4 research outputs found

    Pembuatan Radioisotop Rodium-105 (105rhcl3)

    No full text
    PEMBUATAN RADIOISOTOP RODIUM-105 (105RhCl3). Radiofarmaka untuk keperluan terapi yang ditandai dengan radioisotop pemancar-β saat ini sangat banyak digunakan di bidang kedokteran nuklir. Rodium-105 (105Rh) merupakan salah satu radioisotop yang dapat digunakan untuk terapi karena merupakan pemancar-β yang mempunyai t1/2= 35,4 jam dengan Eβ sebesar 247 keV (30%) dan 560 keV (70%). Di samping itu, radioisotop tersebut juga memancarkan sinar-y dengan energi yang cukup ideal untuk penyidikan (imaging) selama terapi berlangsung yaitu 308 keV (5%) dan 319 keV (19%). Telah dilakukan pembuatan radioisotop 105Rh dalam bentuk carrier- free dengan menggunakan target rutenium (Ru) alam yang telah diiradiasi di reaktor TRIGA 2000 Bandung. Target tersebut dioksidasi dengan menggunakan kalium metaperiodat (KlO4) dan KOH yang dilarutkan dalam akuabides steril sambil dipanaskan perlahan-lahan, kemudian diekstraksi dengan larutan karbon tetraklorida (CCl4) untuk memisahkan Rh dari pengotor radionuklida (radioisotop Ru dan 103Ru). Setelah itu larutan diekstraksi dengan larutan tributil fosfat untuk memisahkan 105Rh dari pengotor radionuklida iridium (192Ir). Setanjutnya larutan dilewatkan pada kolom penukar kation (resin Dowex 50) untuk memisahkan 105Rh dari kation K+ yang ada dalam larutan. Kondisi optimum preparasi 105Rh diperoleh dengan melakukan ekstraksi menggunakan CCl4 dan tributil fosfat masing-masing sebanyak 4 kali dan 3 kali. Larutan 105RhCl3 tersebut diuji melalui pemeriksaan kemurnian radiokimianya dengan cara kromatografi kertas, kromatografi lapisan tipis dan elektroforesis kertas. Aktivitas dan kemurnian radionuklida larutan 105RhCl3 ditentukan dengan alat cacah spektrometer-y multi saluran. Larutan radioisotop 105RhCl3 yang diperoleh mempunyai pH berkisar antara 1,5 - 2 dan terlihat jernih dengan aktivitas sebesar 35 - 60 mCi dan konsentrasi radioaktif sebesar 7 - 12 mCi / mL. Larutan tersebut mempunyai kemurnian radiokimia sebesar 98,90 + 0,6 % dan kemurnian radionuklida di atas 99% ( 99,78 +0,03 %). Penelitian ini masih dilanjutkan untuk mendapatkan larutan 105RhCl3 dengan pH yang memadai dan kestabilan yang tinggi. Larutan 105RhCl3 yang diperoleh memungkinkan untuk dapat digunakan sebagai radionuklida alternatif dalam pembuatan berbagai radiofarmaka dengan aktivitas jenis tinggi untuk terapi seperti antara lain 105Rh-EDTMP

    PENGEMBANGAN PREPARASI RADIOFARMAKA 186RE(v) - DMSA

    No full text
    PENGEMBANGAN PREPARASI RADIOFARMAKA 186Re(V)-DMSA. Dalam bidang kedokteran nuklir, senyawa 186Re(V)-DMSA merupakan radiofarmaka yang banyak digunakan untuk terapi kanker tiroid medular. Senyawa tersebut telah berhasil disintesis melalui penandaan ligan DMSA dengan radioisotop 186Re menggunakan reduktor SnCI2.2H2O. Senyawa tersebut kurang stabil (hanya stabil selama 3 hari pada temperatur kamar) dan terakumulasi lebih tinggi pada ginjal dibanding organ tiroid tikus putih normal, karena dengan menggunakan reduktor SnCI2.2H2O terbentuk campuran kompleks l86Re(V)-Sn(II)-DMSA secara in vivo di dalam darah dan cenderung terakumulasi pada ginjal. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan preparasi radiofarmaka 186Re(V)-DMSA tersebut agar diperoleh sediaan yang lebih stabil dengan kemurnian radiokimia yang lebih tinggi dan dapat terakumulasi pada organ tiroid. Penelitian dilakukan dengan menggunakan larutan perenat (186ReO4-) yang  berasal dari hasil iradiasi logam renium, sedang pada penelitian sebelumnya menggunakan larutan perenat yang berasal dari hasil iradiasi amonium perenat. Telah dilakukan pengembangan preparasi radiofarmaka 186Re(V)-DMSA dengan menggunakan reduktor natrium metabisulfit (Na2S2O5) sebagai pengganti SnCI2.2H2O karena reduktor tersebut dapat juga berfungsi sebagai blocking agent untuk mengurangi akumulasi 186Re(V)-DMSA pada ginjal. Disamping itu, dilakukan juga penambahan asam askorbat (Vit.C) untuk menghindari terjadinya autoradiolisis dan meningkatkan kestabilan 186Re(V)-DMSA. Kondisi optimum reaksi diperoleh pada pH 1 dengan jumlah DMSA, Na2S2O5 dan asam askorbat masing-masing sebanyak 10, 30 dan 2 mg, waktu inkubasi selama 60 menit pada temperatur 70°C. Kompleks yang terbentuk diatur sampai pH 8 dengan penambahan larutan NaOH 1N yang memberikan efisiensi penandaan maksimum sebesar 98,75 ± 0,73%. Uji stabilitas radiofarmaka 186Re(V)-DMSA terhadap waktu penyimpanan menunjukan, bahwa setelah disimpan selama 8 hari pada temperatur kamar, senyawa tersebut masih stabil dengan tingkat kemurnian radiokimia di atas 95% (96,90 ± 0,40%)

