143 research outputs found

    THE INFLUENCE OF PERCEPTIONS OF QUALITY AND SOCIAL MEDIA ON BRAND EQUITY OF HONDA MATIC MOTORCYCLES AMONG STUDENTS OF UIN SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

    No full text
    This research was motivated by the large number of reports about the frames of Honda brand automatic motorbikes being rusty and broken. Various groups, including students, are discussing Honda brand automatic motorbike products because there are many negative reviews regarding the perception of product quality circulating on social media. This type of research is quantitative research with a survey method. The sampling technique used purposive sampling with a sample of 100 respondents who were students at UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi who used Honda automatic motorbikes. Data collection was carried out by distributing questionnaires online via Google Form. Data analysis was carried out with the help of IBM SPSS version 25 software, by conducting research instrument tests, classical assumption tests, multiple linear regression tests and hypothesis tests. The aim of this research is to test and analyze partially and simultaneously the influence of the independent variables perception of quality and social media on the dependent variable brand equity of Honda automatic motorbikes among students at UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. The results of the research show that the t-test of the perceived quality variable has a calculated t-value (7.584) > t-table (1.98472) with a significance value of 0.000 t-table (1.98472) with a significance value of 0.002 F-table (3.09) with a significance value of 0.000 < 0.05, so simultaneously the perceived quality and social media variables have a positive and significant effect on brand equity. Calculation of the coefficient of determination value shows that perceived quality and social media simultaneously influence brand equity by 62.3

    Penerapan Metode Pembelajaran Question Student Have (Qsh) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Woja

    No full text
    Penelitian ini termasuk termasuk penelitian tindakan kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran Question Student Have. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Woja sebanyak dua siklus, pada materi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup. Data tes hasil belajar dianalisis dengan menggunakan analisis ketuntasan klasikal, minimal 80% dari jumlah siswa memperoleh nilai ≥ 70. Hasil penelitian siklus I dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 30% selanjutnya pada siklus II 86,66%. Dari hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran Question Student Have dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian ini termasuk termasuk penelitian tindakan kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran Question Student Have. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Woja sebanyak dua siklus, pada materi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup. Data tes hasil belajar dianalisis dengan menggunakan analisis ketuntasan klasikal, minimal 80% dari jumlah siswa memperoleh nilai ≥ 70. Hasil penelitian siklus I dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 30% selanjutnya pada siklus II 86,66%. Dari hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran Question Student Have dapat meningkatkan hasil belajar siswa

    The Influence of Demonstration Learning Methods to Motivation and the Results Of Class VIII Student Learning

    No full text
    The purpose of this study were (1) to determine the effect of demonstration learning methods on student motivation and learning outcomes, (2) to determine differences in motivation and student learning outcomes between demonstration learning methods and conventional learning methods. This research is a Quasi Experiment study. The population in this study was the entire study group of class VIII even semester Bolo Middle School 4 consisting of seven study groups. The instruments used in this study are (1) learning motivation questionnaire, and (2) learning outcomes test. The results showed (1) There was a significant effect of demonstration learning methods on student learning motivation, (2) There were differences in motivation and learning outcomes of students who were taught by demonstration learning methods and conventional learning methods.Tujuan &nbsp;penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran demonstrasi terhadap motivasi dan hasil belajar siswa, (2) Untuk mengetahui perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa antara metode pembelajaran demonstrasi dan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rombongan belajar kelas VIII semester genap SMP Negeri 4 Bolo yang terdiri dari tujuh rombongan belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Angket motivasi belajar, dan (2) Tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh signifikan metode pembelajaran demontrasi terhadap motivasi belajar siswa, (2) Terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran demonstrasi dan metode pembelajaran konvensional

    Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Memanfaatkan Lingkungan sebagai Sumber Belajar Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X

    No full text
    Tujuan &nbsp;penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik, (2) Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik antara model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rombongan belajar kelas X semester genap SMA Negeri 2 Bolo yang terdiri dari empat rombongan belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik, (2) Terdapat perbedaan belajar peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran pembelajaran langsungTujuan &nbsp;penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik, (2) Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik antara model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rombongan belajar kelas X semester genap SMA Negeri 2 Bolo yang terdiri dari empat rombongan belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik, (2) Terdapat perbedaan belajar peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran pembelajaran langsun

    Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Dengan Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Bajeng Barat

