1,720,965 research outputs found

    Analisis Peningkatan Hasil Belajar dengan Metode Jigsaw Menggunakan E- Learning Google Meet Pada Materi Persamaan Diferensial

    Full text link
    Hasil belajar Matematika dari 95 orang mahasiswa teknik elektro Politeknik Negeri Malang dan manajemen STIE Ekuitas, 56% masih dibawah standar kelulusan minimal, rendahnya kemampuan Matematika tersebut dikhawatirkan akan turut mempengaruhi pemahaman terhadap mata kuliah lainnya mengingat Matematika merupakan ilmu dasar dijurusan teknik. Berbagai cara dilakukan pengajar untuk meningkatkan kerjasama, keaktifan, dan kemampuan mempresentasikan dari peserta didik akan tetapi hasil yang diperoleh masih kurang memuaskan. Kondisi pandemi covid 19 semakin memperburuk perolehan hasil belajar, sehingga diperlukan metode belajar e-learning yang benar-benar dapat meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kerjasama, keaktifan, presetansi, dan hasil belajar mahasiswa setelah metode Jigsaw dalam pembelajaran e-learning melalui media google meet diterapkan. Sampel dari penelitian sebanyak 48 responden yang terbagi kedalam 12 kelompok. Pengukuran peningkatan kemampuan kerjasama, keaktifan, dan presentasi menggunakan skor dari 1–4. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teknik membandingkan prosentase siklus I dan siklus II dalam tindakan penelitian. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah unsur kerjasama, keaktifan, dan presentasi implementasi metode jigsaw e-learning melalui media google meet pada materi diferensial tingkat satu berada pada kategori baik, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik. Kelebihan metode Jigsaw yang tidak dapat membuat peserta didik bersikap pasif, dapat memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuannya melalui sarana internet sehingga ketika bekerja sama dan presentasi peserta didik merasa percayaan diri

    Peningkatan Kemampuan Berpikir Melalui Cd Interaktif Di Tka Kibar Mauladi Bandung

    Full text link
    Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, Vol. 01 No. 02, Maret 2017 ISSN : 2528-2190 ; Yunia Mulyani Azis ([email protected]) ; Susinah Kuntadi ([email protected]) ; Dede Ropik ([email protected]) - SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITASTK Al-Qur’an Kibar Mauladi berlokasiarjabanBandung,ditujuanJl. Su didirikan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan anak yang berlandaskan keimanan bagi anak- anak kurang mampu. Mayoritas murid yang bersekolah di tempat ini adalah anak dengan pekerjaan orang tua sebagai pedagang kaki lima di sepanjang jalan Sukajadi. Lama bekerja yang dilakukan oleh orang tua (pagi hingga malam) berimbas pada pola pendidikan anak, dimana orangtua cenderung membiarkan anak-anaknya bermain dan belajar di pinggir jalan. Permasalahan utama yang dihadapi guru adalah guru masih sering kesulitan dalam menyampaikan materi karena siswa tidak tertarik mendengarkan penjelasan dari guru, siswa lebih suka bermain dan bergurau dengan temannya ketika guru mengajar. Sehingga diperlukan cara lain untuk menyampaikan materi agar siswa tertarik untuk belajar. Solusi yang diberikan untuk membantu TK tersebut adalah memberikan bantuan dan pelatihan penggunaan CD Interaktif kepada guru, hasil pengabdian ini diharapkan guru dapat menerapkan pembelajaran di kelas, sehingga anak-anak tidak merasa jenuh dan bosan ketika belajar. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah (1) guru mendapatkan pengetahuan baru tentang metode pembelajaran, (2) guru terbantu dalam mengajar dan menangani siswa yang malas belajar, (3) siswa antusias belajar melalui media CD interaktif sehingga kemampuan berpikirnya meningkat, dan (4) siswa menjadi lebih aktif dan berani mencoba serta tidak takut salah dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru

    PEMBENTUKAN BUDAYA HIDUP BERSIH DAN PEMANFAATAN SAMPAH SEBAGAI PENGEMBANGAN “KAS SAMPAH†DI PAUD KELURAHAN BABAKAN SURABAYA KOTA BANDUNG

    Full text link
    Kebiasaan mengolah atau memilah sampah tidak serta muncul pada diri seseorang, akan tetapi diperlukan latihan dan pembiasaan secara kontinyu dalam keseharian warga termasuk diantaranyaadalah warga yang masih berusia balita atau pra SD dengan harapan kebiasaan baik ini akan terbawasepanjang hidupnya. Masalah yang dihadapi oleh sekolah yaitu (1) kebiasaan siswa membuang sampahjajanan dimana saja, sehingga lingkungan sekolah menjadi kotor dan harus dibersihkan berulang kalioleh petugas kebersihan, dan (2) dikarenakan PAUD yang didirikan bersifat sosial sehingga pihaksekolah seringkali mengalami kekurangan dana untuk kegiatan operasional sehari-harinya.Solusi yangditawarkan oleh tim pengabdian untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memberikan edukasikepada (1) anak didik tentang pentingnya memilah sampah dan manfaat pengelolaan sampah, dan (2)guru dan kepala sekolah untuk mengelola “KAS SAMPAH†sebagai alternatif untuk menambah uangkas sekolah. Hasil dari pengabdian sangat dirasakan oleh siswa, guru, dan kepala sekolah yaitu (1) lingkungan sekolah menjadi bersih, (2) siswa dapat memilah sampah, dan (3) penghasilan kas sekolahbertambah. Kesimpulan pengabdian ini adalah (1) siswa dapat diajarkan budaya hidup bersih melaluicara membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah ketika akan dibuang, serta (2) melalui“KAS SAMPAH†sekolah mendapatkan tambahan keuangan untuk biaya operasionalnya.Â

