25 research outputs found

    Tinjauan hukum Islam terhadap praktik perlombaan pemancingan sistem galatama : studi kasus di Pemancingan Laguna Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang

    Get PDF
    Kolam Pemancingan Laguna Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang memiliki 2 sistem pemancingan yang pertama sistem harian model A yaitu membayar uang pemancingan seharga Rp20.000, pemancing boleh membawa ikan hasil pancingan selama durasi tertentu. Sistem harian model A ini memenuhi kebolehan dalam musabaqoh ataupun Maysir. Sistem event Model B tiket pendaftaran seharga Rp100.000, Sistem ini terdapat kesamaran hukum pada penyediaan hadiah dan merugikan sebelah pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana praktik di pemancingan Laguna Desa Leyangan dan Bagaimana Tinjauan Hukum Islam tentang bisnis pemancing di Pemancingan Laguna Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Adapun jenis penelitian yang menggunakan metode kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan dua temuan. Pertama, mekanisme Musabaqoh dan Maysir karena dalam praktiknya belum memenuhi hal yang diperbolehkan pada Musabaqoh maupun Maysir tentang rukun dan syaratnya. Kedua, terdapat kesamaran hukum yang mana penyediaan hadiah itu dananya bercampur dengan uang peserta yang disajikan dalam bentuk tiket pendaftaran peserta dan ini juga merugikan bagi peserta pemancing yang tidak mendapatkan apa-apa. Sehingga hal ini tidak sesuai dengan kententuan hukum islam. ABSTRACT The Lagoon Fishing Pool in Leyangan Village, East Ungaran District, Semarang Regency has 2 fishing systems, the first is the daily system model A, which pays a fishing fee of Rp. 20,000, anglers may bring in the fish they have caught for a certain duration. This model A daily system fulfills the capabilities in musabaqoh or Maysir. The Model B event system for registration tickets costs Rp. 100,000. This system has legal ambiguity in the provision of prizes and is detrimental to one party. This study aims to find out how the practice is in Lagoon fishing in Leyangan Village and how Islamic Law is reviewed regarding the fishing business in Lagoon Fishing in Leyangan Village, East Ungaran District, Semarang Regency. The type of research that uses qualitative methods, while the data collection techniques used are interviews and documentation. The data analysis technique in this study is to use descriptive analysis techniques. This research resulted in two findings. First, the mechanism of Musabaqoh and Maysir because in practice they have not fulfilled what is permitted by Musabaqoh and Maysir regarding the pillars and conditions. Second, there is legal ambiguity in which the funds for the prize are mixed with the participants' money presented in the form of participant registration tickets and this is also detrimental for participating anglers who get nothing. So this is not in accordance with the provisions of Islamic law. Keywords: Islamic Law, Musabaqoh, Maysir, Lagoon fishing in Leyangan Village

    USULAN PENINGKATAN KUALITAS PADA PROSES PELAYANAN ORDER TAKSI DI PT BLUE BIRD GROUP BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA

    No full text
    PT Blue Bird Group Bandung sebagai salah satu penyedia layanan jasa transportasi memiliki berbagai layanan produk, salah satunya adalah taksi. Kinerja taksi Blue Bird Group Bandung saat ini masih dinilai di bawah standar, karena fakta menunjukkan bahwa keluhan terhadap pelayanan taksi masih sangat banyak yang berasal dari pelanggan. Dengan kinerja yang seperti ini, PT Blue Bird Group Bandung akan memiliki kesulitan dalam mencapai target untuk meningkatkan jumlah pelanggan, maka ada kebutuhan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas untuk meminimalkan cacat yang ada.Pengukuran kinerja layanan taksi dapat dilakukan dengan menerapkan metode six sigma. Metode six sigma merupakan metode yang melakukan pendekatan menyelesaikan masalah dan peningkatan proses melalui fase DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Metode ini bukan merupakan metode yang hanya didominasi oleh penggunaan statistik, tetapi merupakan perpaduan antara disiplin ilmu dan pendekatan yang berfokus pada pengurangan jumlah cacat dan mencari penyebab timbulnya variasi pada proses yang memengaruhi kualitas produk.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh lima CTQ potensial yang memengaruhi kinerja layanan taksi, yaitu kelalaian operator, operator sulit dihubungi, armada yang dijanjikan tidak sampai ke tujuan, perilaku pengemudi, dan kenyamanan mobil. Mengacu pada data keluhan perusahaan, nilai sigma layanan taksi untuk pelayanan order taksi adalah 3,1. Beberapa rekomendasi diberikan untuk meningkatkan nilai sigma layanan taksi pada PT Blue Bird Group Bandung. defect, pelayanan order, DPMO Sigma, Critical to Quality (CTQ), CTQ potensia

    USULAN PENINGKATAN KUALITAS PADA PROSES PELAYANAN ORDER TAKSI DI PT BLUE BIRD GROUP BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA

    Get PDF
    Abstract— PT Blue Bird Group Bandung as one of the transport service providers have a variety of product service, one of which is a taxi. Performance Blue Bird Group taxis Bandung is still considered below par, because the facts show that complaints against taxi service is still very much derived from the customer. With a performance like this, PT Blue Bird Group Bandung will have difficulty in achieving the target to increase the number of customers, then there is a need to improve and enhance the quality to minimize the defects that exist. Taxi service performance measurement can be done by applying six sigma methods. Six sigma method is a method to approach problem solving and process improvement through the phases of DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). This method is not the only method which is dominated by the use of statistics, but it is a blend of disciplines and approaches that focus on reducing the number of defects and the search for causes of variation in processes that affect product quality. Based on research results, obtained five CTQ potentially affect the performance of taxi services, namely negligence operator, operators are difficult to contact, the promised fleet did not get to the destination, driver behavior, and the comfort of the car. Referring to the company's complaint data, the value of sigma taxi service to order a taxi service is 3.1. Some recommendations are given to increase the value of sigma taxi service at the PT Blue Bird Group Bandung. Index Terms—defects, service orders, DPMO Sigma, Critical to Quality (CTQ), a potential CT

