37 research outputs found

    Etika Profesi

    No full text
    Etika profesi menjadi perbincangan penting bagi semua kalangan terutama kalangan yang ingin menampilkan performa dan hasil kerja yang prima sesuai dengan norma, nilai dan aturan hukum yang telah dibakukan dan berlaku umum di masyarakat.

    Survival analysis of breast cancer patients in Yogyakarta

    No full text
    A WHO survey conducted revealed that 8-9 percent of women in the world have breast cancer. The highest cancer incidence in Indonesia is breast cancer. The highest prevalence of cancer is in Yogyakarta (4.1 / mile). This research is vital to aim to assess the length of life of patients and prognostic factors associated with survival of breast cancer patients. Research subjects were breast cancer patients who went to dr. Sardjito hospital. Subject data were taken from patient medical records from July 2018 - July 2020. This study used a survival analysis (Cox proportional hazard method), with variables used including neutrophils, lymphocytes, SGOT, albumin, chemotherapy regimens, radiotherapy, hormone therapy, karnofsky index, and stadium are independent variables that will be tested on patient survival as the dependent variable. Using kaplan meier, the -ln[-ln S(t)] curve, and the global test, it is found that all variables meet the proportional hazard assumption. Cox regression analysis used there are two stages, namely bivariate and multivariate analysis. All variables by bivariate analyzed were performed to multivariate analysis. The most significant factors based on multivariate analysis are chemotherapy regimen, hormonal therapy, and stages. This result is expected to provide medical advice regarding the proper treatment of breast cancer patients

    Analisis Sistem Dinamik Dan Kontrol Optimal Pada Model Epidemi Tipe Seit Dengan Perbedaan Periode Exposed Dan Tingkat Kejadian Tersaturasi

    Get PDF
    Penyebaran penyakit menular antarmanusia adalah salah satu fenomena yang dapat dimodelkan. Pada penelitian ini dibahas tentang analisis sistem dinamik dan kontrol optimal pada model epidemi tipe SEIT (Susceptible Exposed Infective Treatment). Adanya variasi virus dan kondisi jasmani yang berbeda tiap individu serta adanya perubahan perilaku dari individu susceptible menjadi alasan pembentukan model epidemi dengan perbedaan periode exposed dan tingkat kejadian tersaturasi. Model diberikan kontrol optimal pengobatan dengan tujuan untuk meminimalkan jumlah individu infective dan biaya pengobatan. Model dikonstruksi berdasarkan tiga kasus, yaitu model I adalah model tanpa pengobatan, model II adalah model dengan pengobatan pada populasi infective, dan model III adalah model dengan pengobatan pada populasi exposed. Ketiga model memiliki dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit yang selalu eksis dan bersifat stabil saat bilangan reproduksi dasar bernilai kurang dari satu, dan titik kesetimbangan endemi yang eksis dan bersifat stabil saat bilangan reproduksi dasar bernilai lebih dari satu. Kontrol pengobatan pada model II dan III keduanya eksis, dan dengan menerapkan Prinsip Pontryagin Maksimum diperoleh kontrol dan sistem yang optimal. Solusi dari sistem optimal yang diperoleh terbukti tunggal untuk interval waktu yang kecil. Analisis yang telah diperoleh dari ketiga model diilustrasikan dengan simulasi numerik menggunakan program Matlab berdasarkan metode Runge-Kutta Orde Empat dan Sweep Maju-Mundur. Simulasi numerik menampilkan hasil yang sesuai dengan hasil analisis, serta menunjukkan bahwa pemberian kontrol pengobatan pada populasi infective lebih efektif daripada pemberian kontrol pengobatan pada populasi exposed. ========================================================================================================== The spread of infectious disease among humans is one of the phenomena that can be modeled. In this research, a dynamical system analysis and optimal control on SEIT (Susceptible Exposed Infective Treatment) epidemic models is discussed. The virus variation, different physical conditions of each individual, and behavioral change of susceptible individuals are the reason to form a model with diversity of exposed period and saturated incidence rate. The treatment optimal control is given in the models, witch an aim of the control is minimizing infective individuals number and treatment costs. The Model is constructed into three cases, model I is a model without treatment, model II is a model with treatment in the infective population, and model III is a model with treatment in the exposed population. All of model have two equilibrium points, i.e. disease-free equilibrium point which always exists and stable when the basic reproduction number is les than one, and the endemic equilibrium point which exists and stable when the basic reproduction number is greater than one. Treatment control in model II and III both exist, and by applying Maximum Pontryagin Principle, control and optimality system are obtained. Solution of the optimality system is already proved that unique for a small time interval. The analysis that has been obtained from the three models are illustrated with numerical simulations using Matlab program based on Fourth Order Runge-Kutta dan Forward-Backward Sweep method. Numerical simulations show the results in accordance with the analysis results, and it shows that giving treatment control in the infective population is better than giving treatment control in the exposed population

    Strategi Pencegahan Endemi HIV/AIDS dengan Menggunakan Pemodelan Matematika

    Get PDF
    HIV merupakan virus yang dapat menyebabkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. WHO memperkirakan AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Indonesia masih memiliki angka penderita HIV yang relatif tinggi. Penderita HIV di Indonesia tidak lagi di kota-kota besar, namun juga penduduk di kota-kota kecil. Bojonegoro merupakan kota kecil yang ada di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk sekitar 1.408.089 jiwa manusia. Pada saat ini Bojonegoro menjadi salah satu pusat tambang minyak di Indonesia. Meningkatnya proyek migas di Blok-Cepu serta pesatnya pembangunan menimbulkan dampak sosial yang negatif di tengah masyarakat. Terutama banyaknya tempat-tempat prostitusi yang memicu penularan penyakit HIV/AIDS di Bojonegoro. Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius. Model matematika seringkali digunakan untuk menjelaskan fenomena dalam bidang biologi, seperti model penyebaran penyakit menular. Fenomena tersebut dimodelkan oleh persamaan diferensial dengan representasi proses waktu kontinu. Populasi penduduk Bojonegoro yang sehat, terinfeksi HIV, dan pengidap AIDS, serta populasi serupa di kota lain yang warganya melakukan perpindahan penduduk ke bojonegoro dimodelkan dalam bentuk sistem persamaan diferensial. Analisis terhadap sistem diperoleh titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik. Bilangan reproduksi dasar  menentukan kestabilan dari titik kesetimbangan dan parameter-parameter yang dapat dikendalikan dalam upaya pencegahan endemi HIV/AIDS di Kab.Bojonegoro. Hasil pembahasan menunjukkan jika Kab.Bojonegoro dalam kondisi endemi HIV/AIDS dibuktikan dengan nilai . Strategi pencegahan endemi dapat dilakukan dengan menurunkan rate penularan dan rate perpindahan penduduk sampai diperoleh . Dengan nilai , maka akan diperoleh kondisi Kab.Bojonegoro yang bebas penyakit

    PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER UNTUK MENDUKUNG UPAYA PEMERITAH DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberika wawasan tentang pentingnya penggunaan hand sanitizer di masa pandemic ini, dan memberikan pelatihan pembuatan hand sanitizer sesuai standar WHO sebagai upaya Pencegahan penularan Covid-19 di kecamatan Trucuk. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari 3 tahap yaitu penyuluhan, pelatihan pembuatan hand sanitizer, dan penyebaran angket. Selama kegiatan ini berlangsung, peserta terlihat bersemangat mulai dari saat penyuluhan tentang keefektifan penggunaan hand sanitizer, cara penggunaan hand sanitizer, dan jenis hand sanitizer yang sesuai standart WHO. Ketika praktik pembuatan hand sanitizer juga terlihat peserta sangat antusias ditunjukkan dengan berperan aktif saat praktik secara berkelompok dalam pembuatan hand sanitizer oleh pemateri. Selain itu peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan remaja karang taruna sangat aktif Ketika diadakan sesi tanya jawab oleh pemateri. Setelah pelatihan ini akhirnya peserta dapat memahami betapa pentingnya penggunaan hand sanitizer dimasa pandemic ini, terlihat dari hasil angket yang diisi oleh peserta setelah kegiatan. Peserta pelatihan memberikan respon positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Peserta pelatihan tampak antusias yang ditunjukkan dengan semua peserta ikut menyimak dan terlibat dalam praktek pembuatan hand sanitizer. Berdasarkan angket evaluasi kegiatan diperoleh hasil bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi peserta. Peserta juga tertarik untuk mengikuti acara sejenis dengan topik yang berbeda.Abstract:  This activity aims to provide insight into the importance of using hand sanitizers during this pandemic and provide training on making hand sanitizers according to standards to prevent the transmission of Covid-19 in Trucuk sub-district. The method of implementing community service activities consists of 3 stages, namely counseling, training on making hand sanitizers, and distributing questionnaires. During this activity, the participants looked enthusiastic starting from the time of counseling about the effectiveness of using hand sanitizers, how to use hand sanitizers, and the types of hand sanitizers according to WHO standards. During the practice of making hand sanitizers, the participants were very enthusiastic, which was shown by the presenters playing an active role during group practice in making hand sanitizers. In addition, PKK women and youth group participants were very active when the presenters held a question and answer session. After this training, participants finally understood how important it is to use hand sanitizers during this pandemic, as seen from the questionnaire results that participants filled out after the activity. The training participants gave a positive response to the activities carried out. The training participants seemed enthusiastic, which was shown by all the participants listening and being involved in the practice of making hand sanitizers. Based on the activity evaluation questionnaire, it was found that this activity was beneficial for the participants. Participants are also interested in participating in similar events with different topics

    PENERAPAN KONSEP PERKALIAN BERBASIS MONTESSORI PADA PROSES PEMBELAJARAN TUNAGRAHITA

    Get PDF
    Nimas Ajeng Erliyanti. 2025. Penerapan Konsep Perkalian Berbasis Montessori Pada Proses Pembelajaran Tunagrahita. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro. Pembimbing (1) Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., (2) Naning Kurniawati, M.Pd Kata kunci: tunagrahita, perkalian, Montessori, matematika, alat bantu ajar Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap kesulitan yang dialami siswa tunagrahita dalam memahami konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak, khususnya pada operasi perkalian. Kesulitan ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran, mengingat karakteristik siswa tunagrahita yang memerlukan pendekatan khusus dan pembelajaran yang lebih konkret. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran konsep perkalian dengan pendekatan Montessori, sekaligus mengidentifikasi berbagai peluang dan hambatan yang muncul selama proses berlangsung. Penelitian dilaksanakan di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bojonegoro dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa tunagrahita ringan hingga sedang yang mengikuti pembelajaran matematika. Untuk menunjang pemahaman, digunakan alat bantu konkret berbasis metode Montessori, seperti sedotan warna-warni, cup gelas, tutup botol, permen, dan kartu angka. Selama proses pembelajaran, ditemukan berbagai hambatan, seperti kesulitan menghitung, lemahnya daya ingat, serta keterbatasan dalam mempertahankan fokus. Namun demikian, penggunaan alat bantu konkret yang tepat ternyata mampu membantu siswa memahami konsep perkalian, termasuk konsep dasar, sifat komutatif, dan sifat asosiatif, meskipun masih pada tahap awal pemahaman. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan disertai pendampingan intensif terbukti memberikan dampak positif. Tidak hanya membantu siswa dalam memahami materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif mereka dalam pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar matematika.

    APPLICATION OF ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS METHOD AS A DECISION SUPPORT SYSTEM IN THE RECRUITMENT OF LECTURERS AT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

    Get PDF
    Each college is obliged to create an ideal ratio of lecturers and students. To improve internal quality or quality on an ongoing basis to meet the ideal ratio of lecturers and students, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri always recruits lecturers every year. The file selection flow at the administrative selection stage of lecturer recruitment at Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri is still carried out conventionally to ensure prospective lecturers are selected to pass to the next stage. The assessment process is subjective, and this can cause inconsistency in the provision of grades in each prospective alternative lecturer. This study aims to design and apply the Analytical Hierarchy Process method to support decisions in the recruitment of lecturers at Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. So that in this calculation, the priority of Recruitment of Lecturers at Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri is obtained as follows; Recent Education 41.22%, GPA 20.61%, Achievement 13.74%, Accreditation 10.3%, Experience 8.24%, and Test 5.89%. Based on the research conducted, the same results were obtained with data in the field that those selected to become lecturers in the mathematics education study program were prospective lecturers with the initials FN, with a total score of 0.1168. The results of applying the Analytical Hierarchy Process method can provide recommendations for selecting alternative lecturer candidates for Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri who are more objective
    corecore