73 research outputs found
ANALISIS USAHATANI SELADA HIDROPONIK SISTEM DFT (DEEF FLOW TEHCNIQUE) DI DESA SUKASETIA KECAMATAN CIHAURBEUTI KABUPATEN CIAMIS
SILVANI RIZKI, 2023. Analisis Usahatani Selada Hidroponik Sistem DFT (Deef Flow Technique) di Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Dibawah Bimbingan Iwan Setiawan dan Saepul Aziz.Sebagai budidaya teknik baru, hidroponik lebih banyak digunakan dalam usahatani tanaman sayuran, terutama di perkotaan. Namun, di Desa Sukasetia ada satu usaha hidroponik tanaman selada, tentu menarik dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pembiayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta besarnya R/C rasio usahatani selada hidroponik. Penelitian ini didesain secara kualitatif dengan menguunakan metode studi kasus dan teknik pengambilan sampel secara purposive di CV. Kebun Arurangfarm Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Sampel pada penelitian ini adalah petani hidroponik selada pada CV. Kebun Arurangfarm. Hasil penelitian menunjukan bahwa besar biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan selada hidroponik selada di CV. Kebun Arurangfarm sebesar Rp.3.855.823,2, Rp. 6.750.000, Rp. 2.894.176,8 serta besarnya R/C Rasio usahatani selada hidroponik selada di CV. Kebun Arurangfarm sangat menguntukan dan efisien dengan nilai RCR 1,75
ANALISIS TATANIAGA SALAK PONDOH DI DESA MARGAHAYU KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
Tataniaga salak pondoh merujuk pada seluruh rangkaian kegiatan ekonomi yang terlibat dalam proses pengadaan, pengolahan, distribusi, dan pemasaran salak pondoh, dari produsen hingga konsumen akhir. Tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) untuk mengetahui saluran pemasaran dalam tataniaga buah salak pondoh di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, (2) Untuk mengetahui margin pemasaran tiap saluran pemasaran pada tataniaga buah salak pondoh di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, (3) untuk mengetahui Farmer Share dalam tataniaga buah salak pondoh di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis marjin pemasaran, analisis farmer’s share. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa tataniaga salak pondoh di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya terdapat tiga saluran pemasaran (SP), SP1 : Petani => Konsumen. SP2: Petani => Pedagang Pengecer =>Konsumen. SP3 : Petani => Pedagang Pengumpul => Pedagang Pengecer => Konsumen. Margin pemasaran SP1, SP2, SP3 yaitu Rp 7.000, Rp 5.000 dan Rp 6.000. Farmer share SP 1 : 100%, SP 2 : 50% dan SP 3 : 40%. Adapun hal yang disarankan dalam penelitian ini petani untuk mempertimbangkan saluran pemasaran dengan melihat kuantitas panen supaya tidak terjadi sehingga petani dapat memperoleh harga yang sesuai. Kata Kunci: tataniaga, margjin pemasaran, buah salak. ABSTRACT IRFAN HILMI RAMDANI, 2024. Analysis of Salak Pondoh Commercial System in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency. Under the guidance of AGUS YUNIAWAN ISYANTO and SAEPUL AZIZ. Salak pondoh business refers to the entire series of economic activities involved in the process of procurement, processing, distribution, and marketing of salak pondoh, from producers to end consumers. The objectives of this study are: (1) to find out the marketing channels in the salak pondoh fruit trading system in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency, (2) to find out the marketing margin of each marketing channel in the salak pondoh fruit trading system in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency, (3) to find out the Farmer Share in the salak pondoh fruit trading system in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency. The methods used are descriptive analysis, marketing margin analysis, farmer's share analysis. Based on the results of the research, it can be known that the salak pondoh business system in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency has three marketing channels (SP), SP1 : Farmers = > Consumers. SP2: Farmers => Retailers =>Consumers. SP3 : Farmers => Collectors => Retailers => Consumers. The marketing margin for SP1, SP2, SP3 is IDR 7,000, IDR 5,000 and IDR 6,000. Farmer share SP 1 : 100%, SP 2 : 50% and SP 3 : 40%. The thing suggested in this study is that farmers should consider marketing channels by looking at the quantity of harvest so that it does not happen so that farmers can get the appropriate price. Keywords: business administration, marketing margin, salak fruit
ANALISIS PENDAPATANA USAHATANI JAGUNG ( Zea Mays L.) DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :1) Biaya yang dikeluarkan usahatani jagung untuk satu kali musim tanam. 2) Penerimaan dan Pendapatan yang diterima Usahatani Jagung untuk satu kali musim tanam. 3) kelayakan usahatni jagung untuk satu musim tanam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan penarikan sampel secara sengaja atau teknik sampel purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) besarnya biaya usahatani jagung dalam satu kali musim tanam adalah Rp. 11.325.880,91 2). Besarnya pendapatan usahatani jagung adalah Rp.20.171.119,09 dan penerimaan usahatani jagung adalah Rp. 31.500.000 3). Nilai R/C Rasio 2,78 artinya usahatani jagung di Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis layak untuk dijalankan.Disarankan usahatani jagung hendaknya melakukan pengklasifikasian biaya ke dalam komponen biaya tetap dan biaya variabel secara tepat. Dengan pengklasifikasikan biaya tersebut usahatani jagung dapat menyusun laporan
Pengaruh Faktor Sosial Dan Pribadi Terhadap Minat Beli Produk Peyek Aziz Tanpa Tanggal Kedaluwarsa Dalam Perspektif Ekonomi Syariah
Carrying out economic activities based on Islam is an order and has the value of worship. According to fiqh rules, every muammalah transaction is allowed as long as it does not conflict with the basic Islamic law, namely the Qur\u27an and hadith, including carrying out economic activities in the field of food processing business. The purpose of this study was to determine the influence of social factors and personal factors on consumer buying interest in Peyek Aziz products. The method used is descriptive quantitative with the number of samples used as many as 33 respondents in the Kertamukti sub-district, Campaka sub-district which was determined through probability sampling with random sampling technique. The results of this study indicate that personal factors affect consumer buying interest with a significance value of 0.000 < 0.05. Social factors are declared not to affect because the significance value obtained is 0.063 > 0.05. While social and personal factors jointly affect consumer buying interest with a significance value of 0.000 < 0.05. Based on these results, it is known that social and personal factors affect consumer buying interest in food without an expiration date of 0.515 or 51%. While the remaining 49% is influenced by other factors not examined. The sharia economic review regarding food without expired labels did not find any specific regulatory information. The inclusion of an expired label is an ijtihad in providing information on the appropriate time limit for consumption on food products with the aim of benefiting in maintaining property and life.Melaksanakan kegiatan ekonomi berdasarkan Islam adalah perintah dan bernilai ibadah. Secara kaidah fiqh setiap transaksi muammalah dibolehkan selama tidak bertentangan dengan dasar hukum Islam yakni al-Quran dan hadits termasuk menjalankan kegiatan ekonomi dalam bidang usaha pengolahan makanan peyek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor sosial dan pribadi terhadap minat beli produk Peyek Aziz tanpa tanggal kedaluwarsa dalam perspektif ekonomi syariah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sample yang gunakan sebanyak 33 responden yang berada di lingkungan kelurahan Kertamukti kecamatan Campaka yang ditentukan melalui probability sampling dengan teknik random sampling. Hasil dari penelitian ini diketahui faktor pribadi mempengaruhi minat beli konsumen dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Faktor sosial dinyatakan tidak mempengaruhi karena nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0.063 > 0.05. Sedangkan faktor sosial dan pribadi secara bersama-sama mempengaruhi minat beli konsumen dengan nilai signifikansinya sebesar 0.000 < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut diketahui faktor sosial dan pribadi mempengaruhi minat beli konsumen makanan tanpa tanggal kedaluwarsa sebesar 0.515 atau 51%. Sedangkan sisanya 49% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Tinjauan ekonomi Syariah terkait makanan tanpa label kedaluwarsa tidak ditemukan keterangan yang mengatur secara khusus. Pencantuman label kedaluwarsa merupakan ijtihad dalam memberi informasi batas waktu layak konsumsi pada produk makanan dengan tujuan kemaslahatan dalam memelihara harta dan jiwa
Prinsip-prinsip poligami dalam fiqih munakahat dan peraturan perundang-undangan di Indonesia
INDONESIA:
Poligami didefinisikan sebagai perkawinan seorang suami dengan isteri lebih dari seorang dengan batasan maksimal empat orang isteri dalam waktu yang bersamaan. Batasan ini didasarkan pada QS. Al-Nisa’(4):3. Ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suami yang akan berpoligami dapat dikatakan cukup berat dan sulit dengan salah satunya harus berlaku adil. Peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur Poligami yaitu Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-Undang nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, Peraturan Pemerintah nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 yang telah di rubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil dan Inpres nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam di Indonesia (KHII).
