240 research outputs found

    Transplantasi Terumbu Karang Acropora spp, Untuk Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Panjang, Teluk Banten

    Get PDF
    Teluk Banten menyimpan kekayaan sumberdaya terumbu karang. Selama beberapa tahun terakhir telah terjadi perubahan sumber daya terumbu karang yang disebabkan dari perubahan lingkungan. Periode pemulihan untuk terumbu yang rusak sangat bervariasi, pemulihan dengan transplantasi karang untuk membuat terumbu buatan dapat berguna untuk meningkatkan keanekaragaman hayati. Studi rehabilitasi terumbu, koloni karang terutama Acropora spp ditransplantasikan diluasan area sekitar 50 m2 di Perairan Pulau Panjang Teluk Banten dengan rak transplantasi model hybrid dengan kedalaman 1,5-2 m. Pertumbuhan dan mortalitas dipantau selama 8 bulan. Tingkat kelangsungan hidup karang selama kurun waktu 8 bulan setelah transplantasi adalah 95%. Sebagian besar mortalitas transplantasi akibat aksi peningkatan suhu perairan terjadi selama 6 bulan. Tingkat pertumbuhan sangat bervariasi dengan seperempat dari transplantasi menunjukkan pertumbuhan negatif selama setiap periode antar survei. Beberapa jenis spesies yang ditransplantasi seperti Acropora carduus, Acropora cervicurnis, Acropora formosa, Acropora grandis, Acropora intermedia, dan Acropora pulchra memiliki tingkat pertumbuhan yang cukup baik. Dari awal penanaman Acropora spp terjadi penambahan dengan Panjang 6,44 cm dengan laju pertumbuhan sebesar 0,025 cm/hari, atau 0,757 cm/bulan, atau asumsi laju pertumbuhan tahunan sebesar 9,09 cm/tahun. Transplantasi jenis Acropora spp merupakan spesies dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi dengan mortalitas yang relatif rendah. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup transplantasi dapat disimpulkan: (1) spesies transplantasi harus dipilih dengan hati-hati karena spesies tertentu secara signifikan lebih dapat menerima transplantasi daripada yang lain, (2) pilihan apakah fragmen atau seluruh koloni ditransplantasikan dapat sangat mempengaruhi kelangsungan hidup, (3) kehilangan transplantasi yang cukup besar kemungkinan besar dari lokasi energi yang lebih tinggi apa pun metode pelekatan, (4) transplantasi harus, secara umum, dilakukan hanya jika pemulihan setelah rekrutmen alami tidak mungkin dilakukan

    Upaya Peningkatan Aktivitas Gerak Siswa pada Pelajaran Atletik Nomor Lari Sprint 50 M melalui Pendekatan Bermain V Di SDN Ngembul III Kec. Binangun Kab. Blitar

    No full text
    ABSTRAK Afandi, Arif. Upaya Peningkatan Aktivitas Gerak Siswa pada Pelajaran Atletik Nomor Lari Sprint 50 M melalui  Pendekatan Bermain V Di SDN Ngembul III Kec. Binangun Kab. Blitar, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E Winarno. M.Pd, (II) Drs. Mardianto M.Kes. Kata Kunci: Aktivitas Gerak Siswa, Lari Sprint             Atletik merupakan dasar dari berbagai cabang olahraga. Atletik telah diberikan kepada siswa sejak di sekolah dasar. Hal yang diperlukan dalam pembelajaran atletik adalah (1) waktu yang tersedia, (2) umur, kemampuan dan tingkat kedewasaan siswa, (3) ukuran kelas dan ruang yang tersedia, (4) alat dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran Penjaskes tujuan utama dalam keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam koordinasi, sehingga terwujud otomatisasi gerak jasmani. Lari sprint sebagai bagian dalam cabang atletik merupakan salah satu materi yang harus diberikan pada siswa. Tujuan Penelitian tindakan kelas ini adalah untuk Mengetahui apakah pendekatan bermain dapat meningkatkan Aktivitas Gerak Siswa Kelas V Dalam Pelajaran Penjasorkes Nomor Lari Sprint 50 M Di SDN Ngembul III Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.Siswa memiliki Aktivitas Gerak tinggi dapat dipengaruhi dari segi rekayasa guru dalam menyusun desain pembelajaran yang menarik. Rekayasa dalam hal ini adalah suatu stimulus yang diberikan kepada siswa sehingga siswa merespon (Aktivitas Geraknya meningkat). Dengan meningkatnya Aktivitas Gerak siswa dalam pembelajaran diharapkan siswa memperoleh hasil yang optimal. Hasil pembelajaran inilah yang akan dibawa siswa dalam proses belajar sepanjang hayat. Berkaitan dengan itu, maka perlu diadakan penelitian dalam rangka peningkatan Aktivitas Gerak siswa terhadap lari sprint.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat refleksi oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dan tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukannya itu serta memperbaiki kondisi dimana praktek-praktek pembelajaran dilaksanakan Penelitian yang telah dilakukan telah sesuai dengan tujuan yaitu meningkatkan Aktivitas Gerak siswa terhadap atletik nomor lari sprint 50 m dengan pendekatan bermain. Hasil keseluruhan Aktivitas Gerak siswa adalah 100% yang termasuk dalam kategori baik.Pada penelitian ini diperoleh 2 kesimpulan sebagai berikut: (1) penerapan pendekatan bermain dan estafet pendular dapat meningkatkan Aktivitas Gerak siswa terhadap pembelajaran lari sprint 50 m. (2) penerapan pendekatan bermain dan estafet pendular memperbaiki keterampilan siswa dalam pembelajaran lari sprint 50 m sehingga nilai siswa memenuhi SKM yang ditentukan sekolah

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dipadu Think Pair Share pada Materi Sistem Koordinasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Malang Tahun Ajaran 2017/2018.

    No full text
    ABSTRAK   Afandi, Arif. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dipadu Think Pair Share pada Materi Sistem Koordinasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas Xi Sma Negeri 2 Malang Tahun Ajaran 2017/2018. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes.   Kata Kunci: Problem Based Learning, Think Pair Share, Kemampuan Berpikir Kritis Pada masa sekarang dalam menghadapi perkembangan abad 21, kemampuan berpikir kritis merupakan hal yang penting. Kemampuan berpikir kritis ini dinilai masih perlu ditingkatkan dalam pembelajaran di sekolah. Kemampuan tersebut dapat dibangun melalui model pembelajaran yang mendukung munculnya kemampuan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi SMAN 2 Malang diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih perlu untuk ditingkatkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penerapan model PBL memerlukan aturan dan rutinitas yang jelas sehingga membuat pelajaran berjalan lancar tanpa gangguan. Penerapan Model PBL memiliki kekurangan seperti dapat ditemukan siswa yang mengandalkan teman satu kelompoknya. Model PBL memerlukan penanganan yang tepat. salah satu cara penanganan kekurangan dari model PBL yaitu dengan memadukan model PBL dengan model Think Pair Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning dipadu dengan Think Pair Share pada materi Sistem Koordinasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data yaitu kegiatan memilih data, menyederhanakan data serta transformasi data kasar dari hasil obeservasi dan catatan lapangan. Penelitian dilakukan selama 2 siklus. Penelitian diawali dengan perencanaan. Tahap perencanaan dilakukan penyusunan rancangan yang akan digunakan untuk implementasi. Silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja siswa, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran PBL dipadu TPS dan soal tes dipersiapkan untuk digunakan dalam penelitian. Tahap selanjutnya tindakan dan pengamatan, berisi kegiatan mengajar menggunakan model PBL dipadu TPS yang diamati oleh observer. Pada tiap akhir siklus dilakukan refleksi kegiatan. Hasil persentase keterlaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II secara berurut-turut, sebesar 78,87% dengan kategori baik dan 93,05% dengan kategori baik sekali. Nilai pretes siswa pada siklus I sebesar 44,14 (kategori sedang) meningkat menjadi 62,62 (kategori tinggi). Pada siklus I terjadi peningkatan nilai pretes 1 ke tes sikus I sebesar 18,48. Nilai pretes siswa pada siklus II sebesar 45,65 (kategori sedang) meningkat menjadi 65,1 (kategori tinggi) pada nilai tes siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan nilai pretes 2 ke tes siklus II sebesar 19,45. Peningkatan nilai tes dari siklus I hingga siklus II yaitu sebesar 2,48

