1,793 research outputs found
Penilaian Aset Tetap Berdasarkan PSAP 07 Berdasarkan Paragraf 22 Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2011-2012
ABSTRAK Putri, Aya Sovia. 2013. Penilaian Aset Tetap Berdasarkan PSAP 07 Paragraf 22 Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung Tahun 2011-2012. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Triadi Agung Sudarto,S.E.,M.Si.Ak. Kata Kunci: Aset Tetap, Aset Tetap pada BPKAD, Penilaian sesuai PSAP No 07, Penilaian Aset Tetap pada BPKAD Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tulungagung adalah salah satu instansi yang menjalankan tugas pemerintahan. Topik yang diangkat dalam penulisan ini adalah aset tetap pada instansi tersebut,bertujuan untuk mengetahui penilaian aset tetap pada BPKAD sesuai dengan PSAP No 07, dengan menggunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif PSAP No 07. Klasifikasi aset tetap pada BPKAD Kabupaten Tulungagung antara lain: tanah, gedung dan bangunan, mesin dan peralatan, konstruksi dalam pengerjaan serta aset tetap lainnya. Kelima aset tetap tersebut dapat dinilai dengan penilaian aset tetap menurut SAP nomor 07 dengan metode pengakuan, pengukuran, penghentian dan pelepasan aset tetap. Pembahasan pada penulisan ini adalah penilaian aset tetap pada BPKAD Kabupaten Tulungagung, sehingga adanya tinjauan secara pelaksanaan praktik dan menemukan beberapa ketidaksesuaian dengan PSAP No 07 yaitu tidak dilaksanakannya penghentian dan pelepasan aset kemudian yang kedua adalah tidak melakukan penyusutan. Ketentuan-ketentuan tersebut seharusnya dilakukan agar tidak menimbulkan nilai yang terlalu tinggi dalam laporan keuangan. Penyusutan yang telah dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut yang seharusnya dilaporkan dalam laporan keuangan karena banyak aset yang seharusnya sudah tidak memiliki masa manfaat. Nilai aset-aset yang disajikan dalam laporan keuangan maka dapat memiliki kewajaran bagi penggunanya. Secara garis besar, BPKAD telah mengaplikasikan teori dengan baik namun masih mengalami beberapa kekeliruan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.Rekomendasi yang dapat diuraikan yang pertama adalah dilakukan penyusutan pada instansi tersebut agar aset tidak dinilai terlalu tinggi, dan kedua adalah penyesuaian kondisi aset tetap sesuai dengan peraturan daerah dengan realisasi di lapangan dengan melakukan cek fisik ulang agar keterangan dalam buku inventaris lebih lengkap dan akurat
FUNGSI PENGAWASAN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL MUHSIN PUTRI METRO UTARA KOTA METRO
ABSTRAK
Upaya pengawasan kepada santri putri di pondok pesantren Al Muhsin
putri sesuai dengan peraturan serta pemberian sanksi dalam
meningkatkan kedisiplinan belum maksimal . Hal ini dilihat dari bentuk
permasalahan menyangkut berbagai bidang dari pengurus pondok
pesantren Al Muhsin dan santri pondok pesantren Al Muhsin putri .
Salah satu permasalahan sering timbul dari kurang optimal
ustadz/ustadzah dalam menyikapi perilaku pelanggaran santri pondok
pesantren Al Muhsin putri. Penegasan dalam melaksanakan aturan
haruslah di upayakan sebaik-baik mungkin agar bisa mencapai tujuan
peraturan dan memberikan efek jera kepada santri pondok pesantren Al
Muhsin putri untuk menaati peraturan yang sudah di rancang
sebagaimana mestinya. Karna tujuan dari peraturan dan sanksi ialah
untuk meningkatkan kedisiplinan santri pondok pesantren Al Muhsin
putri. Pelaksanaan peraturan serta sanksi untuk santri pondok pesantren
Al Muhsin putri yang melanggar sangat penting untuk bisa menjaga dan
menciptakan lingkungan sosial warga pondok pesantren Al Muhsin
putri.
