5,831 research outputs found
Study Of Paradigma "Baru Memahami Hadis Nabi" By Arifuddin Ahmad
Dalam hal memahami hadis Nabi, ada beberapa buku yang membahasnya salah satunya adalah buku Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi karya Arifuddin Ahmad. Buku yang lahir dari disertasi Arifuddin Ahmad ini adalah penelitian yang menyoroti pembaruan pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail dalam membicarakan persoalan hadis. Arifuddin Ahmad dalam menulis buku ini, bahwa ia memfokuskan diri untuk mengangkat corak pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail tentang hadis Nabi saw. dalam menyikapi perkembangan zaman, khususnya di Indonesia. Untuk mengetahui corak pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail, maka kajian diarahkan kepada pemikirannya yang berkaitan dengan kaidah kesahihan sanad dan matan hadis, serta kecenderungan pendekatan yang digunakannya dalam memahami hadis Nabi saw
Metodologi Ilmu Hadis (Suatu Analisis Pemikiran Arifuddin Ahmad tentang Metodologi Pemahaman Hadis)
Tujuan penulisan ini adalah untuk memaparkan pentingnya metodologi Ilmu Hadis dalam memahami Hadis Nabi saw. dan menganalisis pemikiran Arifuddin Ahmad tentang pemahaman Hadis (kajian Ilmu Ma’a>ni al-Hadi@s) dalam memahami Hadis Nabi saw. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perlu Metodologi Ilmu Hadis (kajian Ilmu Ma’a>ni al-Hadi@s) untuk memahami Hadis Nabi saw., dan Arifuddin Ahmad mempergunakan tiga pendekatan dalam memahami Hadis Nabi saw, yaitu analisis tekstual, intertekstual dan kontekstual
Kritik Atas Kritik Kamaruddin Amin: (Menguji Kembali Keakuratan) Metode Kritik Hadis
Dalam hal memahami hadis Nabi, ada beberapa buku yang membahasnya salah satunya adalah buku Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi karya Arifuddin Ahmad. Buku yang lahir dari disertasi Arifuddin Ahmad ini adalah penelitian yang menyoroti pembaruan pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail dalam membicarakan persoalan hadis. Arifuddin Ahmad dalam menulis buku ini, bahwa ia memfokuskan diri untuk mengangkat corak pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail tentang hadis Nabi saw. dalam menyikapi perkembangan zaman, khususnya di Indonesia. Untuk mengetahui corak pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail, maka kajian diarahkan kepada pemikirannya yang berkaitan dengan kaidah kesahihan sanad dan matan hadis, serta kecenderungan pendekatan yang digunakannya dalam memahami hadis Nabi saw
Implementation of KH Ahmad Dahlan's educational thoughts in the merdeka curriculum
This research aims to see how the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the kurikulum merdeka that is being promoted by the government through KEMDIKBUDRISTEK. The research method used is a literature review where the author collects data on the educational thoughts of KH Ahmad Dahlan, independent curriculum and discusses how it is implemented. The results of the study show that the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the independent curriculum in several aspects including: in the education system, namely the integration of religious and Scientific knowledge curricula, in the aspect of educational goals, namely the formation of students who are religiously knowledgeable and intelligent in insight and scientific views which are reflected in the Pancasila student profile, in terms of technical implementation, namely indications of pending development of educational implementation, in terms of learning methods namely contextual learning which is reflected in intracurricular and cocurricular learning models on independent curriculum. In addition to these four aspects, both KH Ahmad Dahlan and the concept of independent curriculum focus on developing students both individually and socially. The implication of this research is the formation of educational institutions that truly become an answer to the needs of students in facing the development of time, not just schools as a formality to get a diploma. As for educators, they should be more open-minded so that they are ready to develop and ready to become a solution for student development
Hadith Concerning Bathing the Dead: Its Implementation at PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta
Bathing the corpse is one form of farḍu kifāyah in Islam. In Yogyakarta, the practice of bathing the corpse has been facilitated by one of them, PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta. Due to the legality of the community institution, the author feels the need to examine the form of implementation (practice), basis, and validity of the evidence for bathing the corpse. This type of research is qualitative field research with interview, observation and documentation data collection techniques. Furthermore, to understand the meaning of the hadith, the researcher uses the methodology of understanding the hadith of Arifuddin Ahmad, with textual, intertextual and contextual interpretation methods. In this study, it was found that the practice of bathing the corpse at PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta in its implementation begins with determining who will bathe the corpse, which begins with the intention, placing the corpse in a closed room and ending with maintaining the corpse's disgrace. In this case, there is a discrepancy between the text of the hadith and its implementation. Such as bathing a person who died from burning, in terms of braiding and the use of inconsistent wet cloth
Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis
Dalam hal memahami hadis Nabi, ada beberapa buku yang membahasnya salah satunya adalah buku Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi karya Arifuddin Ahmad. Buku yang lahir dari disertasi Arifuddin Ahmad ini adalah penelitian yang menyoroti pembaruan pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail dalam membicarakan persoalan hadis. Arifuddin Ahmad dalam menulis buku ini, bahwa ia memfokuskan diri untuk mengangkat corak pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail tentang hadis Nabi saw. dalam menyikapi perkembangan zaman, khususnya di Indonesia. Untuk mengetahui corak pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail, maka kajian diarahkan kepada pemikirannya yang berkaitan dengan kaidah kesahihan sanad dan matan hadis, serta kecenderungan pendekatan yang digunakannya dalam memahami hadis Nabi saw
Pengaruh Latihan Shuttle Run terhadap Peningkatan Kelincahan Wasit Komunitas Futsal Malang (KFM).
ABSTRAK Arifuddin, Sultan Ahmad. 2015. Pengaruh Latihan Shuttle Run terhadap Peningkatan Kelincahan Wasit Komunitas Futsal Malang (KFM). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmanidan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd. Kata Kunci: shuttle run, kelincahan, wasit Futsal merupakan permainan yang cepat dengan waktu yang pendek dan ruang gerak yang sempit. Olehkarenaitu, wasit futsal dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan selalu melakukan rotasi secara diagonal sesuai dengan arah bola, agar wasit bisa mengambil keputusan dengan benar atas pelanggaran yang terjadi. Seorang wasit futsal harus selalu menjaga kebugaran fisik dengan selalu berlatih untuk menjaga dan meningkatkan kondisi fisik, khususnya bagi para wasit Komunitas Futsal Malang (KFM). Berdasarkanhasil fitness test yang telah dilakukan, masih banyak wasit futsal di JawaTimur yang kualitas kondisi fisiknya di bawah rata-rata, sehingga diperlukan model latihan yang dapat meningkatkan kondisi fisik wasit futsal, terutama kualitas kelincahannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan shuttle run terhadap peningkatan kelincahan wasit Komunitas Futsal Malang (KFM). Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen yang dilakukan kepada wasit Komunitas Futsal Malang (KFM) dengan rentang usia antara 20-23 tahun. Jumlah sampel sebanyak 20 orang dan dibagi menjadi dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen penelitian menggunakan tes lari Illinois. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latihan shuttle run memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan wasit (Fh= 4,62>Ft= 4,41). Kedua, latihan konvensional tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan wasit (Fh= 0,86t= 4,41). Ketiga, ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan shuttle run dengan latihan konvensional terhadap peningkatan kelincahan wasit (Fh=12,851 >Ft= 4,41), dan latihan shuttle run (mean = 19,368 dan SD = 0,907) memberikan pengaruh lebih baik terhadap peningkatan kelincahan wasit dar ipada latihan konvensional (mean = 20,677 dan SD = 0,908). Saran yang dapat diberikan kepada pembina wasit Komunitas Futsal Malang (KFM), hendaknya menggunakan latihan shuttle run sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan, karena dari hasil penelitian yang telah dilakukanternyata latihan shuttle run memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan kelincahan wasit Komunitas Futsal Malang (KFM)
Perbandingan Model Dakwah di Facebook; Wahdah Islamiyah dan S. Ahmad Fadl Al-mahdaly
This article uses a qualitative-descriptive method by comparing the da'wah activities carried out by Wahdah Islamiyah Mamuju and S. Ahmad Fadl Al Mahdaly on Facebook. The sources used were direct observations of their accounts and evaluating their respective strengths and weaknesses. The option to use Facebook as a medium for da'wah is crucial due to the presence of digital media with convergent and fluid specifications, making it fertile ground for post-truth development. Society is flooded with public opinions influenced by emotions and personal beliefs, false information and factual distortions easily seep in when they align with our feelings and thoughts, while objective factual truth is sidelined. False news and hoaxes package lies, slander, and falsehood and spread rapidly with the help of buzzers from public figures, artists, or people who share similar beliefs and ideologies.Tulisan ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan membandingkan aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Wahdah Islamiyah Mamuju dan S. Ahmad Fadl Al Mahdaly. Sumber yang digunakan adalah pengamatan langsung terhadap akun keduanya. Serta menilai kelebihan dan kekurangan masing-masing.Opsi menjadikan Facebook sebagai media dakwah sangatlah penting. Sebab kehadiran media digital dengan spesifikasi yang konvergen dan cair menjadi lahan subur untuk perkembangan posttruth. Masyarakat dibanjiri dengan opini publik yang dipengaruhi emosi dan keyakinan pribadi, informasi yang sesat dan penyimpangan fakta dengan mudah meresap ketika hal itu sesuai dengan perasaan dan pemikiran kita, sementara kebenaran objektif faktual menjadi terpinggirkan. Berita yang tidak benar (hoax) dan berita palsu (fakenews) mengemas kebohongan, fitnah, dusta dan menjadi sangat cepat tersebar dengan memanfaatkan buzzer (pendengung) dari tokoh-tokoh masyarakat, artis atau orang-orang yang memiliki pemikiran dan keyakinan yang sepaham
Developing Guidebook of Sexual Violence Prevention and Control in Universitas Ahmad Dahlan
Higher education should be a safe and comfortable place for students to receive education. However, in reality, many cases of sexual violence occur in the university environment. Many victims of sexual violence do not dare to report the incident to the authorities. Meanwhile, some victims who have reported their cases have not received a resolution to the problems they complained about. Based on the results of a student needs survey, as many as 64.7% of students need a guidebook for preventing and controlling sexual violence. Based on the survey results, the author aims to research and develop a guidebook for preventing and controlling sexual violence. After going through four stages of R&D 4D model, this guidebook contains the background, scope, juridical and empirical studies, and mechanisms for preventing and controlling sexual violence. Based on the results of media expert validation tests, this book obtained an Index Aiken’s V Coefficient of 0.81 which is in the high category. Meanwhile, the results of material expert validation tests show that the Index Aiken’s V Coefficient of this book is 0.83, which is also included in the high category. This guidebook will be used as a reference in realizing efforts to prevent and overcome sexual violence in the higher education environment, especially at Universitas Ahmad Dahlan
Flexible superconducting ceramic polymer composites and method of making same, U.S. Patent 5,108,981
Superconducting ceramic material is woven into an interconnected structure and embedded in a polymer to produce a flexible, superconducting ceramic material. The polymer also provides protection from moisture. The ceramic polymer composite is fabricated by soaking a carbon fabric in a solution of metal nitrates, ethylene glycol and citric acid to yield a nominal composition of, for example, YBa2Cu3O7-x. Heat treatment results in the decomposition of the nitrates, organics and carbon fabric to produce an interconnected structure of the superconducting ceramic material which takes the shape of the original carbon fabric on a reduced scale. In addition, the processing conditions yield significant grain orientation. The superconducting grains of the ceramic material align along the direction of the original fabric weave which provides an improvement of the critical current densities
- …
