1,720,970 research outputs found
Analisis Literatur: Sistem Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi, dan Pelatihan sebagai Faktor Kunci Keunggulan Kompetitif
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dalam mendukung kinerja karyawan dan kontribusinya terhadap keunggulan kompetitif perusahaan. Metode penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan mengidentifikasi dan menganalisis artikel dari jurnal nasional dan internasional yang membahas sistem rekrutmen, seleksi, pelatihan, dan kompetensi sebagai elemen utama dalam MSDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rekrutmen dan seleksi yang tepat serta pelatihan dan pengembangan kompetensi yang terencana secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan. Kinerja karyawan yang optimal pada gilirannya berkontribusi terhadap daya saing perusahaan. Studi ini juga mengungkapkan pentingnya penerapan strategi MSDM yang terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas tenaga kerja untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan pendekatan yang objektif dan prosedural, MSDM dapat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan mendukung keberlanjutan perusahaan. Kajian ini memberikan kontribusi teoritis sekaligus memberikan arahan praktis bagi perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.Kata Kunci: Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi, Pelatihan, Kinerja Karyawan, Keunggulan kompetiti
FISIOLOGI ORGAN PENGLIHATAN IKAN BERONANG DAN KAKAP BERDASARKAN JUMLAH DAN SUSUNAN SEL RESEPTOR CONE DAN ROD
Penelitian bertujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang fisiologi dan histologi mata ikan Beronang (Siganus canaliculatus), dan Kakap Merah (Lutjanus sebae) yang meliputi: jumlah dan susunan sel reseptor kon (cone) dan rod (rod), ketajaman penglihatan, jarak pandang maksimum, dan kemampuan penglihatan dalam membedakan warna berkaitan dengan pola tingkah laku ikan saat melihat suatu lembar jaring (webbing) dengan warna berbeda. Hasil penelitian dapat dijadikan dasar untuk mengetahui pola tingkah laku ikan berdasarkan fisiologi dan histologi penglihatan dalam kaitan untuk pengembangan alat tangkap agar efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
Metoda penelitian adalah metoda observasi histologi dan eksperimen laboratoris. Data primer meliputi data histologi organ penglihatan ikan sampel segar dan responsss ikan terhadap berbagai warna jaring pada skala laboratorium. Analisis data meliputi sumbu penglihatan (visual axis), ketajaman mata (visual acuity), jarak pandang maksimum ikan (maximum sighting distance), dan uji pembeda One way-ANOVA.
Beronang dan Kakap merah memiliki sel fotoreseptor sel kon tunggal (single cone) dan sel kon ganda (double cone) dengan susunan mosaik. Kakap merah mempunyai ketajaman penglihatan dan jarak pandang maksimum lebih besar dibanding Beronang. Arah pandang ikan menunjukkan perubahan diopter ke arah depan turun untuk Beronang, ke arah depan naik untuk Kakap. Ikan perlakuan memberi responsss yang sama terhadap warna jaring, yakni tidak dapat meresponsss atau dapat menerobos jaring mulai dari warna transparan, putih, hijau, biru dan merah. Pemilihan warna bahan jaring, khususnya alat tangkap menetap pasif (set gill net, set trammel net, dan set net) hendaklah menggunakan warna transparan dan putih untuk perairan jernih, sedangkan untuk warna hijau, biru, dan merah dalam peruntukannya harus disesuaikan dengan latar belakang (back ground) warna peraira
Alternatif Pengelolaan Perikanan Lemuru di Selat Bali (The Alternative Management for The Bali Strait Sardine (Lemuru) Fishery)
Abstract
The aim of this research was to identify the social and government perceptions
that might be done for knowing the opinion about lemuru fishery condition, the opinion
about management they would like to be alternative, and also participations of these
components in the lemuru fishery management. The couple of “Uji-t” is used to compare
respondent opinion of lemuru fishery condition in the past (before 1997) with in this
moment (1997 – 2004). The analysis of SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treat)
which including Internal Factors Analyzing Summary (EFAS) matrix and Internal External
(IE) matrix is used to analyze the alternative position of lemuru management. The
participation level of lemuru management is analyzed within used X and Y theory.
Result sowed that society and government perception of lemuru fishery condition
had decreased (in this moment is less than in the past: -3.53). Respondents’ participation
level is in the consultative form. The management process of lemuru fishery at “cell V”
(IE matrix), which has implication of holding out and maintaining strategy shown from
government perspective as alternative defensive product which maintained fishery
product. According to AHP accounting level, the alternative priorities policy of fishery
management that must be taken by the government is regulation, MCS (Monitoring,
Control, Surveillance) application, Co-Management increasing, catch pattern transfer.