Berdasarkan latar belakang masalah dapat di atas dapat di ambil
rumusan masalah tentang bagaimana Fungi Pengawasan dalam
Meningkatkan Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Al Muhsin Putri
Metro Utara Kota Metro. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana Fungi Pengawasan dalam Meningkatkan
Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Al Muhsin Putri Metro Utara
Kota Metro sedangkan untuk metode penelitian penulis menggunakan
metode observasi,metode wawancara dan metode dokumentasi. Hasil penelitian yang penulis dapat disimpulkan bahwasannya Bentuk
perilaku tidak disiplin santri di Pondok Pesantren Al Muhsin Putri
didasari dengan berbagai bentuk dan pengaruh dan dalam
menanggapinya pengurus pondok harus memberikan ketegasan sanksi
sebagai bentuk pendisiplinan santri agar segala bentuk kualifikasi
pelanggaran tidak dilakukan maupun di ulangi oleh santri guna
memberikan pelajaran kepada santri yang lain sebagai himbauan agar
tidak melanggar aturan jika tidak ingin termendapatkan sanksi sesuai
dengan kualifikasi bobot pelanggarannya. Sesuai dengan manajerial
bagian kedisiplinan santri dari ibadah, pembelajaran,rukhtar atau
hafalan, kebersihan , kesehatan dan perizinan harus lebih teliti dan
bertanggung jawab guna akan mempengaruhi kedisipliann santri dalam
menaati peraturan di pondok pesantren Al Muhsin putri.
Kata Kunci : Pengawasan, disiplin, santri, pondok pesantren. ABSTRACT
Supervision efforts for female students at the Al Muhsin female Islamic
boarding school in accordance with regulations and the imposition of
sanctions to improve discipline have not been maximized. This can be
seen from the form of problems concerning various fields from the
management of the Al Muhsin Islamic boarding school and students of
the Al Muhsin female Islamic boarding school. One of the problems
often arises from the less than optimal ustadz / ustadzah in responding
to the behavior of violations by students of the Al Muhsin female
Islamic boarding school. Affirmation in implementing the rules must be
attempted as well as possible in order to achieve the objectives of the
regulations and provide a deterrent effect on students of the Al Muhsin
female Islamic boarding school to obey the regulations that have been
designed properly. Because the purpose of the regulations and sanctions
is to improve the discipline of students of the Al Muhsin female Islamic
boarding school. Implementation of regulations and sanctions for
students of the Al Muhsin female Islamic boarding school who violate
is very important to be able to maintain and create a social environment
for residents of the Al Muhsin female Islamic boarding school.
Based on the background of the problem above, the formulation of the
problem can be taken about how the Supervisory Function in Improving
the Discipline of Students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding
School, North Metro, Metro City. The purpose of this study is to
determine how the Supervisory Function in Improving the Discipline
of Students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School, North Metro, Metro City, while for the research method the author uses the
observation method, interview method and documentation method.
The results of the study that the author can conclude are that the form
of undisciplined behavior of students at the Al Muhsin Putri Islamic
Boarding School is based on various forms and influences and in
responding to it, the boarding school administrators must provide firm
sanctions as a form of student discipline so that all forms of violation
qualifications are not carried out or repeated by students in order to
provide lessons to other students as an appeal not to violate the rules if
they do not want to be subject to sanctions according to the qualification
of the weight of the violation. In accordance with the management of
the discipline of students from worship, learning, rukhtar or
memorization, cleanliness, health and permits must be more careful and
responsible in order to influence the discipline of students in obeying
the rules at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School.
