122 research outputs found
Kadar Glikodelin-A Tikus Putih (Rattus norvegicus) Betina pada Siklus Reproduksi Berbeda
Glikodelin merupakan protein lipokalin utama pada inti reproduksi dengan
beragam fungsi dalam kehadiran sel dan diferensiasinya. Glikodelin dikenal
dengan protein endometrial yang terasosiasi dengan progesteron (PAEP). Tujuan
penelitian untuk mengetahui tingkat glikodelin-A darah yang terkandung pada
setiap siklus reproduksi tikus putih (Rattus norvegicus) betina yang berbeda,
dengan mengukur kadar glikodelin-A di dalam darah melalui uji Enzyme-Linked
Immunosorbent Assay (ELISA). Penelitian ini menggunakan dua belas tikus
Spraque-Dawley betina, yang terbagi dalam empat kelompok siklus reproduksi:
proestrus, estrus, metestrus, diestrus. Penentuan panjang siklus reproduksi
menggunakan vaginal smear. Hasil disajikan secara analisis deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kadar glikodelin-A pada fase proliferatif memiliki
konsentrasi yang lebih tinggi daripada fase folikular. Hal ini dipengaruhi oleh
progesteron yang dihasilkan sebanding dengan tingkat sekresi glikodelin-A
Sifat Fisis dan Mekanis Wood Pellet dari Cabang dan Ranting Tiga Jenis Mangrove
The increasing use of wood as a fuel causes dependence. This can lead to over exploitation of trees, so it is necessary to develop new alternative energy to switch
dependencies of the wood. This research focuses on developing biofuel in the form
of pellets from three species of mangrove branches and twigs. Three types of
mangroves were used, namely Buta-buta (Excoecaria agallocha), Bakau Minyak
(Rhizophora apiculata) and Mata Buaya (Bruguiera sexangula) with bark and
non-bark treatment. The purpose of this study was to assess the physical and
mechanical properties of wood produced from three species of mangrove
branches and twigs. Physical and mechanical properties include density, Specific
gravity, moisture content, stack density, measurement dimensions (diameter and
length) and compression toughness. Testing for density, moisture content, and
dimensions (diameter and length) refers to EN ISO standards. Specific weight and
stack density tests refer to Khalil's research (1999). In the meanwhile,
compression toughness test with ASTM D 4179 standard. The specific weight of
raw materials showed varying results for all types and treatments. Buta-buta was
known to have the lowest specific weight value of all types and treatments. The
yield of wood pellets is known to vary but has relatively close yields for each type
and treatment. The specific weight value of pellets with bark was in the range of
values 0.679 g/cm³ - 0.942 g/cm³, while the treatment without bark was in the
range of values 0.607 g/cm³ - 0.823 g/cm³. The variation in density is directly
proportional to the value of the Specific Weight pellet. Specific Weight pellets
treated with skin were known to have a value range of 0.841-1.011, while those
without skin had a value range of 0.865 - 0.963. The mean water content results
are known to be very low in water content and are relatively consistent with
values ranging from 1.044% - 1.075% for all species and treatments.
Measurements of pellet dimensions in relative diameter measurements are
consistent with an average diameter of 0.4 cm, but pellet lengths vary further. The
results of testing the physical properties (moisture content, density and
dimensions) of branch and twig pellets, both treated with and without bark, had a
good quality wood pellets and complied with the standards of several European
countries. Due to the effect of powder size and die hole size equalization, the
pellet heap density values are relatively similar, ranging in value from 251 g/cm3
- 328 g/cm3. It also affected the results of the compressive strength test, with
relatively high average values of 166.29 kgf/cm² for skinned pellets and 190.86
kgf/cm² for unskinned pellets.91 HalamanSkripsi Sarjan
UPAYA PENCEGAHAN KETERLAMBATAN KM. DOBONSOLO MELALUI OPTIMALISASI KEGIATAN EMBARKASI DAN DEBARKASI PENUMPANG
ABSTRAKSI
Irvan Fadillah Nurwantoro NIT: 51145220 N, 2019, "Upaya Pencegahan
Keterlambatan KM. DOBONSOLO Melalui Optimalisasi Kegiatan
Embarkasi dan Debarkasi Penumpang", Skripsi Program Studi Nautika,
Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Capt. Ali Imran Ritonga, MM, M.Mar. dan Pembimbing II: H. Mustholiq,
MM.
Pelaksanaan embarkasi dan debarkasi yang cepat dan aman serta lancar
merupakan tujuan utama para penumpang. Upaya tersebut di maksudkan agar kapal
dan muatan serta keselamatan para penumpang bisa terjamin saat proses embarkasi
dan debarkasi. Proses embarkasi dan debarkasi yang terjadi di kapal KM.