    PENINGKATAN SELF EFICACY DAN HARGA DIRI PADA LANSIA MELALUI KETERAMPILAN ECOPRINT

    Full text link
    Memasuki usia lansia biasanya seseorang akan menghadapi berbagai masalah dalam kesehatannya, baik itu kesehatan fisik maupun psikis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lansia sangat rentan psikisnya dalam menghadapi kenyataan bahwa kemampuan mereka tidak seperti masa mudanya. Rendah diri, minder, merasa tidak berguna, kesepian adalah hal yang seringkali dirasakan oleh para lansia hingga menyebabkan depresi. Diperlukan upaya dari keluarga dan lingkungan untuk mengatasi agar lansia tidak depresi, salah satunya adalah memberikan alternatif kegiatan yang dapat dilakukan bersama-sama dan dapat menghasilkan suatu karya yang dapat dibanggakan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan self eficacy dan harga diri lansia, salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan ecoprint. Metode yang diberikan terdiri dari (1) persiapan pelatihan, (2) pendataan bahan, (3) wawasan teknik ecoprint, (4) pelaksanaan pelatihan, dan (5) monitoring evaluasi. Wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa self eficacy dan harga diri mitra meningkat setelah selesai pelatihan. Setelah dilakukan monev maka kesimpulan dari pengabdian ini adalah (1) lansia merasa bersemangat menjalani hari karena mempunyai kegiatan, (2) bangga dapat membuat suatu karya yang dapat diperlihatkan kepada khalayak, (3) antusias dalam membuat rencana ke depan berkaitan dengan peningkatan kemampuan dan pengetahuan tentang ecoprint. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka upaya untuk meningkatan self eficacy dan harga diri pada lansia sangatlah diperlukan, karena dapat membangkitkan kembali rasa dihargai sehingga secara langsung dapat mempengaruhi kualitas hidupnya

    STUDENTS EXPERIENCE OF E-LEARNING, LEARNING PROCESS AND PERCEIVED LEARNING OUTCOMES IN ECONOMIC MATH COURSE

    Full text link
    This paper reveals research findings about the effect of E-learning experiences on student learning outcomes felt for Mathematics Economics courses. This study examines perceived learning outcomes in terms of effectiveness, number and productivity of learning in the context of E-learning. The participants were undergraduate students at the School of Economis EKUITAS. The results are interpreted using quantitative and verification research approaches. The results show that the E-learning experience of students is significantly correlated with learning process, and have indirect effect on perceived learning outcomes. This study uses a learning model developed by Biggs and Moore. Specific recommendations for practitioners are also given, and their implications for educators are discussed. Finally, suggestions for further research on E-learning are provided

    Analisis Perbandingan Multiple Regression dan Priority Quadrant terhadap Kepuasan Mahasiswa dalam E-learning Menggunakan Metode Servqual

    Full text link
    Metode pembelajaran e-learning telah lama dikenal dalam pembelajaran jarak jauh dan semakin meluas penggunaannya dikala pandemi terjadi. Metode ini seringkali dikeluhkan oleh pelajar yang terbiasa belajar dengan metode tatap muka sebagai penyebab rendahnya hasil belajar. Oleh karena itu dalam metode e-learning diperlukan persiapan sarana dan prasarananya agar kepuasan pelajar meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa dan mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan service equal terhadap kepuasan mahasiswa pada metode e-learning. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa di 3 (tiga) prodi jurusan Ekonomi sebanyak 100 orang dan sedang melaksanakan pembelajaran e-learning mata kuliah Matematika Bisnis, metode yang digunakan adalah dengan menggunakan observasi, studi literatur terkait service quality mengenai e-learning quality (ELQ) serta variabel kepuasan melalui penelitian-penelitian terdahulu, dan (3) kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan multiple regression dan priority quadrant. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan (1) secara parsial variabel reliability merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya, sedangkan variabel assurance merupakan variabel yang paling kecil pengaruhnya terhadap kepuasan mahasiswa, (2) variabel tangible tidak berpengaruh terhadap kepuasan, akan tetapi secara simultan 5 (lima) faktor dalam service quality berpengaruh positif terhadap kepuasan mahasiswa, dan (3) atribut yang menjadiprioritas perbaikan adalah atributketepatan waktu mengajar(A3) danpengajar memberikan penjelasan (pedoman/instruksi) pada materi belajar maupun penggunaan platform e-learning(A6)

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore