1,720,965 research outputs found
Formulasi Sediaan Gel Dan Uji Antimikroba Ekstrak Kulit Batang Turi (Sesbania Grandiflora L)
Kulit batang turi dapat mengobati sariawan. Cara pemakaian kulit batang turi untuk pengobatan sariawan kurang efektif dan efisien. Dengan demikian kulit batang turi diformulasikan menjadi sediaan gel. Tujuan peneliti adalah membuat sediaan gel bahan ekstrak kulit batang turi beserta uji mutu fisik dan uji aktivitas terhadap Candida albicans ATCC 10231 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Pengambilan sampel dengan Simple random sampling terdiri dari tiga formula gel ekstrak kulit batang turi 1, 3, dan 5%. Dilakukan Uji mutu sediaan gel terdiri dari uji organoleptik, homogenitas, pH, dan uji daya sebar. Selanjutnya sediaan gel dilakukan uji aktivitas secara difusi terhadap Candida albicans ATCC 10231 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Perhitungan zona hambat dianalisa dengan One Way ANOVA.Hasil uji organoleptik memiliki warna yang berbeda pada setiap formulasi, bau khas, dan mempunyai tekstur setengah padat. Uji homogenitas memperlihatkan ketiga formulasi homogen. Uji pH dan daya sebar ketiga formula memenuhi syarat. Hasil analisa uji aktivitas menggunakan One Way ANOVA menunjukkan hasil signifikansi (p) sebesar 0,000. Uji aktivitas memperlihatkan konsentrasi 5% memberikan nilai zona hambat yang paling baik
PENETAPAN KADAR ETANOL PADA ARAK JOWO YANG BEREDAR DI WILAYAH PONOROGO PADA BULAN JANUARI–MARET 2019 DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS
There are several cases related to the abuse of Arak Jowo liquor in Ponorogo Regency. Currently,
many people around that abuse by mixing liquor with various other types of drinks, to take lives.
Objective
: to
deter
mine the ethanol content in jowo wine. Sampling in this study using random sampling at the Ponorogo Police
Station.
Method
: Determination of ethanol content was carried out using the Gas Chromatography method with the
optimization results of initial temper
ature of 50oC then held for 5 minutes and increased the temperature of 200oC
with a final time of 25 minutes, injector temperature used 260oC and detector temperature of 300oC. The compound
used as an internal standard is n
-
propanol.
Results
:
T
he sample ob
tained from the Ponorogo Police Station
containing ethanol with the results of the determination of the ethanol content from a sampling of 3 bottles obtained
levels as much as 42.84%, 38.77% and 35.31%.
Conclusions and suggestions
:
Arak Jowo
contains a lar
ge amount
of ethanol. It is necessary to determine the levels of other compounds found in Arak Jowo that circulate in Ponorogo
Regency so that the percentage levels can be kno
Tumbuhan Antimikroba Yang Digunakan Masyarakat Suku Tengger
Masyarakat Suku Tengger melakukan berbagai penggunaan tumbuhan sebagai penyembuhan penyakit. Berdasarkan tumbuhan obat yang digunakan masyarakat Suku Tengger serta rentannya resistensi antibiotik, maka diperlukan pengembangan obat baru antimikroba yang bersumber dari bahan alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional pada Suku Tengger yang berpotensi sebagai antimikroba.Penentuan informan pada Suku Tengger dengan snowball sampling selanjutnya dilakukan wawancara semi-structured dengan tipe pertanyaan open-ended. Tumbuhan yang berpotensi sebagai antimikroba mempunyai nilai UV dan ICF mendekati 1, selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan kemotaksonomi. Didapatkan 31 jenis penyakit, 47 tanaman obat dan 60 ramuan tradisional. Terdapat 9 jenis penyakit infeksi mikroba dan 4 tumbuhan obat. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antimikroba dari beberapa tanaman etnomedisin yang digunakan dalam pengobatan Suku Tengger. Aktivitas antimikroba paling baik ditunjukkan pada Aaem tengger (Radicula armoracia Robinson), ganjan (Artemisia vulgaris L.), jambu wer (Prunus persia Zieb & Zucc.) dan lobak tengger (Rapanus raphanistrum L.) dapat menjadi sumber potensial antimikroba baru
Formulasi sediaan gel dan uji antimikroba ekstrak kulit batang turi (Sesbania grandiflora L)
Kulit batang turi dapat mengobati sariawan. Cara pemakaian kulit batang turi
untuk pengobatan sariawan kurang efektif dan efisien. Dengan demikian kulit batang
turi diformulasikan menjadi sediaan gel. Tujuan peneliti adalah membuat sediaan gel
bahan ekstrak kulit batang turi beserta uji mutu fisik dan uji aktivitas terhadap Candida
albicans ATCC 10231 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923.
Pengambilan sampel dengan Simple random sampling terdiri dari tiga formula
gel ekstrak kulit batang turi 1, 3, dan 5%. Dilakukan Uji mutu sediaan gel terdiri dari uji
organoleptik, homogenitas, pH, dan uji daya sebar. Selanjutnya sediaan gel dilakukan
uji aktivitas secara difusi terhadap Candida albicans ATCC 10231 dan Staphylococcus
aureus ATCC 25923. Perhitungan zona hambat dianalisa dengan One Way ANOVA.
Hasil uji organoleptik memiliki warna yang berbeda pada setiap formulasi, bau
khas, dan mempunyai tekstur setengah padat. Uji homogenitas memperlihatkan ketiga
formulasi homogen. Uji pH dan daya sebar ketiga formula memenuhi syarat. Hasil
analisa uji aktivitas menggunakan One Way ANOVA menunjukkan hasil signifikansi (p)
sebesar 0,000. Uji aktivitas memperlihatkan konsentrasi 5% memberikan nilai zona
hambat yang paling baik
STANDARISASI PARAMETER NON SPESIFIK SIMPLISIA RIMPANG KUNYIT (Curcumae Domestica Rizhoma) DAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DI KABUPATEN PONOROGO
oai:repo.akafarmaponorogo.ac.id:
PEMBUATAN DAN UJI MUTU TEPUNG UMBI PORANG (Amorphophallus Oncophyllus Prain) DI KECAMATAN NGRAYUN
Background:
Porang tubers in Ngrayun District have the potential to be used as flour which can be a
food innovation and improve the economy of the Ngrayun community.
Objective:
To determine the
level of calcium oxalate and the results of bleaching (bleaching) of pora
ng tuber flour and the results
of the quality test of porang tuber flour according to SNI 7939: 2013. The population in this study was
flour made from porang tubers in Ngrayun District which had reduced calcium oxalate and went
through a bleaching process.
The sample in this research is porang tuber flour in one product which
is taken randomly.
Methods:
conducted a quality test of SNI 7939: 2013 limited to porang flakes
which includes water content test, glucomannan content test, and ash content test. Calci
um oxalate
reduction test and whiteness test were also performed.
Result:
quality test according to SNI 7939:
2013 that porang tuber flour meets the requirements except for ash content. The results of the test of
moisture content 12.965%, glucomannan conte
nt 50.103%, ash content 90.733%, calcium oxalate
content after reduction of 0.00053 mg, and 315 degrees of whiteness.
Conclusion and Suggestion:
The porang tuber flour meets the requirements except for the ash content, so the flour cannot be
consumed and ne
ed better processing
- …