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisa tentang Poligami dalam Fiqih Munakahat dan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia dan akan menganalisa argumentasi pihak yang Pro maupun yang kontra terhadap poligami serta akan menganalisa Prinsip-prinsip poligami baik itu dari Fiqih Munakahat maupun dari Peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Methode yang digunakan dalam penelitian ini dengan Kerangka Berfikir Teoritis yaitu (Teori Keadilan, Teori Kepastian Hukum, Teori Administrasi Hukum) dan Kerangka Berfikir Konseptual, dengan langkah-langkah penelitian Sosiological Research (Yuridis Sosiologis) serta Sifat Penelitian Deskriptif Analisis yang bersumber dari Library Research dan Fild Research.
Hasil Analisis dan Penelitian penulis bahwa Prinsip Poligami dari Fiqih Munakahat dan dari Peraturan prundang-undangan adalah pernyataan fundamental atau kebenaran secara umum maupun individu yang dijadikan pedoman untuk berfikir atau bertindak mengenai perkawinan yang lebih dari seorang istri. Fiqih Munakahat dan Peraturan Perundang-undangan memiliki persamaan prinsip dimana keduanaya menganut Prinsip apabila Istri-istrinya tidak mempunyai keturunan, Prinsip apabila berkemauan dari pihak-pihak yang bersangkutan dan Prinsip berkeadilan, sedangkan perbedaan prinsip dari Fiqih Munakahat dan dari peraturan perundang-undangan yaitu prinsip mengenai Izin dari Pengadilan dan Perinsip persetujuan dari Istri-istrinya serta prinsip batasan dan jumlah istri yang di poligami.
Kesimpulan dari analisis ini bahwa Prinsip-Prinsip Poligami yang di atur dalam Fiqih Munakahat dan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia penulis sangat yakin untuk kemaslahatan ummat, sehingga semua pihak tidak boleh gegabah dalam mengambil setiap keputusan. Kalau memang Poligami merupakan jalan keluar dan jalan terbaik yang lebih mashlahat maka Poligami boleh dibuka (Fath ad-Dzari’ah) tetapi apabila menjadi sebuah ke mafsadatan yang fatal maka Poligami dapat ditutup (Syad Ad-Dzari’ah).
ENGLISH:
Polygamy is defined as the marriage of a husband with more than one wife with a maximum limit of four wives at the same time. This limit is based on QS. Al-Nisa '(4): 3. The provisions governing the conditions that must be met by a husband who will be polygamous can be said to be quite heavy and difficult with one of them having to be fair. Legislation in Indonesia regulating polygamy is the 1945 Constitution, Law No. 1 of 1974 concerning Marriage, Law number 7 of 1989 concerning Religious Courts, Government Regulation number 9 of 1975 concerning Implementation of Law number 1 in 1974 concerning Marriage, Government Regulation Number 10 of 1983 which was amended by Government Regulation Number 45 of 1990 concerning Marriage and Divorce Permits for Civil Servants and Presidential Instruction number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law in Indonesia (KHII),
The purpose of this research is to analyze about polygamy in Munakahic Fiqh and Legislation in Indonesia and will analyze the arguments of the pros and cons of polygamy and will analyze the principles of polygamy both from Munakahat Fiqh and the prevailing laws and regulations in Indonesia.
The method used in this study with theoretical Thinking Framework namely (Justice Theory, Legal Certainty Theory, Legal Administrative Theory) and Conceptual Thinking Framework, with the steps of Sociological Research (Sociological Jurisdiction) research and the Nature of Descriptive Analysis Research sourced from the Library Research and Fild Research.
The results of the Analysis and Research of the author that the Principles of Polygamy from Munakahic Fiqh and from the rules of legislation are fundamental statements or truths in general or individuals that are used as guidelines for thinking or acting on marriages that are more than a wife. Munakahic Fiqh and Legislation have the same principle in which both adheres to the Principle if the Wives do not have children, the Principle if they are willing from the parties concerned and the Principle of justice, while the principle differences from Munakahic Fiqh and from the laws and regulations are the principles concerning Permission from the Court and Principle of approval of his wives and the principle of limitation and the number of wives in polygamy.
