54 research outputs found
PERENCANAAN TEKNIS OPTIMALISASI JARINGAN DISTRIBUSI AIR MINUM SPAM IKK WEDUNG KABUPATEN DEMAK
ABSTRAK
Perencanaan Teknis Optimalisasi Jaringan Distribusi Air Minum SPAM IKK Wedung Kabupaten Demak
Usman Andriyanto, Dwi Siwi Handayani, Arya Rezagama
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Demak merupakan perusahaan yang melayani pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Demak. SPAM IKK Wedung termasuk dalam pengelolaan PDAM Kabupaten Demak. Tingkat pelayanan yang masih rendah dan tingkat kebocoran yang cukup tinggi merupakan permasalahan yang harud segera diselesaikan. Untuk meningkatkan tingkat pelayanan, maka perlu dilakukannya upaya perencanaan teknis optimalisasi jaringan distribusi air bersih. Upaya optimalisasi dibagi menjadi dua tahap yaitu upaya optimalisasi jangka pendek tahun 2029-2023 dan upaya optimalisasi jangka panjang tahun 2023-2028. Upaya optimalisasi jangka pendek berfokus pada pengoptimalan jaringan distribusi eksisting SPAM IKK Wedung. Sedangkan untuk upaya pengembangan jangka panjang tahun 2023-2028 berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dari Instalasi Pengolahan Air Buko. Kemudian dilakukan pengembangan jaringan distribusi SPAM IKK Wedung pada wilayah yang termasuk ke dalam wilayah prioritas pengembangan jaringan seperti Kelurahan Jetak, Kelurahan Jungsemi, Kelurahan Ngelo Kulon, Kelurahan Ngegot dan Kelurahan Jleper. Biaya yang diperlukan untuk melakukan pengembangan jaringan distribusi yaitu sebesar Rp 17.114.107.000,00.
Kata kunci :SPAM IKK Wedung, Jaringan Distribusi, Perencanaan Teknis, Optimalisas
PERENCANAAN TEKNIS OPTIMALISASI JARINGAN DISTRIBUSI AIR MINUM SPAM IKK BONANG KABUPATEN DEMAK
ABSTRAK
Perencanaan Teknis Optimalisasi Jaringan Distribusi Air Minum SPAM IKK Bonang Kabupaten Demak
Dwi Fitri Lestari, Arya Rezagama, Dwi Siwi Handayani
Kabupaten Demak adalah salah satu kabupaten yang memiliki beberapa SPAM IKK dalam sistem penyediaan airnya. Salah satu dari SPAM IKK tersebut terdapat di Kecamatan Bonang. Hingga saat ini, jumlah serapan sambungan rumah di SPAM IKK Bonang baru mencapai angka 4248 unit, atau sekitar 23,45% dari total penduduk yang ada. Wilayah kelurahan yang telah dilayani juga hanya sebatas 10 kelurahan saja. Namun demikian, sumber daya yang dimiliki SPAM IKK Bonang sangat masih bisa untuk dioptimalkan agar dapat tercapai angka pelayanan yang lebih tinggi. Beberapa wilayah rawan air seperti Tlogoboyo, Krajanbogo, Karangrejo, Kembangan, Sukodono, Morodemak dan Margolinduk dalam rencana jangka pendek akan segera dilayani menyusul pada rencana jangka panjang, wilayah eksisting yang sudah dilayani saat ini akan ditingkatkan lagi pelayanannya. Perencanaan teknis optimalisasi ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengambilan data, pengambilan sampel, analisis data, proyeksi penduduk dan kebutuhan air, penyusunan rencana dan upaya optimalisasi serta analisis permodelan dengan WatercAD. Optimalisasi secara umum akan terbagi menjadi dua tahap yaitu tahap jangka pendek dan jangka panjang. Dalam tahap jangka pendek, Rekomendasi yang diusulkan adalah membangun jaringan pada wilayah pengembangan dengan debit tambahan sebesar 19,86 L/s. Sedangkan untuk jangka panjang rekomendasi yang diusulkan adalah meningkatkan serapan unit Sambungan Rumah dengan debit total kebutuhan air mencapai 69,92 L/s. Selain melakukan pengembangan dan peningkatan jumlah serapan, saran mengenai sistem zonasi juga diusulkan. Biaya yang diperlukan untuk melakukan optimalisasi jaringan distribusi SPAM IKK Bonang ini yaitu sebesar Rp 6.237.261.000,00.
