71 research outputs found

    PERANAN PONDOK PESANTREN SABILUL HASANAH KM.24 BANYUASIN DALAM MEMBANGUN PSYCHOLOGICAL WELL BEING SANTRI MUBTADI’ MELALUI BACAAN SHALAWAT NABI DENGAN METODE MAHALUL QIYAM

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi tentang keadaan Psychological Well Being terhadap santri Mubtadi’ (santri baru) yang baru mengenal lingkungan pondok pesantren. Oleh karena itu santri Mubtadi’ sangat membutuhkan bimbingan dan juga arahan mengenai penyesuaian diri dan pembelajaran di pondok pesantren. Pondok pesantren Sabilul Hasanah adalah lembaga pendidikan yang lebih meningkatkan pendidikan dari segi agama Islam. Akan tetapi penyuasaian lingkungan dan cara belajar sulit dilakukan oleh santri-santri mubtadi’ ini, sehingga menyebabakan pikiran dan jiwa mereka merasa tidak tenang. Dalam menyikapi hal ini pondok pesantren Sabilul hasanah memiliki kegiatan yang bisa memberikan ketenangan jiwa terhadap santri Mubtdi’nya, yaitu dengan cara melaksanakan kegiatan shalawat dalam maulid Simtudduror melalui metode Mahalul Qiyam. Kegiatan ini dilaksanakan setiap jum‟at malam dan sangat berperan dalam Psychological Well Being (ketenangan jiwa) santri. Karena kegiatan ini berisi tentang kemuliaan dan keagungan nabi Muhammad SAW, yang jika dibacakan akan memberi ketenangan tersendiri kepada pendengar tanpa dia harus mengerti artinya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana peranan pondok pesantren Sabilul Hasanah dalam membangun Psychological Well Being santri Mubtadi’ melalui bacaan shalawat dengan metode Mahalul Qiyam? Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah Metode Teknik Sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari sepuluh santri Mubtadi’, pimpinan dan tenaga pengajarnya. Dari hasil penelitian yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi adalah: bahwa kegiatan shalawat dalam maulid Simtudduror ini sangat berperan terhadap Psychological Well Being (ketenangan jiwa) santri Mubtadi’ dalam meningkatkan kecintaan kepada nabi Muhammad SAW, memahami indahnya kehidupan dengan kasih sayang orang tuanya, dan juga dalam proses penyusuaian diri terhadap lingkungan yang baru pertama dia jalan

    Admission Informatics System of In-patient as Administrative and Clinical Decision Support System in Badan RSUD dr. H Soewondo Kabupaten Kendal

    No full text
    Background : Appropriateness in Admission represent quality of medical services. Appropriateness Evaluation Protocol (AEP) is protocol that used to evaluate inpatient admission according to medical indications. Preliminary study shows that there are some problem due to admission informatics system in Badan RSUD dr. H Soewondo Kabupaten. i.e. difficulty to access clinical examination information, admission procedure not use AEP yet so there is 40 % misadmission of all inpatient and there are no access to information of medical services appropriateness. Objective : The research was carried out to design admission informatics system of in-patient as administrative and clinical decision support system in Badan RSUD dr. H Soewondo Kabupaten Kendal. Methods : The research was done in two step. First step was qualitative study applied Framework for Application of System Technique (FAST) to design informatics system. Second step used one group pretest – posttest design, trying informatics system that built comparing acceptability, accessibility, sensitivity, representativeness and timely. Result : The result of this research was admission informatics system design consist of input design, output design, data base design and interface design continuing to build AEP based admission informatics system. Trial result shows that respondent give their agreement in old and new system for acceptability (2.20 and 3.18), accessibility (2.25 and 3.19), sensitivity (2.30 and 3,10), representativeness (2,40 and 3,13), and timely (2.13 and 3.13) and it was statistically significant (p : 0.0001) Sumber Utama : www.mikm.undip.ac.i

    SISTEM INFORMASI ADMISI PASIEN RAWAT INAP UNTUK MEMBANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS DAN ADMINISTRASI DI BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ( RSUD ) DR. H . SOEWONDO KABUPATEN KENDAL ( Admission Informatics System of In-patient as Administrative and Clinical Decision Support System in Badan RSUD dr. H Soewondo Kabupaten Kendal)

