1,720,960 research outputs found
PENERAPAN METODE THINK PAIR SQUARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP N 4 WATES
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan metode Think Pair Square di kelas VIII D SMP N 4 Wates.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian sebanyak 31 siswa kelas VIII D SMP N 4 Wates tahun ajaran 2011/2012. Penelitian dilakukan selama tiga siklus, setiap siklusnya terdiri dari pelaksanakan empat komponen: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumetasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan langkah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Think Pair Square dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas. Aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukkan siswa dengan aktivitas belajar tinggi dan sangat tinggi 56,67%. Pada siklus II siswa dengan aktivitas belajar tinggi dan sangat tinggi sebesar 82,86%. Pada siklus III jumlah siswa dengan aktivitas belajar tinggi dan sangat tinggi sebesar 90,32%. Peningkatan kemampuan berpikir kritis juga terlihat pada setiap siklusnya. Pada siklus I siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan sangat tinggi 33,33%. Pada siklus II jumlah siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan sangat tinggi sebesar 80,64%. Pada siklus III jumlah siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan sangat tinggi 99,76%. Adanya peningkatan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis hingga mencapai target ≥ 75% pada kategori tinggi dan sangat tinggi menunjukkan bila penelitian ini dikatakan berhasil.
Kata Kunci : Metode Think Pair Square, Aktivitas Belajar, Kemampuan Berpikir Kritis, Pembelajaran IP
The impact of the campus teaching program on social sciences education students Universitas Negeri Yogyakarta: An interpretative phenomenological analysis
Asistensi Mengajar di satuan Pendidikan atau popular disebut Kampus Mengajar (KM) merupakan satu program dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sejak dijalankan pada pertengahan tahun 2021, program ini banyak diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia, termasuk mahasiwa Program Studi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial Hukum dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman terkait bagaimanakah dampak keikutsertaan mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS UNY pada pengembangan kompetensi mereka sebagai calon guru. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode penelitian fenomenologi. Partisipan adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS UNY yang terdaftar sebagai peserta program KM, dan telah selesai melaksanakan program KM. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam, data kemudian dianalisis menggunakan teknik interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian menjelaskan bila mahasiswa program studi Pendidikan IPS UNY yang mengikuti program Kampus Mengajar memiliki pengalaman mengembangkan kemampuan sebagai calon guru selama mengikuti penugasan di satuan pendidikan tempat bertugas. Kompetensi pedagogis didapatkan terkait bagaimana mahasiswa memahami dan berkomunikasi dengan siswa. Pengembangan kompetensi profesional didapatkan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Kompetensi sosial mahasiswa dikembangkan melalui interaksi sosial yang dilakukan dengan warga sekolah, serta kompetensi pribadi dikembangkan dengan menempatkan diri dengan baik, berpakaian dengan baik, dan memberikan teladan sikap yang baik pada siswa di sekolah
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja MGMP IPS SMP Kabupaten Kulon Progo
MGMP IPS SMP Kabupaten Kulon Progo adalah wadah untuk meningkatkan
profesionalisme guru IPS SMP di Kabupaten Kulon Progo. Untuk mewujudkannya
MGMP harus menjalankan program kerja dengan teratur dan sesuai dengan
kebutuhan guru. Sayangnya kinerja MGMP IPS SMP Kabupaten Kulon Progo
rendah, dibuktikan dengan jumlah kegiatan yang sedikit dari tahun ke tahun.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja MGMP IPS SMP Kabupaten
Kulon Progo, perlu diketahui terlebih dahulu faktor apa saja yang mempengaruhi
kinerja MGMP IPS SMP Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja MGMP IPS SMP
Kabupaten Kulon Progo.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus,
dilakukan di MGMP IPS SMP Kabupaten Kulon Progo. Subjek penelitian
ditentukan dengan cara snowball sampling meliputi pengurus dan anggota MGMP
IPS SMP Kabupaten Kulon Progo. Teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data pada
penelitian ini diperiksa melalui triangulasi teknik pengumpulan data. Analisis data
mengacu langkah yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, melalui proses
pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor kinerja MGMP IPS SMP
Kabupaten Kulon Progo adalah: 1) faktor pendukung kinerja meliputi kebijakan
dukungan dinas pendidikan; dana blockgrant tahun 2012 dan 2013; dan program
kerjasama dengan lembaga lain, 2) faktor penghambat kinerja adalah sedikitnya
kegiatan mandiri yang dijalankan MGMP, serta; 3) upaya yang dilakukan MGMP
IPS SMP Kabupaten Kulon Progo untuk mengatasi hambatan kinerja adalah
mengadakan kegiatan mandiri.
Kata Kunci: MGMP IPS, Faktor Kinerj
Optimalisasi Peran Keluarga dalam Pengembangan 4CAnak Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045
At this time education is directed to develop creative thinking, critical thinking and problem solving, communication and collaboration or what is known as 4C. Therefore a solution is needed so that children can develop their hidden talents to face the life to come. The role of the family as one of the education centers is a major factor in growing and developing children's skills which will be useful in providing the skills needed in the future. This research uses literature study and analysis method which is used at the time of data collection, then after the data has been collected, a related article is written. The conclusion that can be taken is that the family needs to optimize the ability of 4C in children, this is because the family is the first smallest social unit known to the child
Integrasi Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPS SMP di Indonesia
Kajian mengenai integrasi kearifan lokal pada pembelajaran IPS di Indonesia telah popular sejak tahun 2013, dimana diberlakukan Kurikulum 2013. Namun begitu kajian sistematis yang membahas bagaimana pengintegrasian kearifan lokal pada pembelajaran IPS di SMP dilakukan dan apakah hasil yang didapatkan dari pengintegrasian tersebt belum banyak dibahas. Penelitian ini berusaha menyampaikan Sistematic Literature Review dari 22 artikel mengenai implementasi integrasi kearifan lokal pada pembelajaran IPS SMP di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan penelitian tentang integrasi kearifan lokal pada pembelajaran IPS di SMP mayoritas dilaksanakan di Propinsi Jawa Barat dan Bali. Materi pembelajaran pada tingkat SMP fleksibel diintegrasikan dengan nilai kearifan lokal setempat, dan bentuk integrasi dengan pembelajaran IPS SMP mayoritas dilakukan pada materi pembelajara
MEMBACA TEKS BERITA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA PADA PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 4
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan membaca teks berita untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas VIII di SMP Tamansiswa Nanggulan yang dilakukan oleh Mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 4. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini memiliki subjek penelitian 13 siswa kelas VIII SMP Tamansiswa Nanggulan. Kegiatan dilakukan pada bulan Oktober-November 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kegiatan ini siswa diminta untuk memilih teks berita sendiri, membacakan teks berita di depan kelas dan memahami komponen what, when, where, who dan how (5W 1H) pada teks berita. Pada akhir kegiatan ini diketahui semakin banyak siswa yang mampu memahami teks, dan membacakannya, sehingga membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan literasinya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