DOBONSOLO sewaktu di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya adalah kurang
efisiennya manajemen untuk mengatur penumpang yang akan naik dan turun, serta
kurangnya fasilitas yang memadai di terminal pelabuhan.Sehingga para penumpang
saling berdesakkan dan dapat mengakibatkan atau membahayakan jiwa para
penumpang tersebut. Sedangkan PT. PELNI sebagai penyedia sarana transportasi
pun tidak meningkatkan pelayanan–pelayanan diatas kapal, bahkan terkesan hanya
mencari keuntungan tanpa memperdulikan kualitas pelayanan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, menunjukkan
beberapa faktor-faktor yang menghambat jalannya proses embarkasi dan debarkasi
penumpang. Faktor-faktor tersebut adalah maraknya pedagang asongan dan tidak
tertibnya buruh-buruh bagasi dalam pengangkutan barang milik
penumpang,merebaknya pengantar dan pengunjung yang tidak mengindahkan
peraturan serta pengumuman yang telah dilakukan oleh pihak kapal sehingga
terkadang mereka terbawa dalam pelayaran yang sering disebut Penumpang Tanpa
Tiket (PTT), faktor yang lain adalah keterlambatan kapal sewaktu tiba di pelabuhan
tujuan, faktor terakhir adalah barang bawaan penumpang yang berlebih (Over
Baggage).
Adapun upaya yang dilakukan oleh pihak kapal dan petugas darat adalah
dengan meningkatkan kerja sama yang baik antara petugas darat dan petugas kapal
sehingga dapat mendukung kelancaran proses embarkasi dan debarkasi.
ABSTRACT
Irvan Fadillah Nurwantoro NIT: 51145220 N, 2019, "Upaya Pencegahan
Keterlambatan KM. DOBONSOLO Melalui Optimalisasi Kegiatan
Embarkasi dan Debarkasi Penumpang", Nautical Study Program,
Diploma IV Program, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, 1st
Advisor: Capt. Ali Imran Ritonga, MM, M.Mar. and 2nd Advisor: H.
Mustholiq, MM.
The fast and safe and smooth implementation of embarkation and
debarkation is the main goal of the passengers. The effort is intended so that the
ship and cargo and the safety of passengers can be guaranteed during the
embarkation and debarkation process. The process of embarkation and debarkation
that occurs on KM ships. DOBONSOLO while at the port of Tanjung Perak
Surabaya was management inefficient to regulate passengers who were going up
and down, as well as the lack of adequate facilities at the port terminal. So that
passengers crowded together and could cause or endanger the lives of these
passengers. Whereas PT. PELNI as a means of transportation also does not improve
services on board, even seems to only seek profits regardless of service quality.
Based on the results of the research that the author has done, it shows several
factors that hinder the process of embarkation and debarkation of passengers. These
factors are the rise of hawkers and the disorderly practice of baggage workers in
transporting passenger property, widespread outreach and visitors who do not heed
the rules and announcements made by the ship so that sometimes they are carried
on a cruise which is often called a Passenger Without Tickets ( PTT), another factor
is the delay of the ship when it arrives at the destination port, the last factor is excess
baggage (Over Baggage).The efforts made by the ship and land officers are to increase good
cooperation between land officials and ship officers so that they can support the
smooth process of embarkation and debarkation
FIG. 5 in A New Genus and Two New Species of Arboreal Toads from the Highlands of Sumatra with a Phylogeny of Sundaland Toad Genera
FIG. 5.—Habitat of Sigalegalephrŋnus mandailinguensis—a view of the rainforest at the edge of an inactive solphatara field on the northeastern slope of Gunung Sorikmarapi where the holotype was found (upper); and first author at the entrance of the subterranean hollow where the holotype was collected (lower).Published as part of Smart, Utpal, Sarker, Goutam C., Arifin, Umilaela, Harvey, Michael B., Sidik, Irvan, Hamidy, Amir, Kurniawan, Nia & Smith, Eric N., 2017, Herpetologica 73 (1) on pages 63-75, DOI: 10.1655/Herpetologica-D-16-00041, http://zenodo.org/record/771643
Falsafah Torang Samua Ciptaan Tuhan Sebuah Moderasi Beragama di Sulawesi Utara
Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskrisikan bagaimana falsafah daerah Torang Samua Ciptaan Tuhan menciptakan satu budaya moderasi beragama di Sulawesi Utara. Bagaimana falsafahTorang Samua Ciptaan Tuhan yang diinisiasi Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) diawal-awal kepemimpinan mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, dijadikan jalan tengah dalam setiap kegiatan keagamaan yang akhirnya berdampak pada tumbuhnya sikap masyarakat yang toleran, terbuka bahkan moderat di tengah masyarakat Sulawesi Utara yang pluralitas. Sehingga falsafah Torang Samua Ciptaan Tuhan, dalam perspektif iman Kristen dipandang memiliki peran strategis dan kuat manfaatnya bagi kehidupan moderasi beragama di Sulawesi Utara. Pendekatan studi pustaka dipakai dalam tulisan ini dengan mengacu pada berbagai referensi sesuai topik pembahasan, seperti buku, laporan hasil penelitian, jurnal dan media cetak serta media berita online. Dalam merawat Indonesia, maka kenasionalan Indonesia yang tergambar dalam kelokalan yang arif diharapkan menjadi salah satu penggerak utama dalam menjaga bingkai NKRI