    PENGGUNAAN SepPaks ALUMINA SEBAGAI ALAT UJI KUALIT AS SISTEM GEL GENERATOR TUNGSTEN-188/RENIUM-188 (The Use of Alumina SepPaks As A Quality Control Toolfor The Tungsten188/ Rhenium-188 Gel Generators System)

    No full text
    Metode uji kualitas dcngan menggunakan SepPaks alumina telah dikembangkan untuk menentukan tingkat pelepasan ISSWdari sistem gel generator ¹&#8312&#8312W/&#8312&#8312Re.Pendeteksian intcnsitas rcndah dari ¹&#8312&#8312W dengan kehadiran intensitas lebih tinggi dari ¹&#8312&#8312Re( Ey = 155 keY, 15 %), maka teknik pencacahan cara konvensional tidak memungkinkan, karena IS8Wmengemisikan foton gamma dengan intensitas yang sangat rendah pada Ey = 227 keY (0,22 %) dan Ey = 290 keY (0,40 %). Oleh karena itu untuk mengetahui pelepasan dan menghitung tingkat 18SWdalam ketepatan waktu (real time) tanpa hams menunggu beberapa hari untuk meluruh dari IssRe anak, maka penggunaan SepPaks alumina secara "tandem" dengan gel generator tungsten-l 88/renium-l 88 merupakan teknik yang efektif untuk menjerat ¹&#8312&#8312W yang lolos. Teknik ini ditunjukkan oleh elusi sistem gel generator ¹&#8312&#8312W/¹&#8312&#8312Re titanium tungstat, kemudian eluat dilewatkan melalui SepPaks alumina yang diikuti oleh pencucian dengan NaCI 0,9 % pH 5. Hasil elusi diperoleh yield IssRemaksimum sebesar 65 %, mempunyai kemumian radionuklida 97 % dan radiokimia sebesar 95 %. Penentuan penangkapan ¹&#8312&#8312Wditunjukkan oleh adanya spektrum gamma 290 keY dalam SepPaks alumil1adapat dideteksi secara jelas. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dapat ditunjukkan bahwa penggunaan SePaks alumina sangat efektif sebagai alat uji kualitas dalam menilaikinerja sistem gel generator ¹&#8312&#8312W/¹&#8312&#8312Re untuk memproduksi radionuklida renium-188

    PENGGUNAAN SEPPAKS ALUMINA SEBAGAI ALAT UJI KUALITAS SISTEM GEL GENERATOR TUNGSTEN-188/RENIUM-188 (The Use of Alumina SepPaks As A Quality Control Tool for The Tungsten-188/Rhenium-188 Gel Generators System)

    No full text
    ABSTRAK Metode uji kualitas dengan menggunakan SepPaks alumina telah dikembangkan untuk menentukan tingkat pelepasan 188W dari sistem gel generator 188W/188Re. Pendeteksian intensitas rendah dari 188W dengan kehadiran intensitas lebih tinggi dari 188Re (Eg = 155 keV, 15 %), maka teknik pencacahan cara konvensional tidak memungkinkan, karena 188W mengemisikan foton gamma dengan intensitas yang sangat rendah pada Eg = 227 keV (0,22 %) dan Eg = 290 keV (0,40 %). Oleh karena itu, untuk mengetahui pelepasan dan menghitung tingkat 188W dalam ketepatan waktu (real time) tanpa harus menunggu beberapa hari untuk meluruh dari 188Re anak, maka penggunaan SepPaks alumina secara “tandem” dengan gel generator tungsten-188/renium-188 merupakan teknik yang efektif untuk menjerat 188W yang lolos. Teknik ini ditunjukkan oleh elusi sistem gel generator 188W/188Re titanium tungstat, kemudian eluat dilewatkan melalui SepPaks alumina yang diikuti oleh pencucian dengan NaCl 0,9 % pH 5. Hasil elusi diperoleh yield 188Re maksimum sebesar 65 %, mempunyai kemurnian radionuklida 97 % dan radiokimia sebesar 95 %. Penentuan penangkapan 188W ditunjukkan oleh adanya spektrum gamma 290 keV dalam SepPaks alumina dapat dideteksi secara jelas. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dapat ditunjukkan bahwa penggunaan SepPaks alumina sangat efektif sebagai alat uji kualitas dalam menilai kinerja sistem gel generator 188W/188Re untuk memproduksi radionuklida renium-188.   ABSTRACT A quality control method using an alumina SepPaks has been developed to determine the breakthrough levels of 188W from 188W/188Re gel generator systems.  Detection of low levels of 188W in the presence of high levels of 188Re (155 keV, 15 %) by tradisional counting techniques is not possible, because the 188W emits gamma photons of only very low intensity at 227 keV (0.22 %) and 290 keV (0.40 %).  In order to remove and quantitate levels of 188W in “ real time “ without having to wait several days for decay of the 188Re daughter, the use of an alumina SepPaks in tandem with the 188W/188Re gel generator is an effective technique to trap the 188W breakthrough.  This technique was showed by experiment result gel generators 188W/188Re titan tungstate, the eluate was  subsequently passed through alumina SepPaks followed by thorough washing with 0.9 % pH 5.  The result of elution  is obtained maximum yield 65 %, it has radionuclide purities is 97 % and radiochemical is 95 %.  The scavenger determination of 188W was showed in the presence of 290 keV gamma spectrum in the alumina SepPaks were clearly detected. Based on the result its showed that, the use of alumina SepPaks was very effective as  a quality control tool in assessing  188W/188Re gel generator performance system for radionuclide rhenium-188 production
    corecore