Kata kunci: SPAM IKK, Sambungan Rumah, Optimalisasi, Zonasi, WaterCA
STUDI OZONISASI SENYAWA ORGANIK AIR LINDI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SARIMUKTI
Existing treatment leachate from Sarimukti Landfill doesn’t meet the quality standards of waste water.Preliminary treatment is necessary to break down persistent leachate compounds. Ozone can act directly orindirectly with organic material (Glaze 1986). Column batch reactor system use one liter volume. Ozone ispumped into the leachate in the form of fine bubbles. Variations include Ozone Pumping Flow, Ratio ofhigh/diameter (t/d), and pH. Kinetic Reaction of oxygen dissolution in the average leachate is zero order.Increased pumping air discharge and increased pH makes ozone transfer process better. Best value occurs at pH11, where the value of the reaction rate constant ozone 1.48. The average percentage of organic materialallowance 31% COD and 26% TOC. The decline TOC and COD have a tendency to be influenced by the pHoptimum 8-9. At alkaline pH makes carbonate (CO3) formed the greater, that make ozone compounds killquickly. FTIR results showed the intensity of hydroxyl groups increased after ozone oxidation where thesubstitution of functional groups of organic matter associated with electrophilic addition reaction of oxygenatoms. Existence Fulfic acid also increased the effect compounds and Humic Acid, Humad large has been cut byradicals
STUDI PENAMBAHAN LARUTAN GULA DAN RAGI TERHADAP INOKULUM PENGOMPOSAN METODE TAKAKURA RUMAH
The Takakura Composting Method has experienced decreasing degree of the
effectiveness in organic matter degradation due to several factors. The objective of the research
is to know the effect of adding yeast and sugar into Takakura Inoculum. There were two control
and three variation include control A (8 kg new inoculum), control B ( 8 kg used inoculum),
Variation C (8 kg used inoculum : 75 gr sugar), Variation D (8 kg used inoculum : 20 gr yeast),
Variation E (8 kg used inoculum : 20 gr yeast : 45 gr sugar). Yeast is a consortium of
microorganism and sugar is a good nutrition resource for microorganism.
The measurement result showed that the adding sugar and yeast didnot affect the
degradation of organic matter process and humification process. Temperature Control A was in
thermophilic phase and Variation B, C, D, E used old inoculum in mesophilic phase in
degradation process. The temperature got to be lower until room temperatur if it didnot be
added by rice. The pH of Compost was about neutral measurement 6,4 up to 7,4. Twenty days
later, physical characteristics of compost was shown. They are blacky brown in color, loose and
soil smelling. Laboratory test result showed that Carbondioxside, Nitrogen, Potassium, Phospor,
Water Level, Physical Condition were qualified for compost standart according to SNI no 19-
7030-2004. However, these minerals content wasn’t enough compared to other organic compost
standards of PT. Pusri and Agriculture Departement. Takakura compost is good for ornamental
plant, pot plant, fruit with the correct mixing procedure.
