2,346 research outputs found
Pelestarian Lingkungan Hidup melalui Ecoprint pada Siswa Madrasah Aliyah Al Azhar Asy Syarif Indonesia
Masalah lingkungan hidup merupakan masalah global yang semakin kompleks dan serius, karenanya perlu segera dicarikan solusi alternatif guna menyelamatkan kehidupan manusia di bumi ini. Salah satu solusi yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat yaitu melalui pendidikan. Madrasah Aliyah Al Azhar Asy Syarif merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan kurikulum dari dua negara (Indonesia dan Arab Mesir) dan berada diwilayah hijau DKI Jakarta. Kurikulum yang diterapkan akan lebih baik bila terdapat pendidikan berwawasan lingkungan hidup yang terintegrasi dalam kokurikuler sehingga dihasilkan generasi yang memiliki wawasasan lingkungan hidup yang baik dan berkelanjutan. Beberapa masalah yang dijumpai di Madrasah Aliyah Al Azhar Asy Syarif Indonesia antara lain: 1) Belum terintegrasinya kurikulum pendidikan yang digunakan dengan pendidikan lingkungan hidup, 2) Kurangnya pengetahuan siswa dalam memanfaatkan sumber daya alam dilingkungan sekolah (seperti pemanfaatan dedaunan dan bunga) menjadi produk kreatif, 3) belum ada siswa yang dapat mengaplikasikan ecoprinting dalam berbagai produk. Solusi yang ditawarkan adalah mengadakan penyuluhan/edukasi mengenai pelestarian lingkungan hidup dalam kegiatan kokurikuler, penyuluhan pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan pelatihan ecoprint untuk menghasilkan produk produk yang kreatif dan inovatif. Sasaran kegiatan ini adalah para siswa Madrasah Aliyah Al Azhar Asy Syarif Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dengan dua metode yaitu penyuluhan mengenai pelestarian lingkungan dan pelatihan ecoprint. Hasil yang didapat adalah seluruh siswa memahami dan mampu menerapkan kegiata pelestarian lingkungan hidup dan mampu menerapkan keterampilan ecoprint dalam beragam produk. Kata Kunci: Ecoprint, Pendidikan, Lingkunga
Rancang Bangun Website Madrasah Al – Azhar Kota Pagar Alam
Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) Al – Azhar kota Pagar Alam yang merupakan salah satu sekolah yang yang berada dibawah naungan Yayasan Islam Pagar Alam saat ini belum memiliki website sendiri sebagai media untuk menyampaikan informasi dan untuk mempromosikan sekolah kepada masyarakat. Dibangunnya website sekolah MTs Al – Azhar, diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan tentang sekolah. Website MTs Al - Azhar dibangun menggunakan metode pengembangan sistem web engineering yang terdiri dari tahapan customer communication, planning, modeling, construction dan deployment, desain rancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language ( UML ). Sedangkan aplikasi yang digunakan untuk merancang sistem yaitu Axure Pro untuk membuat story board antar muka, Adobe Dreamweaver CS sebagai text editors dalam penulisan program, bahasa pemrogaman HTML dan PHP, dalam pengolahan database-nya menggunakan MySQL dan Web Server menggunakan Apache. Pengujian sistem menggunakan black box testing dan usability testing dengan nilai akhir 3,85 yang berarti pengguna menyatakan bahwa website ini bisa mempermudah pihak sekolah untuk menyampaikan informasi dan juga mempermudah pihak – pihak yang ingin mendapatkan informasi dengan cepat, serta bisa diakses kapan saja dan dimana saja Kunc
KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM PENGGUNAAN GADGET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SD ISLAM AL AZHAR CAIRO PAGAR ALAM
ABSTRAK
Dilakukannya peneitian ini oleh penulis dikarenakannya
kebijakan sekolah terkait penggunaan gadget sebagai media
pembelajaran belum sepenuhnya dikaji dan diterapkan secara