    Kunjungan hormat UDA Holdings

    No full text
    5 Ogos 2020 ACIS diwakili oleh PM Dr. Nurhidayah Muhamad Hashim (Dekan), Dr. Amal Hayati Ishak (Timb. Dekan Akademik), PM Dr. Mohd Afandi Mat Rani (Koordinator ICAN), Dr. Mohd Izzat Amsyar Mohd Arif (Koordinator Korporat), dan Ustazah Sharifah Fadylawaty Syed Abdullah (Pengarah ZAWFI 2020)

    Quasi Z-Source Inverter Menggunakan Active Switched Impedance Bertingkat

    No full text
    RINGKASAN Prabowo, Rahmatullah Aji. 2019. Quasi Z-Source Inverter Menggunakan Active Switched Impedance Bertingkat. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T., Ph.D. (II) Irham Fadlika, S.T., M.T.Kata Kunci: Z-Source Inverter, EBASZ-qZSI, Boost Factor, Voltage Gain, Riak Arus Induktor, Stress Tegangan Kapasitor, Stress Tegangan Dioda.&nbsp

    Kunjungan hormat Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM)

    No full text
    Pada 11 Ogos 2020, ACIS diwakili oleh PM Dr. Nurhidayah Muhamad Hashim (Dekan), PM Dr. Mohd Afandi Mat Rani, Dr. Hajar Opir, Dr. Mohd Izzat Amsyar Mohd Arif, Dr. Mohd Hapiz Mahaiyadin, Ustazah Zakiah Samori dan Ustazah Sharifah Fadylawaty Syed Abdullah (Pengarah ZAWFI 2020)

    Kimia teknik / oleh Arif Nur Afandi

    No full text

    Analisis Histogram pada Citra Digital yang Dimampatkan dengan Metode Kuantisasi

    No full text
    Perkembangan teknologi saat ini begitu pesat, salah satunya adalah perkembangan teknologi dalam pengolah citra digital. Semakin berkembangnya teknologi tersebut maka kualitas dari suatu citrapun berkembang pula dari yang dulunya hitam putih/biner kini citra lebih berwarna dan bisa diolah sesuai keinginan. Citra digital dalam layar ditampilkan dalam bentuk kotak-kotak kecil yang sangat halus dimana didalamnya terdiri dari kumpulan dari warna-warna. Kotak - kotak kecil yang terdapat dalam citra digital disebut dengan pixel.. Masing-masing pixel pada citra mempunyai nilai kuantitatif antara 0 sampai 255, untuk citra berwarna terdiri dari 3 warna. Tingginya kualitas dari citra yang dihasilkan oleh mesin pengolah citra juga mempengaruhi besarnya ukuran memori yang ada dalam citra digital tersebut. Oleh karena itu pemampatan citra sangatlah penting untuk efisiensi waktu dalam pengiriman dan penyimpanan citra tersebut. Pemampatan dengan Metode Kuantisasi dilakukan dengan cara memampatkan derajat keabuan citra menjadi 7 bit, 6 bit, 5 bit, 4 bit, 3 bit, 2 bit, dan 1 bit. Penelitian pemampatan dilakukan pada citra berwarna ataupun citra keabuan. Untuk mengetahui kualitas citra hasil dari pemampatan tersebut digunakan Histogram, nilai MSE, dan Nilai PSNR. Besarnya nilai PSNR dipengaruhi oleh besar kecilnya nilai MSE dimana nilai MSE dipengaruhi oleh besar kecilnya bit pemampatan. Semakin besar nilai MSE pada citra hasil pemampatan tersebut maka nilai dari PSNR akan semakin kecil

    Condition audit and maintenance for public building (Police Quarters) / Mohd Nor Rashidee Nora Afandi

    Get PDF
    Building maintenance is very important in a placement or an area. It is ensuring the life healthy ones and harmony achievable due to building in which case in good. In fact building that well groomed necessarily become choice for population so that they felting safe to stay. Accordingly, maintenance was of paramount importance in safeguarding asset from problem. To know about problems and so on maintenance, 4 Case studies was elected according to field study topic. Case study is made under supervise PDRM (Polis DiRaja Malaysia). The area that studied is under Shah Alam district and Klang district and focussed in managing and problem that faced by building and population. In providing dissertation, there will study on the maintenance of the police quarters and there will be brief condition audit to know building condition and problem that there are in building that maintained by officers that responsible by PDRM. Additionally, author should also know public satisfaction on the problem of encountering. Lastly, some suggestions proposed to overcome those problems emerges in management and some suggestions also been given in improving maintenance management quality in building quarters police
    corecore