Key words: Fisheries management; Lemuru (Sardine); Bali Strait
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat dan
pemerintah (responden) untuk mengetahui pendapat tentang kondisi perikanan lemuru,
pendapat tentang alternatif pengelolaan yang mereka inginkan, serta tingkat peran
dalam pengelolaan perikanan lemuru. Uji-t berpasangan digunakan untuk
membandingkan pendapat responden terhadap kondisi perikanan lemuru masa lalu (
sebelum tahun 1997) dengan masa sekarang (1997 – 2004). Analisis SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity, Threat) yang mencakup matrik Internal Factors Analysis
Summary (IFAS), matrik Eksternal Factors Analysis Summary (EFAS) dan matrik Internal
Eksternal (IE) digunakan untuk menganalisis posisi alternatif pengelolaan lemuru. Tingkat
peran dalam pengelolaan lemuru dianalisis dengan menggunakan teori X dan Y.
Hasil menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dan pemerintah terhadap kondisi
perikanan lemuru mengalami penurunan (rata-rata masa kini lebih rendah daripada masa
lalu : -3,53). Tingkat peran responden dalam bentuk konsultatif. Proses pengelolaan
perikanan lemuru pada sel V (Matrik IE) yang berimplikasi kepada strategi bertahan dan
terpelihara (hold and maintain) yang dilihat dari perspektif pemerintah sebagai alternatif
difensif, sedang kuadran II (Analisis SWOT) yang menempatkan pada alternatif
diversifikasi produk yang berarti alternatif yang mempertahankan produksi perikanan.
Berdasarkan perhitungan AHP urutan prioritas kebijakan alternatif pengelolaan perikanan
yang harus diambil pemerintah adalah penyempurnaan regulasi, penerapan MCS
(Monitoring, Control, Surveillance), peningkatan ko-manajemen, pengalihan pola
tangkap.
Kata-kata kunci: Pengeloaan Perikanan, Lemuru, Selat Bal
ANALISIS TAMPILAN BIOLOGIS IKAN LAYANG (Decapterus sp) HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE YANG DIDARATKAN DI PPN PEKALONGAN BIOLOGICAL PERFORMANCE ANALYSIS OF LAYANG (Decapterus spp) FROM THE PURSE SEINE FISHERY AT THE PPN PEKALONGAN LANDING PLACE
ABSTRAK
Sumberdaya perikanan pelagis kecil di Laut Jawa didominasi oleh ikan layang (Decapterus spp) yang
terdiri dari 2 (dua) jenis, yakni Decapterus russelli (Rupell, 1928) dan Decapterus macrosoma (Bleeker, 1851)
dan mempunyai peranan penting dan mempunyai nilai ekonomis didalam perikanan purse seine sehingga banyak
dicari dan ditangkap oleh armada purse seine sebagai target utama hasil tangkapan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang tampilan biologis ikan layang
(Decapterus spp) meliputi data morfometri, potensi reproduksi (Tingkat Kematangan Gonad), hubungan
panjang berat ikan layang dan menganalisis sifat pertumbuhan serta mengkaji trend hasil tangkapan ikan
layang per upaya (CPUE) dengan alat tangkap purse seine di PPN Pekalongan berdasarkan daerah
penangkapan.
Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September – Desember 2004. Penelitian dilakukan melalui
survai dengan mempergunakan metode observasi. Hasil penelitian didapatkan Nisbah kelamin Decapterus
spp (1894 ekor) betina : jantan = 54,0 % : 46,0 %.
Tingkat Kematangan Gonad Decapterus spp diperoleh TKG I – IV, jumlah terbesar (868 ekor) 45,83 %
pada TKG III ditemukan pada panjang tengah rata-rata 14,5 - 15,5 cm dengan Lm (D macrosoma) 14,3 – 14,9
cm dan Lm (D russelli 14,9 – 15,7 cm.
Berdasar hasil analisis Regresi hubungan Panjang – Berat Decapterus spp diperoleh nilai eksponen b =3
maka sifat Pertumbuhan ikan layang adalah Isometrik. Nilai Faktor Kondisi relatif (Kn) mulai dari September
– Desember 2004 sekitar 1,34 – 2,95.
Estimasi nilai parameter pertumbuhan berdasarkan panjang cagak rata-rata yang diaplikasikan dengan
Model Von Bertanlanffy dan metode ELEFAN I untuk D russeli L∞ = 24,73 ; K = 0,82 dan L∞ =23,63 ; K =
1,70 untuk D macrosoma (Perairan Barat ) dan L∞ = 25,73;K= 0,63 untuk D russelli L∞ = 24,68 K=0,53 untuk
D macrosoma. (Perairan Timur L.Jawa) .