Key Word: Inoculum, Yeast, Suga
STUDI OZONISASI SENYAWA ORGANIK AIR LINDI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SARIMUKTI
Existing treatment leachate from Sarimukti Landfill doesn’t meet the quality standards of waste water.Preliminary treatment is necessary to break down persistent leachate compounds. Ozone can act directly orindirectly with organic material (Glaze 1986). Column batch reactor system use one liter volume. Ozone ispumped into the leachate in the form of fine bubbles. Variations include Ozone Pumping Flow, Ratio ofhigh/diameter (t/d), and pH. Kinetic Reaction of oxygen dissolution in the average leachate is zero order.Increased pumping air discharge and increased pH makes ozone transfer process better. Best value occurs at pH11, where the value of the reaction rate constant ozone 1.48. The average percentage of organic materialallowance 31% COD and 26% TOC. The decline TOC and COD have a tendency to be influenced by the pHoptimum 8-9. At alkaline pH makes carbonate (CO3) formed the greater, that make ozone compounds killquickly. FTIR results showed the intensity of hydroxyl groups increased after ozone oxidation where thesubstitution of functional groups of organic matter associated with electrophilic addition reaction of oxygenatoms. Existence Fulfic acid also increased the effect compounds and Humic Acid, Humad large has been cut byradicals.</jats:p
STUDI OPTIMASI TAKAKURA DENGAN PENAMBAHAN SEKAM DAN BEKATUL
Teknik pengomposan keranjang takakura telah banyak digunakan oleh rumah tangga di berbagai kota-kota besar di Indonesia. Pada sisi operasional terdapat kendala meliputi menurunnya efektifitas kinerja penguraian sampah organik sehingga sering terjadi kegagalan proses. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara sederhana dalam meningkatkan kinerja porses pengomposan metode takakura. Secara garis besar, tahapan penelitian dibagi menjadi tahap persiapan, tahap pengomposan, dan tahap
pengolahan data. Penambahan sekam dan bekatul divariasikan ke dalam lima kotak keranjang. Inokulum dalam komposter yang digunakan diambil dari keranjang milik mayarakat. Hasil penelitian menunjukkan penambahan sekam dan bekatul pada variasi
3. 4, dan 5 belum menunjukkan hasil signifikan dalam meningkatkan kinerja inokulum seperti kotak 1. Temperatur inokulum baru masih di atas temperatur variasi/kotak yang
lain. Hal ini disebabkan pada inokulum baru dimungkinkan masih terdapat mikroorganisme aktif serta sisa makanan dan sirkulasi udara yang baik. Namun jika dibandingkan satu persatu, penambahan sekam dan bekatul mampu menaikkan temperatur pada awal penelitian dibanding kotak 2 pada rata-rata proses. Penambahan bekatul dan sekam menyebabkan peningkatan rasio C/N. Namun, peningkatan rasio C/N tidak serta merta membuat kotak 2, 3, dan 4 memiliki proses degradasi yang lebih baik
daripada inokulum baru yang ditandai dengan temperatur. Kandungan Karbon, Nitrogen, Phospor, dan Rasio C/N keseluruhan kompos matang telah memenuhi standar dalam
SNI 19-7030-2004, standar internasional, dan Departemen Pertanian, tetapi masih belum sesuai dengan standar Departemen Pertanian dan PT. PUSRI
STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK MINIHYDRO SISTEM TRANSMISI AIR BAKU PDAB UNIT BREGAS
Distribusi pelayanan listrik di Indonesia hingga kini masih belum merata. Banyak desa-desa di pegunungan yang masih terbatas dalam mengakses pasokan listrik. Salah satu alternatif solusinya ialah dengan memanfaatkan beda ketinggian sistem perpipaan transmisi air baku. Jaringan transmisi PDAB Tirta Utama Jateng Unit Bregas teridiri atas tiga jalur perpipaan meliputi jalur Eksisting, Bregas I, dan Bregas II memiliki 34 Bak Pelepas Tekan yang bisa ditanamkan Pembangkit Listrik Minihydro. Survei lapangan dilakukan dari mata air hingga lokasi Reservoir Yamansari menggunakan GPS. Pengukuran debit aliran pipa menggunakan alat Ultrasonik Flowmeter. Analisis hidrolika perpipaan dihitung dengan formula Hazen-Williams. Alternatif lokasi terbaik yang akan dimanfaatkan potensinya sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro/minihidro adalah ruas perpipaan BPT III A – BPT III B pada jalur Bregas I dengan
potensi daya yang dihasilkan 434,24 kW, kemudian ruas perpipaan Chamber Kalibakung – BPT III A pada jalur Bregas I dengan potensi daya yang dihasilkan 303,71 kW. Kondisi jalur Bergas II masih belum optimal dimana debit yang beroperasi sekarang hanya 150 l/det dapat ditingkatkan menjadi 250 l/det. Ruas perpipaan BPT 6 – BPT 7 pada jalur Bregas II dengan
potensi daya yang dihasilkan 227 kW. Sedangkan sistem Bergas Eksisting tidak direkomendasikan untuk PLTM karena kondisi pipa yang sudah buruk dan kehandalan debit yang kurang baik dari sumbernya
IDENTIFIKASI PENCEMAR WADUK MANGGAR KOTA BALIKPAPAN
Waduk Manggar terletak di Kelurahan Karangjoang Kecamatan Balikpapan Utara merupakan sumber air baku utama sebesar 900 liter/detik. Status mutu air waduk tahun 2013 menunjukkan kondisi tercemar Berat (Badan Lingkungan Hidup, 2013). Kualitas air waduk terukur fluktuatif dimana terjadi penurunan kualitas air secara sesaat hingga baku mutu kelas 4. Untuk mengetahui faktor pencemaran Waduk diperlukan analisa sumber pecemar dan kemampuan daya tampung Waduk Manggar. Sumber pencemaran dapat bersifat alamiah maupun antropogenik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dikuatkan dengan analisa kualitatif. Perhitungan debit menggunakan metode pendekatan konversi curah hujan peanman, analisa daya tampung waduk menggunakan panduan PERMEN LH No. 28 Tahun 2009. Ketersediaan inlet debit kritis pada bulan agustus mencapi 2,8 m3/det. Sedangkan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus, September dan Oktober. Beban pencemaran dominan disebabkan oleh sumber alami tanah podsolik yang bersifat masam dan melarutkan kadar besi yang tinggi di batuan. Hal ini yang menyebabkan penurunan DO secara fluktuatif. Sedangkan beban pencemaran dari aktivitas manusia masih sangat kecil dibandingkan daya purifikasi waduk. Kualitas air waduk memiliki daya tampung yang masih baik dan tergolong kelas 1. Terdapat pengaruh yang signifikan dari kondisi tahun basa dan kering terhadap kualitas air. Pada musim basah, kualitas air waduk cenderung memiliki DO rendah, Fe yang tinggi
Sustainable Development Strategy Of Domestic Waste Infrastructure In The City Of Surakarta
Shifting from traditional system to large, centralised infrastructure domestic waste is widely complex challenge. Most of fhe sanitary system on household in Surakarta use on site septictank, 17% sewerage system reached and16,0% stll open defecations. Sanitation development sustained aims to develop policy and strategies waste management domestic Surakarta in the long term (20 years). The projection use quantitative method and institutional condition approach by SWOT analysis. Surakarta City get priority sanitation urban planning from Indonesian government in Presiden Joko Widodo era. The domestic waste management systems that is Surakarta divided into system on-site and system off site. Waste Water Treatment Plant (WWTP) mojosongo, WWTP pucangsawit and WWTP Semanggi will be developed to treat 30% domestic waste of Surakarta Residence. While on-site system will are served 70% residence by service programs Regular Cleaning Septictank. The toughest challenge is how to increase community participation in waste management and improve the company”s financial condition. Sanitation sustainable development is going to happen if supported by facility development also good, institutional development, the arrangement that oversees, and the public participation
Sustainable Ecotourism Development based on Participatory Rural Appraisal: A Case Study of Thekelan Village, Central Java, Indonesia
Thekelan Village, Kopeng District has a special potency of ecotourism. Thekelan Village is located at an altitude of + 2000 masl with magnificent scenery and surrounded by protected forest areas. The social characteristics of the community are homogeneous, distinctive, and strong highland culture. Thekelan Village has annually received visits from universities and schools for both comparative study and live-in programs. However, the sustainability of the tourism needed to be evaluated since the community has not participated much in the tourism activity (just lodging and communication). Indicators were established to evaluate the sustainability of existing tourism in Thekelan Village. Moreover, a survey, in-depth interview, and focus group discussion have been conducted to the community to assess the readiness to develop sustainable ecotourism. The results showed that the existing tourism has failed to be sustainable. Nevertheless, the community are ready to implement a new program to improve the management of community participation in the rural tourism setting. Therefore, a sustainable ecotourism can be developed and bring more economic benefits to the local people
- …
