to find out and describe the analysis of the ethical values of the characters in the novel Phosphorus, Men Who Seek the Most Beautiful Places by Retno Mawarni. The benefits of research are for teaching Indonesian language and literature, readers of literary works, and other researchers.The research method uses a descriptive method. The data source used is the novel Phosphorus, The Man Who Finds the Most Beautiful Place by Retno Mawarni, which totals 370 pages, published by Sabil, Yogyakarta in July 2012. Data collection techniques used documentation techniques. The approach uses a moral approach, while data analysis techniques use content analysis techniques.Based on the results of the research and discussion, it is known that the novel Phosphorus, The Man Who Finds the Most Beautiful Place by Retno Mawarni is a novel that tells about a young man's efforts to forget his dark past and the efforts he makes to find his identity. As for Faya Nevu or Nevu as the main character, she has good ethical values, namely being liked (al-aliefah), good-natured (anie satun), kindness (al-khairu), and diligent (al-khusyu') as well as bad ethics , namely egoistic and liar nature. Meanwhile, supporting characters, namely Abah Syarif, have good ethics, namely the nature of being liked (al-aliefah) and the nature of kindness (al-khairu). Nitya has good ethics, namely the nature of kindness or al-khairu. Iqbal has good ethics, namely liking (al-aliefah), sweetness (anie satun), and kindness (al-khairu). Gareng has good ethics, namely the nature of being liked or al-aliefah and bad or reprehensible ethics, namely the nature of persecution and the nature of arrogance or arrogance. Doctors Akmal, Bagas, Rieya, and Anton Perdana both have good ethical values, namely being liked or al-aliefah. Rusdi Iskandar has good ethics, namely the nature of goodness (al-khairu). Finally, Satria as a supporting character has good ethical values, namely being liked (al-aliefah). The suggestions that the author can put forward are: (1) for readers and connoisseurs of literature, (2) for teaching Indonesian Language and Literature, and (3) for other researchers
PENGARUH PERBEDAAN KOMPOSISI PAKAN KONSENTRAT DAN CACING TUBIFEX TUBIFEX TERHADAP KESINTASAN BENIH LELE DUMBO (Clarias gariepinus Burc.)
Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa benih lele
dumbo usia 0-4 minggu lebih menyukai kombinasi pakan dengan komposisi
pakan alami lebih banyak dari pada pakan konsentrat
Gerakan Protes PetaniI terhadap Perkebunan Rotorejo Kruwuk di Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Tahun 1964-2016
Sosialisme merupakan cita-cita yang dinginkan oleh pemerintah Orde
Lama. Presiden Soekarno mewujudkan cita-cita tersebut dengan mencanangkan
program penataan ulang kepemilikan tanah atau yang disebut dengan landreform.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan tidak akan ada lagi kesenjangan
kepemilikan tanah pada masyarakat Indonesia yang mayoritas
bermatapencaharian sebagai petani. Pelaksanaan program tersebut sering kali
mengalami masalah yang menyebabkan terjadinya konflik.
Latar belakang penulisan skripsi ini karena melihat adanya banyak konflik
tanah di Blitar, seperti di Kecamatan Gandusari, khususnya di Desa Gadungan
dan Desa Sumberagung. Permasalahan tanah di desa tersebut melibatkan antara
petani sekitar Perkebunan Rotorejo Kruwuk dengan pihak Perkebunan Rotorejo
Kruwuk. Penyebab terjadinya konflik dimulai sejak adanya ketidakadilan oleh
pihak perkebunan terhadap petani sekitar perkebunan yang telah mendapat
pembagian tanah bekas hak erfpacht dan masuk dalam obyek landreform.
Berdasarkan SK dari Kepala Inspeksi Agraria Djawa Timur No./Agr/13/XI/IIIK.
36/IIM/III tahun 1965, tanah yang masuk obyek landreform dibagikan dan
petani sekitar disuruh membayar ganti rugi kepada pemerintah. Tidak lama
setelah petani sekitar perkebunan membayar ganti rugi, tanah sebesar 49.000 Ha
diambil secara paksa oleh pihak perkebunan beserta bukti pembayarannya.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui gerakan protes
petani Desa Gadungan dan Desa Sumberagung terhadap Perkebunan Rotorejo
Kruwuk supaya mereka mendapatkan kembali hak tanah yang selama ini sudah
dicabut pihak perkebunan. Adapun manfaat dari penulisan skripsi ini adalah dapat
memperkaya penafsiran atau pemahaman tentang kajian sejarah yang membahas
xxiv
gerakan petani dalam konflik agraria. Terkait dengan metode yang digunakan
dalam penulisan skripsi ini adalah dengan menggunakan metode sejarah yang
menurut Louis Gottschalk ada empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber,
interpretasi dan historiografi.