    Penentuan Pola Penyaluran di Daerah Gedangsari-Bayat, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta-Jawa Tengah Menggunakan Pendekatan Kuantitatif

    No full text
    Daerah penelitian yang berada di Kabupaten Gunungkidul dan Klaten merupakan bagian dari fisiografi Pegunungan Selatan. Pada daerah tersebut dijumpai morfologi khas seperti perbukitan terisolasi di Bayat, Klaten; lajur pegunungan Baturagung, Gunungkidul dan dataran rendah diantara keduanya. Perbedaan morfologi suatu daerah dapat direpresentasikan melalui jenis pola penyaluran yang ada, sehingga pengetahuan mengenai pola penyaluran akan sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran mengenai kondisi berupa batuan dasar dan struktur geologi. Pendekatan kualitatif yang berupa geometri dan topologi jaringan sungainya, digunakan sebagai data awal untuk menentukan jenis pola penyaluran yang dihasilkan berdasarkan data Digital Elevation Model (DEM) Terrasar dengan resolusi spasisl 9 meter. Selanjutnya pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi pola penyaluran menggunakan perhitungan secara statistik. Perhitungan secara statistiknya meliputi perhitungan sudut, kelengkungan, panjang rasio, dan panjang daerah aliran sungai (DAS). Berdasarkan pendekatan kuantitatif, pola penyaluran di daerah penelitian diidentifikasikan terdapat 3 jenis, yaitu pola radial; yang berkembang pada morfologi perbukitan terisolasi, pola subdendritik; yang berkembang pada morfologi lajur pegunungan Baturagung, dan pola dendritik; yang berkembang pada morfologi dataran rendah. Kata Kunci : morfologi, pola penyaluran, perhitungan kuantitati

    TRUSTING TWITTERSPHERE AS A GENUINE POLITICAL DEBATE? THE CASE OF INDONESIAN ELECTION HASTAGS

    No full text
    This research in progress explores how political discussion on Indonesian Twittersphere could provide a genuine conversation on debates related to the upcoming 2019 national election in Indonesia. Taking the case of the presidential and parliamentary election in the upcoming April 2019, the author uses social media data on Twitter to investigate whether the discussions are heavily lean into digital public sphere or more dominated by political buzzer and bots. The author examines this by creating Twitter network maps based on hashtags related to the election. Modularity tests are employed to identify the extent of online community developed during the conversations. Most of the hashtags analyzed could attract hundreds of small communities, created mini-publics, which in turn shows the degree of willingness of the Indonesian social media users to participate in this practice of digital citizenship. Qualitative observations on the selection of the most significant actors within the network and the words they posted are employed to understand if the conversations were not led by either dominant political actors or political buzzers/bots, and thus, suggest the citizens’ genuine form of political communication. Despite the limitations of studying Twitter data, the author suggests that by taking a closer attention to how political conversation in non-English/Western political environment, this study might provide valuable insights on the development of genuine utilization of (and trust on) the social media platforms for political engagement

    Finding Christ in Photographs of Suffering

    Get PDF
    Photojournalists employ images in order to tell a news story, honestly and impartially while telling the story in strictly journalistic terms. Theologians, specialists in theology, reflect on faith as a personal response to God\u27s self-communication. This article is an innovative attempt to bring them together, photojournalism and theology. Indeed, both make use of verbal and non-verbal language as well as a person\u27s imagination. The author shows that both shall not exclude an urgent social concern for the common good. Here the author presents his reflection from a context of a country, the Philippines, in the middle of drug-war with its continuous increase of victims of extra-judicial killings (EJK). Can a picture or photograph lead the viewers to a deeper meaning of a tragic reality even if they weren\u27t there? Can a photograph of EJK help Christians to reflect on their faith and act on it

    Pembuatan Media Informasi Rumah Adat Provinsi Di Indonesia Menggunakan Macromedia Flash Mx 8.0

    Get PDF
    Perkembangan komputer yang semakin maju membuat komputer bukan hanyadapat digunakan sebagai alat data tetapi juga dapat digunakan sebagai alatmultimedia Informasi. Oleh karena itu penulis mencoba membuat programaplikasi yang dapat di pergunakan sebagai sarana untuk media informasi Di eramodern saat ini, mungkin telah banyak orang yang telah melupakan akan adatistiadat bangsa sendiri, mulai dari suku, bahasa, tarian dan Rumah Adat sertabentuk-bentuk keanekaragam kehidupan bermasyarakat. Indonesia memilikikeanekaragaman bentuk rumah adat yang unik dari negara lain oleh karena itupenulisan ini akan menjelaskan tentang rumah adat yang ada di IndonesiaPenulis dalam tulisan ilmiah ini hanya dibatasi pada pembuatan aplikasi danpembuatan sketsa objek yang akan digunakan nanti. Aplikasi ini juga untukmedia informasi yang berisikan informasi tentang rumah adat Melalui karya inipenulis menggunakan Aplikasi Macromedia Flash MX 8.0 untuk menampilkanbentuk rumah adat provinsi di Indonesia agar mempermudah masyarakat dalammencari tahu tentang rumah adat di Indonesia
    corecore