    No full text
    Background : Appropriateness in Admission represent quality of medical services. Appropriateness Evaluation Protocol (AEP) is protocol that used to evaluate inpatient admission according to medical indications. Preliminary study shows that there are some problem due to admission informatics system in Badan RSUD dr. H Soewondo Kabupaten. i.e. difficulty to access clinical examination information, admission procedure not use AEP yet so there is 40 % misadmission of all inpatient and there are no access to information of medical services appropriateness. Objective : The research was carried out to design admission informatics system of in-patient as administrative and clinical decision support system in Badan RSUD dr. H Soewondo Kabupaten Kendal. Methods : The research was done in two step. First step was qualitative study applied Framework for Application of System Technique (FAST) to design informatics system. Second step used one group pretest – posttest design, trying informatics system that built comparing acceptability, accessibility, sensitivity, representativeness and timely. Result : The result of this research was admission informatics system design consist of input design, output design, data base design and interface design continuing to build AEP based admission informatics system. Trial result shows that respondent give their agreement in old and new system for acceptability (2.20 and 3.18), accessibility (2.25 and 3.19), sensitivity (2.30 and 3,10), representativeness (2,40 and 3,13), and timely (2.13 and 3.13) and it was statistically significant (p : 0.0001) Recommendation : The management commitment required to carry on admission informatics system, annual evaluation of system performance required to anticipate changes of information requirement and it is required to design input faster using high technology instrument. Latar Belakang : Ketepatan admisi merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan medis yang sesuai dengan standar. Appropriateness Evaluation Protocol (AEP) merupakan protokol yang digunakan untuk menilai ketapatan admisi pasien rawat inap. Studi pendahuluan menunjukkan di Badan RSUD dr. H Soewondo Kabupaten Kendal didapatkan beberapa permasalahan terkait dengan sistem informasi admisi yaitu kesulitan dalam mengetahui informasi hasil pemeriksaan klinis, prosedur keputusan admisi belum menggunakan standar AEP sehingga dari pengamatan menunjukkan ketidaktepatan admisi sebesar 40 %, kesulitan dalam mengetahui informasi mengenai ketepatan pelayanan klinis. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi admisi pasien rawat inap untuk membantu pengambilan keputusan klinis dan administrasi dalam admisi pasien rawat inap di Badan RSUD dr. H Soewondo Kabupaten Kendal. Metode : Penelitian dilakukan dalam 2 tahap penelitian. Tahap pertama merupakan penelitian kualitatif digunakan dalam perancangan sistem informasi dengan menerapkan Framework for Application of System Technique (FAST). Tahap kedua penelitian kuantitatif dengan rancangan one group pretest-postest design, yaitu uji coba sistem informasi admisi dengan membandingkan indikatorindikator akseptabilitas, aksesibilitas, sensitivitas, kerepresentatifan dan ketepatan waktu. Hasil : Hasil penelitian ini adalah rancangan sistem informasi admisi pasien rawat inap (SIA) meliputi rancangan input, output, basis data dan interface dilanjutkan dengan membangun sistem sehingga dihasilkan SIA berbasis AEP. Hasil uji coba menunjukkan kepersetujuan responden dari sistem lama dan sistem baru dari aspek akseptabilitas (RRT 2,20 dan 3,18), aksesibilitas (RRT 2,25 dan 3,19), sensitivitas(RRT 2,30 dan 3,10), kerepresentatifan (RRT 2,40 dan 3,16) dan ketepatan waktu (RRT 2,13 dan 3,13) dengan perbedaan yang bermakna (p : 0,0001). Saran : Diperlukan komitmen manajemen untuk dapat menjalankan SIA, evaluasi setiap tahun terhadap kinerja sistem diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan informasi dan diperlukan rancangan input data yang cepat dengan teknologi tinggi

    Risk Factors of Acute Upper Respiratory Tract Infection Incidence (Non-Covid-19): A Case Study in the Work Area of the Sukorejo Primary Healthcare Center, Pacitan Regency

    No full text
    Introduction: Acute Upper respiratory tract infection was the highest case among the other diseases in Sukorejo Primary Healthcare Center, Pacitan Regency. Health protocol policies have an impact on healthy living behavior, which can prevent COVID-19 and acute upper respiratory infection (non-COVID-19). Rumors in the community stated that all acute upper respiratory infections had been tested for COVID-19, and were declared positive for COVID-19. This study aimed to determine the factors associated with acute upper respiratory tract infections (non-COVID-19).Methods: This study was conducted in an analytic observational method with a case-control study design. There were 61 subjects in the case and 61 subjects aged 26-65 years in the control groups. Sampling was done by simple random sampling for the case and purposive sampling for the control group. Data were analyzed by chi-square tests and logistic regression models.Results: Based on bivariate analysis, the inappropriate use of masks, smoking, inappropriate hand washing habits, high density on room occupancy, and inappropriate house ventilation area were the risk factors of acute upper respiratory tract infections (non-COVID-19). After controlling for the other variables, smoking habits (OR=2.723; 95%Cl=1.216-6.098; p=0.015), inappropriate house ventilation area (OR=2.569; 95%Cl=1.149-5.743; p=0.022), high density in room occupancy density (OR=2.425; 95%Cl=1.087-5.410; p =0.031) and the inappropriate use of masks (OR=2.320; 95%Cl=1.021-5.173; p=0.045) were the risk factors of acute upper respiratory tract infection (non-COVID-19) incidence.Conclusion: The risk factors of acute upper respiratory tract infection (non-COVID-19) incidence were smoking habits, inappropriate house ventilation, high density in room occupancy and the inappropriate use of mask

    Pembacaan Al-Qur’an dalam Tradisi Batunggu Kubur Bagi Masyarakat Kota Palangka Raya

    No full text
    Penelitian ini mengangkat sebuah fenomena living qur’an di Kota Palangka Raya yang memiliki tradisi pembacaan al-Qur'an dalam tradisi batunggu kubur. Pembacaan al-Qur’an dalam tradisi batunggu kubur ini dilakukan setelah penguburan mayit. Pada tradisi ini al-Qur’an dibaca secara berkelompok dari awal hingga akhir sampai dengan waktu yang ditentukan. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana tata cara pelaksanaan pembacaan al-Qur’an dalam tradisi batunggu kubur? Apa tujuan dan motivasi pembacaan al-Qur’an dalam tradisi batunggu kubur bagi masyarakat Kota Palangka Raya? Bagaimana pemaknaan pembacaan al-Qur’an dalam tradisi batunggu kubur bagi masyarakat Kota Palangka Raya? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan, tujuan dan motivasi, serta pemaknaan masyarakat Kota Palangka Raya terhadap pembacaan al-Qur’an dalam tradisi batunggu kubur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) yang termasuk pada penelitian kualitatif. Dalam teknik pengumpulan data, penulis melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam teknik analisis data penulis menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori living qur’an dan resepsi al-Qur’an. Adapun hasil penelitian dalam skripsi ini adalah penulis mendapati bahwa pembacaan al-Qur’an dalam tradisi batunggu kubur bagi masyarakat Kota Palangka Raya ini dilakukan dengan tiga macam variasi tata cara, diantaranya kewajiban membaca masing-masing orang sampai khatam, ada pembagian tugas membaca bagian juz bagi setiap orang, dan tidak ada aturan yang ketat bahwa harus dikhatamkan namun tetap harus membaca al-Qur’an dan harus tetap tinggal di kubur. Pelaksanaan pembacaan al-Qur’an dalam tradisi batunggu kubur bertujuan untuk mendapat pahala dan keberkahan al-Qur’an, mengingat kematian, bersedekah, berbakti kepada orang tua, menunda pertanyaan malaikat. Adapun motivasi masyarakat Kota Palangka Raya melakukan tradisi ini ialah adanya wasiat dari almarhum, adanya kegelisahan apabila tidak dilaksanakan batunggu kubur, adanya imbalan atau hadiah, dan adanya tradisi yang sudah ada secara turun temurun. Pemaknaan masyarakat Kota Palangka Raya mengenai pembacaan alQur’an dalam tradisi batunggu kubur yaitu terdapat fungsi yang dominan yaitu fungsi teologis dimana al-Qur’an diyakini sebagai bacaan mulia yang bernilai pahala dan mampu memberikan syafaat