Hasil dari penelitian mengenai sejarah singkat Perkebunan Rotorejo
Kruwuk yang menyebabkan konflik ialah ketidakadilan pihak perkebunan karena
telah mengambil tanah petani secara paksa. Masyarakat sekitar perkebunan sudah
beberapa kali mulai dari tahun 1984 sampai 1998 mengajukan surat kepada
pemerintah Kabupaten Blitar dan ke Kantor Agraria untuk meminta keadilan serta
meminta pengembalian tanah yang dicabut oleh pihak perkebunan. Baru
mendapat respon dari pemerintah pada tahun 2000 yang kemudian diadakan rapat
dengar antara anggota legeslatif, eksekutif, perwakilan dari petani dan perwakilan
dari pihak perkebunan bertemu. Kemudian menghasilkan kesepakatan untuk
menerima dan meneruskan tuntutan petani penggarap lahan.
Tuntutan untuk mendistribusikan lahan tersebut belum juga terrealisasi
karena Perkebunan Rotorejo Kruwuk merasa tanah tersebut masuk kedalam HGU.
Sikap pihak perkebunan yang demikian membuat masyarakat geram untuk terus
menyuarakan ketidak adilan. Sampai pada 31 Desember 2009, HGU milik
Perkebunan Rotorejo Kruwuk telah berakhir belum juga didistribusikan.
Penyebab lain yang membuat masyarakat sekitar geram ialah pihak perkebunan
terus melakukan penggarapan lahan meski sudah tidak memilik HGU
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PESANAN PADA CV CHAMPION FURNITURE PALEMBANG
ABSTRACT
THE ANALYSIS CALCULATION OF COST OF GOODS MANUFACTUREBY THE ORDER AT CV CHAMPION FURNITURE PALEMBANG
Retno Febriyanti, 2016 (xv + 70 pages)
E-mail : [email protected]
JurusanAkuntansiPoliteknikNegeriSriwijaya
The title of this report is “The Analysis Calculation Of Cost of Goods Manufacture By The Order At CV Champion Furniture Palembang”. CV Champion Furniture Palembang is the industrial that making meubel and located in Sudirman Street Number 2841, Palembang. The author uses several methods for obtaining data report such as interview, observations, and literature study. The objects analyzed are the calculation of cost production of chairs and dining table, office desk, and wardrobe by using job order costing method. Based on the obtained data, the author found several problems such as the company has not been precise in classifying the elements of cost of productions especially direct material cost and indirect material cost, the company also don’t calculate indirect material cost, electrical cost, and the assets depreciation. So, the author gives some suggestions to the company such as the company should classify the elements of cost of productions correctly into direct material cost and indirect material cost. The company should indirect material cost, electrical cost and assets depreciation cost into the factory overhead cost so that the cost of goods manufacture can reflect the actual values
IDIOM BAHASA JEPANG YANG MENGGUNAKAN NAMA HEWAN 動物を使う日本語の慣用句
ABSTRACT
Dyah, Retno. 2017. “Idiom Bahasa Jepang yang Mengunakan Nama Hewan”. Thesis Department of Japanese Literature. Faculty of Humanities. Diponegoro University. The Adivsor S.I. Trahutami, S.S., M.Hum.
The main matter of this research are: 1. What are the Japanese idioms that use animal names and are still used today. 2. How the meaning of lexical and meaning idiomatikal from idioms that use the name of animal.
The research has two purposes. First, to describes the meaning of idiom formed from animal names. Second to examine the idiomatic meaning and lexical meaning contained in idioms that use animal names. Author obtained the data from Reikai jiten kanyouku, Animal Idiom, and 101 Japanese Idiom book. Those data were collected using note taking technique. Then, to analyze structure and meaning of idiomatical authors using data that has been presented semantically. The method of presenting the results of data analysis in an informal method, which is presenting the results of analysis data with words.
Based on the data analysis, the result of this research shows idioms that use animal names and are still commonly used today there are 39 animals.
Keyword : idioms that use animal names
PERBANDINGAN NILAI BUSHIDO DALAM CERITA RAKYAT MOMOTAROU DAN ISSUNBOUSHI 『桃太郎』と『一寸法師』という昔話での武士道比べるの価値
ABSTRACT
Sari, Retno Wulan, 2017. "Comparison of Bushido Value in Folklore Momotarou and Issunboushi", Thesis, Japanese Literature, Diponegoro University, Semarang. Advisor Fajria Noviana, S.S., M.Hum.
The purpose of this research is to explain various forms of comparison bushido value delivered in the folklore of Momotarou and Issunboushi.
The method of this research is qualitative method with literature review. The theory used to analyse is a structural approach. Structural used to analyse intrinsic substance in this folklore, such as the theme, character and characterization also background of the story. Meanwhile, seven bushido values are used to analyse the value of bushido as reflected in the Momotarou and Issunboushi stories.
In this research we can know that the bushido values contained in Momotarou and Issunboushi's stories is very related to whole of event and characteristic of the character in the story. The events that happened to primary character show that there are seven bushido values in Momotarou and Issunboushi's stories of courage, virtue, modesty, loyalty, honesty, honor and justice. The author also compares the two folklore, which distinguishes the application of the seven bushido values in each story.
Keywords: Japanese folklore, Momotarou, Issunboushi, structural analysis, bushido valu
- …