Perkembangan CPUE perairan Barat dan Timur Laut Jawa selama tahun 1997 – 2004 cenderung
mengalami penurunan yakni di perairan Barat dari 33,55 ton/trip pada tahun 1997 menjadi 27, 62 ton/trip tahun
2004 sedang Perairan Timur L Jawa yakni dari 16,27 ton/trip pada tahun 1997 menjadi 10,76 ton/trip tahun
2004.
Tingkat pengusahaan ikan Layang di Laut Jawa sudah mengalami overfishing. Berdasarkan daerah
penangkapan, estimasi penghitungan MSY sumberdaya Decapterus spp dengan metode Surplus Produksi model
Schaeffer diperoleh dari Perairan Barat Laut Jawa 10.860 ton/tahun dengan tingkat upaya – 480 trip/tahun
sedang Perairan Timur 26.500 ton/tahun dengan tingkat upaya – 2.483 trip/tahun .
Kata-kata Kunci : Analisis Tampilan, Biologi Ikan Layang, Purse seine, PPN Pekalonga
Kenakalan Remaja dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah sebuah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak remaja, penyimpangan tersebut berupa sebuah pelanggaran aturan yang telah dibuat oleh pihak yang berwenang dan norma agama yang telah ditetapkan dalam sebuah kehidupan, contoh sebuah penyimpangan yang sering kita dengar seperti: mengkonsumsi minuman keras, melakukan seks bebas, dan menggunakan narkotika. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan hasil penelitian yang berfokus untuk mengetahui apa saja kenakalan remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhi di Desa Kerta Bhakti Kabupaten paser tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini ialah anak-anak remaja yang melakukan kenakalan remaja, orang tua anak-anak remaja yang melakukan kenakalan remaja, warga/tetangga anak remaja yang melakukan kenakalan remaja, pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Huberman, Miles, dan Saldana, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini terdapat beberapa kenakalan remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhi di Desa Kerta Bhakti Kabupaten Paser, yaitu sebagai berikut: 1. Kenakalan remaja di Desa Kerta Bhakti Kabupaten Paser. Terdapat beberapa kenakalan remaja yang ada di Desa Kerta Bhakti Kabupaten Paser yaitu seperti: Mengkonsumsi minuman keras, berjudi, melakukan seks bebas, dan menggunakan narkotika. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja di Desa Kerta Bhakti Kabupaten Paser. a. Faktor internal yakni datang dari dalam diri anak remaja berupa lemahnya pemahaman agama Islam dalam diri remaja dan lemahnya pertahanan diri remaja. b. Faktor eksternal yakni berupa kurang kasih sayang dan perhatian orang tua, lemahnya keadaan ekonomi keluarga, kondisi keluarga yang kurang harmonis, dan lingkungan masyarakat yang kurang perduli
RESPONS PENGLIHATAN IKAN BERONANG DAN KAKAP MERAH TERHADAP PERBEDAAN WARNA JARING (SKALA LABORATORIUM)
Ikan Beronang (Siganus javus) dan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) merupakan kelompok ikan karang ekonomis penting yang umumnya ditangkap dengan menggunakan alat tangkap jaring insang (gill net). Prinsip operasi penangkapan gill net adalah menghadang ruaya ikan-ikan yang sedang melintas, tetapi tidak menutup kemungkinan masih adanya peluang ikan yang dapat menghindari hadangan atau bahkan dapat menerobos jaring yang telah dipasang. Penyebabnya adalah penggunaan bahan jaring yang mudah dilihat oleh ikan dan juga ikan mempunyai kemampuan untuk melihat benda pada jarak tertentu. Akan tetapi, masih sedikit informasi atau pengetahuan tentang tingkah laku ikan khususnya ikan Beronang dan Kakap Merah kaitannya dengan organ penglihatan. Dengan mengetahui dan menganalisis respons penglihatan ikan Beronang dan Kakap Merah terhadap perbedaan warna jaring, dapat memberikan informasi terhadap pengembangan alat tangkap yang lebih efektif dan efisien, serta dapat memperbaiki alat tangkap untuk menunjang keberhasilan operasi penangkapan.