    The Effect Of Neck Pain On Craniovertebral Angle Due To The Use Of Smartphone As A Learning Media For Physiotherapy Students In Widya Husada University Semarang

    No full text
    The COVID-19 pandemic in Indonesia affects student learning methods, one of which is the change from offline to online. Learning activities using a smartphone for a long time causes the neck position to become not ergonomic. The result will be neck pain. The purpose of this study was to determine the effect of the craniovertebral angle on neck pain in physiotherapy students at Widya Husada University Semarang. The research method using observational cross sectional. The results showed that most of the samples had normal cranivertebral angle (CVA) with mild neck pain and neck pain frequency more than 1 time per week. While the strong correlation is CVA is directly proportional to the frequency of neck pain

    PEMBELAJARAN MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA DI SMALB SLB KANIGORO KRAS KEDIRI

    No full text
    Adanya penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan anak tunagrahita di SMALB SLB Kanigoro Kras Kediri yang membutuhkan kehidupan sosial yang layak. Dengan adanya pembelajaran anak tunagrahita dapat mengembangkan potensi mereka agar dapat bergaul dan dapat diterima di lingkungan keluarga dan masyarakatnya, terutama pada pembelajaran matematika yang diperlukan dalam berbagai bidang kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran matematika anak tunagrahita di SMALB SLB Kanigoro Kras (2) Mendeskripsikan proses pembelajaran matematika anak tunagrahita di SMALB SLB Kanigoro Kras (3) Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran matematika anak tunagrahita di SMALB SLB Kanigoro Kras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan model creswell yang terdiri dari beberapa langkah, antara lain: menyiapkan dan mengorganisir data, membaca dan melihat seluruh data, melakukan coding, membentuk deskripsi dan tema, menginterpretasi makna dari data. Pengabsahan data mengunakan perpanjangan kehadiran peneliti, triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyusunan perencanaan pembelajaran seperti tujuan pembelajaran, metode, strategi, alat/ media, materi ajar dan instumen evaluasi disesuaikan dengan kemampuan siswa karena keterbatasan yang dimiliki siswa tunagrahita serta pelaksanaan belum sesuai dengan perencanaan pembelajaran. (2) Proses pelaksanaan pembelajaran matematika terdiri dari 4 unsur, diantaranya materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik, metode pembelajaran dengan metode demonstrasi, ceramah, tanya jawab, dan drill, media pembelajaran dengan papan tulis, spidol, dan papan hitung, hambatan pembelajaran yang terdiri dari faktor internal berupa keterbatasan anak tunagrahita dan faktor eksternal berupa sarana dan prasarana. (3) Evaluasi pembelajaran di SMALB SLB Kanigoro sama dengan evaluasi pada sekolah reguler namun dengan modifikasi sehingga anak tunagrahita dapat mengerjakannya. Terdapat beberapa tahap evaluasi, setelah evaluasi diberikan, anak tuangrahita yang belum memenuhi standar dari guru akan melakukan remedial dan yang sudah memenuhi standar melakukan pengayaan

    HUBUNGAN STATUS VAKSINASI BCG, RIWAYAT KONTAK DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KUSTA DI KOTA PEKALONGAN

