23 research outputs found
Manajemen kepala Madrasah dalam mengembangkan kompetensi Guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengungkap mengenai Manajemen
Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Kompetensi Guru di Madrasah
Ibtidaiyah Negeri Medan dari segi perencanaannya, pengorganisasiannya,
pelaksanaannya dan dari segi pengevaluasiannya.
Dalam pembahasan tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
dengan fenomenologi. Dalam pendekatan teoritis penulis menggunakan penelitian
yaitu dengan membaca dan menganalisis buku-buku yang relevan dengan judul
tesis ini. Sedangkan pendekatan empiris penulis menggunakan metode observasi,
interview, dan studi dokumentasi. Untuk memaparkan temuan hasil penelitian dan
menganalisis data yang diperoleh penulis menggunakan deskriptif kualitatif
dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Pemeriksaan atau pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan empat
kriteria sebagai acuan standar validitas yang meliputi: (1). Kredibilitas, (2).
Keteralihan, (3). Ketergantungan, (4). Kepastian.
Hasil penelitian ini mengungkapkan empat hasil temuan yaitu: (1).
Perencanaan Kepala Madrasah Dalam mengembangkan kompetensi Guru di MIN
medan hanya dilakukan oleh kepala sekolah dan WKM saja dengan tidak
melibatkan unsur lainnya seperti guru., (2). Pengoganisasi Kepala Madrasah
Dalam Mengembangkan Kompetensi Guru di MIN Medan tidak memiliki stuktur
keanggotaan pelaksana pengembangan yang jelas, (3). Pelaksanaan Kepala
Madrasah Dalam Mengembangkan Kompetensi Guru di MIN Medan terlaksana
seperti pelatihan pada awal semester, workshop setiap akhir bulan, dan outbond
guru dalam meningkatkan kualitas mengajar di dalam kelas, (4). PengawasanKepala Madrasah Dalam Mengembangkan Kompetensi Guru di MIN Medan,dilakukan secara terus menerus memperhatikan dan mengawasi guru yang mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi guru. Dan juga melakukan
pengevaluasian dengan menanyakan setiap kegiatan yang telah dilakukan pengevaluasian dengan mengoreksi kegiatan yang telah berjalan
Manajemen Penilaian Kinerja Guru
The purpose of this study is to discuss the assessment of teacher performance. This research method is the literature review. The results showed that the Teacher Competency Standards were developed as a whole from 4 main competencies, namely pedagogic, personality, social, and professional competencies. The fourth competency is integrated into teacher performance. There are indicators of teaching skills by the teacher, namely, a) questioning skills; b) skills to provide reinforcement (reinforcement skills); c) the skill of making variations; d) explaining skills (explaining skills); e) skills to open and close lessons (set induction and closure skills); f) skills to guide small group discussions; g) classroom management skills; h) individual learning skills. In conclusion, teacher performance has certain specifications or criteria. Teacher performance can be seen and measured based on specifications or competency criteria that must be possessed by every teacher.
Keywords: Management, Performance Appraisa
Perencanaan Dalam Meningkatkan Kualitas Dan Performa Pada Lembaga Pendidikan Tinggi
Tujuan tulisan ini yaitu untuk membahan perencanaan yang ada pada perguruan tinggi demi meningkatkan kualitas lembaga pendidikan tinggi, metode penelitian ini yaitu library research, kesimpulan dalam tulisan ini yaitu: Perencanaan di lembaga pendidikan tinggi dimaksudkan untuk menentukan kebijakan, prioritas, kebutuhan, biaya dalam proses pendidikan berdasarkan analisis yang rasional dan sistematik, upaya ini pada gilirannya diharapkan dapat memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan. Maka, tidak dapat dipungkiri jika perencanaan pendidikan di lembaga pendidikan ini ini sangat penting dan merupakan dasar dari sebuah proses di bidang pendidikan dilembaga ini. Beberapa bentuk dokumen perencanaan di lembaga pendidikan tinggi dapat berupa Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop). Dokumentasi perencanaan strategis yang tertuang dalam RIP, Renstra maupun Renop dilembaga pendidikan tinggi ini diharapkan juga dapat memberikan arah dan gambaran bagi perguruan tinggi untuk melakukan implementasi pengembangan dengan baik dan terarah. Implementasi perencanaan mungkin mengalami berbagai pergeseran karena perubahan lingkungan. Oleh karena itu, perencanaan yang matang yang dilaksanakan lembaga pemdidikan tinggi diharapkan dapat disusun sehingga tidak banyak berbeda dengan proses implementasi yang akan dilakukan.
