1,720,973 research outputs found
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Totamma Messawe di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene
Dalam Penelitian ini dikemukakan bahwa hukum tradisit merupakan suatu
kesatuan yang terpola kan secara turun temurun yang ada sejak zaman nenek moyang
di suatu daerah dan turun temurun dari generasi ke generasi lain. Sedangkan nilai-nilai pendidikan Islam merupakan sesuatu yang mengandung nilai-nilai Islam yang harus dicapai dalam proses kependidikan yang sesuai dengan al-Qur‟an dan sunah Rasulullah saw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Totamma Messawe merupakan salah satu bentuk penyemangat dan penghargaan kepada anak-anak yang telah berhasil menyelesaikan khatam al-Qur'annya dimana tradisi tersebut merupakan kebiasaan nenek moyang mereka yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Acara Totamma Messawe merupakan satu kegiatan atau tradisi yang paling dinanti-nanti oleh masyarakat setempat karena di dalamnya mengandung banyak nilai-nilai di antaranya yaitu nilai akidah, nilai akhlak dan nilai sosial
Analisis pola asuh keluarga terhadap status gizi balita
Peranan ibu dalam pola pengasuhan anak meliputi pemenuhan kebutuhan dasar anak. Tujuan penelitian mengetahui dan mengidentifikasi hubungan pemberian ASI, pemberian makanan dan pengelolaan kesehatan lingkungan terhadap peningkatan status gizi balita. Jenis penelitian Kuantitatif dengan Pendekatan menggunakan metode keilmuan dan operasional (action research). Analisa data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ASI dan kesehatan lingkungan berpengaruh namun tidak signifikan sedangkan pemberian makanan berpengaruh signifikan terhadap status gizi balita. Variabel yang paling berpengaruh terhadap status gizi balita adalah pemberian makanan
ANALISIS FAKTOR KEPATUHAN PENGGUNAAN MASKER SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID 19
Mewabahnya penyebaran penyakit Corona Virus yang menyebabkan bencana bagi masyarakat hingga mengakibatkan kematian ribuan jiwa diseluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia, Upaya penyebaran covid-19 Pemahaman serta pengetahuan masyarakat adalah hal yang sangat penting dalam penyebaran Covid 19. Suatu tindakan yang dapat di pelajari dan diamati merupakan sebuah perilaku. pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pekerjaan, umur, faktor lingkungan dan factor social budaya.Tujuan untuk menganalisis faktor kepatuhan penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyakit covid 19. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study dengan menganalisis masalah penelitian yang terjadi dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan, dengan menggunakan kuesioner. kuesioner dalam penelitian ini sudah melalui uji validitas. Kemudian data yang di dapatkan dianalisis di program SPSS dengan menggunakan uji Correlation..Hasil uji Correlation untuk variable Pegetahuan didapatkan nilai p=0.496, maka nilai p=0.496>0.05 (α), variable Sikap hasil uji Correlation didapatkan nilai p=0,000, oleh karena itu nilai p=0.00
Deteksi Dini Masalah Kesehatan Reproduksi Melalui Pos Kesehatan Remaja
Marioriawa is one of the sub-districts located in Soppeng Regency with an area of 320 Km2 cover by 5 villages (Bulue, Laringgi, Patampanua, Panincong, Tellulimpoe and 5 villages (AttangSalo, Batu-Batu, Limpomajang, Manorang Salo, Attang Salo) with average population of 27,512 with a density of 86 people/km2. In Marioriawa there are 2 high schools (SMAN 01 Soppeng and SMK 02 Soppeng).The students in SMAN 01 Soppeng classified to adolescents in Soppeng Regency precisely in Laringgi village a total of 487 people have not been fully checked out regularly and the discovery of several cases of pregnancy outside marriage, early marriage, HIV/AIDS in rural areas and adolescent health problems (anemia, stunting, KEK and obesity). This is a problem because, lack of adolescent knowledge about health reproduction, identification of new health problems found at the time the teenager will become ca lon mother / father, due to lack of early detection in their teens. It's just that physical growth in adolescents is not always accompanied by the maturity of thinking and emotional abilities. In addition, in adolescence there is also a process of self-introduction, and failure in the process of self-introduction can cause various problems.The method used is the lecture method with health education and adolescent health checks through the establishment of adolescent health posts (PKR) in collaboration with the School Health Unit (UKS) at SMAN 01 Soppeng. The results of the activity are an increase in knowledge after giving material about adolescent health, checking vital signs, HbSAg