The conclusion of this analysis is that the Principles of Polygamy that are regulated in Munakahic Fiqh and Legislation in Indonesia are very confident for the benefit of the ummah, so that all parties should not be careless in taking every decision. If Polygamy is indeed the best way out and the best way is more dangerous, Polygamy may be opened (Fath ad-Dzari'ah), but if it becomes a fatal interpretation, Polygamy can be closed (Shad Ad-Dzari'ah)
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERIPIK UBI KAYU (Studi Kasus pada Perusahaan Jaya Sari di Desa Selamanik Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan, (2) Faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan agroindustri keripik ubi kayu, (3) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri keripik ubi kayu di Desa Selamanik Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Penarikan responden dalam penelitian ini dilakukan purposive sampling yaitu penetuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal, maka responden yang diambil satu orang pengusaha keripik ubi kayu di Desa Selamanik Kecamtan Cipaku Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Besarnya biaya total yang dikeluarkan oleh pengusaha keripik ubi kayu dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 1.152.500,00 penerimaannya sebesar Rp 2.850.000,00 dan pendapatannya sebesar Rp 1.697.500,00. 2) Faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada pengembangan agroindustri keripik ubi kayu di Desa Selamanik Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis terdiri dari kekuatan, kelemahan dan peluang, ancaman. Faktor-faktor yang menjadi kekuatan yaitu tersedianya cukup jumlah tenaga kerja, produksi mudah dilakukan, produk keripik ubi kayu yang tahan lama, harga produk yang terjangkau. Sedangkan faktor-faktor yang menjadi kelemahan yaitu keterbatasan permodalan, kualitas SDM yang masih kurang, pengemasan produk masih sederhana, dan promosi masih kurang. Faktor-faktor yang menjadi peluang yaitu tidak ada pesaing produk sejenis disatu daerah, pangsa pasar yang masih luas, permintaan semakin meningkat, cuaca tidak mempengaruhi produksi. Faktor-faktor yang menjadi ancaman yaitu kelangkaan bahan baku, fluktuasi harga bahan baku, kurang adanya peran dari pemerintah, dan kenaikan harga sarana produksi. 3) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri keripik ubi kayu di Desa Selamanik Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis yaitu mempertahankan kualitas produksi dan pengembangan pasar, mempertahankan kontinyuitas produksi untuk memenuhi permintaan, optimalisasi kualitas SDM untuk memenuhi permintaan produk, diversifikasi produk untuk memenuhi pangsa pasar, pengelolaan tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku, keseragaman harga jual dengan peran serta pengawasan pemerintah, penganekaragaman pengemasan untuk memaksimalkan produksi dan menjalin kerja sama dengan pihak terkait dalam menyikapi permodalan
Pembangunan Aplikasi Coffee Express Mengggunakan Api Midtrans Sebagai Payment Gateway Pada Smartphone Android
Data International Coffee Organization (ICO) menunjukan bahwa konsumsi kopi Indonesia pada periode 2000-2016 mengalami tren kenaikan. Pada tahun 2000, konsumsi kopi Indonesa baru mencapai 1,68 juta bungkus @60kg, namun pada 2016 telah mencapai 4,6 juta bungkus @60kg, atau melonjak lebih dari 174 persen. Bahkan sejak 2011, konsumsi kopi selalu mengalami pertumbuhan hingga 2016. Kopi terkenal akan kandungan kafeinanya yang tinggi. Menurut The Food and Drug Administration, 400mg merupakan jumlah kafein yang aman dikonsumsi orang dewasa dalam satu hari. Sebagian orang sensitif terhadap efek kafein. Kafein dapat menyebabkan sakit kepala, sakit perut dan dapat menyebabkan orang susah tidur, merasa gelisah atau membuat detak jantung menjadi cepat, saat asupannya tinggi. Berdasarkan observasi disuatu kafe bahwa kebanyakan konsumen yang membeli kopi adalah para remaja yang meluangkan waktunya di kafe untuk berbincang dengan teman-temannya. Adapun beberapa konsumen pekerja kantor yang hanya membeli kopi di kafe tersebut untuk dibawa ke tempat kerjanya. Berdasarkan hasil kuesioner pada beberapa responden yang merupakan pekerja kantor bahwa mereka terkadang tidak sempat membeli kopi pada pagi hari saat berangkat kerja karena sering terjebak macet dijalan atau harus menunggu ketika memesan kopi ditambah mengantri yang membutuhkan waktu cukup lama jika ada pelanggan lain yang sedang memesan sehingga takut terlambat masuk kerja dan responden terkadang tidak mendapatkan tempat atau meja di kafe ketika pulang bekerja untuk berbincang dengan rekan kerjanya. Terlebih lagi mereka tidak mengetahui jumlah kandungan kafein yang terdapat pada kopi yang sering mereka konsumsi setiap hari. Oleh karena itu dibuatlah suatu aplikasi untuk memudahkan konsumen untuk memesan kopi di kafe menggunakan midtrans api sebagai payment gateway dan mendapatkan informasi mengenai jumlah kafein yang telah dikonsumsi sehari-hari