Keywords: Supervision, discipline, students, Islamic boarding school
Pengaruh Daya Tarik Wisata Dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan Coban Putri Kota Batu, Malang
A waterfall that still has a beautiful environment and beautiful scenery is Coban Putri waterfall which is located in Batu City. Not only that, but this tour also provides tourist attractions that tourists can enjoy, such as flying fox, rock climbing, and camping ground. Tourist satisfaction is one of the factors that can affect the development of Coban Putri tourism in Batu City. This study aims to determine the effect of tourist attractions and facilities on tourist satisfaction. The author uses 99 respondents, namely tourists who have visited Coban Putri tourism in Batu City. In decision-making, the author uses quantitative research methods with a descriptive approach. The technique used in this research is to distribute questionnaires using a Likert scale. The results of this study indicate that: 1) tourist attraction affects tourist satisfaction; 2) tourist facilities influence tourist satisfaction; 3) tourist attraction and tourist facilities affect the satisfaction of visitors simultaneously
MODELLING REMAJA PUTRI KORBAN PERCERAIAN YANG HIDUP DENGAN AYAH
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan modelling remaja putri korban perceraian yang hidup dengan ayah. Selain itu juga mendeskripsikan latar belakang penyebab perceraian orangtuanya.
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Subyek penelitian ini adalah 4 remaja putri korban perceraian yang hidup dengan ayah, ayah dari remaja putri tersebut, dan kerabat dekat remaja putri tersebut. Pengumpulan data memalui observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penokohan nyata (live model) pada setiap subyek berbeda. Subyek yang hubungan dengan orangtuanya baik, cenderung memodel orangtuanya. Subyek yang hubungan dengan orangtunya kurang baik, cenderung memodel oranglain selain orangtuanya. (2) Penokohan simbolik (symbolic model) yang dilakukan empat subyek pada tokoh-tokoh yang mereka kagumi memalui media social, TV dan film. Semua tokoh yang subyek jadikan model, semuanya memiliki prestasi dan karir yang bagus. (3) Penokohan ganda (multiple model) yang dilakukan empat subyek melalui kelompok organisasi atau kegiatan yang diikuti.
Kata kunci: modelling, remaja putri, korban perceraian, hidup dengan aya
Perwatakan Tokoh Dalam Novel Putri Komodo Karya Michael Yudha Winarno
Imaginative literary works are the result of the wishful thinking of an author. The author describes a picture of a person's life through a novel. This research is entitled "Characteristics of the Characters in the Novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno". The problems described in this study are: (1) What is the character of the main character, the character of additional characters, (2) How does the author describe the character of the character in the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno. This study aims to describe, and analyze: Characteristics in the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno. The author uses the theory of character in prose fiction from Aminuddin (2014) and Burhan Nurgiyantoro (2012). This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data collection technique is hermeneutic technique. The data validity technique used triangulation technique. The data sources used are the entire contents of the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno. The data taken in this study is the form of words and sentences that describe the character's character. The results of the research on the character of the character in the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno, there is the character of the main character, namely Fanty, which is described by the author analytically (directly) and dramatic (indirectly). Additional characters Laila is described by the author analytically (directly), Rosa is described by the author analytically (directly), Mama is described by the author analytically (directly), Father is described by the author analytically (directly), Camelia, is described by the author analytically (directly), Sister Gracia the author is described analytically (directly), Grandma Ato is described by the author analytically (directly), Udis is described by the author analytically (directly), Pak Haji Sobari is described by the author analytically (directly)
Watak Tokoh dalam Novel Putri Komodo Karya Michael Yudha Winarno