Warna jaring yang digunakan adalah hijau, biru, orange, putih, dan transparan. Data yang dikumpulkan adalah jumlah ikan Beronang dan ikan Kakap Merah yang menerobos jaring. Analisis data dengan menggunakan uji-t (t-student)
Ikan Beronang dan Kakap Merah mampu melihat dengan baik warna jaring biru, tetapi tidak mampu melihat dengan baik warna jaring transparan. Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan kedua ikan tersebut untuk mampu membedakan kekontrasan antara warna jaring dengan warna air sebagai latar belakangnya
ANALISIS SEBARAN IKAN DEMERSAL SEBAGAI BASIS PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DI KABUPATEN KENDAL DISTRIBUTION ANALYSIS OF DEMERSAL FISH IN KENDAL – REGENCY WATER AS MANAGEMENT BASIC OF COASTAL RESOURCES
ABSTRAK
Eksploitasi sumber daya Ikan Demersal di Kabupaten Kendal cukup tinggi. Terlihat
pada data produksi yang pada tahun 1996 sebesar 725,6 ton sedangkan pada tahun 2003
sebesar 293,78 ton. Keadaan ini dikhawatirkan telah terjadi lebih tangkap terhadap sumber
daya Ikan Demersal di perairan sekitar Kabupaten Kendal. Oleh karena itu, diperlukan adanya
pengelolaan agar potensi sumber daya Ikan Demersal di perairan sekitar Kendal dapat
dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Penelitian bertujuan untuk : (1) Menganalisis potensi dan tingkat pemanfaatan sumber
daya Ikan Demersal yang dapat menjamin kelestariannya di perairan Kendal. (2)
Mendapatkan peta sebaran Ikan Demersal di perairan Kabupaten Kendal. Maksud dari
penelitian menghasilkan saran rekomendasi kepada pemerintah daerah Kabupaten Kendal
tentang pengelolaan sumber daya Ikan Demersal.
Metode pengumpulan data yaitu dengan swept area pada luasan tertentu serta kumpulan
data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian
survei eksploratif. Analisa data menggunakan model surplus produksi dari Schaefer dengan
menggunakan analisis regresi. Data yang digunakan merupakan data time series tahun 1996 –
2003 yaitu data jumlah alat tangkap merupakan variabel bebas dan jumlah tangkapan per unit
effort (CPUE) merupakan variabel tak bebas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi lebih tangkap (over fishing) terhadap
sumber daya Ikan Demersal di perairan Kendal dan sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan
trend penurunan CPUE menurut persamaan regresi : CPUE = 55,170 – 1,047 Jumlah Alat
Tangkap. Potensi yang ada pada saat penelitian yaitu 683,40 ton. Dari analisis yang dilakukan
Emsy adalah 27 unit cantrang dengan Cmsy = 726,70 ton. Pengelolaan yang segera dilakukan
adalah pembatasan jumlah alat tangkap yang beroperasi maksimum 27 unit cantrang dengan
cara mekanisme pembatasan pemberian ijin usaha penangkapan.
Kata-kata kunci : Sebaran Ikan Demersal, Basis Pengelolaan
Pengaruh Sistem Informasi SDM dan Kinerja Pegawai terhadap Efektivitas Perusahaan pada Kantor PT. Ocean Global Shipping
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem Informasi SDM dan Kinerja Pegawai terhadap Efektivitas perusahaani pada PT. Ocean Global Shipping.Maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah; 1). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Sistem Informasi SDM terhadap Efektivitas Perusahaan pada PT. Ocean Global Shipping., 2). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Kinerja Pegawai terhadap Efektivitas perusahaan pada PT. Ocean Global Shipping. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Sistem Informasi SDM dan Kinerja Pegawai secara simultan terhadap Efektivitas Perusahaan pada PT. Ocean Global Shipping. Jenis data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif, melalui teknik pengumpulan data yaitu; Observasi, kuesioner, dan sampel wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonprobability Sampling – Purposive Sampling sehingga diperoleh 37 sampel atau responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas, serta uji normalitas dan uji heteroskedastisitas sebagai prasyarat uji asumsi klasik. Dan metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan uji R2, uji t, dan uji F yang didukung oleh SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Secara t (parsial) variabel Sistem Informasi SDM (X1) dan Kinerja Karyawan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Perusahaan (Y), Sistem Informasi SDM (X1) dan Kinerja Karyawan (X2) berpengaruh signifikan terhadap f (simuItan) terhadap Efektivitas perusahaan (Y) pada PT. Ocean Global Shiping.