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap motivasi belajar peserta didik, (2) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik, (3) Untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar peserta didik antara model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran direct instruction, (4) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik antara model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran direct instruction. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rombongan belajar kelas X semester genap SMA Negeri 1 Bajeng Barat yang terdiri dari empat rombongan belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Angket motivasi belajar, dan (2) Tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap motivasi belajar peserta didik, (2) Terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik, (3) Terdapat perbedaan motivasi belajar peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran direct instruction, (4) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran direct instruction. Kata Kunci: Discovery Learning, Direct Instruction, Motivasi Belajar, Hasil Belaja

    Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Kearifan Lokal pada Materi Pencemaran Lingkungan Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas X di SMAN 2 Bolo

    No full text
    Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pencemaran lingkungan menjadi salah satu permasalahan utama dalam proses pembelajaran di kelas X SMAN 2 Bolo. Siswa cenderung pasif, kurang mampu mengaitkan materi pelajaran dengan realitas di lingkungan sekitarnya, serta mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak yang disajikan secara teoritis. Pendekatan yang dapat mengatasi masalah ini adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dikembangkan berbasis pada kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model PBL berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas X yang dipilih secara purposif. Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman konsep yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Dalam pembelajaran, siswa diajak untuk mengeksplorasi masalah lingkungan yang nyata di sekitar mereka, seperti pengelolaan limbah rumah tangga, pencemaran sungai, serta praktik pelestarian alam yang dilakukan oleh masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 57,93 dan meningkat menjadi 81,73 pada posttest. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL yang dikaitkan dengan konteks budaya dan lingkungan lokal mampu meningkatkan relevansi pembelajaran serta memfasilitasi pemahaman siswa secara lebih mendalam dan bermakna

    GAMBARAN CINDERELLA COMPLEX PADA REMAJA PEREMPUAN MINANG

    No full text
    ABSTRAK Oleh : Rizka Marisa Cinderella Complex merupakan suatu jaringan sikap dan rasa takut yang sebagian besarnya tertekan sehingga perempuan tidak bisa dan tidak berani memanfaatkan sepenuhnya kemampuan otak dan kreaktivitasnya . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai pada remaja perempuan minang dalam mendeskripsikan gambaran Cinderella Complex yang mereka alami. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam pendekatan studi kasus dimana peneliti ingin meneliti satu individu secara lebih mendalam, dan menggunakan alat bantu NVivo teknik analisis data lebih banyak menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan satu subjek remaja perempuan minang yang memiliki kecenderungan cinderella complex. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek Remaja perempuan minang yang mengalami cinderella complex cenderung menggambarkan pengalaman psikologisnya melalui wawancara dan narasi yang memperlihatkan ketergantungan pada orang lain kepada teman dan orang terdekat nya dalam mengatasi kesulitan yang mereka alami dan memiliki keinginan untuk dilindungi, serta adanya keraguan dalam mengambil keputusan secara mandiri. Kata Kunci : Cinderella Complex, remaja perempuan minang. ABSTRACT Author : Rizka Marisa Cinderella Complex is a network of attitudes and fears that are mostly suppressed so that women cannot and do not dare to fully utilize their brain's abilities and creativity. The purpose of this study was to find out about Minang female teenagers in describing the Cinderella Complex they experienced. The method used in this study is qualitative with a case study approach in a case study approach where researchers want to examine one individual in more depth, and use the NVivo tool, data analysis techniques use more semi-structured interviews, observation and documentation. This study used 1 subject of Minang female teenagers who have a tendency to Cinderella complex. Based on the results of this study, it shows that the subjects of Minang female teenagers who experience Cinderella complex tend to describe their psychological experiences through interviews and narratives that show dependence on others, on friends and those closest to them, in overcoming the difficulties they experience and have a desire to be protected, as well as doubts in making decisions independently. Keywords: Cinderella Complex, Minang teenage girls

    ANALISIS PEMAHAMAN PERISTIWA SETELAH AKHIR PERIODE PELAPORAN MENURUT SAK ETAP (Studi Komparatif PT Sriwijaya Palm Oil dan PT Cipta Lestari Sawit)

    No full text
    ABSTRACT Analysis of Understanding Events after the End of Reporting Period According to Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik on PT Sriwijaya Palm Oil and PT Cipta Lestari Sawit Rizka Isfahani, 2015(xiv+56Pages) [email protected] Events after the end of the reporting period was an event that occurred after the end of the reporting period up to the completion date of the financial statements. There are events after the end of the reporting period that require adjustments, do not require adjustment, and does not require adjustments generally require disclosures. In this study, the authors used the object a company engaged in the plantation, those are PT Sriwijaya Palm Oil and PT Cipta Sawit Lestari. It's because the plantation’s company has a high level of risk in its operations, such as crop failure, theft of crops, forest fires, land disputes and others. The purpose of writing this final report is to determine whether the PT Sriwijaya Palm Oil Sawit Lestari and PT Cipta already understand the accounting policy for events after the end of the reporting period in accordance with Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability. The data from the questionnaire and the results of interviews the author to the company. Results of the analysis of understanding the events after the end of the reporting period according to SAK ETAP that is equal to 84.61% understanding of the accounting policy of Events after the Reporting Period End according to the Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability has been well understood by PT Sriwijaya Palm Oil and amounted to 92.30% are well understood also by PT Citra Sawit Lestari. It can be seen from the points of the results of the questionnaire regarding the understanding of the events after the end of the reporting period according to SAK ETAP

    SISTEM TATA NASKAH DINAS ELEKTRONIK DI BADAN PERENCANAAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH KABUPATEN KLATEN

    No full text
    ABSTRAK Rizka Listya Ratna Dewi, D1514093, Sistem Informasi Tata Naskah Dinas Elektronik Di Badan Perencanaan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Klaten, Tugas Akhir, Program Studi Manajemen Administrasi, Program Diploma III, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2017, 76 halaman. Arsip memiliki nilai guna administrasi sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu aktivitas sehari-hari Bappeda Kabupaten Klaten antara lain administrasi surat menyurat. Surat menyurat bertujuan untuk menciptakan kelancaran komunikasi tertulis. Bentuk komunikasi tertulis berupa naskah dinas yang berisi surat-surat. Volume surat masuk dan surat keluar di Bappeda Kabupaten Klaten yang cukup banyak, sehingga perlu adanya sistem otomatisasi kearsipan yaitu Sistem Informasi Tata Naskah Dinas Elektronik. Sistem Tata Naskah Dinas Elektronik berguna untuk memudahkan pengelolaan naskah dinas di Bappeda Kabupaten Klaten. Dalam penulisan tugas akhir ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan Sistem Informasi Tata Naskah Dinas Elektronik di Bappeda Kabupaten Klaten. Jenis pengamatan yang dilakukan penulis yaitu observasi berperan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi berperan aktif, wawancara terstruktur, dan mengkaji dokumen dan arsip. Hasil pengamatan berkaitan dengan Sistem Informasi Tata Naskah Dinas Elektronik di Bappeda Kabupaten Klaten dapat dideskripsikan bahwa model sistem informasi Tata Naskah Dinas Elektronik yang digunakan oleh Bappeda Kabupaten Klaten menggunakan model sistem sederhana yaitu input, proses, dan output. Terdapat empat kegiatan pokok sistem otomatisasi perkantoran yaitu pengumpulan data, pengolahan data, penyimpanan data, dan pendistribusian data. Selain itu, terdapat bentuk aplikasi yang digunakan antara lain pengolah kata/angka/data, surat elektronik, faksimile, sistem arsip elektronik, pembuatan image dengan Adobe photoshop, dan penyebaran informasi menggunakan telepon dan grup WhatsApp. Kata kunci: arsip, disposisi, sistem informasi, surat keluar, surat masuk, dan tata naskah dinas elektronik. ABSTRACT Rizka Listya Ratna Dewi, D1514093, Archiving Information System in Electronic Division of Local Research and Development Planning Agency of Klaten Regency, Final Project, Undergraduate Administration Program, Social and Political Sciences Faculty, Surakarta Sebelas Maret University, 2017, 76 pages. Archive has administrative use as the guidelines in doing daily activities. One of daily activities in Bappeda of Klaten Regency is correspondence. Correspondence aims to create the smooth written communication. The form of written communication is in the form of service text containing mails. The volume of incoming and exiting mail in Bappeda of Klaten Regency is large enough, so that there should be archiving automating system, Archiving Information System of Electronic Service. The Archiving Information System of Electronic Service is useful to facilitate the management of service archive (text) in Bappeda of Klaten Regency. This research aimed to describe the Archiving Information System of Electronic Service in Bappeda of Klaten Regency. The type of observation conducted by the author was participatory observation. Techniques of collecting data used were active participatory observation, structured interview, and document and archive study. The result of study related to Archiving Information System of Electronic Service in Bappeda of Klaten Regency could describe that the Archiving Information System of Electronic Service model used by Bappeda of Klaten Regency employed a simple system model including input, process, and output. There were four main activities in office automating system: data collection, data processing, data storage, and data distribution. In addition, there was a form of application used including word/numerical/data processor, electronic mail, facsimile, electronic archive system, image creation using Adobe photoshop, and information dissemination using phone and WhatsApp group. Keywords: Archive, disposition, information system, exiting mail, incoming mail, and electronic service archiving
    corecore