konsisten di berbagai sekolah. Sedangkan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi yang semakin pesat dan memberikan
dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk
dalam dunia pendidikan. Dan penggunaan gadget dan teknologi
sebagai media pembelajaran semakin mendominasi, memperkenalkan
paradigma baru dalam dunia pendidikan pada era globalisasi, Oleh
karena itu pentingnya pendidikan kontemporer yang responsif
terhadap perubahan ini, yang menegaskan bahwa perubahan
paradigma pendidikan, perubahan kurikulum, serta pemanfaatan
media dan teknologi menjadi krusial
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan
sekolah dalam penggunaan gadget sebagai media pembelajaran di SD
Islam Al Azhar Cairo Pagar Alam, mulai dari formulasi kebijakan
sampai dengan evaluasi kebijakan dan faktor pendukung dan kendala
dalam pengimplementsian kebijakan, serta dampak positif dan negatif
penggunaan gadget sebagai media pembelajaran. Penulis dalam
penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat
deskriptif. Penelitian dilakukan di SD Islam Al Azhar Cairo Pagar
Alam
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan oleh
penulis bahwa Kebijakan sekolah dalam penggunaan gadget sebagai
media pembelajaran di SD Islam Al Azhar Cairo Pagar Alam sebagai
berikut. 1) Kebijakan sekolah dalam penggunaan gadget di SD Islam
Al Azhar Cairo sudah berjalan sangat baik dan sudah diberlakukan.
Mulai dari perumusan kebijakan Penyusunan agenda, formulasi,
legitimasi, implementasi, dan evaluasi kebijakan yang melalui
program IPad Learning yang menjadi program unggulan di sekolah,
dan dukungan orang tua saling yang saling berkerja sama dalam
penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran utama. 2) Faktor
Pendukung dan kendala dalam pengimplementasian kebijakan
iv
penggunaan gadget di SD Islam Al Azhar Cairo Pagar Alam. Seperti
dukungan orangtua yang sekaligus menjadi fasilitator sarana gadget
untuk anak, Sarana dan prasarana sekolah yang sudah memadai seperti
ketersediaan jaringan Internet, Dan Faktor kesiapan guru dan siswa
dalam pembelajaran berbasis teknologi. Meskipun banyak faktor
pendukung dalam pengimplementasian kebijakan ini tentu ada kendala
yang dihadapi seperti, diperlukannya waktu untuk memahami
penggunaan aplikasi baru bagi anak, kendala pada masa transisi dari
pembelajaran konvensional ke teknologi yang menjadikan anak
kurang fokus. 3) Dampak positif dan negatif penggunaan gadget
sebagai media pembelajaran, dampak positif sangat lah banyak seperti
menambah pengetahuan dan informasi bagi anak, membantu dalam
proses pembelajaran online atau pun offline, dan membantu
meningkatkan soft skill yang dimiliki anak. Akan tetapi ada dampak
negatif yakni menjadikan anak kecanduan untuk menggunakan
gadget, membuat anak kurang fokus dan kekhwatiran orang tua dalam
mengasah kemampuan menulis dan membaca buku.
Kata Kunci : Kebijakan Sekolah, Gadget, Media Pembelajaran
ABSTRACT
The author carried out this research because school policies
regarding the use of gadgets as learning media have not been fully
studied and implemented consistently in various schools. Meanwhile,
the development of information and communication technology is
increasingly rapid and has a significant impact on various aspects of
life, including the world of education. And the use of gadgets and
technology as learning media is increasingly dominating, introducing
a new paradigm in the world of education in the era of globalization.
Therefore, the importance of contemporary education that is
responsive to these changes, which emphasizes that changes in
educational paradigms, curriculum changes, and the use of media and
technology are crucial.
