1,720,957 research outputs found
Hubungan Status Pernikahan Ibu Usia Dini terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene
Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak cukup atau kurang dalam waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang kurang sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Faktor lain
yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak yaitu ibu yang menikah pada saat usia remaja. Ibu yang hamil pada saat usia remaja masih dalam pertumbuhan sehingga bisa terjadi perebutan zat gizi antara janin dan metabolisme ibu itu
sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status pernikahan ibu usia dini terhadap kejadian stunting di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni 2023. Jenis penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 412 ibu usia dini yang memiliki balita. Sehingga
diperoleh jumlah sampel yaitu sebanyak 78 ibu balita di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan p- value 0.000, pendapatan keluarga p- value 0.003, pengetahuan p- value 0.002, pemberian ASI Eksklusif p – value 0.004 serta pola asuh pemberian makanan p- value 0.007 terhadap kejadian stunting di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene
Analisis Penyerapan Intensitas Cahaya dan Suhu pada Berbagai Jenis Kain dan Warna Kain
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana besarnya penyerapan intensitas cahaya dan suhu pada berbagai jenis kain dan warna kain. Untuk mencapai tujuan serta pengujian hipotesis maka peneliti mengambil jumlah sampel sebanyak lima belas warna dan tiga jenis kain dengan pertimbangan bahwa data yang diperoleh homogen. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah luxmeter dan termokopel. Pengambilan data dilakukan dilapangan terbuka dibawah terik matahari dengan mengatur beberapa kondisi cuaca, dari pukul 08.00 wita (pagi) sampai 16.00 wita (sore). Pengambilan data dilakukan setiap satu jam untuk masing-masing sampel dan dilakukan secara cepat. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara statistik sehingga diperoleh nilai rata-rata penyerapan intensitas dan suhu, dari nilai rata-rata tersebut kemudian dibuat dalam bentuk grafik. Dari hasil pengolahan dan analisa data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang jelas nilai penyerapan intensitas cahaya dan suhu pada berbagai jenis kain dan warna kain. Dari ketiga jenis kain ternyata penyerapan intensitas cahaya yang terbesar secara berurut adalah kain wool 245 Cd, kain katun 242 Cd, dan kain sifon 236 Cd. Untuk penyerapan intensitas cahaya pada berbagai warna kain nilai yang terbesar secara berurut adalah warna merah yaitu mencapai 247 Cd, hitam 246 Cd, hijau 245 Cd, biru 243 Cd, dan Kuning 243 Cd. Kemudian nilai penyerapan suhu dari ketiga jenis kain ternyata nilai terbesar secara berurut adalah kain katun dengan besar nilai penyerapan suhu yaitu 34oC, kain wool dan kain sifon 31oC. Sedangkan untuk nilai penyerpan suhu pada warna kain secara berurut nilai terbesar adalah warna hitam yaitu mencapai 34oC, merah, hijau, dan biru 32 oC, serta kuning 31oC. Hal ini pengaruhi oleh perbedaan kenaikan nilai intensitas penerangan dan suhu lingkungan yang berhubungan dengan jenis dan warna pada permukaan kain
Effect of Principal Supervision on Teacher Pedagogic Competencies
The research aims to Effect of Principal Supervision on Teacher Pedagogic Competencies at Public Elementary School 237 Aletellue in Soppeng Regency.This research use quantitative methodology with correlational ex post facto design to explain the research questions. To understand the issue, this research use methodological approach (quantitative-positivistic) and scientific approach (pedagogic and psychological). The participants of this reseach are 13 teachers at Publich Elementary School 237 Aletellue. The data were gathered using survey and dokumentasi, and then analysed through descriptive statistic with hypothesis testing using correlation and linear regression coefficient. The research reveals some key findings. The first finding shows that the supervision of principals shows a comparison of the competence of pedagogic teachers. This, seen from every activity of the teacher who is able to be effective in improving the competencies possessed. Helps develop science with innovation and creativity
PERTANGGUNGJAWABAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANTAENG PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat, dengan fokus permasalahan yaitu bagaimana bentuk pertanggungjawaban dan faktor yang memengaruhi pelaksanaan tugas dan fungsi Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) III. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan penelitian yuridis normatif dan pendekatan teologis normatif atau syar’i. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertanggungjawaban Anggota DPRD kabupaten Bantaeng dalam bidang legislasi, anggaran dan pengawasan sudah berjalan dengan baik meskipun belum optimal, karena disebabkan oleh pelbagai faktor, namun DPRD Kabupaten Bantaeng tetap berkomitmen dan mengupayakan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang diwakilinya. Salah satu bentuk pertanggungjawaban Anggota DPRD adalah dengan secara aktif melakukan pengawasan terhadap kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memastikan program-program pemerintahan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Faktor yang memengaruhi pelaksanaan pertanggungjawaban Anggota DPRD Dapil III Kabupaten Bantaeng adalah wilayah yang terlalu luas, sehingga menyulitkan dalam melakukan penyaringan aspirasi. Konsep siyasah syar’iyyah memandang bahwa pertanggungjawaban atas suatu pekerjaan yang diamanahkan adalah hal yang fundamental dan diistilahkan dengan kata itqan, yang substansinya menuntut sikap propesionalitas dan akuntabilitas.Kata Kunci: Anggota DPRD; Pertanggungjawaban; Siyasah Syar’iyya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
