19 research outputs found
Pengembangan Permainan “My Kingdom” untuk Mengurangi Perilaku Agresi pada Siswa-siswi di Taman Belajar PAU untuk Mengurangi Perilaku Agresi pada Siswa-siswi di Taman Belajar PAUD Arema
ABSTRAK Dewi, Ayu Paramitha. 2013. Pengembangan Permainan “My Kingdom” untuk Mengurangi Perilaku Agresi pada Siswa-siswi di Taman Belajar PAUD Arema Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Indah Yasminum Suhanti, S. Psi., M.Psi. Kata kunci: Perilaku Agresi Anak, Permainan My Kingdom Agresivitas adalah sebuah perilaku yang hampir menjadi bagian tak terelakan di masa usia dini. Penanganan yang tepat terhadap perilaku ini dapat menghindarkan keberlanjutan Agresivitas di usia anak, remaja bahkan dewasa. Perlu diketahui juga bahwa salah satu point penting dalam aspek perkembangan sosio-emosional pada masa awal masa kanak-kanak adalah memperhalus perilaku sosialnya dan mempelajari pola perilaku baru yang lebih dapat diterima oleh kelompok teman-temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah permainan My Kingdom dapat mengurangi perilaku agresi anak usia dini. Permainan dipilih sebagai sarana, karena selain menyesuaikan dengan tahapan perkembangan mereka yang merupakan usia bermain. Permainan My Kingdom merupakan permainan pura-pura yang sesuai dengan tahapan bermain anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimen dengan dengan membagi subjek menjadi dua, sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Design ekperimen penelitian ini adalah nonrandomize pretest-posttest control group design, dimana dua kelompok subjek yakni kontrol dan eksperimen masing–masing dilakukan observasi sebagai data pretest dan posttest. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa permainan My Kingdom untuk mengurangi perilaku agresi pada anak, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan atau treatment. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Skala Agresi Anak yang dikembangan dari teori Ormrod (2008) tentang agresi pada anak. Skala ini memiliki 36 item valid yang digunakan sebagai pretest dan posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah 26 siswa-siswi taman belajar PAUD Arema. Subjek dibagi menjadi 2, yakni 13 siswa sebagai kelompok kontrol dan 13 siswa sebagai kelompok eksperimen. Hasil analisis statistik yang diperoleh dari data pretest dan posttest dengan analisis wilcoxon signed rank test dengan taraf signifikansi di atas 0,05 menunjukkan hasil pretest dan posttest kelompok kontrol 0,056 dan pretest dan posttest kelompok eksperimen 0,622, yang berarti keduanya tidak signifikan. Sedangkan berdasarkan hasil analisis, permainan My Kingdom tidak efektif untuk menurunkan frekuensi perilaku agresi. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil analisis Mann-Whitney U dengan taraf signifikansi di atas 0,05, antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang tidak signifikan, yaitu 0,589, sedangkan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen juga menunjukkan hasil tidak signifikan, yaitu 0,315 Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk memperhatikan faktor-faktor lain pemicu perilaku agresi dan memperhatikan lamanya perlakuan agar lebih efektif.
SKRIPSI : ANALISIS EFEKTIVITAS PERENCANAAN ANGGARAN KINERJA TERHADAP PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN
Keterkaitan Antara Pet Attachment dan Health Related Quality of Life (HRQOL) pada Mahasiswa: Keterkaitan Antara Pet Attachment dan Health Related Quality of Life (HRQOL) pada Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi antara pet attachment dan kualitas hidup terkait kesehatan atau health-related quality of life pada mahasiswa. Pet attachment didefinisikan sebagai adanya hubungan emosional dan interaksi antara hewan peliharaan dengan individu. Health-related quality of life (HRQoL) merupakan kondisi yang individu rasakan secara baik dan berfungsi dalam kehidupan sehari-harinya mencakup kesehatan fisik, mental dan sosial. Responden pada penelitian ini terdiri dari 203 responden yang merupakan mahasiswa dari berbagai Universitas yang pernah atau sedang memelihara hewan peliharaan dengan minimal waktu memelihara 3 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pet attachment memiliki hubungan secara positif dengan kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL) pada mahasiswa p= 0.019 (p<0.05), artinya terdapat hubungan positif antara pet attachment dengan kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL) pada mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi antara pet attachment dan kualitas hidup terkait kesehatan atau health-related quality of life pada mahasiswa. Pet attachment didefinisikan sebagai adanya hubungan emosional dan interaksi antara hewan peliharaan dengan individu. Health-related quality of life (HRQoL) merupakan kondisi yang individu rasakan secara baik dan berfungsi dalam kehidupan sehari-harinya mencakup kesehatan fisik, mental dan sosial. Responden pada penelitian ini terdiri dari 203 responden yang merupakan mahasiswa dari berbagai Universitas yang pernah atau sedang memelihara hewan peliharaan dengan minimal waktu memelihara 3 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pet attachment memiliki hubungan secara positif dengan kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL) pada mahasiswa p = 0.019 (p<0.05), artinya terdapat hubungan positif antara pet attachment dengan kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL) pada mahasiswa
Analisis Aspek Kesejahteraan Hewan, Kehalalan Dan Keamanan Pangan Pada Rumah Pemotongan Ayam (Studi Kasus Di Rumah Potong Ayam Mualim Broiler Batu)
Indonesia memiliki jumlah penduduk terbanyak dengan urutan ke-4 didunia. Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia meningkatan konsumsi daging ayam. Peningkatan konsumsi tersebut banyak rumah potong ayam (RPA) kurang memperhatikan aspek kesejahteraan hewan, aspek kehalalan, serta aspek keamanan sehingga berdampak pada kualitas daging. Kesejahteraan hewan dapat ditinjau dari penanganan hewan sebelum disembelih, aspek kehalalan ditinjau dari proses penyembelihan disesuaikan dengan HAS 23101, dan aspek keamanan produk ditinjau dari penanganan selama dan setelah proses penyembelihan. Rumah potong ayam Mualim Broiler kurang menerapkan aspek tersebut, khususnya pada aspek kesejahteraan hewan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemenuhan aspek kesejahteraan hewan, kehalalan ditinjau dari proses penyembelihan hingga hewan mati sempurna, dan pengaruh aspek keamanan terhadap kualitas produk yang diterapkan di RPA Mualim Broiler Batu.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan mengamati proses penanganan ayam hingga pengukuran kualitas karkas ayam. Metode penelitian menggunakan scoring dan pembobotan. Penelitian ini menggunakan 7 responden pekerja di RPA yang mengisi kuesioner aspek kesejahterahan hewan dan kehalalan. Keamanan pangan diukur dengan pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan pengujian mikroba untuk mengetahui kualitas produk. Sampel pengujian mikroba daging ayam potong beku sebanyak tiga buah terhadap Salmonella sp dan Total Plate Count (TPC). Berdasar hasil penelitian pemenuhan aspek kesejahterahan hewan pada RPA Mualim diperoleh hasil total sekitar 58% dan belum terpenuhi, sehingga
vii
perlu ada perbaikan khususnya parameter kebebasan dari rasa lapar dan haus, kebebasan dari rasa sakit, luka-luka, dan penyakit, serta kebebasan mengekspresikan perilaku alami. Aspek kehalalan untuk usaha ini sudah terpenuhi didukung adanya sertifikat halal dari LPPOM MUI. Aspek keamanan pangan RPA tersebut sudah sesuai standar SNI ditinjau dari proses produksinya, namun terdapat beberapa proses produksi tergolong dalam titik kritis yakni tahap pemeriksaan keranjang ayam, alat penyembelihan, tempat penyembelihan, pencelupan, pemisahan jeroan ayam, pencucian kembali, pemotongan karkas, pembekuan, dan transportasi. Berdasar hasil pengujian mikroba masih terdapat kandungan Salmonella sp dan Total Plate Count (TPC) diatas batas standar
Strategi Penerjemahan Dan Pergeseran Makna Terjemahan Bahasa Jepang Pada Cultural Words Dalam Novel Burung-burung Manyar Karya Y.B Mangunwijaya Y.B マングンウィジャヤのBurung-Burung Manyar 小説の日本語版における文化的の単語を翻訳の戦略および意味シフトの分析
In cross-country communication, different languages and cultures become one ofthe communication problems. Therefore, translation activities are needed topenetrate the cultural and language difference barrier. Some of the issues faced bythe translator who translates novels and fictions are cultural influences and moralmessages that conveyed by the author of the novel. Accordingly, in translation, thetranslator must prepare which translation strategies that should be used for adjustingthe target audience. This research conducts to find out the translation strategy andshift of meaning that occur in the cultural words in Burung-burungManyar novelby Y.B Mangunwijaya. The method used in this research is a qualitative methodwith descriptive analysis. This research uses the theory of translation strategy byNewmark (1988), and the theory of meaning shift by Simatupang (1999) to answerthe statement of the problems. 177 cultural words found in the Burung-burungManyar novel, which is 15 data in the ecology category, 52 data in the materialculture category, 17 data in the social culture category, 86 data in the organizations,customs, activities, procedures, and concepts category, and 7 data in the gesturesand habits category. Of 177 cultural words, the translator most often uses thesynonym strategies with a total of 51 out of 177 words or with a percentage of28.82%. Whereas the meaning shift that occurs dominantly is the meaning shift dueto differences in cultural viewpoint, amounting to 91 words or with a percentage of65.94%
The difference of sexual function of cervical cancer survivor post radical hysterectomy with and without chemoradiotherapy according to FSFI scores
This study was analytical observasional with cross sectional design. From 2017 to 2021, 45 cervical cancer survivors who had radical hysterectomy were enrolled. The subjects were divided into four groups: radical hysterectomy only, hysterectomy combined chemotherapy, hysterectomy combined chemoradiotherapy, hysterectomy combined radiotherapy. The Female Sexual Funxtion Index questionnaire were used to collect data of sexual activity including desire, arousal, lubrication, satisfaction, orgasm and dyspareunia. The mean age was 46.29 (SD± 7.6). The FSFI between four groups were significantly difference in desire (p 0.006), arousal (p0.003), lubrication (p0.001), and sexual satisfaction (p0.033). Mann-Whitney test is used to analyze associations between two groups. The most affected domain between radical hysterectomy and radical hysterectomy combined radiotherapy were desire (p 0.006), sexual satisfaction (0.013). Domain arousal was significant difference between radical hysterectomy and radical hysterectomy combined chemotherapy (p 0.005). Lubrication was difference between radical hysterectomy and radical hysterectomy combined chemoradiotherapy
Transborder data flows: Protection of medical tourist personal data in Malaysia and Indonesia
Medical tourism is popular within the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) region, especially in the Indonesian region. The economic prosperity, closer vicinity as compared to Jakarta, and the quality of medical services provided in the neighbouring countries lead to medical tourism prospering among the Indonesians. Malaysia is one of the most frequently visited countries by Indonesians as medical tourists. The growth of medical tourism triggers issues of the adequacy of the Indonesian and Malaysian laws to regulate cross-border medical records. It is the aim of this study to examine the adequacy of the current laws in handling cross-border medical records. This study applied doctrinal legal research methodology, i.e., mainly library-based research, where the main legal materials were from Malaysia and Indonesia. It was found that the need for personal data protection is a necessity since boundaries among jurisdictions are becoming “borderless”. The Malaysian law, although comprehensive, has yet to gazette any country as a “whitelisted country” to allow for cross-border data. The Indonesian law does not regulate crossborder medical records. The risk of personal data leakage has become imminent. The importance of cross-border medical records protection is important to create safe integrated medical records. While Malaysia has enacted a comprehensive legal framework on personal data protection (including medical data), Indonesia needs to enhance its legal framework in protecting the data. Regionally, the legal framework of cross-border personal data between Malaysia and Indonesia should be updated in accordance with the ASEAN Data Management Framework
The Impact of Losing Personal Medical Records seen from Several Aspects of Life in America and Indonesia
The issue of personal data leaks, especially electronic medical record data is no longer just a national problem but has become a global problem around the world. Electronic medical record data contains information about the patient's medical history, rights and obligations content. Different countries have different legal avenues in dealing with this issue. This study discusses the issue of legal certainty in resolving cases of electronic medical records data leaks in Indonesia and the United States and the impact arising from the problem of electronic medical record data leaks that do not yet have legal certainty. The results obtained, that this problem has an impact on patients and the institution or organization that manages electronic medical record data in the form of personal, social, economic and government impacts. Therefore, in this case, a clear legal certainty is needed regarding the protection of electronic medical record data, especially in the health industr