examination, physical examination of adolescents, HIV testing, and hemoglobin examination. From the results of the examination found that 86 adolescents were found to suffer from mild anemia with hemoglobin levels below 10 gr / dl, as many as 1 person infected with HBsAg, 2 people found a lump in the breast and no HIV patients were found in adolescents. Conclusions are able to detect symptoms / signs early if certain diseases occur in him that are related to the reproductive system, adolescents in rural areas free from sexually transmitted diseases (STDs) and the importance of education to check themselves routinely before they become prospective parents. Suggestion of support from parents to carry out routine health check-up of their children not only to do health check at the time the child / teen complains of pain in certain body part
Peran Keluarga Terhadap Kepatuhan Remaja Menerapkan Protokol Kesehatan
The Covid-19 outbreak is a new and highly contagious disease that has changed people\u27s lifestyles. One of the health protection efforts that can be done is by using personal protective equipment (PPE), cleaning hands, keeping distance and increasing body resistance. families have an important role in supporting government policies for behavior change. To analyze the role of the family on adolescent compliance, apply a health protocol. The method used in this study is an analytical observational research method with a cross sectional design with a population of 98 people. Sample : 72 people. Determination of the sampling technique using cluster random sampling. The criteria for the sample in this study are children aged 10-19 years, living with their parents, willing to be research respondents. Respondents will be given a questionnaire that has been tested for validation and reliability, then will be tested for Chi Square statistics. Data analysis technique using Chi-Square. Results: Chi Square test between the variables studied sig value (2-tailed) 0.010, which means that there is an influence of the role of parents on adolescent compliance. Conclusion: It is hoped that the family as the smallest part of society can take an active role in dealing with the Covid-19 problem. What can be done is to be able to discipline all family members and educate or educate their children to comply with the health protocols set by the government.
Keywords: Family Role, Teenager, Health ProtocolWabah Covid-19 merupakan jenis penyakit baru dan sangat mudah menular yang mengubah berbagai gaya hidup masyarakat. Salah satu upaya perlindungan kesehatan yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), membersihkan tangan, jaga jarak dan meningkatkan daya tahan tubuh. keluarga memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk perubahan perilaku. Untuk menganalisis peran keluarga terhadap kepatuhan remaja menerapkan protokal kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional Populasi sebanyak 98 orang. Sampel : 72 orang. Penentuan teknik pengampilan sampel menggunakan cluster random sampling. Adapun kriteria yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu anak yang berusia 10- 19 tahun, tinggal bersama orang tua, bersedia menjadi responden penelitian. Responden akan diberikan kuisioner yang sudah uji validasi dan reliabilitasnya, selanjutnya akan di uji statistic Chi Square. Teknik analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil: Uji Chi Square antara variabel yang diteliti nilai sig (2- tailed) 0,010 yang artinya terdapat pengaruh peran orang tua terhadap kepatuhan remaja. Simpulan: Diharapkan keluarga sebagai bagian terkecil dari masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam menghadapi persoalan Covid-19 yang dapat dilakukan adalah mampu mendisiplikan seluruh anggota keluarganya serta melakukan edukasi atau mendidik anak – anaknya supaya mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kata Kunci : Peran keluarga, Remaja, Protokol Kesehata
Pemberdayaan kader posyandu dalam deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan
Background: Postpartum maternal mental health is a crucial aspect of maternal and child well-being. Postpartum depression (PPD) can occur in women after childbirth. Comprehensive management of stress and depression is necessary to classify these events for prompt and appropriate intervention. Postpartum stress and depression are psychological problems that often go undetected in the community due to a lack of knowledge and skills among Posyandu (Integrated Service Post) cadres. Early detection by cadres can help prevent negative impacts on the mother, baby, and family.
Purpose: To improve the knowledge and skills of Posyandu cadres in early detection of postpartum stress and depression.