Policy Evaluation Of Post-2013 Curriculum In Madrasah Ibtidaiyah
The purpose of this research is to find out the implementation of curriculum policy in madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Kota Medan, this research method is qualitative descriptive research method, data collection technique through interviews, observations (observations), and documentation and triangulation with tools in the form of interview guidelines, and obervasi guidelines. Determination of research subjects (informants) using purposive techniques or aimed samples consisting of madrassa heads and teachers. The results of this research are the Implementation of Curriculum Policy 2013 in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Medan City has at least brought changes including, students can be more productive, creative, innovative and effective. In addition, students can also be passionate and happy in madrasah, from the aspect of educators and education personnel with this change, they can be more passionate in teaching and easier in meeting the provisions of 24 hours of teaching per week, from the aspect of management ofeducational units. Communication and resource factors are contributing factors to implementing the 2013 curriculum policy. So that the implementation of the 2013 Curriculum is expected to improve the reputation of madrasas on the one hand and the reputation of the country on the other. Then, the implementation of the 2013 curriculum policy in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Medan City can increase competitiveness and development of the nation's civilization
Karakteristik Getaran Pada Piringan Tunggal Akibat Perubahan Putaran
Karena perkembangan ini member kemudahan bagi masyarakat industry
dimana dengan pengetahuan teknologi tersebut di temukan berbagai peralatan dan
permisinan yang membantu dalam melaksana akan industri. Selain dari pada itu
kendaraan sulit dikendalikan sehingga sangat beresiko terhadap keamanan kendar.
Karakteristik getaran dalam suatu gerakan maju dan mundur (bolak – balik) dalam
waktu tertentu, berhubungnya getaran dengan gerak osilasi benda tersebut. benda
yang mempunyai massa dan elastisitas akan mampu bergetar kebanyak mesin dan
strukturnya rekayasa mengalami getaran sama pada derajat 3 agar dapat dilihat
dimana putaran piringan yang seimbang dan tidak seimbang dengan variasi
putaran dapat dilihat perbedaannya dari putaran 30Hz, 40Hz dan 50Hz kondisi ini
terjadi di akibatkan karena putaran yang semakin tinggi maka semakin besar pula
terjadinya getaran pada mesin balancing karena putaran motor yang sangat tinggi
mengakibatkan getaran terhadapat seluruh mesin balancing. Semakin tinggi
percepatan dan kecepatan putaran piringan yang dihasilkan motor maka semakin
tinggi getaran yang dihasilkan. Dari hasil pengujian dengan memvariasikan
putaran, maka dapat dlihat gerakan naik turunya getaran pada hasil pengujian
makaya getaran akan selalu naik seiringnya bertambahnya putaran motor
Terpuruknya Pendidikan di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitasn pendidikan di indonesia pada masa pandemi covid-19. Jenis penelitian kualitatif deskriftif. Hasil dari tulisan ini yaitu: dengan masih banyaknya kelemahan dan kekurangan pendidikan nasional, berbagai pihak perlu segera membenahi dan mereformasi dunia pendidikan sebagai bentuk investasi sumber daya manusia yang diharapkan dapat bersaing dalam era Global. Pendidikan memegang peran besar untuk mempersiapkan bangsa ini menuju masa depan yang semakin sarat dengan permasalahan-permasalahan baru dan muncul silih berganti. Pembelajaran daring menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dengan situasi Indonesia yang memiliki ribuan pulau. Bagaimana teknologi dapat digunakan, bagaimana penyediaan akses internet pada daerah-daerah terpencil dimana barang elektronik tanpa akses internet masih menjadi suatu kemewahan. Ini merupakan tantangan bagi semua pihak, saat ini kita harus bekerja keras bersama bagaimana membawa teknologi menjawab permasalahan nyata yang terjadi pada siswa yang kurang beruntung dalam hal ekonomi maupun teknologi yang berada di daerah-daerah terpencil