Penerapan Mindfulness Based Art Therapy (Mbat) terhadap Gejala Depresi yang Dialami Mahasiswa di Universitas Paramadina:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas MBAT (mindfulness based art therapy) untuk mereduksi gejala depresi yang dialami mahasiswa. MBAT merupakan salah satu pendekatan terapi yang menggabungkan elemen inti dari kurikulum Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) dengan pendekatan art therapy. Responden penelitian ini berjumlah dua orang mahasiswa dengan gejala depresi pada level sedang atau berat. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Explanatory Mixed Methods Design dengan teknik pengumpulan data melalui Pretest-Posttest Control One Case Study Design. Pada penelitian ini, self-report yang digunakan adalah Beck Depression Inventory II (BDI-II) untuk mengukur gejala depresi, dan Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS) untuk menilai perhatian/kesadaran individu dalam keadaan penuh perhatian (mindful states) di dalam suatu situasi. Hasil penelitian ini menunjukan adanya penurunan gejala depresi dan juga peningkatan kesadaran (mindfulness) setelah diberikan intervensi MBAT selama 10 sesi pada kedua responden.Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas MBAT (mindfulness based art therapy) untuk mereduksi gejala depresi yang dialami mahasiswa. MBAT merupakan salah satu pendekatan terapi yang menggabungkan elemen inti dari kurikulum Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) dengan pendekatan art therapy. Responden penelitian ini berjumlah dua orang mahasiswa dengan gejala depresi pada level sedang atau berat. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Explanatory Mixed Methods Design dengan teknik pengumpulan data melalui Pretest-Posttest Control One Case Study Design. Pada penelitian ini, self-report yang digunakan adalah Beck Depression Inventory II (BDI-II) untuk mengukur gejala depresi, dan Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS) untuk menilai perhatian/kesadaran individu dalam keadaan penuh perhatian (mindful states) di dalam suatu situasi. Hasil penelitian ini menunjukan adanya penurunan gejala depresi dan juga peningkatan kesadaran (mindfulness) setelah diberikan intervensi MBAT selama 10 sesi pada kedua responden
Menelisik Penerapan Competency Based Human Resource Management di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Jungutbatu
LPD Desa Adat Jungutbatu is a village financial institution in Jungutbatu Village, Nusa Penida Subdistrict, Klungkung Regency. However, public interest in the existence of LPD Jungutbatu village has not been maximized because the services of LPD Desa Adat Jungutbatu are less competitive with other local banks in Jungutbatu Village by having superior quality of human resources. LPD Desa Adat Jungutbatu needs to be more concerned about developing and existing in competition with local bank competitors, namely by enhancing the quality of human resources. The purpose of this study is to discover the competency based human resource management (CBHRM) implementation system in LPD Desa AdatJungutbatu. The system's implementation can increase staff performance, allowing for improved customer service. This study takes a qualitative approach to data collection, with techniques such as observation, interviews, and documentation being used. The results revealed that the implementation of CBHRM in the LPD Desa Adat Jungutbatu had not been properly implemented, owing to internal LPD parties' failure to pay attention to aspects of CBHRM, such as the recruitment process still referring to the official Banjar”, employee education is still low, and training and development employees cannot be implemented evenly, resulting in inequity in the implementation of CBHRM in the LPD Desa AdatJungutbatu.
ABSTRAK
LPD Desa Adat Jungutbatu merupakan lembaga keuangan desa yang terletak di Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Namun, tingkat ketertarikan masyarakat terhadap keberadaan LPD Desa Adat Jungutbatu belum maksimal dikarenakan pelayanan dari LPD Desa Adat Jungutbatu kalah bersaing dengan bank lokal lainya yang ada di Desa Jungutbatu dengan memiliki kualitas SDM serta pelayanan yang lebih unggul. Hal yang perlu menjadi perhatian lebih bagi LPD Desa Jungutbatu untuk berkembang dan eksis dalam persaingan dengan kompetitor bank lokal, yaitu dengan meningkatkan kualitas SDM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem Penerapan Competency Based Human Resource Management (CBHRM) di LPD Desa Adat Jungutbatu, adanya penerapan system dapat meningkatkan kinerja karyawan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBHRM di LPD Desa Adat Jungutbatu belum dilaksanakan dengan baik, hal tersebut dikarenkan pihak internal dari LPD tidak memperhatikan aspek-aspek dari CBHRM, pada proses rekrutmen masih mengacu pada banjar dinas, pendidikan yang dimiliki karyawan masih rendah, pelatihan dan pengembangan karyawan belum dapat dilaksanakan secara merata, Sehingga kedepan LPD Desa Adat Jungutbatu, diperlukan lebih memperhatikan serta memaksimalkan aspek-aspek penting pada CBHRM
