463 research outputs found

    LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN PADA DIVISI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI PT. TASPEN (PERSERO)

    Get PDF
    Lembar Eksekutif Ardha Setiawan Dharma (8105145059). Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada PT. TASPEN (PERSERO) Kantor Pusat Cempaka Putih. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi dan Administrasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta 2017. Laporan Praktik Kerja Lapangan ini dibuat sebagai gambaran hasil pekerjaan yang telah dilakukan selama PKL dengan tujuan memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan studi pada Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi dan Administrasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yang dimulai sejak tanggal 1 Febuari 2017 s.d 2 Maret 2017 dengan 5 hari kerja, Senin – Jum’at pada pukul 07.30 s.d 16.00. Tujuan dilaksanakan PKL adalah untuk mendapatkan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja dan memperoleh surat keterrangan kerja (referensi) dari instansi terkait Selain itu agar mahasiswa dapat meningkatkan wawasan pengetahuan, pengalaman, kemampuan, dan keterampilan yang telah diperoleh pada masa perkuliahan. Selama melaksanakan PKL, kegiatan yang Praktikan lakukan adalah mengarsipkan berkas, penginputan data, merekap data. Dalam pelaksanaanya terdapat diantaranya adalah tidak sesuai spesifikasi komputer untuk pekerjaan menginput data dan merekap. Penyelesaian – penyelesaian dari kendala yang di hadapi adalah menyampaian ke pada karyawan yang membimbing praktikan dan menggunakan computer milik sendiri, agar maksimal dalam pengerjaan tugas yang di berikan. Praktikan dibimbing oleh Bapak Sutarmo selaku Staff Direksi Divisi Sumber Daya Manusia (SDM). Outputnya praktikan dapat mengetahui pekerjaan di divisi Sumber Daya Manusia (SDM)

    PENGONTROLAN RUMAH CERDAS BERBASIS PLC YANG TERINTEGRASI DENGAN SISTEM SCADA

    No full text
    ABSTRAK   Setiawan, Ardha. 2011. “Pengontrolan Rumah Cerdas Berbasis PLC yang Terintegrasi dengan Sistem SCADA”.. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T   Kata kunci: SCADA, Rumah Cerdas, Programmable Logic Controller. Kemajuan teknologi  mendorong manusia untuk berpikir untuk mengatasi masalah disekitarnya. Teknologi yang berkembang saat ini adalah PLC. PLC (Programmable Logic Controller) merupakan alat kendali yang populer di kalangan industri. Seiring berkembangnya PLC orang mulai berpikir untuk menggunakan PLC sebagai alat yang digunakan untuk membantu memudahkan manusia dalam menyelesaikan masalah yang ada. Salah satunya adalah penggunakan PLC untuk sistem keamanan rumah dan manajemen energi pada rumah. Pembuatan miniatur rumah cerdas yang terintegrasi dengan sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) ini bertujuan untuk memudahkan manusia dalam mengahadapi masalah sperti saat ini misalnya keamanan dan pengaturan penggunaan energi. Keamanan merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh semua orang karena tingkat kriminalitas meningkat. Penghematan pemakaian energi juga tidak kalah pentingnya untuk kehidupan masa mendatang. Dalam miniatur ini dibuat sensor cahaya untuk menyalakan lampu secara otomatis guna dapat membantu manusia dalam mengatur penggunaan energi yang ada dirumah tersebut. Sensor cahaya ini menggunakan LDR yang dikendalikan oleh PLC. PLC ini dintegrasikan dengan PC ( SCADA software) sehingga plant yang ada bisa dimonitoring bahkan dikendalikan . Lampu pada miniatur rumah cerdas ini juga bisa dikendalikan oleh saklar sesuai kebutuhan. Selain sensor cahaya dalam miniatur rumah cerdas ini terdapat sensor suhu menggunakan LM35 untuk menyalakan kipas pada ruangan secara otomatis sehingga memudahkan pemilik rumah dalam hal manjemen energi. Selain manajemen energi dalam rumah cerdas ini juga terdapat sistem keamanan yaitu pintu berpassword sehingga sebelum memasuki pintu harus mengetahui kata sandinya terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar keamanan terjaga. Jika password yang dimasukkan salah maka indikator lampu merah akan menyala, jika benar maka warna hijau akan menyala. Dari pembuatan miniatur rumah cerdas diatas dapat disimpulkan bahwa alat ini berjalan sesuai dengan rencana pembuatan.  Disarankan dalam perancangan prototype alat ini  hendaknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dalam pemakaian komponen keseluruhan.Dalam pelaksanaan pembuatan alat  harus dipantau terus kemajuan pekerjaan apakah sesuai dengan rencana atau tidak, karena hal ini berpengaruh dalam waktu penyelesaian pembuatan alat tersebu

    'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)

    No full text
    In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill

    Slank, Musik, dan Kepentingan

    Get PDF
    Selama ini kita salah memandang musik hanya sebagai sebuah peristiwa seni yang netral dan tanpa bias. Musik sejak awal harus diklasifikasikan dalam dua kategoriberbeda. Pertama, ia adalah sebentuk karya seni bunyi yang dinikmati sisi estetisnya. Ide penciptaan bisa berasal dari mana saja, tapi tujuannya tetaplah memberi kenikmatan estetis pada pendengar. Kedua, karena kodratnya yang demikian, musik seringkali digunakan sebagai katalisator dalam menyampaikan pesan-pesan tertentu. Artinya musik tidak lagi netral, tapi berpihak. Hal itulah yang membedakan musik dengan kicauan burung. Sama-sama indah, tapi yang satu tak bisa disebut musik. Musik itu dilandasi dengan aspek kesengajaan, tidak hadir secara spasial. Kesengajaan maksud inilah yangdiperdebatkan, menempatkan musik “dalam bingkai kepentingan”. Tapi mari, walaupun sulit, kita lepaskan keterkaitan musik dengan penciptanya. Lepaskan musik dari beban-beban kepentingan musisinya. Biarkan bunyi musik itu mengalun, dinyanyikan, dan disenandungkan dalam peluh perjuangan mencari keadilan. Death of the author, adagium lawas bilang demikian. Tak ada salahnya kita tetap menyanyikan lagu-lagu Slank bertema sosial, kritikan, bahkan kebencian pada korupsi dengan lantang. Barangkali kini, yang menyanyikan itu semua bukan lagi Slank, tapi kita

    IDENTIFIKASI KERUSAKAN MESIN BUBUT YANG TERJADI PADA KM. GUNUNG DEMPO

    Get PDF
    ABSTRAKSI Ridho Ekapaksi Eri Setiawan, NIT: 52155782.T, 2019 “Identifikasi Kerusakan Mesin Bubut Yang Terjadi di KM.GUNUNG DEMPO” skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: SARIFUDDIN,M.Pd., M.Mar.E dan Pembimbing II: Capt. AGUS HADI PURWANTOMO.M.Mar. Latar belakang terhadap permasalahan adalah rusaknya shaft blower inlet pada main blower, dan untuk spare part shaft inlet tidsk tersedia di gudang akhirnya dilakukanlah rekondisi dengan bantuan mesin bubut. Namun pada saat pengerjaan mesin bubut mengalami kendala yaitu macet tidak dapat berputar kepala tetapnya, sehingga menyebabkan terhentinya pengerjaan merekondisi shaft inlet main blower tersebut. Penulis merangkum permasalahan-permasalahan dan mencoba memecahkan masalah dengan menggunakan metode fishbone yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mungkin timbul dari suatu masalah dan fault tree analysis (FTA) yaitu metode menyelesaikan kasus apabila terjadi suatu kegagalan atau hal yang tidak diinginkan dengan mencari akar-akar permasalahan Basic Events yang muncul dan diuraikan dari setiap indikasi kejadian puncak (Top Event). Ada banyak penyebab kerusakan mesin bubut , dari penyebab-penyebab tersebut dianalisa untuk menemukan penyebab utama di KM. KM.GUNUNG DEMPO kerusakan mesin bubutnya adalah rusaknya plastic gear pada salah satu susunan gear dalam kepala tetap. Kerusakan mesin bubut di KM.GUNUNG DEMPO terutama pada plastic gear di karenakan perawatan yang tidak sesuai dengan manual book dan juga pengetahuan crew mesin yang kurang dalam pengetahuan tentang mesin bubut. Sehingga gear plastic pada susunan gear dalam kepala tetap rusak. Untuk menangani masalah tersebut berdasarkan penelitian oleh penulis dapat dilakukan upaya perawatan secara rutin, penggantian sparepart juga penambahan pengetahuan dan kesadaran crew mesin terhadap mesin bubut . ABSTRACT RIDHO EKAPAKSI ERI SETIAWAN, NIT: 52155782.T, 2019 "Identification of Lathe Machine Damage Occurs in KM. GUNUNG DEMPO" Thesis of Engineering Study Program, Diploma IV Program, Semarang Shipping Science Polytechnic, Advisor I: SARIFUDDIN, M.Pd., M. Mar.E and Advisor II: Captain. AGUS HADI PURWANTOMO.M.Mar. The background of this problem is damage to the inlet shaft blower on the main blower, and for part spare shaft inlets that are not available, the reconditioning is finally carried out with the help of a lathe. However, when the lathe had a problem, the engine was jammed, the engine could not rotate its head permanently, thus causing a stop to work to recondition the blower main inlet shaft. . The author summarizes the problem and tries to solve the problem by using the fishbone method, which is to identify the causal factors that may arise from the problem and fault tree analysis (FTA), namely the method of solving cases in case of failure or undesirable things by finding the root causes Basic Events that appear and are explained by each indication of the Top Event. There are many causes of lathe damage, from these causes analyzed to find the main cause of damage to the KM. GUNUNG DEMPO on the lathe is the destruction of plastic teeth in one of the fixed gear settings in the head. Lathe damage in KM. GUNUNG DEMPO , especially in plastic gears because of maintenance that is not in accordance with the manual and also the knowledge of machine crews who lack knowledge in lathes. So that the plastic gears on the gear arrangement on the head remain damaged. To overcome these problems based on research by the author, routine maintenance efforts can be made, replacing parts and increasing the knowledge and awareness of the engine crew on the lathe

    OPTIMALISASI UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA PENYUSUTAN PADA SAAT BONGKAR MUAT DI KAPAL MT. SELE

    Get PDF
    Andi Setiawan, NIT : 49124374.N, "Optimizing Prevention Occurrence Depreciation When Unloading at MY.Sele", thesis of Nautical Studies Program, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, Adviser I : Capt. lladi Supriyono, M.M., M.Mar. Adviser II : R.A.J. Susilo Hadi Wibowo, S.IP., M.M. Depreciation charge is an event where the charge in the tank is reduced from the boat load to ship unloading. From the description, tlere is a problem that can be ccncluded is fakor-factors that can cause shrinkage of the charge and e{Torts to prevent the depreciation charge on the ship MT" Sele. Then the author uses descriptive qualitative approach. Descriptive-qualitative method is the study of people and experiences that are reproduced with the collection of documents and archives. The study compares the actual cases that occurred in the field with the theories of the study of literature relevant to the problem under study that found the caus€ of the problem. In a study conducted by the author, the depreciation charge due to a lack of understanding regarding the measurement procedures ABK correct charge. This incident occurred while the ship finished loading at the port of Balikpapan, the incident occurred when the helmsman perform retrieval of temperature with no regard innage charge is measured but the helmsman ia carrying out the mea$urement by providing a benchmark based on the depth of the tank load, so the level of accufircy of measurement of temperature payload right and can not be used as the basis for calculating the charge" The second incident at the time in the port of loading was found that the measuring instrument UTI in disrepair so that the implementation of temprature measurement using a hydrometer rvhich takes a long time in the process of measurement using a sounding and ullage manual. This causes the temperature making only done in three tanks of the total 10 tank with the intention of speeding up the process of measuring the charge" Then the temperature of the tank three are averaged for use in the calculation of the overall tank located on board the ship and used for the calculation of the charge by adjusting the amount contained in the bill of lading so that the process of loading can be immediately implemented. At the end wilt be a number of conclusions thai the factors that led to the depreciation charge is due to a lack of understanding of the measurement p,rocedure ABK oil and use the correct tools. So shrinkage cergo vessel that often ocsurs due to a lack of accuracy in decision ABK temperature and lack of knowledge in the use of the corrrct tools. Keywords: Depreciation Charge, descriptive qualitative