Pertumbuhan Perkampungan Kumuh Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan kampung kumuh di Indonesia. Kemunculan permukiman kumuh di berbagai kota disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ketidakseimbangan antara tingkat urbanisasi dengan ketersediaan lahan perumahan. Disamping itu kurangnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan permukiman yang layak huni, pengelolaan tata ruang yang tidak teratur, kurangnya kepedulian masyarakat dalam mendirikan bangunan sesuai standar berlaku, serta lemahnya pengawasan pengawasan dalam izin mendirikan bangunan berdampak terhadap rendahnya kualitas hidup masyarakat miskin perkotaan di Indonesia. Salah satu intervensi kebijakan dalam mengatasi kampung kumuh dilaksanakan melalui Program Kotaku yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang bersifat kompleks, berbasis pemberdayaan masyarakat. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriftif yang menganalisis pertumbuhan permukiman kumuh perkotaan Indonesia dengan menggunakan pemetaan data infografis berdasarkan Wilayah dan Provinsi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan permukiman kumuh di perkotaan Indonesia masih terus meningkat berdasarkan data tahun 2017-2019 terjadi peningkatan mencapai 13.86%. Disamping itu rumah tangga di permukiman kumuh tidak memiliki akses terhadap sumber air minum layak dan tidak memiliki akses terhadap sanitasi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSPORTASI PUBLIK BUS TRANSJAKARTA (BUSWAY) DALAM RANGKA MENGURANGI KEMACETAN
Dalam rangka mengurangi tingkat kemacetan di DKI Jakarta sudah seharusnya menggunakan sarana transportasi publik massal cepat dan murah. Hal ini dikarenakan untuk memberikan efisiensi waktu dan biaya dalam memindahkan penumpang dari kendaraan pribadi ke transportasi publik seperti Bus Transjakarta. Bus Transjakarta atau yang dikenal Busway digharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah kemacetan di Ibu Kota Negara. Oleh sebab itu perlu ada kebijakan yang mengatur tentang pelayanan publik berbasis Bus Rapid Transit (BRT) yang memerikan kemudahan bagi penumpang dalam melakukan perjalanan. Pelaksanaan implementasi kebijakan transportasi publik pada Bus Transjakarta dapat dilihat dari teori kebijakan Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn yang dilihat dari Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumber Daya, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap Kecenderungan Para Pelaksana, Komunikasi Organisasi Antar Aktivitas Pelaksana, dan Lingkungan Ekonomi Sosial dan Politik. implementasi kebijakan trasnportasi publik bus tarnsjakarta busway masih terdapat kekurangan dan harus diperbaiki. Kekurangan tersebut antara lain belum maksimalnya petugas gabungan khusus busway dalam menindak kendaraan umum yang menilatsi di jalur busway. Namun dari sisi ekonomi transportasi busway sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Jakarta
KUALITAS PELAYANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU (BPPT) KOTA BANDUNG
The Bandung City Integrated Licensing Service Agency (BPPT) is an institution that provides one-stop licensing services, especially building construction permit (IMB) services in Bandung City. IMB services at BPPT City Bandung are carried out in an integrated manner by involving related agencies. IMB services in the city of Bandung are the services most proposed by the public. Therefore, in its implementation, it is necessary to pay attention to the quality of service. The quality of public services can be seen from the five dimensions of SERVQUAL (Service Quality), namely the tangible dimension, the reliability dimension, the responsiveness dimension, the assurance dimension, and the empathy dimension. The descriptive method was chosen to analyze the quality of IMB services at BPPT Bandung City from the five dimensions of SERVQUAL. The results of this study indicate that the tangible dimensions, dimension reliability, dimensional responsiveness, dimensional assurance, and empathy dimensions have been implemented in IMB services. Of the five dimensions, it is necessary to support adequate information technology so that building services can improve the quality of public services, especially in the dimension of responsiveness.Keyword : Service Quality, Building permit, Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and, Empahty
Deteksi Pelanggaran Personal Hygiene Protocol Di Area Produksi Menggunakan Metode Convolutional Neural Network (CNN)