Kata Kunci: Sistem Informasi SDM, Kinerja Pegawai, Efektivitas Perusahaa
ELASTISITAS PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP KOTA TEGAL PRODUCTION ELASTICITY OF TEGAL MARINE CATCHING FISHERIES
ABSTRAK
Dari tahun 1999 – 2003 pelaksanaan program pembangunan perikanan tangkap kota
Tegal telah berhasil meningkatkan jumlah kapal perikanan dan alat tangkapnya, tetapi ratarata
hasil tangkapannya menurun. Biasanya rencana proyeksi produksi perikanan
menggunakan ekstrapolasi tren produksi perikanan beberapa tahun yang lalu. Diwaktu
mendatang prediksi produksi perikanan akan lebih baik didasarkan atas perilaku faktor
produksi. Faktor produksi yang peka inilah dalam istilah ekonomi disebut elastisitas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji elastisitas produksi.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa elastisitas setiap unit penangkapan pada semua
model adalah inelastisitas. Unit penangkapan yang mempunyai pengaruh positif pada
peningkatan produksi adalah mini purse seine, purse seine besar, pukat pantai dan
cantrang/dogol KM > 20 GT. Sedangkan unit penangkapan yang mempunyai pengaruh
negatif pada peningkatan produksi adalah trammel net, gill net hanyut dan cantrang/dogol
KM 5 GT-20 GT. Jumlah mini purse seine bisa ditambahkan maksimum 135 unit dan purse
seine besar maksimum 12 unit.
Kata-kata kunci: perikanan laut, Tegal, elastisitas produksi, alat tangkap dan purse seine.
ABSTRACT
The fisheries development program in Tegal were carried out from 1999-2003 has
able to increase the number of fishing boats and their gears, but decrease in the average of
fish production. Usually the fishery product projection plan have been using the fishery
product trend extrapolation of some years ago. In the future time, the fishery product
prediction will be better based on behavior of production factor. This sensitive production
factor in economic terms is called elasticity. The research objective was study elasticity.
The result of the research explained that the elasticity every fishing gear in whole
model is inelasticity. The fishing gear which has positive influence in increasing production
is mini purse seine, big purse seine, gill net and denish seine with in board motor > 20 GT.
Even the fishing gear has negative influence in increasing production is trammel net, drift
gill net and denish seine with in board motor 5 GT-20 GT. The number of mini purse seine
can be added maximally 135 units and big purse seine maximally 12 units.
Keywords: marine fishery, Tegal, production elasticity, fishing gear and purse seine
THE EVALUATION OF FISH LANDING PLACE SUPPORTING CAPABILITY OF KLIDANG LOR BATANG REGENCY FOR THE DEVELOPMENT OF CATCHING FISHERY
Abstract
The research has objectives of studying the supporting capability of several existing facilities as primary facilities, functional facilities and supporting facilities. As soon as formulating its development strategy.
The used method is by using the descriptive method; the data collected consist of primary and secondary data. Primary data are collected through observation, measurement, and direct structured interviews aimed to the respondents that have been previously determined, meanwhile, secondary data are obtained from the involved governmental and private institutions. The secondary data collection process is limited only in the period of 2003-2007. The parameter of the aspects of the fish landing place are analyzed by using the formula of “Fishery Harbour and Fish Landing Place Operational Facility Standardization”, the development of fishery is analyzed by using the descriptive analysis, meanwhile, to determine the development strategy, it uses SWOT analysis.
From the research results, it can be found that the necessity of primary facilities, such as, the length of the pier is 168,62 m, meanwhile, the existing pier measures 174 m; the dock area is 11.076,25 m², however, the existing dock area is as much as 8.700 m². The average depth of water ways, measured at the low of water surface (LWS) at the estuary area is 2,01m, dock is 2,46 m, and berthing area is 2,65 m. From the measurement, the average width of water ways is 40 m, meanwhile, the requirement for boat traffic (two way traffic) is only 34,02 m. Meanwhile, the minimum depth standard for the estuary area for small-sized boats is 1,59 m, medium-sized boats is 2,63 m, and large-sized boats is 3,46 m. For the dock area, small-sized boats is at least 1,49 m, medium-sized boats is 2,53 m, and large-sized boats is 3,36 m. For the berthing area, the minimum depth for small-sized boats is 1,39 m, medium- sized boats is 2,43 m, and large-sized boats is 3,26 m. The functional and supporting facilities have been quite adequate. The SWOT analysis shows that the development strategy uses the Strength-Opportunity (SO) strategy.
The concluded of research, that the depth of water ways at the estuary (ZI), thus, its depth should fulfill the minimum requirements for all sizes of over-loaded boats. If the minimum depth has not been fulfilled yet, therefore, the boats should wait for the rise of water surface (high tide) until it reaches the edequate limit or the rehabilitation of existing facilities should be conducted. The development strategy uses strength to utilize opportunity, suited to the conditions and participation level of the stakeholders.
Keywords: Supporting capability of fish landing place, fishery development, development strategy
- …
