1,720,962 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KUANTITATIF PENGAWET NATRIUM BENZOAT PADA KECAP PRODUKSI LOKAL DAERAH SURAKARTA SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

    Full text link
    Natrium benzoat merupakan salah satu bahan tambahan pangan pengawet yang penggunaannya dibatasi dalam jumlah tertentu yang telah diatur dalam Peraturan Kepala BPOM No.36 Tahun 2013.Pengawet tersebut sering digunakan dalam kecap agar waktu simpan lebih lama.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan natrium benzoat dan kadarnya yang terdapat dalam kecap produksi lokal daerah Surakarta. Sampel diambil di Pasar Gede Surakarta dan diambil dengan tiga produk yang berbeda.Sampel diidentifikasi menggunakan FeCl3.Hasil Positif ditunjukkan adanya endapan berwarna coklat kemerahan setelah penambahan FeCl3. Sampel yang terbukti positif kemudian ditentukan kadarnya secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 225,6 nm.Pembacaan spektrofotometri UV-Vis dilakukan sebanyak tiga kali pada tiap sampelnya. Hasil menunjukkan ketiga sampel positif mengandung natrium benzoat dengan kadar masing-masing 91,18; 74,79; dan 151,79 mg/kg. Kadar tersebut berada di bawah batas maksimal penggunaan natrium benzoate yaitu sebesar 500mg/kg, sehingga dapat disimpulkan bahwa kecap produksi lokal daerah Surakarta mengandung pengawet natrium benzoat dengan kadar yang masih memenuhi persyaratan

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    KELAYAKAN AIR SUMUR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI LERENG SEBELAH UTARA TPA PIYUNGAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan air sumur warga di lereng utara (Temp at Pembuangan Akhir) TPA Piyungan sebagai sumber air bersih untuk keperluan domestik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksploratif laboratoris, dengan populasi seluruh sumur di lereng utara TP A Piyungan. Sampel air diambil dari tiga sumur yang terlatak pada satu garis lurusdari TPA kearah utara. Analisis parameter kimia fisika dan biologi air dilakukan di laboratorium Balai Besar Tehnik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan standar kualitas baku mutu air bersih. Metode yang digunakan yaitu metode observasi, dan metode dokumentasi atau studi kepustakaan. - Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur yang terkandung dalam air sumur penduduk di sekitar TP A, yaitu parameter fisika dan parameter kimia semuanya berada di bawah ambang batas berbahaya. Sedangkan dari hasil analisis parameter biologis, kualitas air sumur penduduk dapat dikatakan sudah tercemar kandungan bakteri E.Coli dengan nilai di atas 160011 OOmI, sedangkan batas maksimal adalah 5011 OOmI. Jadi dapat disimpulkan air sumur yang berada di Iereng utara TPA Piyungan tercemar oleh bakteri E.CoIi yang diduga bukan berasal dari TP A, melainkan dari limbah organik di lingkungan setempat

    EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) DAN PROBLEM SOLVING (PS) PADA MATERI STATISTIKA DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI SE-KABUPATEN KLATEN PADA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Full text link
    Febri Arianto. S851408017. Eksperimentasi Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan Problem Solving (PS) Pada Materi Statistika Ditinjau Dari Kreativitas Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri Se-Kabupaten Klaten Pada Tahun Pelajaran 2015/2016. Pembimbing 1 : Dr. Mardiyana, M.Si, Pembimbing II : Dr. Sri Subanti, M.Si. Tesis : Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang diberi model pembelajaran TAPPS, problem solving, atau langsung, (2) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi, sedang, atau rendah, (3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik antara siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi, sedang, atau rendah, (4) pada masing-masing kategori kreativitas belajar matematika, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik antara siswa yang diberi model pembelajaran TAPPS, problem solving, atau langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri di Kabupaten Klaten tahun pelajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Teknik pengambilan data meliputi dokumentasi untuk memperoleh nilai ujian semester genap kelas X untuk data kemampuan awal eksperimen, tes untuk memperoleh data prestasi belajar matematika, dan angket untuk memperoleh data kreativitas belajar matematika siswa. Sebelum melaksanakan penelitian terhadap populasi, dilakukan uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Uji prasyarat dengan metode Lilliefors untuk uji normalitas dan metode Bartlett untuk uji homogenitas. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah anava dua jalan dengan sel tak sama dengan desain faktorial 3x3. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan : (1) siswa yang diberi model pembelajaran TAPPS mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa yang diberi model pembelajaran PS dan model pembelajaran langsung, sedangkan siswa yang diberi model pembelajaran PS memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa yang diberi model pembelajaran langsung, (2) siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kreativitas belajar matematika sedang dan rendah, sedangkan siswa dengan kreativitas belajar matematika sedang memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa dengan kreativitas belajar matematika rendah, (3) pada model pembelajaran TAPPS, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi, sedang dan rendah mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya. Pada xvi model pembelajaran problem solving, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi, sedang dan rendah mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya. Pada model pembelajaran langsung, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa dengan kreativitas belajar matematika sedang, siswa dengan kreativitas belajar matematika sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa kategori kreativitas belajar matematika rendah, sedangkan siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan kreativitas belajar matematika rendah, (4) pada kategori kreativitas belajar matematika tinggi, siswa yang diberi model pembelajaran TAPPS mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya dengan siswa yang diberi model pembelajaran problem solving dan langsung. Pada kategori kreativitas belajar matematika sedang, siswa yang diberi model pembelajaran TAPPS mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa yang diberi model pembelajaran problem solving dan langsung. Pada kategori kreativitas belajar matematika rendah, siswa yang diberi model pembelajaran TAPPS mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya dengan siswa yang diberi model pembelajaran problem solving, siswa yang diberi model pembelajaran problem solving mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa yang diberi model pembelajaran langsung, sedangkan siswa yang diberi model pembelajaran TAPPS mempunyai prestasi belajar matematika yang yang lebih baik daripada siswa yang diberi model pembelajaran langsung. Kata Kunci : Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS), Problem Solving (PS), Langsung, Kreativitas Belajar Matematika

    AHLI WAHANA CERITA ANIME (FILM) ONE PIECE EPS.829 DENGAN MANGA (KOMIK): CHARLOTTE MONT-D'OR (KAJIAN SASTRA BANDING)

    Full text link
    Tujuan dari artikel penelitian ini untuk memperoleh hasil perbandingan sastra tulis dan sastra lisan yang berjudul “Ahli Wahana cerita anime (film) one piece eps.829 dengan seri manga (komik): yg berjudul charlotte mont-d’orâ€. ONE PIECE adalah sebuah Manga dan Anime yang menceritakan tentang petualangan sekelompok bajak laut dalam mencari harta karun legendaris, One Piece. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan  metode  deskriptif yaitu data yang  dikumpulkanmengambil  bentuk  kata-kata  atau  gambar. mengidentifikasi bentuk-bentuk  perubahan  alih  wahana  “Ahli Wahana cerita anime (film) one piece eps.829 dengan seri manga (komik): yg berjudul charlotte mont-d’orâ€., mengelompokkan bentuk-bentuk perubahan tersebut ke dalam tiga kategori yakni, pengurangan, penambahan dan perubahan bervariasi. One Piece dibuat oleh Eiichiro Oda pada Agustus 1997 di Shonen Jump terbitan Shueisha dan hingga kini masih terus berlanjut. Versi anime nya mulai dibuat pada Oktober 1999 dan kini telah mencapai lebih dari 500 episode. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak-catat. Total data dari penelitian ini adalah potongan adegan yang diambil dari manga charlotte mont-d’or†dan juga versi anime-nya di episode one piece 829. Episode di anime One Piece biasanya memiliki perbedaan dibanding versi manga. Dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa meskipun plot utama dan  alur serita pada keduanya memiliki kesamaan, terdapat beberapa perbedaan yang muncul dan diketahui juga ada beberapa tambahan latar yang hanya terjadi pada versi anime. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan tersebut dapat terjadi karena danya keterbatasan yang diakibatkan oleh perubahan media. Sehingga dapat dipastikan bahwa tidak mungkin jalan ceritanya sama persis dengan sumber asli-nya. Kata kunci: ahli wahana, anime, manga, kajian sastra

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore