1,720,990 research outputs found
pengajian kitab nasaih al-'ibad dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat desa cekok (studi kasus pengajian ahad pagi di pondok pesantren thoriqul huda cekok, babadan, ponorogo)
ABSTRAK
Azizah, Imroatul. 2019. Pengajian Kitab Nas}a>ih} al-‘Iba>d dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Desa Cekok (Studi Kasus Pengajian Ahad Pagi di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Cekok, Babadan, Ponorogo). Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing M. Widda Djuhan, S.Ag, M.Si.
Kata kunci: Pengajian, Nas}a>ih} al-’Iba>d, Pemahaman Keagamaan
Pendidikan adalah usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan kehidupan alam sekitarnya. Pendidikan sebagai proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, yang menyangkut daya fikir (intelektual), maupun daya rasa manusia. Pengajian sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, oleh karena itu, di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Cekok, Babadan, Ponorogo mengadakan pengajian kitab Nas}a>ih} al-’Iba>d. Dengan adanya pengajian kitab Nas}a>ih} al-’Iba>d diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keagamaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan pengajian kitab Nas}a>ih} al-’Iba>d di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Cekok, Babadan, Ponorogo (2) Dampak pengajian kitab Nas}a>ih} al-’Iba>d terhadap pemahaman keagamaan masyarakat Desa Cekok tentang iman kepada Allah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis datanya menggunakan model Miles danHuberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Pelaksanaan pengajian kitab Nas}a>ih} al-’Iba>dmelalui beberapa tahapan antara lain pembukaan, proses pengajian, dan penutup. Pembukaan diawali dengan membaca asmaul husna bersama dan kirim doa kepada leluhur yang telah tiada. Proses pelaksanaan pengajian kitab Nas}a>ih} al-’Iba>dmenggunakan metode klasik wetonan dan metode ceramah. (2) Dampak dari adanya pengajian kitab Nas}a>ih} al-’Iba>dsangat dirasakan oleh masyarakat. Dampaknya yaitu masyarakat sangat antusias mengikuti pengajian kitab, pemahaman keagamaan masyarakat khususnya mengenai iman kepada Allah menjadi meningkat yakni pada tingkat pemahaman penafsiran, serta membuat hati menjadi tenang dan tentram
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
MANAJEMEN LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH(Studi Kasus di SD Negeri Sidotopo 1 Surabaya)
Perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang sangat penting. Karena itu setiap sekolah harus memiliki dan menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan. Layanan perpustakaan harus di lakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemakai. Pemberian layanan perpustakaan sekolah perlu di manajemen dengan baik. Oleh sebab itu penelitian ini berjudul Manajemen Layanan Perpustakaan Sekolah (Studi Kasus di SD Negeri Sidotopo I Surabaya). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan sumber daya manusia dan pengawasan layanan perpustakaan sekolah. Pendekatan yang di gunakan adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi dan studi dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. uji keabsahan data melalui kredibilitas, tranferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) perencanaan layanan terdiri atas menentukan visi,misi, tujuan, sarana prasarana, bahan koleksi, jenis layanan, jam buka layanan dan anggaran sebagian besar telah sesuai. Kecuali, kurangnya pengembangan bahan koleksi dan komputer untuk administrasi perpustakaan; 2) pengorganisasian layanan terdiri atas pembagian staf, pengkoordinasian jadwal wajib kunjung dan tata tertib sebagian besar telah sesuai. Kecuali, pada pembagian tugas yang lebih banyak di bebankan kepada kepala perpustakaan; 3) penggerakan sumber daya manusia terdiri atas bentuk keterlibatan dan model penggerakan sebagian besar telah sesuai kecuali belum adanya pemberian penghargaan atas hasil kerja individu; 4) pengawasan layanan terdiri atas bentuk pengawasan dan sumber daya manusia pengawas sebagian besar belum sesuai. Karena tidak di lakukan secara rutin oleh kepala sekolah dan tanpa adanya pedoman tertentu. Latar belakang akademik dan pengalaman kepala sekolah tidak terlalu banyak bersinggungan dengan perpustakaan. Sedangkan pengawasan dari pihak luar yaitu pembina perpustakaan memiliki kemampuan yang memadai di bidang perpustakaan melalui pengalaman menjadi staf perpustakaan selama tiga tahun. Saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu perlu membuat laporan secara berkala untuk memudahkan kepala sekolah dalam melakukan pengawasan.Kata Kunci: manajemen, layanan, perpustakaan sekola
