1,720,983 research outputs found

    Profitability, Liquidity, and Financial Performance: Implications for Company Value in Indonesia’s Mining Industry

    No full text
    This research explores the interplay between profitability, liquidity, financial performance, and company value in Indonesia's mining industry. quantitative approach is employed, utilizing path analysis to examine complex relationships and understand how these variables collectively influence the mining companies' value in Indonesia. The study targets 40 mining companies from a population of 73, using purposive sampling based on the completeness of financial statements from 2018 to 2022.Results from the path analysis are discussed, revealing positive and significant effects of liquidity on financial performance and company value. Profitability also demonstrates a positive impact on both financial performance and company value. The findings align with previous research and contribute to a comprehensive understanding of the financial landscape of Indonesia's mining industry. The study's implications extend to investors, companies, and regulatory policies, emphasizing the importance of considering liquidity and profitability in strategic planning and decision-making. In conclusion, the research provides valuable insights for stakeholders in the Indonesian mining industry, emphasizing the interconnectedness of liquidity, profitability, financial performance, and company value. These findings contribute to informed decision-making and risk management in the dynamic and volatile environment of the mining sector

    Tinjauan Yuridis the United Nations Global Compact Values and Principles dan Pelaksanaannya dalam Kontekstual Hukum Bisnis di Indonesia

    No full text
    Persoalan-persoalan yang melibatkan perusahaan-perusahaan Multinasional di berbagai Negara tidak sedikit. Mulai dari masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang melibatkan perusahaan, lsu Tenaga Kerja, Lingkungan, Korupsi, dll. Melihat hal tersebut, perserikatan Bang^qs-gsngsa (PBB) memandang diperlukan adanya suatu "Aturan" bagi Perusahaan MultinasionaI tersebut dalam menjalankan roda kegiatan bisnisnya. Lebih dari 5000 Perusahaan di Dunia telah menjadi anggota dan menandatangani rhe united Nations Grobal compact valuei-and Principles dan diharapkan dapat mematuhi 10 prrnsip hukum cjan nilainilai tersebut. Dalam hal ini Global compact telah mengglobal karena telah diluncurkan oleh sekjen pBB terdahulu yaitu Koffi Annan pada Tahun 2000 dengan mengundang perusahaan yang telah menjadi "Trendseter" di Negaranya masing-masing. Kofi Annan menyerukan terciptanya suatu perdamaian, ketertiban dalam Negara melalui Multinational corporation. Tetapi untuk mempercepat rujuan pBB tersebut, PBB merangkum 10 Prinsip dan Nilai-nilai untuk memberikan Pedoman bagi Korporasi dalam suatu Negara. Diharapkan tentunya dapat mempercepat proses dari Tujuan dari pBB itu sendiri

    PENENTUAN KONDISI OPTIMAL PELAPISAN TEMBAGA NIKEL PADA BAJA AISI 1015

    Get PDF
    Perkembangan dan kemajuaan ilmu material di dunia industri saat ini sedang berkembang dengan pesat. Baja AISI 1015 merupakan salah satu jenis logam yang sudah banyak digunakan sebagai bahan utama pada dunia otomotif permesinan. Salah satunya adalah velg sepeda motor. Namun masalah yang sering ditemui adalah keterbatasan dalam hal ketahanan korosi karena velg sepeda motor berhubungan langsung dengan lingkungan korosif yaitu air dan oksigen. Salah satu cara untuk meningkatkan korosi dari baja AISI 1015 dengan memeberikan pelapisan logam dasar dengan metode elektroplating. Elektroplating adalah proses pelapisan logam dengan menggunakan arus listrik sehingga terjadi pengendapan ion-ion logam pelindung. Pada penelitian ini akan menggunakan variasi tegangan 3 volt, 4 volt, dan 5 volt pada electroplating tembaga nikel. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh tegangan listrik terhadap laju korosi dan nilai kekerasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai laju korosi raw material 10,227 mpy, tegangan 3 volt sebesae 1,713 mpy, tegangan 3 volt sebesar 0,628 mpy dan tegangan 5 volt sebesar 0,662 mpy. Hasil terhadap nilai kekerasan yaitu pada tegangan 3 volt didapat rata-rata 147,188 VHN, tegangan   4 volt didapat rata-rata 155,522 VHN, dan tegangan 5 volt didapat rata-rata 159,4 VHN. Semaki tinggi tegangan akan menurunkan nilai laju korosi dan meningkatkan nilai kekerasan yang didapat

    Perlindungan pencari suaka politik asal Papua oleh Australia pada tahun 2006 berdasarkan hukum internasional / oleh Ariawan

    No full text
    abstrak (A) Nama : Ariawan (B) NIM : 205030015 (C) Judul Skripsi : ?Perlindungan Pencari Suaka Politik Asal Papua Oleh Australia Pada Tahun 2006 Berdasarkan Hukum Internasional? (D) vii+82+lampiran (E) Kata Kunci : suaka politik, hak asasi manusia, hukum internasional (F) Isi : Perlindungan pencari suaka politik oleh Australia terhadap 42 orang warga asal Papua yang merupakan fokus pembahasan dalam skripsi ini berawal dari penerimaan 42 orang warga asal Papua yang mencari suaka atau perlindungan ke Australia. Pihak Indonesia menyatakan keberatan terhadap Australia terhadap penerimaan suaka politik orang Papua tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran Hak Asasi Manusia di Papua dan orang-orang Papua tersebut tidak berada dalam kondisi pengejaran oleh aparat militer Indonesia. Puncaknya adalah dengan ditariknya duta besar Indonesia untuk Australia, Hamzah Tayeb. Sementara pihak Australia menyatakan bahwa Australia telah mempertimbangkan permohonan suaka tersebut dan penerimaan tersebut telah sesuai dengan hukum Internasional dan hukum nasional Australia. Penulis meneliti, mengapa Australia menerima permohonan suaka politik 42 orang warga asal Papua? Apakah tindakan pemerintah Australia dalam penerimaan pencari suaka itu berdasarkan perlindungan pencari suaka atau perlindungan Hak Asasi Manusia? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian normatif. Penelitian ini juga didukung dengan data kepustakaan. Ketiadaan Peraturan Nasional Indonesia yang mengakomodir kebutuhan para pencari suaka dari Indonesia yang mencari suaka ke luar negeri, menimbulkan kelonggaran tersendiri bagi para pencari suaka yang mencari perlindungan ke luar negara asalnya. Pihak Australia terkait dengan penerimaan suaka politik orang Papua tersebut mengemukakan dasar dan alasan untuk menerima dan menolak pencari suaka yang masuk ke dalam wilayah yang tergolong zona imigrasi Australia. Alasan hukum dan alasan kemanusiaan, merupakan salah satu dasar yang digunakan oleh pihak Australia dalam mengabulkan status pencari suaka 42 orang warga asal Papua tersebut, yang juga didukung dengan latar belakang kasus Freeport yang diduga adanya pelanggaran HAM di Papua. (G) Daftar Acuan : 24 (1975-2006) (H) Pembimbing : Ahmad Sudiro, S.H., M.H.,MM (I) Penulis : Ariawa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore