410 research outputs found

    KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966

    Get PDF
    ABSTRAK Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer. Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer ABSTRACT In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military. Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar

    PROSES KREATIF MAMAT RAHMAT DALAM KENDANG TARI TRADISI SUNDA

    Get PDF
    ABSTRAKMamat Rahmat adalah sosok pengendang tari tradisi Sunda yang pada saat ini masih konsisten dalam bidangnya sebagai pengendang. Kemampuannya dalam kendang tari tradisi Sunda banyak didedikasikan untuk ISBI Bandung karena telah memberikan penghidupan bagi dirinya. Di sisi lain, kemampuannya pun banyak diminta oleh sanggar sanggar tari yang ada di kota Bandung seperti Studio tari Indra, Pusbitari, dan sebagainya. Sebagai pengendang tari tradisi Sunda, ia mampu memberikan pengungkapan karakter dalam tari tradisi Sunda melalui tepakan kendangnya. Maka[PO1]  tidaklah berlebihan dan sepantasnya apabila ia menyandang gelar sebagai maestro kendang tari. Dalam tulisan ini akan diungkap bagaimana proses kreatif Mamat Rahmat dalam mencapai kompetensinya sebagai pengendang tari Tradisi Sunda. Penulis akan mengupas pembahasannya melalui metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Mamat Rahmat mampu menjadi seorang pengendang tari Sunda yang kreatif, karena ditunjang oleh faktor keturunan (genetik), keterampilan, pengalaman, kepribadian, dan juga bisa menari.Kata Kunci: Mamat Rahmat, Proses Kreatif, Kendang Tari Sunda.  ABSTRACTA Creative Process of Mamat Rahmat in Sundanese Traditional Dance Kendang, June 2020. Mamat Rahmat is a figure of drummer of Sundanese traditional dance who is still consistent in his field as a drummer. His skill in Sundanese traditional dance drums (kendang) is mostly dedicated to ISBI Bandung because he has been given his livelihood here. On the other hand, his skill has been much demanded by many dance studios in Bandung such as Indra dance studios, Pusbitari, and so on. As a drummer of Sundanese traditional dance, he is able to provide the expression of character in Sundanese traditional dance through his drum beat. So it is not excessive and appropriate if he bears the title as a maestro of dance kendang. In this paper, it will be revealed how is the creative process of Mamat Rahmat in achieving his competence as a drummer of Sundanese traditional dance. The author will explore the discussion through the method of observation and interviews. The result of this study shows that Mamat Rahmat is able to become a creativeSundanese dance drummer because he is supported by heredity (genetic), skills, experience, personality, and dancing ability.Keywords: Mamat Rahmat, Creative Process, Sundanese Dance Kendang.   [PO1]Oleh sebab itu

    PENGARUH KETERAMPILAN ANAK BUAH KAPAL DALAM PENGGUNAAN ALAT PEMADAM DI MT.GEDE

    Get PDF
    ABSTRAKSI Rahmat Alpharessi,2023,NIT: 551811136800 Nautika, “Pengaruh Keterampilan Anak Buah Kapal Dalam Penggunaan Alat Pemadam Di MT.Gede”.Program Diploma IV, Program studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Ilham Ashari, S.Si.T,M.M,M.Mar Pembimbing II: Arya Widiatmaja,S.ST.,M.Si Alat pemadam kebakaran diatas kapal keberadaanya sangat penting, maka dari itu tiap kapal perlu disempurnakan dengan peralatan pemadam kebakaran sesuai Safety of life at sea (SOLAS) 1974 chapter 11-2 dan amandemen-amandemenya. Untuk menjamin keselamatan kapal, diperlukannya pelaksanaan latihan kebakaran untuk kru di atas kapal dengan dilakukannya penanganan serta pemeliharaan peralatan pemadam kebakaran diatas kapal secara berkala dan teratur. Perhatian dan pengawasan yang lebih baik dari seluruh kru kapal dan khususnya oleh perwira yang berkewajiban atas perlengkapan keselamatan dan kebakaran diatas kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian merupakan data primer yang didapat dari observasi secara langsung dengan Perwira kapal dan data sekunder yang didapat dari dokumen yang yang ada di kapal dan dokumen lainnya. Data kemudian di analisis dengan reduksi data, penyajian data selanjutnya ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya efektifitas latihan dalam penerapan alat pemadam dikarenakan kurangnya peranan perwira dalam melaksanakan kegiatan latihan keselamatan atau kebakaran, kurangnya motivasi yang kurang maksimal dari perwira kapal terhadap awak kapal, dan kurang disiplinnya perwira maupun anak buah kapal dalam menjalankan prosedur dan program latihan yang telah ditentukan

    Potret Keteladan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Di Sekolah Umum

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan potret strategi keteladanan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius siswa SMAN 1 Kademangan Blitar dan SMAN 1 Garum Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi multisitus, penggalian data dilakukan dengan wawancara, observasi dan  dokumentasi. Adapun informan dalam penelitan ini adalah Kepala Sekolah, Guru PAI, dan Guru Kurikulum. Data diproses dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini ditemukan : (1) Kondisi karakter religius siswa di SMAN 1 Kademangan Blitar terbilang bagus, hal itu ditunjukkan dengan sikap siswa yang mau diajak membenahi karakter religius mereka dan sikap jujur yang telah mereka tetapkan. Sedangkan kondisi karakter religius siswa di SMAN 1 Garum Blitar terbilang sangat bagus sekali, hal itu ditunjukkan dengan program-program yang telah diterapkan di sekolah tersebut dan ditunjang oleh semua guru PAI yang mempunyai program unggulan. (2) Pendekatan guru pendidikan agama islam dalam membentuk karakter religius siswa adalah dengan cara memberi contoh suri tauladan, membimbing, mengawasi, teori praktek, pembiasaan, mendidik, mengelola, memimpin, memberi reward, dan mengevaluasi. (3) Bentuk evaluasi guru pendidikan agama islam dalam membentuk karakter religius siswa adalah dengan cara pengamatan, nilai sikap, nilai pengetahuan, nilai religius, nilai ketrampilan, nilai sosial, absen, memberikan sanksi dan reward.   Katakunci: Strategi Keteladanan, Karakter Religius, Guru PA

    Analysis of the Accuracy and Completeness of SINTA Author Data Extraction

    Get PDF
    The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems.The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems

    Literasi Menulis Sekolah Dasar (Studi Kasus di SD Plus Rahmat Kota Kediri)

    No full text
    Research Purpose. The research conducted by the author aims to describe the stages of wiritng liletacy in SD Plus Rahmat Kediri. Methods. This study uses a qualitative method, with the type of case study research at the 4-6 grade level at SD Plus Rahmat Kota Kediri. The number of informants was 8 people consisting of teachers, students, librarians, and school principals using the purposive sampling technique. Data collection techniques are carried out by observation, Interview and Documentation. Data Analysis. The data analysis technique uses the concept of Miles and Huberman: Reduction, Presentation and Drawing Conclusions. Result and Discussion. The results of the study show that there are 3 stages in writing literacy, namely (1) the Habituation Stage, where students get used to resuming books they have read by writing the author's name, title, and contents. (2) Development Stage, availability of reading spots in the school environment. (3) Learning Stage, literacy classes are provided which are directly given by librarians who teach about writing

    PROPOSED CORPORATE PERFORMANCE MANAGEMENT IMPROVEMENT: STUDY CASE PT. XYZ (MOTORCYCLE MANUFACTURER)

    Get PDF
    This paper discusses the challenges faced by PT. XYZ. Provide recommendations for improvements to the Performance Management System (PMS) using the Knowledge Based Performance Management System (KBPMS) framework. By lowering key performance indicators (KPI) from the division level to sections and departments, PT. XYZ aims to increase organizational effectiveness, operational efficiency and creativity. The study process entails collecting and analyzing extensive data in order to integrate KBPMS into the existing system. The results show a considerable impact on company outcomes and internal procedures. Implementation and monitoring procedures ensure long-term performance improvement. This program sets PT. XYZ for excellence in the competitive motorcycle market, the accomplishment of its mission for customer satisfaction, and global leadership

    Kelalaian Notaris Mengeluarkan Salinan Ketika Minuta Akta Belum Ditandatangani (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negei Kisaran Nomor: 657/Pid.B/2015/PN.Kis)