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
EKONOMI POLITIK PALEMBANG SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II PERIODE KEKUASAAN (1804-1812)
Penelitian ini berjudul “Ekonomi Politik Palembang Pada Masa Sultan
Mahmud Badaruddin II (Periode Kekuasaan 1804-1012)” .Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui Ekonomi politik Palembang pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II yaitu hasilnya Kesultanan Palembang masih mendapatkan persaingan dari Cina dan Kesultanan Riau serta mendapatkan penghasilan kecil dari penjualan semua produk-produk memilki harga yang
rendah sebagaimana yang sudah di tetapkan oleh pihak Kolonial Belanda. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Adam Smith yaitu teori tentang nilai kerja yang berangkat dari individu dan kebutuhannya, lalu tentang masyarakat dan negara. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian
Kualitatif Deskrpitif dengan kajian Literatur. Tehnik pengumpulan data yaitu melalui Peneltian pustaka (Library Research), Mengakses situs internet (website) dan Dokumentasi. Hasil dari Penelitian ini Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki peran penting dalam menjalankan roda perekonomian pada saat itu, setiap keputusan yang diambil oleh Sultan Mahmud Badaruddin
wajib mentaati setiap keputusan yang diambil, agar dapat mensejahterakan masyarakat, semua produk-produk yang berasal dari petani ataupun
pertambangan Timah dan lada harus mendapatkan persetujuan dari Sultan Mahmud Badaruddin untuk penjualan produk yang di hasilkan. Terkait dengan ekonomi politik, Kesultanan Palembang juga mendapatkan tekanan
dari kolonial Belanda yang mana sudah di sepakati oleh kedua belah pihak untuk produk-produk dari Kesultanan Palembang seperti Timah dan Lada harus di jual pada pihak kolonial Belanda dengan harga yang murah. Akibatnya perekonomian pada saat itu tidak stabil dan memicu kesenjangan antara Kesultanan Palembang dan Kolonial Belanda. Kesepatanan antara
Kesultanan Palembang dan Kolonial Belanda juga menimpulkan pergolakan politik, karena pada saat itu monopoli yang terjadi atau yang coba di terapkan oleh VOC tampaknya bukan monopoli murni, pada kenyataan nya Kesultanan
Palembang masih mendapatkan persaingan dari Cina dan Kesultanan Riau serta mendapatkan penghasilan kecil dari penjualan semua produk-produk memilki harga yang rendah sebagaimana yang sudah di tetapkan oleh pihak Kolonial Belanda
PROBLEMATIKA METODE STUDI ISLAM: MENCARI ALTERNATIF PENGEMBANGAN ILMU USHUL FIQH
Tingkat peradaban manusia yang sangat maju dan kecanggihan teknologi informasi, menuntut entitas keilmuan untuk saling bersinergi. Bukan masanya lagi, keilmuan itu berdiri sendiri secara terpisah (separeted entities), apalagi angkuh tegak kokoh sebagai yang tunggal (single entity). Begitupun dengan islamic studies. Mengkaji Islam tidak cukup dengan pendekatan multidisipliner, namun sudah harus interdisipliner bahkan transdisipliner. Untuk menggapai fiqh kontemporer, perlu dikembangkan paradigma alternatif pengembangan Ushul Fiqh. Langkah awal yang patut dipertimbangkan adalah dengan memetakan paradigma fiqh literalistik, utilitarianistik, dan liberalistic-penomenologic
Implementasi Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Surabaya melalui Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA)
Kota Surabaya dengan predikat Surabaya Smart City tercermin dari pelaksanaan tatanan pemerintahannya. Perizinan sebagai salah satu bentuk gerbang perkembangan kota tidak luput dari pemanfaatan teknologi. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan salah satu bentuk perizinan yang berfungsi sebagai alat untuk mengatur tatanan kota menjadi lebih teratur dan bentuk kepastian hukum bagi masyarakat. Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Surabaya dilakukan dengan mengakses sistem Surabaya Single Window sehingga lebih transparan dan terintegrasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah. Didukung dengan masyarakat yang sadar akan pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang tergabung pada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan petugas yang terlatih, tidak menjadikan seluruh bangunan di Kota Surabaya memiliki Izin Mendirikan Bangunan.
Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasikan pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menurut sistem, mengeksplorasi potensi dan permasalahan serta penilaian pelayanan Izin Mendirikan Bangunan dengan batasan proses dilakukan melalui Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) di Kota Surabaya. Potensi dan Permasalahan Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan menggunakan analisis deskriptif kualitatif terhadap sample pemohon Izin Mendirikan Bangunan, serta analisis isi terhadap Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya. Sedangkan proses penilaian pelayanan Izin Mendirikan Bangunan didapatkan dari hasil analisis kepuasan masyarakat dengan teknik skoring.
Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pelayanan Izin Mendirikan Bangunan sangat memuaskan berdasarkan peraturan di Kota Surabaya, dengan potensi berupa Fasilitas yang memadahi, Transparan, Petugas Cepat Tanggap, Petugas ramah, Adanya Notifikasi Pemberitahuan, Proses Cepat dan Berada di Satu Tempat. Meskipun demikian, masyarakat Kota Surabaya masih belum sepenuhnya memahami pelaksanaan Izin Mendirikan Bangunan di Kota Surabaya khususnya terkait detail klausul persyaratan, dan tahapan pelaksanaan serta adanya sistem yang eror dalam tahap pengunggahan data.
================================================================================================
Surabaya City is as a predicate of Surabaya Smart City that can be seen from the implementation of its governance structure which involved the role of Information and Communications Technology (ICT). A Permits is one of a rule for development city that using of technology. Izin Mendirikan Bangunan / Building Permits is one of the permits that functions as a tool to regulate the city in order to be more organized and a form of legal certainty for the community. In fact, the implementation of Building Permits in Surabaya City was carried out by accessing of Surabaya Single Window system so that it was more transparent and integrated between the Regional Work Units, and it is supported by the community who were aware of the importance of Information and Communications Technology (ICT) in Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) and trained staffs, the system does not make all buildings in Surabaya City have Building Permits.
This research was carried out by identifying service activities according to the system, exploring the potencies and problems that were applied during the implementation of Building Permits with process of restrictions that carried out through Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) in Surabaya City. The potencies and problems for Permits Building were based on qualitative descriptive analysis that are conducted with questionnaires on samples of Building Permits applicant respondents in Surabaya City and the process of clarification to Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang and Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap as the responsible people by conetent analysis. Meanwhile, the process of evaluating Building Permits were based on the results of public satisfaction analysis by scoring techniques.