Peran Kerjasama Organisasi Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Mengelola pendidikan melalui manajemen strategis lebih baik. Persaingan dalam lembaga pendidikan merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari. Persaingan antar sekolah terlihat semakin kompetitif, terutama di sekolah swasta. Pendidikan formal di lingkungan sekolah saat ini sedang mengalami perubahan yang signifikan, salah satunya adalah lingkungan pendidikan global. Penyelenggaraan pendidikan sangat tergantung pada manajemen yang baik, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Strategi manajemen adalah proses mempersiapkan, mengimplementasikan, dan meninjau langkah-langkah proses untuk mencapai tujuan organisasi di masa depan, maka strategi melibatkan partisipasi semua komponen organisasi dan menentukan strategi untuk diterapkan dan dijalankan
Implementasi Penilaian Kinerja di SDIT Ummi Aida
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penilaian kinerja Di SDIT Ummi Aida. Adapun metode penelitian adalah menggunakan penelitian Kualitatif yang teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara langsung dengan salah satu guru yang mengajar di sekolah SDIT Ummi Aida. Adapun hasil penelitian menujukkan bahwa dalam mengimplementasikan manajemen kinerja di sekolah ini dilakukan dengan cara melaksanakan briefing atau musyawarah dalam satu atau dua minggu sekali yang di pimpin langsung oleh kepala sekolah. Kemudian kepala sekolah SDIT Ummi Aida akan bertanya langsung kepada para guru terkait dengan kendala-kendala atau hambatan apa yang ditemukan selama proses belajar mengajar atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah. Selanjutnya, kepala sekolah akan membuat laporan kepada pihak Yayasan untuk mencari solusi atas kendala yang dialami para guru
Prinsip Manajemen Kinerja dalam Membentuk Lingkungan Kerja yang Berkualitas (Studi Kasus di MIS ‘Aisyiyah Sumatera Utara)
Manajemen kinerja merupakan sebuah proses yang tersistematis dalam rangka menciptakan kondisi kerja yang memiliki kualitas baik dan mengarah pada pencapaian tujuan madrasah. Tujuan dari penulisan artikel ini ialah untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen kinerja di madrasah, kualitas lingkungan kerja di madrasah, dan dampak manajemen kinerja pada kualitas kerja guru di madrasah. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan mengungkapkan dan mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada kondisi di lapangan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan, yaitu 1) manajemen kinerja di madrasah ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu awalan, pelaksanaan dan evaluasi; 2) Kemudian prinsip-prinsip yang dijalankan yaitu prinsip kejujuran, keadilan, dan kedisiplinan; 3) Melalui manajemen kinerja yang dilaksanakan di madrasah ini memberikan dampak yang baik kepada pihak internal madrasah maupun pihak eksternal madrasah. Oleh karena itu, MIS ‘Aisyiyah Sumatera Utara ini dapat dikatakan memiliki lingkungan kerja yang baik
Pengambilan Keputusan Strategis dalam Manajemen Pendidikan di Sekolah Dasar
Pengambilan keputusan strategis merupakan pondasi dalam memajukan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Artikel ini mengkaji pentingnya pengambilan keputusan strategis dalam memajukan manajemen pendidikan di sekolah dasar. Di tengah dinamika pendidikan yang semakin kompleks, sekolah dasar perlu memiliki kerangka kerja yang jelas dalam merumuskan dan melaksanakan keputusan yang berdampak jangka panjang. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan, serta strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas keputusan dalam konteks sekolah dasar. Ditekankan pula peran kepemimpinan partisipasi stakeholder, dan pemanfaatan data dalam mendukung pengambilan keputusan yang berdampak