This research aims to find out what the school policy is in using
gadgets as a learning medium at Al Azhar Islamic Elementary School
Cairo Pagar Alam, starting from policy formulation to policy
evaluation and supporting factors and obstacles in implementing the
policy, as well as the positive and negative impacts of using gadgets as
a learning medium. The author in this research used a descriptive type
of qualitative research. The research was conducted at Al Azhar
Islamic Elementary School, Cairo Pagar Alam
Based on the research results, the author can conclude that the
school policy in using gadgets as learning media at Al Azhar Cairo
Pagar Alam Islamic Elementary School is as follows. 1) The school
policy regarding the use of gadgets at Al Azhar Cairo Islamic
Elementary School has been working very well and has been
implemented. Starting from policy formulation, agenda preparation,
formulation, legitimization, implementation and evaluation of policies
through the IPad Learning program which is a superior program in
schools, and support from parents who work together in using
technology as the main learning medium. 2) Supporting factors and
obstacles in implementing the gadget use policy at Al Azhar Islamic
Elementary School Cairo Pagar Alam. Such as support from parents
who are also facilitators of gadget facilities for children, adequate
school facilities and infrastructure such as the availability of an
vi
Internet network, and factors in the readiness of teachers and students
in technology-based learning. Even though there are many supporting
factors in implementing this policy, of course there are obstacles
faced, such as the need for time to understand the use of new
applications for children, obstacles during the transition from
conventional learning to technology which makes children less
focused. 3) The positive and negative impacts of using gadgets as
learning media, there are many positive impacts such as increasing
knowledge and information for children, helping in the online or
offline learning process, and helping to improve children's soft skills.
However, there are negative impacts, namely making children
addicted to using gadgets, making children less focused and parents
worry about honing their writing and reading skills.
Keywords: School Policy, Gadgets, Learning MediaABSTRAK
Dilakukannya peneitian ini oleh penulis dikarenakannya
kebijakan sekolah terkait penggunaan gadget sebagai media
pembelajaran belum sepenuhnya dikaji dan diterapkan secara
konsisten di berbagai sekolah. Sedangkan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi yang semakin pesat dan memberikan
dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk
dalam dunia pendidikan. Dan penggunaan gadget dan teknologi
sebagai media pembelajaran semakin mendominasi, memperkenalkan
paradigma baru dalam dunia pendidikan pada era globalisasi, Oleh
karena itu pentingnya pendidikan kontemporer yang responsif
terhadap perubahan ini, yang menegaskan bahwa perubahan
paradigma pendidikan, perubahan kurikulum, serta pemanfaatan
media dan teknologi menjadi krusial
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan
sekolah dalam penggunaan gadget sebagai media pembelajaran di SD
Islam Al Azhar Cairo Pagar Alam, mulai dari formulasi kebijakan
sampai dengan evaluasi kebijakan dan faktor pendukung dan kendala
dalam pengimplementsian kebijakan, serta dampak positif dan negatif
penggunaan gadget sebagai media pembelajaran. Penulis dalam
penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat
deskriptif. Penelitian dilakukan di SD Islam Al Azhar Cairo Pagar
Alam
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan oleh
penulis bahwa Kebijakan sekolah dalam penggunaan gadget sebagai
media pembelajaran di SD Islam Al Azhar Cairo Pagar Alam sebagai
berikut. 1) Kebijakan sekolah dalam penggunaan gadget di SD Islam
Al Azhar Cairo sudah berjalan sangat baik dan sudah diberlakukan.