    IMPLEMENTASI PASAL 11 UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2007 TENTANG PEMERINTAHAN PROVINSI DAEARAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA SEBAGAI IBUKOTA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA TERHADAP PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2012

    Get PDF
    AGGIL SETIAWAN, E0008272. 2013. (IMPLEMENTATION ARTICLE 11 OF ACT NUMBER 29/2007 ABOUT THE SPECIAL CAPITAL PROVINCIAL GOVERNMENT OF JAKARTA AS THE CAPITAL OF THE UNITARY STATE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA ON THE ELECTION OF GOVERNOR AND VICE GOVERNOR OF JAKARTA PROVINCE IN 2012) . Faculty of Law, University of March Surakarta. This study aims to determine the implementation of Article 11 of Act Number 29/2007 about The Special Capital Provincial Government of Jakarta as the Capital of the Unitary State of Indonesia Replublik on the election of Governor and Vice Governor of DKI Jakarta in 2012 This legal research is juridical sociological or empirical legal research is descriptive, this study used qualitative research methods. Data obtained from primary and secondary data. Primary data were obtained from the Komisi Pemilihan Umum (KPU) of DKI Jakarta Provincial as Organizer Election Governor of DKI Jakarta, while the secondary data obtained from the literature materials, documents, and reports that had to do with the problems studied. For data collection techniques that use interview techniques and the study of literature. Furthermore, to analyze existing data using qualitative analysis with interactive models. Based on the research that has been conducted by the author, it can be concluded that the implementation of Article 11 of Act No. 29/2007 to the election of the Governor General and the Vice Governor of DKI Jakarta Province Year 2012. KPU DKI Jakarta Province issued Letters of Decree Number: 28/Kpts/KPU-Prov-010/2012, which contains the results of elections establishment and the of based on the results the candidates have no valid votes obtained by 50% therefore held a second vote that followed a pair of candidates with the most votes first and second in the first round. although there are obstacles in the implementation of that Article. The occurrence of problems KPU DKI Jakarta Province has made efforts to overcome the obstacles that arise. keywords : Implementation, the Act, the election of Governor and Vice governor AGGIL SETIAWAN, NIM E0008272. 2013 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Pasal 11 Undang- Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Replublik Indonesia terhadap pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012 Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis sosiologis atau penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta selaku Penyelenggara Pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, sedangkan data sekunder diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan, dokumen, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Untuk teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik wawancara dan studi kepustakaan. Selanjutnya untuk menganalisa data yang ada dengan menggunakan analisis kualitatif dengan interaktif model. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, dapat diambil kesimpulan bahwa Implementasi Pasal 11 UU No 29 Tahun 2007 terhadap pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012 KPU Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 28/Kpts/KPU-Prov-010/2012 yang berisi tentang penetapan hasil Pemilihan umum dan berdasarkan hasil tersebut dari pasangan calon belum ada yang memperoleh suara sah sebesar 50% oleh karena itu diadakan Pemungutan suara kedua yang dikuti pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama. meskipun terdapat hambatan dalam implementasi Pasal tersebut. Timbulnya hambatan tersebut KPU Provinsi DKI Jakarta telah dilakukan upaya-upaya untuk mengatasi hambatan yang timbul tersebut. . Kata kunci : Implementasi, Undang-Undang, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernu
    corecore