Imaginative literary works are the result of the wishful thinking of an author. The author describes a picture of a person's life through novels. This research is entitled "The Character of the Character in the Novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno". The problems described in this study are: (1) What is the character of the main character, the character of additional characters, (2) How does the author describe the character of the character in the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno. This study aims to describe, and analyze: Characteristics in the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno. The author uses the theory of character in prose fiction from Aminuddin (2014) and Burhan Nurgiyantoro (2012). This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data collection technique is hermeneutic technique. The data validity technique used triangulation technique. The data sources used are the entire contents of the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno. The data taken in this study is the form of words and sentences that describe the character's character. The results of the research on the character of the character in the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno, there is the character of the main character, namely Fanty, which is described by the author analytically (directly) and dramatic (indirectly). Additional characters Laila is described by the author analytically (directly), Rosa is described by the author analytically (directly), Mama is described by the author analytically (directly), Father is described by the author analytically (directly), Camelia, is described by the author analytically (directly), Sister Gracia the author is described analytically (directly), Grandma Ato is described by the author analytically (directly), Udis is described by the author analytically (directly), Pak Haji Sobari is described by the author analytically (directly)
Desain Konstruksi Kapal Penumpang M.V Putri Hijau Penyebrangan Kecamatan Belawan-Desa Batang Serai
ABSTRACT
Construction is an activity to build facilities and infrastructure. In addition, construction can also be interpreted as buildings or infrastructure units in one or several areas. In the final project of Delta Liona Aritonang with the title Planning of Passenger Ship Design as a Means of Transportation in Batang Serai Village, the author has made a passenger ship design under the name M.V. Putri Hijau. The author has previously designed a line plan and general arrangement. The author's goal is to get construction calculations from the passenger ship M.V. Putri Hijau, get a construction profile picture on the passenger ship M.V. Putri Hijau.
Keywords : Ship Construction, M.V Putri Hijau, Construction Profil
Character Characters in the Novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno
Imaginative literary works are the result of the wishful thinking of an author. The author describes a picture of a person's life through novels. This research is entitled "The Character of the Character in the Novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno". The problems described in this study are: (1) What is the character of the main character, the character of additional characters, (2) How does the author describe the character of the character in the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno. This study aims to describe, and analyze: Characteristics in the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno. The author uses the theory of character in prose fiction from Aminuddin (2014) and Burhan Nurgiyantoro (2012). This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data collection technique is hermeneutic technique. The data validity technique used triangulation technique. The data sources used are the entire contents of the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno. The data taken in this study is the form of words and sentences that describe the character's character. The results of the research on the character of the character in the novel Putri Komodo by Michael Yudha Winarno, there is the character of the main character, namely Fanty, which is described by the author analytically (directly) and dramatic (indirectly). Additional characters Laila is described by the author analytically (directly), Rosa is described by the author analytically (directly), Mama is described by the author analytically (directly), Father is described by the author analytically (directly), Camelia, is described by the author analytically (directly), Sister Gracia the author is described analytically (directly), Grandma Ato is described by the author analytically (directly), Udis is described by the author analytically (directly), Pak Haji Sobari is described by the author analytically (directly).Karya satra imajinasi karena hasil dari angan-angan dari seorang pengarang. Pengarang menggambarkan gambaran kehidupan seseorang melalui noevl. Penelitian ini berjudul “Watak Tokoh Dalam Novel Putri Komodo Karya Michael Yudha Winarno”. Masalah yang dideskripsikan dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana watak tokoh utama, watak tokoh tambahan, (2) Bagaimana cara pengarang menggambarkan watak tokoh dalam novel Putri Komodo karya Michael Yudha Winarno. Penelitian ini bertuan untuk mendeskripsikan, dan menganalisis tentang: Perwatakan dalam novel Putri Komodo karya Michael Yudha Winarno. Penulis menggunakan teori watak dalam prosa fiksi dari Aminuddin (2014) dan Burhan Nurgiyantoro (2012). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu teknik hermeneutik. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Sumber data yang digunakan seluruh isi novel Putri Komodo karya Michael Yudha Winarno. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah bentuk kata dan kalimat yang menggambarkan perwatakan tokoh. Hasil penelitian watak tokoh dalam novel Putri Komodo karya Michael Yudha Winarno ini terdapat watak tokoh utama yaitu Fanty digambarkan pengarang secara analiti (langsung), dan dramatik (tidak langsung). Tokoh tambahan Laila digambarkan pengarang secara analitik (langsung), Rosa digambarkan pengarang secara analitik (langsung), Mama digambarkan pengarang secara analitik (langsung), Bapa diganbarkan pengarang secara analiti (langsung), Kamelia, digambarkan pengarang secara analitik (langsung), Suster Gracia diganbarkan pengarang secara analitik (langsung), Nenek Ato digambarkan pengarang secara analitik (langsung), Udis digambarkan pengarang secara analitik (langsung), Pak Haji Sobari diganbarkan pengarang secara analitik (langsung)
AJEN ATIKAN KARAKTER DINA NOVEL PUTRI SUBANGLARANG KARYA YOSEPH ISKANDAR PIKEUN PANGAJARAN MACA NOVEL DI SMA
nepikeun ajen atikan karakter anu dijujut dina kahirupan sapopoe, salah sahijina ajén atikan karakter dina novél. Ku jalan éta, hususna dina widang atikan, bisa dijadikeun bahan pangajaran aprésiasi. Tujuan ayana ieu panalungtikan téh pikeun ngadéskripsikeun (1) struktur carita dina novél Putri Subanglarang karya Yoséph Iskandar, (2) ajén atikan karakter nu nyampak dina novél Putri Subanglarang karya Yoséph Iskandar jeung (3)larapna hasil panalungtikan pikeun dijadikeun alternatif bahan pangajaran aprésiasi sastra di SMA. Métode anu digunakeun dina ieu panalungtikan nyaéta déskriptif analitik kalayan ngagunakeun pamarekan struktural. Téknik anu digunakeun dina ieu panalungtikan nya éta téknik studi pustaka. Hasilna: (1) téma dina novél Putri Subanglarang nyaéta pasualan-pasualana ngeunaan Pamanahrasa mikawanoh agama Islam ku jalan tepung jeung Nyai Subanglarang. Galur dina ieu novél nyaeta merele. Palaku: dina ieu novél aya 37 palaku, 2 palaku salaku palaku utama jeung 35 palaku salaku palaku tambahan boh nu ngalakonan boh nu kacaritakeun boh nu kacaritakeun ku palakuna atawa kacaritakeun saliwat. Watek palaku nu kagambar dina unggal novél kapanggih ku cara niténan paripolah jeung karakterna dina unggal carita. Latar: latar nu kapanggih dina unggal Novél nu geus dianalisis boh latar tempat, latar waktu jeung latar sosial tangtuna disaluyukeun jeung téma tur galur dina unggal caritana. Latarna ogé tangtuna béda-béda ngan sakabéh latarna teu leupas ayana di Tatar Sunda, saperti di Pura Dalem, Nagri Sindangkasih, Nagri Singapura, jeung tempat-tempat pilemburan saperti di imah, di Warung, di Pamondokan jeung di Masjid. Latar waktu nu aya dina unggal Novél ogé aya nu nuduhkeun latar waktu nu puguh (absolut), aya ogé nu nuduhkeun latar waktu nu teu puguh (farsial). Latar sosial unggal novél nuduhkeun kalangan luhur (karajaan). Ajén Atikan Karakter nu nyangkaruk dina novél Putri Subanglarang karya Yoséph Iskandar aya 14 ajén atikan karakter anu kapanggih kayaning, religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, demokratis, rasa ingin tahu, bersahabat/komunikatif, cinta damai, semangat kebangsaan, cinta tanah air, gemar membaca, peduli sosial, jeung tanggung jawab. Dumasar kana kabutuh psikologis jeung budaya, ieu novél bisa jadi bahan pangajaran maca novél pikeun budak SMA kelas XI. Ku sabab geus saluyu kana kritéria milih bahan ajar di sakola, nya éta: 1)tujuan nu hayang dihontal, 2)dianggap mibanda ajén pikeun kahirupan manusa, 3)dianggap mibanda ajén minangka warisan entragan saméméhna, 4)miboga mangpaat pikeun ngawasa hiji paélmuan, 5)luyu kana kabutuhan jeung minat siswa.
Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya usaha mengenalkan dan menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter yang diambil dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya diambil dari novel. Dengan adanya penelitian dibidang pendidikan, bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran di sekolah utamanya pembelajaran apresiasi sastra. Tujuan adanya penelitian untuk mendeskripsikan (1) struktur cerita dalam novel Putri Subanglarang karya Yoseph Iskandar, (2) nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Putri Subanglarang karya Yoseph Iskandar dan, (3) menerapkan hasil penelitian untuk dijadikan alternatif bahan pembelajaran membaca novel di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskripsi analitik dengan menggunakan pendekatan struktural. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik studi pustaka. Hasilna: (1) tema dalam novel Putri Subanglarang yaitu masalah-masalah mengenai Pamanahrasa mengetahui agama Islam sebagai jalan bertemunya dengan Nyai Subanglarang. Plot dalam novel ini yaitu maju. Pelaku: dalam novel ini ada 37 pelaku, 2 pelaku sebagai pelaku utama dan 35 pelaku seabgai pelaku tambahan baik yang melakukan dan atau yang diceritakan atau hanya sepintas. Watek pelaku yang tergambar dalam novel dengan mengidentifikasi prilaku dan karakter dari setiap cerita. Latar: latar yang diketahui dalam novel tersebut baik latar waktu, latar tempat dan latar sosial tentunya disesuaikan dengan tema dan plot dari setiap cerita. Latarnya juga tentu beda-beda tapi secara umum latarnya terjadi di Tatar Sunda seperti di Pura Dalem, Nagri Sindangkasih, Nagri Singapura, dantempat-tempat perkampungan seperti di rumah, di warung, di Pamondokan dan di Masjid. Latar waktu yang ada disetiap cerita ada yang menunjukan latar waktu ayng jelas (absolut), ada juga yang menunjukan latar waktu yang tidak jelas (farsial). latar sosial setiap novel menunjukan kalangan atas (kerajaan). nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Putri Subanglarang karya Yoseph Iskandar ada 14 nilai pendidikan karakter seperti religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, demokratis, rasa ingin tahu, bersahabat/komunikatif, cinta damai, semangat kebangsaan, cinta tanah air, gemar membaca, peduli sosial, jeung tanggung jawab. Berdasarkan kebutuhan psikologis dan budaya, novel ini bisa dijadikan media pembelajaran membaca novel untuk siswa SMA kelas XI. Karena telah memenuhi kriteria memilih bahan ajar di sekolah, yaitu: 1)Tujuan yang ingin di capai, 2) dianggap memiliki nilai bagi kehidupan manusia, 3) dianggap memiliki nilai warisan nenek moyang sebelumnya, 4) memiliki manfaat untuk menguasai salah satu bilang keilmuan, 5) sesuai dengan minat siswa
Patriarchal hegemony of Javanese kings power in Wulang Putri text
Colonialism has turned the gender relations in Java into something considerably complex. Through marriage, women were positioned to promote the harmonization of strategic politics of kingdoms. Such a condition results in many studies on several Javanese literary works of Wulang Putri. This research investigates the socio- historical background of the writing of Wulang Putri in the context of the hegemony of Javanese kingdom power. A sociological, literary work in the Gramscian hegemony theory was applied in this study. All data comprised nine literary works of Wulang Putri written in the nineteenth century. The result showed the effect of the literary works in instilling the political influence of the author through a cultural discourse. Such is seen in the post-Java War demilitarization (1825–1830) to maintain the integrity of the kingdom. In addition, there are still traces of efforts to unite the Mataram dynasty through marriages between princes and princesses in four palaces
- …