Mulai dari perumusan kebijakan Penyusunan agenda, formulasi,
legitimasi, implementasi, dan evaluasi kebijakan yang melalui
program IPad Learning yang menjadi program unggulan di sekolah,
dan dukungan orang tua saling yang saling berkerja sama dalam
penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran utama. 2) Faktor
Pendukung dan kendala dalam pengimplementasian kebijakan
iv
penggunaan gadget di SD Islam Al Azhar Cairo Pagar Alam. Seperti
dukungan orangtua yang sekaligus menjadi fasilitator sarana gadget
untuk anak, Sarana dan prasarana sekolah yang sudah memadai seperti
ketersediaan jaringan Internet, Dan Faktor kesiapan guru dan siswa
dalam pembelajaran berbasis teknologi. Meskipun banyak faktor
pendukung dalam pengimplementasian kebijakan ini tentu ada kendala
yang dihadapi seperti, diperlukannya waktu untuk memahami
penggunaan aplikasi baru bagi anak, kendala pada masa transisi dari
pembelajaran konvensional ke teknologi yang menjadikan anak
kurang fokus. 3) Dampak positif dan negatif penggunaan gadget
sebagai media pembelajaran, dampak positif sangat lah banyak seperti
menambah pengetahuan dan informasi bagi anak, membantu dalam
proses pembelajaran online atau pun offline, dan membantu
meningkatkan soft skill yang dimiliki anak. Akan tetapi ada dampak
negatif yakni menjadikan anak kecanduan untuk menggunakan
gadget, membuat anak kurang fokus dan kekhwatiran orang tua dalam
mengasah kemampuan menulis dan membaca buku.
Kata Kunci : Kebijakan Sekolah, Gadget, Media Pembelajaran
ABSTRACT
The author carried out this research because school policies
regarding the use of gadgets as learning media have not been fully
studied and implemented consistently in various schools. Meanwhile,
the development of information and communication technology is
increasingly rapid and has a significant impact on various aspects of
life, including the world of education. And the use of gadgets and
technology as learning media is increasingly dominating, introducing
a new paradigm in the world of education in the era of globalization.
Therefore, the importance of contemporary education that is
responsive to these changes, which emphasizes that changes in
educational paradigms, curriculum changes, and the use of media and
technology are crucial.
This research aims to find out what the school policy is in using
gadgets as a learning medium at Al Azhar Islamic Elementary School
Cairo Pagar Alam, starting from policy formulation to policy
evaluation and supporting factors and obstacles in implementing the
policy, as well as the positive and negative impacts of using gadgets as
a learning medium. The author in this research used a descriptive type
of qualitative research. The research was conducted at Al Azhar
Islamic Elementary School, Cairo Pagar Alam
Based on the research results, the author can conclude that the
school policy in using gadgets as learning media at Al Azhar Cairo
Pagar Alam Islamic Elementary School is as follows. 1) The school
policy regarding the use of gadgets at Al Azhar Cairo Islamic
Elementary School has been working very well and has been
implemented. Starting from policy formulation, agenda preparation,
formulation, legitimization, implementation and evaluation of policies
through the IPad Learning program which is a superior program in
schools, and support from parents who work together in using
technology as the main learning medium. 2) Supporting factors and
obstacles in implementing the gadget use policy at Al Azhar Islamic
Elementary School Cairo Pagar Alam. Such as support from parents
who are also facilitators of gadget facilities for children, adequate
school facilities and infrastructure such as the availability of an
vi
Internet network, and factors in the readiness of teachers and students
in technology-based learning. Even though there are many supporting
factors in implementing this policy, of course there are obstacles
faced, such as the need for time to understand the use of new
applications for children, obstacles during the transition from
conventional learning to technology which makes children less
focused. 3) The positive and negative impacts of using gadgets as
learning media, there are many positive impacts such as increasing
knowledge and information for children, helping in the online or
offline learning process, and helping to improve children's soft skills.
However, there are negative impacts, namely making children
addicted to using gadgets, making children less focused and parents
worry about honing their writing and reading skills.
Keywords: School Policy, Gadgets, Learning Medi
PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MODEL MIND MAP KELAS V SDI AL AZHAR PONTIANAK
Abstrak: Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dengan Menggunakan Model Mind Map SDI Al Azhar 21 Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan model Mind Map di kelas V SDI Al Azhar 21 Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Deskriptif, dengan bentuk penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas. Berdasarkan data hasil belajar siswa yang diperoleh dalam observasi siklus I sebesar 70,71 meningkat pada siklus II menjadi 77,14 dan pada siklus ke III menjadi 87,50 Dari data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Mind Map pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam terdapat peningkatan. Dengan demikian penggunaan model Mind Map dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VA SDI Al Azhar 21 Pontianak. Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, model Mind Map Abstract: The effort of improving the learning result by using the Mind Map model in Science of the student grade five (VA) Al Azhar Islamic Elemetary School 21st Pontianak.The goal of this research is to improve the learning result in Science Learning by using the Mind Map model in Grade five(Va) Al Azhar Islamic Elemetary School 21st Pontianak.The metode which is used in this research is descriptive metode shapes with research class action. Based on the data of the student learning that has been got in siclus observation I is 70,71 in the second siclus become77,14 and in the third second it become 87,50.From the data that has been got,it can be councluded that the using of Mind Map model in learning Science are improved. So that the using of Mind Map model in Learning Science can improve the learning result in garde Five (VA) Al azhar Islamic elementary School 21st Pontianak. Key words: learning result, Mind Map learning model
Variasi Pola Mencari Makan Tiga Jenis Kuntul di Sekitar Cagar Alam Pulau Dua Serang, Propinsi Banten
Variasi pola mencari makan dari tiga jenis kuntul yang menghuni Cagar Alam Pulau Dua telah diamati selama 12 bulan. Penelitian dilakukan di lokasi makan dari ketiga jenis kuntul yang berada di sekitar kawasan Cagar Alam Pulau Dua. Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan langsung dengan didukung oleh pengambilan gambar menggunakan Handycam dengan metode Focal Observation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola mencari makan pada Casmerodius albus adalah sebanyak 30 pola, variasi pola tertinggi dijumpai pada sawah di waktu pagi (17 pola), dan pola mencari makan yang paling sering dilakukan adalah PCa1. Pola mencari makan Egretta garzetta meliputi 160 variasi tertinggi dijumpai pada lokasi makan dataran lumpur pada waktu pagi (47 macam pola), dan macam pola dengan frekuensi tertinggi adalah PEg1. Sedangkan pada Bubulcus ibis, pola mencari makan yang ditemukan adalah sebanyak 65 jenis, dengan variasi tertinggi dijumpai pada sawah di waktu pagi (33 pola) dan pola mencari makan dengan frekuensi tertinggi adalah PBi15.AbstractForaging pattern variation of three herons species living in Pulau Dua Nature reserve Serang, Banten Province was observed to 12 months. Research was conducted done at feeding area of three species of herons around Cagar Alam Pulau Dua. The research method was a combination of direct observation and “focal sampling” method using videotape (handycam). The result showed that foraging pattern of Casmerodius albus were as much 30 kinds, supreme pattern variation was found on the rice-field in the morning (17 type pattern), and the coming foraging pattern was PCa1. Foraging patterns in Egretta garzetta were 160 types, supreme variation to be met on mudflat in the morning (47 type pattern), and pattern type with supreme frequency was PEg1. However on the Bubulcus ibis , the number of foraging pattern were as much 65 types, with supreme variation found on rice-field in the morning (33 type pattern) and pattern type with supreme frequency was PBi15
PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGANMETODE EKSPERIMEN KELAS V SDI AL AZHAR 21 PONTIANAK
Abstrak: Peningkatan Aktivitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan metode eksperimen SDI Al Azhar 21 Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan metode eksperimenpeserta didik di kelas V SDI Al Azhar 21 Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Deskriptif, dengan bentuk penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas. Berdasarkan data aktivitas fisik yang diperoleh dalam observasi siklus I sebesar 78,56 % meningkat pada siklus II menjadi 95,23, sedangkan data aktivitas mental dalam observasi siklus I sebesar 73,01% meningkat pada siklus II menjadi 95,23%. Dan data aktivitas emosional dalam observasi siklus I sebesar 82,13% meningkat menjadi 98,80%. Dari data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam terdapat peningkatan. Kata kunci:Peningkatan, aktivitas, Metode Eksperimen Abstract: An increase in the activity of learning science by using experimental methods in 5th grade elementary school of Islam Al Azhar 21st