    No full text
    Kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara umumnya negara berkembang, termasuk Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status vaksinasi BCG, riwayat kontak dan personal hygiene dengan kejadian kusta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan kasus kontrol secara retrospektif. Pada penelitian ini menggunakan total sampling pada kelompok kasus dan accidental sampling pada kelompok kontrol, dengan jumlah masing-masing 64 orang. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan berstrata dengan uji chi square (α=0,05) dan menghitung nilai Odds Ratio (OR). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta adalah status vaksinasi BCG (p=0,000;OR=3,621), riwayat kontak (p=0,000;OR=5,800) dan lama kontak (p=0,000; OR=15,815). Sedangkan personal hygiene (p=0,077) tidak berhubungan dengan kejadian kusta. Variabel umur, tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi tidak terbukti sebagai variabel perancu dalam hubungan antara status vaksinasi BCG. Akan tetapi pendidikan merupakan variabel perancu dalam hubungan antara personal hygiene dengan kejadian kusta. Saran bagi petugas bagian P2PL adalah meningkatkan kegiatan surveilans epidemiologi penyakit kusta. Bagi kepala puskesmas diharapkan untuk meningkatkan penemuan penderita secara aktif, meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit kusta dan meningkatkan cakupan vaksinasi BCG. Bagi peneliti selanjutnya untuk menghindari bias recall dan bias seleksi. Leprosy remains a public health problem in many developing countries, including Indonesia. The purpose of this study was to determine the relation between BCG vaccination status, contact with patient, and personal hygiene and leprosy. This study was an observational analytic study with approach case control restropectively. This study used total sampling in case group and accidental sampling in control group, in total 64 peoples each group. Data analysis used univariate, bivariate and stratified by chi square test (α = 0,05) and calculated the odd ratio (OR). The result showed that the factors related with the leprosy were BCG vaccination status (p=0,000;OR=3,621), contact with patient (p=0,000;OR=5,800) and duration of contact (p=0,000; OR=15,815). While personal hygiene was not associated with the leprosy (p=0,077). Variables of age, education and socioeconomic status did not proven as a confounding variable in relation between BCG vaccination status and leprosy. But education was confounding variable in relation between personal hygiene and leprosy. Recommendation for P2PL officer is to improve epidemiological surveillance of leprosy. For the head of the health center is expected to increase active case detection, improving counseling to society about leprosy defect and increasing the coverage of BCG vaccination. For the other researchers to avoid recall bias and selection bias

    Association of Kidney Stones with Metabolic Syndrome Parameters in Indonesia

    No full text
    Background: Kidney stone disease is common throughout the world with the lifetime risk of kidney stones in the United States exceeding 12% in men and 6% in women. In the United States, the prevalence of metabolic syndrome is 24% in men and 23.4% in women. Elevated prevalence of kidney stones is often associated with metabolic syndrome and metabolic syndrome itself. Objective: To assess the association between kidney stones and metabolic syndrome parameters in differences gender. Methode: Using a cross-sectional study, data obtained from secondary data of Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. A total of 26,063 people were as respondents in our study. Diagnosis of kidney stone based on Riskesdas 2013 interview. Metabolic syndrome was diagnosed according to the National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III) and PERKENI. Chi-square test and multivariate logistic regression were used in data analysis. Result: Number of respondents have been diagnosed with kidney stones by doctors was 226 (0.9%) respondents from 26,063 respondents. Central obesity was a dominant factor which associated with the risk of kidney stones in male respondents (OR 1.9; 95% CI 1.3-2.9; p=0.003) after adjustment for age. Metabolic syndrome was a dominant factor which associated with the risk of kidney stones in female respondent (OR 6.1; 95% CI 3.4-11.3; p<0.001) after adjustment for age. Conclusion: Metabolic syndrome and central obesity were associated with the risk of kidney stones

    RESULT OF POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) TEST POSITIVITY AND VACCINATION ASSOCIATED WITH INCIDENCE RATE OF COVID-19 IN JEPARA REGENCY

    No full text
    COVID-19 merupakan penyakit menular disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kabupaten Jepara menjadi salah satu wilayah tersebarnya COVID-19 dan telah menerapkan strategi testing serta vaksinasi sebagai upaya penanganan pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan tingkat tes positif PCR dan tingkat vaksinasi terhadap laju insidensi COVID-19 di Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Unit analisis penelitian ini merupakan periode waktu dalam satuan minggu. Populasi dan sampel berupa data sekunder angka kasus COVID-19, hasil tes PCR, dan vaksinasi COVID-19 yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara pada 1 Juni 2020 sampai 30 Juni 2022, dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar pencatatan. Hasil uji korelasi Spearman diperoleh adanya korelasi positif yang sangat kuat antara tingkat tes positif PCR dengan laju insidensi COVID-19 (r=0,810). Terdapat hubungan antara tingkat vaksinasi dengan laju insidensi COVID-19 di Kabupaten Jepara dengan arah korelasi negatif yaitu dosis pertama (r=-0,603) berkorelasi kuat, dosis kedua berkorelasi sedang (r=-0,591), dosis ketiga (r=-0,311) berkorelasi lemah. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat tes positif PCR dan tingkat vaksinasi dengan laju insidensi COVID-19 di Kabupaten Jepara
    corecore