Sebagai industri pangan yang berfokus pada produksi sosis, PT Charoen Pokphand Indonesia Plant Berbek selalu berusaha untuk menjaga kualitas dari hasil produksi yang dilakukan. Kualitas dari hasil produksi akan mempengaruhi reputasi perusahaan yang erat kaitannya dengan kepercayaan dan daya beli konsumen. Namun, permasalahan berupa pelanggaran terhadap Personal Hygiene Protocol, seperti penggunaan masker yang tidak benar atau tidak memakai jas laboratorium tidak benar. Pelanggaran jas laboratorium tercatat mencapai puncak hingga 820 kasus dalam waktu 8 jam produksi, sementara pelanggaran masker lebih rendah, dengan jumlah lebih dari 5 kasus dalam waktu 8 jam produksi. Hal ini meningkatkan risiko kontaminasi yang dapat berdampak pada kualitas produk dan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengembangkan sistem deteksi otomatis berbasis Computer Vision menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) dan arsitektur You Only Look Once (YOLO). Sistem ini dirancang untuk memantau pelanggaran protokol kebersihan secara real-time melalui integrasi kamera CCTV dengan perangkat IoT. Hasil penelitian dari 3 model utama yang diuji adalah YOLOv5, YOLOv8 dan YOLOv11 dengan tipe anotasi polygon menunjukan YOLOv5 polygon menunjukan performa terbaik yang secara konsisten menghasilkan nilai F1-Score lebih tinggi hampir pada semua class, terutama unggul pada wrong coat 95,41%, no hairnet 90,11% dan correct coat 92,78%. Berdasarkan pengujian selama 5 hari produksi dengan waktu pengujian 8 jam setiap harinya, sistem mendeteksi lebih dari 3.150 pelanggaran berupa wrong coat serta 22 kejadian wrong mask. Sistem dapat merekapitulasi setiap jenis pelanggaran dengan waktu terjadinya pelanggaran. Hasil tersebut akan disimpan untuk menyediakan rekapitulasi data pelanggaran sebagai dasar pengambilan tindakan korektif kepada pegawai yang melakukan pelanggaran.
========================================================================================================================
As a food industry focused on sausage production, PT Charoen Pokphand Indonesia Plant Berbek always strives to maintain the quality of its products. Product quality affects the company's reputation, which is closely related to consumer trust and purchasing power. However, there are issues such as violations of the Personal Hygiene Protocol, such as improper use of masks or not wearing lab coats correctly. Violations of laboratory coat usage reached a peak of 820 cases within an 8-hour production period, while mask violations were relatively lower, with over 5 cases within the same 8-hour production period. This increases the risk of contamination, which can impact product quality and consumer trust. This study aims to address these issues by developing an automatic detection system based on Computer Vision using the Convolutional Neural Network (CNN) method and the You Only Look Once (YOLO) architecture. This system is designed to monitor hygiene protocol violations in real-time through the integration of CCTV cameras with IoT devices. The results of testing three main models YOLOv5, YOLOv8, and YOLOv11 with polygon annotation type showed that YOLOv5 polygon performed best, consistently yielding higher F1-Score values across nearly all classes, particularly excelling in wrong coat 95.41%, no hairnet 90.11%, and correct coat 92.78%. Based on testing over 5 days of production with 8 hours of testing each day, the system detected over 3,150 violations involving wrong coats and 22 instances of wrong masks. The system can compile each type of violation along with the time of occurrence. These results will be stored to provide a summary of violation data as the basis for corrective actions against employees who commit violations
KUALITAS PELAYANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) ANTARA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA BANDUNG DAN KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA CIMAHI
Kualitas pelayanan perizinan merupakan cerminan dari kinerja aparatur birokrasi pemerintahan.Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Cimahi merupakan lembaga pemerintah yang menangani pelayanan perizinan terpadu satu pintu. Tujuannya untuk memberikan kualitas pelayanan perizinan yang baik dalam memangkas birokrasi perizinan yang panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan bagaimana kualitas pelayanan perizinan, khususnya pelayanan Izin Mendirikan Bangunan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung dengan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan teori dimensi kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh Parasuraman. Dimana kelima dimensi ini digunakan untuk mengukur sejauh mana kualitas pelayanan IMB antara BPPT Kota Bandung dengan KPPT Kota Cimahi. Adapun hipotesis didalam penelitian ini adalah, terdapat perbedaan kualitas pelayanan IMB antara BPPT Kota Bandung dengan KPPT Kota Cimahi
- …