Pontianak. The purpose of this study to improve the activity of natural science learning with experimental methods in 5th grade elementary school of Islam Al Azhar 21st Pontianak. The methods used in this research is descriptive research method and form of research is action research. Based on the data of the physical activity obtained in the first cycle observation of 78,56%, an increase in the second cycle to 95,23%. Whereas mental activity data obtained in first cycle observation of 73,01%, an increase in the second cycle to 95,23%. And emotional activity data obtained in the first cycle observation of 82,13%, an increase in the second cycle to 98,80 %. Based on the data obtained it can be conclude that use of experimental methods to study the natural sciences there is an increase. Key words: Increased activity, Experimental method
PERAN GURU MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK DALAM MEMECAHKAN MASALAH DI SENTRA BAHAN ALAM
Kemampuan memecahkan masalah adalah ketika seorang anak merencanakan, memprediksi, mengambil keputusan, mengobservasi hasil dari aksinya, kemudian membuat kesimpulan, sementara guru bertindak sebagai fasilitator, yang dintandai dengan anak mengenal konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mengenal benda berdasarkan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru dalam mening katkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah di sentra bahan alam TK Islam Al Azhar 45 Grand Depok City. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, guru sentra, dan anak kelas A1 di sentra bahan alam. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru telah melakukan perannya untuk meningkatkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah dengan bertindak sebagai fasilitator, informator, organisator, mediator, inisiator, evaluator, serta motivator
Mendapatkan profil suhu serta kelembapan di PTAR, ITM, Shah Alam / Azhar Shukor
The purpose of this project is to get the temperature and the humidity profile for the main, library of ITM Shah Alam. The main aim of this project is to minimize the electrical consumption of the air conditioning plant and also to determine the electrical consumption. In this report, discussion was made on how to minimize the energy consumed by the air-cond plant, what should be done and etc
Education of Mental Resilience in Surah Yusuf (Study of Al-Azhar Interpretation) Lesson Year 2018/2019
Moral decadence which is life today is the main task in the education world. One of the reasons is the weakness of the individual mental condition, so every faces a problem, it always makes depression. A lot of effort has been made to solve this problem. In Islamic education, Muhammad as the bearer of the Qur'an is a prime and concrete example in living life in the world, when the main role model was depressed in life, the story of Yusuf becomes his main guide to rise again. In explaining this story, researchers used Al-Azhar Interpretation as the main interpretation because finding that Buya Hamka (author of the interpretation) discussed much of Yusuf's mentality, so this study purely used qualitative methods in the form of library research using a psychological approach. The results and purposes of the study were that Yusuf was proven to have all indicators of mental health (able to adapt positively in all conditions and succeed in developing self potential) because of his father's and Al-Aziz (Yusuf adobtive father) good bringing up since childhood of Yusuf until adulthood, so all the problems that Yusuf experienced were able to be resolved well. Among the education he obtained was by combining resilience and Islamic education in the form of growing fithrah, instilling faith and purifying the soul. From this process, researchers draw the concept of actualization to be applied in the education world today which has been explained in the data analysis chapter in the last section. The hope is the concept of education in the story of Yusuf is able to be more easily implemented by current education practitioners, especially families as the main and the first educator
The Concept of Land Ownership in Islam and Poverty Alleviation in Pakistan
Land ownership—in its ethico-legal and historical manifestations, reflects the importance of being a politico-economic institution. In the process of its development, it includes various heterogeneous elements of different systems of ownership. With the growth of the Ummah, the principles of laws of ownership represent and embody the relations, rights and duties to form the general law of obligations at the state as well as individual level. This is the case of economic and legal theory, regarding the ownership of land with implicative infrastructure to build social welfare institutions of Islam. It is generally and basically have been ordained that according to the teachings of Islam, Real ownership belongs to Allah Almighty. Man being the vicegerent holds property in trust for which he is accountable to him in accordance with the clearly laid down economic philosophy of Islam. Ownership of man is a concept alien to Islam as it belongs to Allah Almighty only.
- …