This research resulted in the finding that Building Permits in Surabaya was very satisfactory based on the regulations in the City of Surabaya, with the potential of adequate facilities, Transparent, Quick Response Officers, Friendly Officers, Notification, Fast Processes and in One Place. Even so, the people of Surabaya City still did not fully understand the implement of Building Permits in Surabaya City specifically related to the details of the clauses of requirement; the stages of implementation and also the existence of an error system in the data upload stages
Analisis hukum Islam dan UU Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal terhadap jual beli Mojiso di Instagram @mojiso.indonesia
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana praktik jual beli Mojiso di Instagram @mojiso.indonesia dan bagaimana Analisis Hukum Islam dan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal terhadap Jual Beli Mojiso di Instagram @mojiso.indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang terkumpul yakni mengenai profil Instagram mojiso, proses jual beli mojiso, ketentuan reseller mojiso, dan perubahan nama mojiso. Selanjutnya data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menggunakan pola pikir induktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik jual beli mojiso di Instagram dengan melalui WhatsApp untuk pembelian dalam jumlah banyak, dan melalui Shopee jika pembelian dalam jumlah sedikit. Jika berdasarkan teori jual beli, maka jual beli mojiso ini sah karena telah memenuhi rukun dan syarat jual beli. Sah dan halal berdasarkan apa yang tertulis di komposisi mojiso. Lalu berdasarkan Fatwa MUI No. 4 Tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa Halal terdapat larangan mengkonsumsi produk yang menggunakan nama-nama seperti yang diharamkan, karena mojiso pada awalnya menggunakan nama “soju halal”. Hal tersebut juga diperkuat dengan SK Direktur LPPOM MUI No. 46 Tahun 2014, Nomor 3 poin a, masuk dalam kategori produk yang tidak dapat disertifikasi lantaran mengandung nama minuman keras. Sedangkan dalam UU Nomor 33 Tahun 2014, Pasal 4 terdapat aturan bahwa semua produk yang beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia harus memiliki sertifikat halal. Namun tidak ada sanksi bagi yang melanggar pasal tersebut, dengan tidak bersertifikasi halal, dan dapat diperjualbelikan bebas. Sehubungan dengan kesimpulan di atas, maka disarankan kepada konsumen untuk mengkonsumsi minuman dan makanan yang benar-benar sudah memiliki sertifikat halal dari MUI, dan meninggalkan produk yang tidak bersertifikat halal. Kepada produsen diharapkan untuk mendaftarkan produknya kepada BPJPH sebagai proses untuk memperoleh sertifikasi halal MUI. Kepada peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai rujukan, karena penulis menyadari banyaknya keterbatasan dalam penelitian ini, khususnya hanya mengamati dari komposisi yang ada di kemasan mojiso. Sebagai warga negara yang taat hukum alangkah lebih baiknya untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan yang sudah ada, yakni dengan melaksanakan aturan yang tertuang dalam Fatwa MUI No. 4 Tahun 2003 dan SK46/Dir/LPPOM MUI/XII/14, bahwa produk yang tidak dapat disertifikasi antara lain adalah produk yang mengandung nama minuman keras
Optimalisasi Integrated Curriculum Dalam Membangun Brand Image Kepesantrenan Di Masyarakat (Studi Kasus Di Smp Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo)
Setiap sekolah memiliki kurikulum sesuai dengan visi dan misi mereka. Kurikulum terintegrasi dianggap sebagai kurikulum yang memiliki dampak positif terhadap citra sebuah lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) bagaimana implementasi integraed curriculum di SMP Progresif Bumi Shalawat; 2) bagaimana strategi mengoptimalkan integrated curriculum dalam membangun brand image kepesantrenan di masyarakat; dan 3) bagaimana faktor pendukung dan penghambat integrated curriculum dalam membangun brand image kepesantrenan di SMP Progresif Bumi Shalawat.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitiatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan tiga hal utama. Pertama, kurikulum yang digunakan di SMP Progresif Bumi Shalawat adalah kurikulum terintegrasi yang terdiri dari Kurikulum Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dipadupadankan dengan kurikulum Pesantren Progresif Bumi Shalawat untuk menyeimbangkan antara kurikulum umum dan kurikulum agama. Kedua, strategi mengoptimalkan integrated curriculum dalam membangun brand image kepesantrenan adalah dengan cara memaksimalkan semua program kegiatan, mengevaluasinya secara kontinyu, dikoordinir oleh penanggung jawab guru, dan menetapkan target pencapaiannya. Ketiga, faktor pendukung integrated curriculum dalam membangun brand image kepesantrenan mencakup antara lain dilakukannya outdoor learning, native speaker, dan quality assurance. Sedangkan faktor penghambatnya adalah mahalnya infaq pada yayasan dan lembaga sebelum melakukan survey terlebih dahulu. Penelitian ini menyarankan bahwa sekolah perlu meningkatkan program semaksimal mungkin sehingga mendapatkan brand image positif di masyaraka
- …