    No full text
    Notaris sebagai salah satu profesi hukum merupakan satu dari beberapa elemen dalam pelaksanaan hukum yang sebagian wewenangnya adalah menerbitkan suatu dokumen yang berupa akta dengan kekuatan sebagai akta otentik. Notaris sebagai pejabat umum diberikan kewenangan, larangan, dan kewajiban yang diberikan oleh undang-undang dalam rangka pelaksanaan tugas jabatannya. Salah satu kewajiban Notaris yang tertera dalam Pasal 16 ayat (1) huruf d UUJN bahwa Notaris wajib mengeluarkan salinan akta berdasarkan minuta akta. Dari bunyi pasal tersebut mengamanatkan kepada Notaris bahwa prosedur pembuatan akta harus menerbitkan dan menyempurnakan minuta akta terlebih dahulu lalu menerbitkan salinannya. Keluarnya salinan akta terlebih dahulu sebelum penandatanganan minuta akta oleh para penghadap merupakan tindakan yang keliru dilakukan oleh Notaris dan tidak sesuai dengan prosedur pembuatan akta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Sifat penelitian ini deskriptif analitis dan sumber bahan hukum yang digunakan ialah data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder dan tertier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen atau studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan menggunaka metode kualitatif dengan penarikan kesimpulan menggunakan metode berpikir deduktif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa keluarnya salinan akta terlebih dahulu sebelum penandatanganan minuta akta merupakan suatu tindakan yang melanggar citra profesional Notaris sebagai pejabat umum dalam membuat akta otentik sebagai alat bukti yang sempurna dan terkuat. Kedudukan dari salinan akta notaris yang yang keluar terlebih dahulu sebelum ditandatangani minuta aktanya tidak dapat digunakan sebagai alat bukti yang sempurna dikarenakan proses pembuatan salinan akta tersebut tidak memenuhi syarat formil dan materiil prosedur pembuatan akta yang termuat dalam Undang-Undang Jabatan Notaris. Tanggung jawab Notaris atas keluarnya salinan akta ketika minuta akta belum ditandatangani dalam kasus ini dapat di tinjau dalam dua aspek yakni aspek pertanggungjawaban berdasarkan UUJN dan Kode Etik Notaris. Disarankan kepada Notaris dalam melakukan tugas jabatannya dalam membuat akta otentik sebaiknya memahami dengan baik dan benar serta hati-hati dalam membuat suatu akta supaya akta yang dibuatnya tidak kehilangan sifat otentiknya dan menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Notaris dalam menjalankan tugas dan wewenangnya harus selalu teliti dan memeriksa kebenaran data yang diberikan oleh penghadap dan berpegang pada Undang-Undang Jabatan Notaris dan dalam melaksanakan jabatannya harus berpegang pada moral dan etika. Dan dalam pelaksanaan pembuatan akta, seorang Notaris harus selalu sesuai dengan Undang- Undang Jabatan Notaris maupun peraturan lain yang mengatur bukan berdasarkan atas kepentingan atau atas permintaan kliennya semata.A Notary as a juridical profession is one of the elements in carrying out law whose authority is issuing an authentic deed. As a public official, a Notary has the authority, prohibition, and obligation. One of a Notary’s obligations stipulated in Article 16, paragraph (1), letter d of the Notarial Act is that he is required to issue the copy of a deed based on its minute. This Article mandates a Notary the procedure of issuing and completing the minute of a deed and publishing its copy. The issuance of a copy before the signing of the minute by the persons appearing is invalid and is not in accordance with its procedure. The research used juridical normative which used legislation approach and case study. The nature of the research was descriptive analytic, secondary data were obtained from primary, secondary, and tertiary legal materials. The data were gathered by conducting library research and analyzed qualitatively. The conclusion was drawn deductively. The result of the research shows that the issuance of the copy of a deed before its minute is signed is violating the image of the professionalism of a Notary as a public official in drawing up authentic deeds as complete and strong evidence. The copy of a deed which is issued before the minute is signed cannot be used as complete evidence since it does not fulfill formal and material requirements for drawing up authentic deeds according to the Notarial Act. A Notary’s liability for the issuance of the copy of deeds when the draft is not signed, in this case, can be viewed from two aspects: the aspect of liability based on the Notarial Act and the Notarial Act. It is recommended that a Notary, in his job to make authentic deeds, understand well, correctly, and carefully in drawing up a deed so that it does not lose its authenticity and harm other people. In doing his job and authority, a Notary should be cautious and examine the validity of the deeds given by the persons appearing; he should comply with the Notarial Act and with moral and ethics. A Notary should draw up the deeds according to the Notarial Act and to other regulations and not to the interest of his clients.128 HalamanTesis Magiste
    corecore