1,720,961 research outputs found
STRUKTURALISME GENETIK DALAM NOVEL BELAJAR MENCINTAI KARYA AZHAR NURUN ALA
Penelitian ini berjudul “Strukturalisme Genetik dalam Novel Belajar Mencintai Karya Azhar Nurun Ala “. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strukturalisme genetik pada novel Belajar Mencintai karya Azhar Nurun Ala. Penelitian ini berbasis penelitian kualitatif dengan pendekatan strukturalisme genetik. Teknik analisis data, yaitu analisis unsur struktural novel, dan latar sosial budaya pengarang dalam novel Belajar Mencintai karya Azhar Nurun Ala, membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini berupa (1) Unsur intrinsik yang terdapat pada novel Belajar Mencintai karya Azhar Nurun Ala, meliputi: (a) tema: kehidupan rumah tangga, (b) alur: campuran. (c) tokoh utama: aku dan istrinya digambarkan sebagai sepasang suami istri yang sedang mengarungi kehidupan rumah tangga, dengan segala macam ujian yang dihadapi tetap saling menguatkan dan percaya setiap masalah yang dihadapi akan mampu dilalui; tokoh tambahan: Salman, Reivo, Farid, Kang Adi, Ahimsa, Dion, Bapak dan ibu, serta Bapak dan Ibu mertua. (d) latar tempat: Universitas Indonesia, Gresik, Depok, Lampung Tengah, Rumah tinggal, Rumah sakit, Pasar, dan Bandar Harapan; latar waktu: pagi hari, malam hari, tahun 2013, 2014, 2015, dan 2017; latar sosial: kebudayaan Jawa yang meliputi kepercayaan masyarakat dahulu, (e) sudut pandang: sudut pandang orang pertama atau Akuan, (f) gaya bahasa: hiperbolis, dan menggunakan petikan pada setiap obrolan para tokoh. (2) Analisis strukturalisme genetik novel Belajar Mencintai karya Azhar Nurun Ala pada penelitian ini berfokus pada sosial budaya pengarang yang berisi biografi, kelompok sosial, kondisi ekonomi. Kesimpulan penelitian ini merujuk pada strukturalisme genetik dalan novel Belajar Mencintai karya Azhar Nurun Ala.
Kata kunci: Novel Belajar Mencintai, strukturalisme genetik
Percikan Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Seribu Wajah Ayah Karya Azhar Nurun Ala
Globalisasi yang semakin meningkat menyebabkan munculnya berbagai
karya sastra yang berdampak besar pada pendidikan di Indonesia. Karya sastra,
terutama yang berkaitan dengan agama, memiliki banyak pelajaran yang dapat
diambil oleh pembaca. Novel Seribu Wajah Ayah Karya Azhar Nurun Ala
merupakan karya sastra yang di dalamnya terdapat banyak nilai pendidikan, salah
satunya adalah nilai-nilai pendidikan Islam. Dalam novel tersebut terdapat nilai
nilai fiqih ibadah dan fiqih muamalah yang disampaikan dalam bentuk dialog dan
narasi dari para tokoh yang terlibat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan
Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Novel Seribu Wajah Ayah Karya Azhar Nurun
Ala, yakni nilai-nilai fiqih ibadah dan muamalah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah Novel
“Seribu Wajah Ayah” Karya Azhar Nurun Ala. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini adalah dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis isi. Teknik
validitas dan keabsahan data dengan teknik kecukupan referensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai fiqih ibadah dalam novel
terbagi menjadi dua, yaitu salat dan akikah. Adapun aspek fiqih muamalah
terbagi menjadi enam, yakni pemberian nafkah dari orang tua pada anak,
pengorbanan, berbakti pada orang tua, kasih sayang, tasyakuran, dan tolong
menolong
Nilai Etika dalam Novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala dan Peranannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.
ANDRIANSYAH, ALVIN. 2021.i Nilai Etika dalam Novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala dan Peranannya dalam iPembelajaran Bahasai Indonesiai dii iSMA. Skripsi.i PendidikaniBahasa idan SastraiIndonesia. Fakultasi Keguruani dani Ilmui iPendidikan, Universitasi Pancasaktii iTegal.
PembimbingiI : Dr. Tri Mulyono, M.Pd.
PembimbingiII : Afsun Aulia Nirmala, M.Pd.
Kata Kunci : Etika, novel, peranan pembelajaran
Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan nilai etika yang terkandung dalam novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala, 2) Mendeskripsikan peranan pembelajaran nilai-nilai etika pada novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala di SMA.
Penelitiani inii menggunakani pendekatani kualitatif, desaini ipenelitian adalahi deskriptifi kualitatif.i Sumberi datai yaitui novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala, denganiwujud dataiberupa penggalanikata danikalimat iyang mengandunginilai etikaidalam novel.i Teknikipengumpulan dataimenggunakan teknikibaca simakidan catat.i Dataidianalisis denganianalisis deskriptifikualitatif denganipenyajian hasilianalisis secaraiinformal.
Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga jenis nilai etika dalam novel Seribu Wajah Ayah, yaitu (1). Nilai religi berjumlah 15 data 34,88%, (2). Nilai moral berjumlah 22 data 51,16% yang terdiri dari kejujuran, tanggung jawab, kesetiaan, keberanian, kemandirian, pengorbanan, dan pantang menyerah, (3). Nilai sosial berjumlah 6 data 13,96% yang terdiri dari sikap peduli dan kerja sama. Nilai etika yang paling dominan dalam novel Seribu Wajah Ayah adalah nilai moral yang berjumlah 22 data 51,16%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai etika yang ada pada novel Seribu Wajah Ayah dapat memberikan peranan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA dan dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia sebagai bahan kajian dalam pembelajaran materi bahasa Indonesia kepada peserta didik di SMA Kelas XI Semester I, dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.11 tentang Mengungkapkan Pesan dari satu buku fiksi yang dibaca.
Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi guru untuk memberikan motivasi kepada peserta didik di SMA. Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat untuk pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran yang positif bagi peserta didik di SMA
Analisis alur, penokohan, latar, sudut pandang, tema, amanat, dan nilai keluarga dalam novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alur, penokohan, latar, sudut pandang, tema, amanat, dan nilai keluarga dalam novel Seribu Wajah Ayah krya Azhar Nurun Ala dengan mempertimbangkan sepengetahuan peneliti novel ini belum pernah diteliti, khususnya nilai keluarga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang didasarkan pada data deskriptif berupa kalimat-kalimat paragraf yang mengandung aspek-aspek yang diteliti.
Dari hasil analisis yang dilakukan terdapat alur, penokohan, latar, sudut pandang, tema, amanat, dan nilai keluarga dalam novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Alur yang digunakan adalah alur maju atau progresif, karena cerita dimulai dari tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian.
2. Penggambaran watak tokoh pengarang menggunakan teknik dramatik. Tokoh-tokoh dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh utama Ayah dan Kamu. Selanjutnya tokoh tambahannya adalah Paman, Bibi, dan Bu guru.
3. Latar menyangkut tiga aspek, yaitu tempat, waktu, dan sosial. Latar tempat terjadi di rumah, kamar ayah, rumah seorang bidan, rumah sakit, sekolah, pemakaman, dan UK. Latar waktu terjadi pada tahun 1970-an, sedangkan latar sosial di kalangan guru yang miskin. Hal itu dapat dilihat dari kondisi sosial keluarga Ayah yang merupakan seorang guru.
4. Sudut pandang dalam novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala yaitu sudut pandang orang ketiga yang serbatahu, di mana novel ini menceritakan sosok Ayah dan Kamu.
5. Dalam novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala terkandung tema mayor yaitu pengorbanan seorang ayah dan tema minor yaitu pergaulan remaja masa kini.
6. Amanat yang disampaikan pengarang kepada pembaca yaitu selalu ingat apa pun yang terjadi di dunia ini, kehidupan, kelahiran, bahkan kematian yang merupakan kuasa dari Tuhan.
7. Nilai keluarga yang terdapat pada novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala yaitu (1) kebaikan, (2) keberanian, (3) kontrol diri, (4) kemurahan hati, dan (5) tanggung jawab.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan pertama bagi pembaca dapat menumbuhkan dan meningkatkan sikap positif terhadap kegiatan mengapresiasi karya sastra khusunya novel dan kedua, peneliti mengharapkan hasil penelitian ini dapat membantu guru menambah referensi untuk membuat bahan ajar mengenai novel dengan cara mengajarkan bagaimana menganalisis unsur intrinsik dan nilai keluarga pada novel
REVISI. PENGALAMAN DAN PIKIRAN TOKOH UTAMA PADA NOVEL SERIBU WAJAH AYAH KARYA AZHAR NURUN ALA KAJIAN PSIKOLOGI CARL GUSTAV JUNG
Tujuan analisis ini membahas pengalaman dan pikiran tokoh utama dalam novel Seribu Wajah Ayah Karya Azhar Nurun Ala dengan menggunakan teori Carl Gustav Jung, khususnya pada jiwa tingkat kedua yaitu Persona Unconscious (Ketidaksadaran Pribadi) yang mengacu pada pengalaman dan pikiran tokoh utama. Persona Unconscious atau ketidaksadaran pribadi adalah bagian dari jiwa di bawah ego. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik analisis data yakni membaca dan mencatat. Teknik analisis data dengan klasifikasi, menginterpretasi, mendeskripsikan, dan menganalisis pengalaman dan pikiran tokoh utama pada novel Seribu Wajah Ayah Karya Azhar Nurun Ala. Hasil penelitian dapat dipaparkan pengalaman represi dan supresi tokoh utama merasakan penyesalan mendalam terhadap Ayahnya. Dalam novel ini, dapat dipaparkan pikiran/pengalaman (persepsi) tokoh utama mengingat kembali kenangan disetiap lembar foto
NILAI ETIKA DALAM NOVEL SERIBU WAJAH AYAH KARYA AZHAR NURUN ALA DAN PERANANNYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan nilai etika yang terkandung dalam novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala, 2) Mendeskripsikan peranan pembelajaran nilai-nilai etika pada novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yaitu novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala, dengan wujud data berupa penggalan kata dan kalimat yang mengandung nilai etika dalam novel. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca simak dan catat. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dengan penyajian hasil analisis secara informal. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga jenis nilai etika dalam novel Seribu Wajah Ayah, yaitu (1). Nilai religi berjumlah 15 data 34,88%, (2). Nilai moral berjumlah 22 data 51,16% yang terdiri dari kejujuran, tanggung jawab, kesetiaan, keberanian, kemandirian, pengorbanan, dan pantang menyerah, (3). Nilai sosial berjumlah 6 data 13,96% yang terdiri dari sikap peduli dan kerja sama. Nilai etika yang paling dominan dalam novel Seribu Wajah Ayah adalah nilai moral yang berjumlah 22 data 51,16%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai etika yang ada pada novel Seribu Wajah Ayah dapat memberikan peranan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA dan dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia sebagai bahan kajian dalam pembelajaran materi bahasa Indonesia kepada peserta didik di SMA Kelas XII Semester II, dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan dalam novel dengan indikator menganalisis isi (unsur intrinsik dan ekstrinsik). Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi guru untuk memberikan motivasi kepada peserta didik di SMA. Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat untuk pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran yang positif bagi peserta didik di SMA
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