Method: This community service activity was carried out in the working area of Amparita Health Center, Sidenreng Rappang Regency in July - August 2025. The target of the activity was 25 Posyandu cadres as representatives of five assisted villages in the working area of Amparita Health Center. The activity was carried out with a community empowerment approach that emphasized the active participation of cadres in every stage of the activity. Using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instrument as a simple screening tool that can be used by Posyandu cadres. Direct observation was carried out on the cadres' ability to use the EPDS during the mentoring activity. The pre-test and post-test data were analyzed descriptively to see the increase in the average score of cadres' knowledge and skills after the intervention.
Results: The average knowledge score of cadres before the educational activity (pre-test) was 62.4 points, and the average knowledge score after the educational activity (post-test) was 89.6 points. Meanwhile, the cadres' abilities and skills after the educational activity indicated that they could use the EDPS, interpret depression scores, and provide suggestions for further action in managing depression in postpartum mothers.
Conclusion: Empowering Posyandu cadres through training and mentoring is an effective step in improving the ability to detect postpartum stress and depression early. Increasing the capacity of health cadres is also a strategic effort in fostering a culture of community health.
Suggestion: Follow-up measures in the form of ongoing training, routine supervision, and cross-sector collaboration are needed to strengthen the maternal mental health referral system at the community level. It is also recommended that health institutions conduct a more in-depth study of the impact of stress and depression experienced by postpartum mothers.
Keywords: Community empowerment; Early detection; Postpartum depression; Posyandu cadres
Pendahuluan: Kesehatan mental ibu setelah melahirkan merupakan aspek penting dari kesejahteraan ibu dan anak. Depresi pasca persalinan (DPP) dapat terjadi pada ibu setelah melahirkan. Diperlukan adanya penanganan yang komprehensif terkait kejadian stres dan depresi agar dapat diklasifikasikan untuk intervensi yang cepat dan tepat. Stres dan depresi pasca persalinan merupakan masalah psikologis yang sering tidak terdeteksi di masyarakat karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan tenaga kader Posyandu. Deteksi dini oleh kader dapat membantu pencegahan dampak negatif terhadap ibu, bayi, dan keluarga.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan.
Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Amparita, Kabupaten Sidenreng Rappang pada bulan Juli - Agustus 2025. Sasaran kegiatan adalah 25 orang kader Posyandu sebagai perwakilan dari lima desa binaan di wilayah kerja Puskesmas Amparita. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat (community empowerment) yang menekankan partisipasi aktif kader dalam setiap tahapan kegiatan. Menggunakan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) sebagai alat skrining sederhana yang dapat digunakan kader Posyandu. Dilakukan observasi langsung terhadap kemampuan kader dalam menggunakan EPDS selama kegiatan pendampingan. Data hasil pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan kader setelah intervensi.
Hasil: Mendapatkan data nilai rerata pengetahuan kader sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah 62.4 poin dan nilai rerata pengetahuan setelah kegiatan edukasi (post-test) menjadi 89.6 poin. Sedangkan kemampuan dan ketrampilan kader setelah kegiatan edukasi menunjukkan bahwa kader dapat mengunakan EDPS, mengintepretasikan skor tingkat depresi, dan dapat memberikan saran untuk tindakan lebih lanjut dalam menangani depresi pada ibu pasca persalinan.
Simpulan: Pemberdayaan kader Posyandu melalui pelatihan dan pendampingan adalah langkah efektif dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan. Peningkatan kapasitas kader kesehatan juga merupakan upaya strategis dalam menumbuh kembangkan budaya kesehatan komunitas.