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA BUDIDAYA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) DI POKDAKAN MINA GURAME LESTARI DESA UTAMA KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS
Manajemen usaha budidaya perikanan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan budidaya. Salah satu hambatan adalah dalam manajemen budidaya ikan gurami yang belum teratur, sehingga banyak pembudidaya tidak mampu melanjutkan usahanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dalam manajemen usaha budidaya ikan gurami pada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Mina Gurame Lestari di Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan yaitu metode penyuluhan. kegiatan penyuluhan diikuti oleh 10 orang pembudidaya ikan gurami. Sebagian besar belum memahami manajemen budidaya ikan gurame dikolam plastic/ terpal dengan system budidaya instensif, semi intensif serta pemanfaatan fitofarmaka untuk pengobatan ikan. Setelah diakan penyuluhan pembudidaya telah mampu memahami manajemen budidaya ikan gurami dengan system budidaya intensif, semi intensif serta pemanfaatan fitofarkamaka untuk pengobatan penyakit ikan gurame
PENGARUH KREDIT TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI CABAI RAWIT MERAH DI KABUPATEN TASIKMALAYA
Agricultural goods which include capital goods can be in the form of money, land, fertilizer, investment in machinery. Credit acts as a capital increase to finance production inputs so that producers can increase their products at a higher level, chili is one of the commodities that have bright prospects to increase farmers' income. in the area. The sampling technique using the accidental sampling technique is a sampling technique based on chance, ie anyone who meets by chance with the researcher can be used as a sample, if the farmer met is suitable as a data source Because the population is too large and the author has limited time, funds, and energy, the sample in this study was deliberately determined, namely 30 respondents from all cayenne pepper farmers who use credit for their agriculture. The analysis technique is carried out using multiple linear regression analysis, where the data is processed using SPSS. The results of this study indicate the regression coefficient of equity (X1) -493 has a negative effect on changes in income levels, but not significant. The regression coefficient for agricultural credit loans (X2) 566 has a positive and significant effect on changes in income levels. From the results of the calculation of the regression coefficient of land area (X3) 183,866 that the magnitude of the influence of the independent variable X3 (land area) on changes in the income level of chili farmers has a positive effect. The conclusion of this study is that chili farmers who make credit loans are expected to build or increase the income and welfare level of their debtors from the agricultural sector
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PENGRAJIN GULA KELAPA DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MANGUNJAYA KABUPATEN PANGANDARAN
Gula kelapa merupakan salah satu komoditi pangan yang cocok dikembangkan untuk menghasilkan keuntungan, dan kesejahteraan di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besar pendapatan pengrajin gula kelapa di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, (2) Tingkat kesejahteraan pengrajin gula kelapa di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Jumlah pengrajin yang dijadikan responden diambil sebanyak 30 pengrajin. Hasil penelitian ini menunjukan : (1) Besarnya rata-rata pendapatan pengrajin gula kelapa di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran dari usaha gula kelapa dan dari pendapatan lainya sebesar Rp 20.913.320,12 per tahun. (2) Berdasarkan kriteria Badan Pusat Statistik (2014) tentang tingkat kesejahteraan maka tingkat kesejahteraan pengrajin gula kelapa di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran cukup tinggi, sebanyak 21 orang pengrajin termasuk dalam kategori sejahtera dengan persentase 70 persen, dan 9 orang pengrajin masuk dalam kategori belum sejahtera dengan persentase 30 persen dari 30 responden yang ada di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran.Kata Kunci : Pendapatan pengrajin gula kelapa, Tingkat kesejahteraan
- …