Saran: Diperlukan tindak lanjut berupa pelatihan berkelanjutan, supervisi rutin, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem rujukan kesehatan mental ibu di tingkat komunitas. Diharapkan juga untuk dilakukan pengkajian yang lebih mendalam oleh institusi kesehatan mengenai dampak stres dan depresi yang dialami oleh ibu pasca persalinan
ISLAMIC EDUCATION AS A PILLAR OF REHABILITATION: A STUDY OF CHILD INMATE DEVELOPMENT AT LPKA CLASS II MAMUJU
This research is motivated by the importance of Islamic education in fostering child inmates at the Mamuju Class II Special Children\u27s Development Institution (LPKA). Sentenced children still have the right to education, including spiritual and moral guidance that can shape their character for the better. In this context, Islamic education plays a strategic approach in fostering the fostered children\u27s beliefs, worship, and morals. This study aims to describe the form of coaching of faith, worship, and morals in LPKA Class II Mamuju and identify the inhibiting and supporting factors that affect the sustainability of coaching. The method used is a descriptive qualitative approach with field research. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman models. The study results show that coaching is carried out through activities such as learning the pillars of faith, congregational prayers, dhikr, religious lectures, BTQ, tahfidzul Qur\u27an, habituating manners, and responsibility. The main obstacles faced include limited human resources, facilities, budget, and the psychological condition of children. However, collaboration with external institutions and children\u27s motivation are significant supporting factors. In conclusion, coaching at LPKA Mamuju makes a real contribution to shaping the character of child inmates through Islamic education. This research makes a theoretical and practical contribution to developing a more humanist and integrated coaching model in the future.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan Islam dalam proses pembinaan narapidana anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Mamuju. Anak-anak yang menjalani hukuman tetap memiliki hak atas pendidikan, termasuk pembinaan spiritual dan moral yang mampu membentuk karakter mereka ke arah yang lebih baik. Dalam konteks ini, pendidikan Islam berperan sebagai pendekatan strategis dalam membina aqidah, ibadah, dan akhlak anak binaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pembinaan aqidah, ibadah, dan akhlak di LPKA Kelas II Mamuju serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung yang memengaruhi keberlangsungan pembinaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dilakukan melalui kegiatan seperti pembelajaran rukun iman, shalat berjamaah, dzikir, ceramah agama, BTQ, tahfidzul Qur’an, serta pembiasaan sikap sopan santun dan tanggung jawab. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan SDM, fasilitas, anggaran, dan kondisi psikologis anak. Namun, kolaborasi dengan lembaga eksternal dan motivasi anak menjadi faktor pendukung yang signifikan. Kesimpulannya, pembinaan di LPKA Mamuju memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter narapidana anak melalui pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan model pembinaan yang lebih humanis dan terintegrasi di masa depan
Program promosi kesehatan dalam upaya mencegah pernikahan dini
The knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion program Background: Adolescence is a period of human life that is very strategic, important and has a broad impact on subsequent developments.Marriage at an early age is prone to reproductive health problems and is prone to stress. Health education media such as videos can be used as a tool in providing health education. The use of video media in providing health education is considered very appropriate to convey health messages to the public, especially among adolescents.Purpose: To determine the effect of the knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion programMethod: Quantitative research with "Quasi Experiment" design with two Group Pretest-Posttest Design approach. Sampling using purposive sampling, the sample in this study were teenage students, with a total population and sample of 94 participants who were divided into two groups, namely groups with online media whatsapp and zoom with 47 participants and groups with offline media face-to-face 47 participants. For the measurement of knowledge using 20 questions with 3 categories, namely Good score 29-40, Enough score 24-28, Less score 0-23. Where the lowest score is 0 and the highest score is 40. The results of the analysis used the T test with a significance level of = 0.05 which was carried out with the help of the SPSS computer program.Results: The study show by nonparametric test using the Wilcoxon test, it was found that the value of p = 0.000, because the value of p = 0.000 <0.05 (α).Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that there is a significant influence between health promotion and online media in preventing early marriage.Keywords: The knowledge; Early marriage practices; Health impacts; Adolescent; Health promotion programPendahuluan: Masa remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pernikahan di usia dini rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi serta mudah mengalami stress. Media pendidikan kesehatan seperti video dapat digunakan sebagai alat bantu dalam memberikan pendidikan kesehatan. Penggunaan media video dalam memberikan pendidikan kesehatan dirasa sangat tepat untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, terutama pada kalangan Remaja.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan terhadap kejadian pernikahan dini.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain “Quasi Experiment” dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu remaja siswa/siswi, dengan jumlah populasi dan sampel 94 partisipan yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok dengan media online whatsapp dan zoom dengan 47 partisipan dan kelompok dengan media offline tatap muka 47 partisipan. Untuk pengukuran pengetahuan menggunakan 20 pertanyaan dengan 3 kategori yaitu Baik skor 29-40, Cukup skor 24-28, Kurang skor 0-23. Dimana skor terendah 0 dan skor tertinngi 40. Hasil analisis menggunakan uji T dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 yang dilakukan dengan bantuan program computer SPSSHasil: Dari hasil nonparametric test dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000, oleh karena nilai p=0.000<0.05 (α).Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan ada pengaruh yang signifikan antara promosi kesehatan dengan media online dalam mencegah pernikahan dini
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
